• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

2.1 Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah

Periode waktu yang berbeda menjadi salah satu kendala mensinkronisasikan perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Hal ini terlihat pada periode RPJMN 2004-2009 yang memiliki intercept waktu yang singkat dengan RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013. Artinya, awal periode RPJMD 2008-2013 berada pada akhir periode RPJMN 2004-2009. Periode waktu yang lama justru nampak pada RPJMN periode 2010-2014, tetapi tidak dapat dikatakan RPJMD memperhatikan RPJMN tersebut karena RPJMD terbit lebih awal daripada RPJMN 2010-2014. Pemerintah Provinsi perlu untuk lebih ketat lagi mengevaluasi RPJMD Kab/Kota sebelum disahkan agar secara substansi telah merujuk kepada RPJMD Provinsi. Demikian pula dengan Depdagri dan Bappenas dalam konteks mengevaluasi keterkaitan atara RPJMD Provinsi dengan RPJMN.

Tabel 2.1. Penjabaran Agenda Pembangunan RPJMN Dalam RPJMD Sulawesi Selatan Agenda Pembangunan pada

RPJMN 2004-2009

Agenda Pembangunan pada RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013

 Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai  Menciptakan lingkungan kondusif bagi kehidupan inovatif

 Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis  Penguatan kelembagaan masyarakat;  Penguatan kelembagaan pemerintahan.

 Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat  Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat;

 Peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat;

 Perwujudan keunggulan lokal untuk memicu laju pertumbuhan ekonomi;

 Mewujudkan Sulsel sebagai entitas sosial ekonomi yang berkeadilan

25

Bab 2 Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

RPJMD Sulawesi Selatan 2008-20013 sudah menjabarkan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN 2004-2009. Tabel 2.1 menunjukkan penjabaran dari Agenda Pembangunan pada RPJMN kepada Agenda Pembangunan pada RPJMD Sulawesi Selatan. Dilihat dari prioritas pembangunan, mayoritas prioritas pembangunan nasional telah sinkron dengan prioritas pembangunan Sulawesi Selatan seperti yang terlihat pada Tabel 2.2. Prioritas pembangunan daerah yang dianggap paling popular bersinergi dengan prioritas pembangunan nasional terutama pada bidang kesehatan dan bidang pendidikan, melalui program pembangunan kesehatan gratis dan pendidikan gratis.

Tabel 2.2. Penjabaran Prioritas Pembangunan Dalam RPJMN kepada RPJMD Sulawesi Selatan Prioritas Pembangunan pada

RPJMN 2004-2009

Prioritas Pembangunan pada RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013  Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan

serta kesejahteraan dan perlindungan anak

 Pemberdayaan perempuan

 Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa  Peningkatan kinerja SKPD;

 Peningkatan kualitas profesionalisme aparatur pemerintah;  Kepenataan kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintah.

 Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh  Pembinaan kehidupan sosial politik;

 Pembinaan kesatuan bangsa;

 Peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat;  Peningkatan kualitas informasi dan komunikasi

 Penanggulangan kemiskinan  Peningkatan pelayanan kepada penduduk miskin

 Revitalisasi pertanian  Peningkatan produksi pertanian dan pengembangan agribisnis

perdesaan;

 Peningkatan akses masyarakat kepada asset produktif dan kegiatan produksi.

 Pemberdayaan koperasi dan UMKM  Revitalisasi lembaga ekonomi masyarakat kecil

 Perbaikan iklim ketenagakerjaan  Penciptaan lapangan kerja dan usaha;

 Penempatan dan perluasan kesempatan kerja;  Pembinaan dan pengawasan tenaga kerja  Pemantapan stabilitas ekonomi makro;

 Peningkatan daya saing industri manufaktur

 Pengembangan industri strategis;

 Pengembangan kerjasama regional dan promosi

perdagangan;

 Mewujudkan Sulawesi Selatan sebagai destinasi pariwisata terkemuka di Indonesia

 Pembangunan perdesaan  Pembangunan sarana dan prasarana perdesaan;

 Pemberdayaan komunitas desa

 Pengurangan ketimpangan pembangunan wilayah  Perencanaan dan pengendalian penataan ruang;

 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana wilayah  Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang

berkualitas

 Pendidikan gratis;

 Peningkatan kualitas layanan pendidikan;  Pemberantasan buta aksara

 Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas

 Kesehatan gratis;

 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan;  Perbaikan gizi masyarakat;

 Peningkatan pelayanan perumahan, lingkungan pemukiman, sanitasi dan air bersih.

 Peningkatan perlindungan dan kesejahteraan sosial  Pembinaan kehidupan sosial kemasyarakatan.

 Pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas serta pemuda dan olahraga

 Pemberdayaan organisasi pemuda dan olahraga

 Peningkatan kualitas kehidupan beragama  Pemberdayaan organisasi keagamaan;

26 Bab 2 Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

Tidak seluruh prioritas pembangunan nasional menjadi prioritas pembangunan Sulawesi Selatan. Ada dua prioritas pembangunan nasional yang tidak menjadi prioritas Sulawesi Selatan, yaitu Pengembangan IPTEK dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur. Sementara Sulawesi Selatan memiliki empat prioritas khusus yaitu Pembangunan Perkotaan, Aktualisasi Nilai-nilai Budaya Lokal, Penguatan Kualitas Teknostruktur Komunitas serta Pemberdayaan Organisasi Profesi. Empat prioritas ini dirasa lebih diperlukan oleh Sulawesi Selatan untuk dibangun.

Tabel 2.3. Prioritas Pembangunan Dalam RPJMN yang Masih Kurang Tegas Dijabarkan Kedalam RPJMD Sulawesi Selatan Serta Prioritas Pembangunan Dalam RPJMD Sulawesi Selatan yang Bukan Merupakan Penjabaran dari RPJMN

Prioritas Pembangunan pada

RPJMN 2004-2009 yang bukan menjadi prioritas pada RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013

Prioritas Pembangunan pada

RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013 yang kurang mengacu pada prioritas RPJMN 2004-2009  Peningkatan kemampuan IPTEK

 Percepatan pembangunan infrastruktur

 Pembangunan perkotaan

 Aktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai budaya lokal  Penguatan kualitas teknostruktur komunitas  Pemberdayaan organisasi profesi

Sumber: Diolah dari RPJMN 2004-2009 dan RPJMD Sulawesi Selatan 2008-2013

Beberapa kabupaten/kota memiliki sinkronisasi Agenda Pembangunan dengan tingkat Provinsi. Tim peneliti PEA mengambil sampel RPJMD pada Kota Makassar dan Kabuupaten Luwu Utara. Tabel 2.4 menunjukkan penjabaran Agenda Pembangunan Nasional kepada RPJMD Makassar dan Luwu Utara. Meski demikian, dua daerah kabupaten/kota ini tidak memiliki agenda pembangunan terkait perwujudan Indonesia yang aman dan damai yang tertuang dalam Agenda Pembangunan Nasional. Pemerintah kabupaten kota masih memiliki kendala dalam sinkronisasi agenda pembangunan dengan level nasional. Selain karena kemampuan sumberdaya manusia aparatur yang belum optimal, hal ini juga karena perhatian pemerintah daerah terhadap perencanaan makro ekonomi nasional dan daerah yang lemah. Penyebab utamanya adalah oleh lahirnya sejumlah peraturan-perundangan. yang sering tidak sejalan. Salah satu contohnya, berdasarkan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, RPJMD provinsi/kabupaten/kota ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Sebaliknya, UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang diterbitkan oleh Bappenas/Kementerian PPN mengatakan penetapan RPJMD dengan Peraturan Kepala Daerah, sebagaimana juga dipertegas dengan penetapan RPJMN dengan Peraturan Presiden. Faktanya, semua RPJMD di Sulawesi Selatan ditetapkan dengan Peraturan Daerah, di samping melayani kepatuhan terhadap peraturan-perundangan yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri juga dimaksudkan agar memiliki kekuatan mengikat stakeholder pembangunan yang lebih kuat. Di sisi lain, fleksibilitas substansi perencanaan pembangunan daerah terhadap lingkungan strategisnya justru lebih baik jika dokumen perencanaan pembangunan daerah yang ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.

Dokumen terkait