BAB III METODE PENELITIAN
B. Peran Pemerintah Daerah
3. Pengawasan
Dalam organisasi pengelolaan harus dilakukan dengan baik agar kegiatan yang dilaksanakan berjalan secara efektif dan efesien.Salah salah satu dalam fungsi manajemen setelah kegiatan berlangsung adalah pengawasan, sebab dengan
adanya pengawasan kita dapat melihat kegiatan yang sedang berjalan agar sesuai yang di harapkan.Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang memegang peranan penting dalam pengelolaan suatu organisasi dalam hal ini pengelolaan pasar tradisional. Namun dalam hal ini peran pemerintah daearah sangat penting kususnya dalam pengawasan dan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan kususnya dalam pengawasan yaitu :
a. Pemberian pelayanan.
Pemberian pelayanan adalah fungsi pemerintah daerah dalam mengkoordinasikan pembeangunan dan pembinaan masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana yang ada di pasar tradisional.
Pemberian pelayanan merupakan tolak ukur pemerintah dalam memperhatikan masyarakat yang ada di kecamatan itu sendiri karena pemerintah daerah daerah adalah sebagai fasilitator tentunya tidak hanya berperan dalam pemberian fasilitas saja akan tetapi pelayan yang dimaksud adalah ketika masyarakat memmpunyai suatu keluhan atau masalah maka pemerintah tentunya bersedia melayani dan mendengarkan masalah apa yang dialami masyarakat tersebut, apalagi dalam proses berdagang dalam pasar tradisional. Hal ini kemana perlu adanya pemberian pelayanan sebab dari pemerintahan daerah kususnya kecamatan yang dulu kurang memperhatikan masyarakat yang ada di Kecamatan Bontolempangan melainkan hanya berfokus pada sistem pemerintahannya saja maka dari itu,pemerintah kecamatan yang sekarang tentunya harus lebih brperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikut yang di sampaikan oleh masyarakat menyampaikan bahwa :
55
,…..kami dari masyarakat tentunya berharap kepada pemerintah daerah dalam hal pemerintah kecamatan supaya lebih meningkatkan pemberian pelayanan dan pengawasan langsusng kepada anggota pemerintah tidak seperti pemerintah yang lalu yang hanya mengedepankan sistem pemerintahan saja akan tetapi dari pemberian pelayanan terutama dipasar kami masih mengalami kesulitan, dan dengan adanya pemerintah daerah kecamatan yang baru kami dari masyarakat merasa senang sebab dari segi pelayan kami sudah benar-benar dilayani dan pelayanan ini benar-benar efektif kepada kami selaku masyarakat. (wawancara oleh SH 06 Juli 2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan oleh masyarakat bahwa sejauh ini kami berharap kepada pemerintah kecamatan supaya lebih meningkatkan lagi pemberian pelayanan dan sistem pengawasan yang ada di pasar tidak seperti pemerintah yang lalu, yang hanya mengedepankan sistem pemerintahannya saja, tetapi dari pemberian pelayanan trutama di pasar kami masih mengalami kesulitan, dan dengan adanya pemerintah daerah kecamatan yang baru kami dari masyarakat merasa senang sebab dari segi pelayan kami sudah benar-benar dilayani dan pelayanan ini benar-benar efektif kepada kami selaku masyarakat dan harapan kami selaku masyarakat tentunya ini bisa berlansung seterusnya.
Senada dengan penyampaian pedagang terkait dengan pemberian pelayanan kepada masyarakat menyampaikan bahwa‟
,….iya kami dari pedagang sejauh ini merasa bangga dengan pemerintah daerah kecamatan saat ini, buktinya dari segi pelayanan kepada kami benar-benar terbuka dalam artian apapun yang menjadi masalah kami selama berdagang, kami diberi kesempatan untuk menyampaikan masalah tersebut seperti ketika kami tidak kebagian karcis atau hal lainnya pemerintah segera memecahkan masalah tersebut. (wawancara oleh KM 06 Juni 2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan pedagang bahwa kami dari pedagang merasa bangga sekali dengan kinerja pemerintah kecamatan saat ini, buktinya dari segi pelayanan pemerintah benar-benar terbuka dalam artian apapun yang menjadi masalah selama kami berdagang kami diberi kesempatan untuk menyampaikan
masalah yang kami alami seperti ketika kami tidak kebagian karcis ataupun hal lainnya pemerintah segera menyelesaiakan masalah tersebut.
Dari pernyataan kedua informan diatas menunjukkan bahwa sejauh ini pemerintah kecamatan sudah berperan efektif buktinya dari pedagang mengatakan bahwa sejauh ini kami bangga dengan pemerintah daerah kecamatan saat ini, dimana pelayanan kepada kami benar-benar terbuka dalam artian apapun yang menjadi masalah kami selama berjualan di pasar kami langsung berkomunikasi langsung dan menyampaikan masalah kami seperti ketika kami tidak kebgian karcis ataupun hal lainnya.Dari pernyataan diatas membuktikan sejauh ini pelayanan pemerintah daerah yang ada di Kecamatan Bontolempangan sudah berperan aktif dan bisa dikatakan sudah efektif karena dari segi pemberi pelayanan pemerintah siap membantu apa-apa yang dibutuhkan masyarakat, pemerintah siap membantu dan bersedia memberikan apa-apa yang menjadi keperluan masyakat.Sebab peran pemerintah daerah khususnya kecamatan pada umumnya adalah pemberi pelayanan kepada masyarakat.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengelolan Pasar Tradisional Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam sistem pengelolaan pasar tradisional, adapun faktor yang sangat berpengaruh dalam perencanaan, pelaksaanaa,dan pengawasanagar dapat terlaksana dengan baik antara lain :
57
1. Kualitas dan Kuantitas (SDM)
Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia adalah tingkat kompotensi yang dimiliki serta jumlah aparatur yang meliputi kemampuan, keterampilan, keahlian dan pengalaman kerja aparatur dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengelola retribusi pasar.Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia maka harus dilakukan manajemen dan perencanaan sumber daya manusia. Salah satu indikator penilaian terhadapkualitas sumber daya manusia adalah kedisiplinan, semakin tinggi tingkat kedisiplinan pegawai maka dapat dikatakan kualitas kerjanya juga semakin tinggi.
a. Kedisiplinan.
Kedisiplinan yang dimaksud disini adalah orang yang mendapat amanah atau tanggung jawab dari pemerintah dalam pengelolaan pasar tradisional.Dalam kedisiplinan disini adalah mampu memberikan contoh kepada masayarakat ataupun para pegawai, sebab kedisiplinan adalah salah satu bentuk penilaian terhadap kinerja pegawai atau pekerja kususnya dalam pengelolaan pasar tradisional.Berikut yang disampaikan oleh pemerintah daerah kecamatan mengatakan bahwa.
,….Saya selaku pemerintah kecamatan dalam hal melihat kualitas dan kuantitas para pegawai atau pekerja kami dalam hal pengelolaaan pasar tradisional sejauh ini sudah bekerja efektif seperti dari tingkat kedisiplinan yang terdapat pada pegawai kami saat ini sangat terlihat disiplin ketika proses pengelolaan pasar berlangsung. (wawancara oleh SA 01 Juni 2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan oleh Camat Bontolempangan bahwa bahwa dalam hal melihat kualitas dan kuantitas para pegawai atau pekerja kami dalam hal pengelolaaan pasar tradisional sejauh ini sudah bekerja efektif seperti
dari tingkat kedisiplinan yang terdapat pada pegawai kami saat ini sangat terlihat disiplin ketika proses pengelolaan pasar berlangsung.
Senada dengan penyampaian pedagang terkait dengan kualitas dan kuatitas pada pegawai atau pekerja pemerintah daerah kecamatan menyampaikan bahwa,
,….iya kami dari pedagang merasa bangga dengan para anggota pemerintah daerah dengan melihat kualiatas para anggota pemerintah dalam hal kedisiplinan kami melihat sejauh ini sangat disiplin sekali terutama pada saat hari pasar berlangsung mereka datang di lokasi pasar dengan tepat waktu. (wawancara oleh IW 01 Juni 2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan oleh pedagang bahwa kami dari pedagang merasa bangga dengan para anggota pemerintah daerah dengan melihat kualiatas para anggota pemerintah dalam hal kedisiplinan kami melihat sejauh ini sangat disiplin sekali terutama pada saat hari pasar berlangsung mereka datang di lokasi pasar dengan tepat waktu.
Dari kedua pernyataan informan diatas dari peran pemerintah daerah dalam melihat kinerja para anggota atau pegawai kecamatan bontolempangan menunjukkan sangat efektif, sebab dari kualitas para pegawai kecamatan kususnya dari segi kedisiplinan sangat terlihat sekali ketika proses pengeloaan pasar berlangsung mereka datang di lokasi pasar dengan tepat waktu.
2. Sarana dan Prasarana.
Sarana dan prasarana merupakan yang paling penting dalam pengelolaan pasar, sarana dan prasarana merupakan suatu yang harus di miliki oleh pasar sehingga proses penjualan di pasar dapat berjalan secara efektif, namun perlu ada pengembangan dalam penyediaan sarana untuk mengembangkan kerjasama demi
59
terwujudnya keinginan Pemerintah dan Masyarakat dalam kerjasama tersebut, seperti yang disampaikan pemerintah daerah Kecamatan Bontolempangan bahwa,
. ,…...dalam kerjasama ini kami dari pemerintah kecamatan sudah menyediakan sarana dan prasarana di pasar bontolempangan, dan di kecamatan kami sendiri juga menyediakan bak sampah dan gerobak sampah, supaya dapat di gunakan mengangkat sampah ataupun barang lainnya, kerjasama ini kami lakukan bentuk kepedulian kami dan masyarakat dalam memperhatiakan kebersihan dan kenyamanan para pedagang selama berjualan. (wawancara oleh SA 01 Juni 2014)
Pernyataan di atas adalah pernyataan Camat Bontolempangan bahwa kami dari pemerintah kecamatan sudah menyediakan sarana dan prasarana di pasar bontolempangan, dan di kecamatan kami sendiri juga menyediakan bak sampah dan gerobak sampah, supaya dapat di gunakan mengangkat sampah ataupun barang lainnya, kerjasama ini kami lakukan bentuk kepedulian kami dan masyarakat dalam memperhatiakan kebersihan dan kenyamanan para pedagang selama berjualan
Senada yang disampaikan oleh anggota kelompok masyarakat yang berjualan di pasar menyampaikan bahwa,
,…….iya sejauh ini peran pemerintah kususunya dalam penyedian sarana dan prasarana sudah berjalan efektif bahkan kami juga berperan dan bekerjasama kepada pemerintah daerah kecamatan dalam hal penyedian bak smapah, dan gerobak sampah supaya kami dari pedagang bisa membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan kami selam berjualan di pasar tersebut.
(wawancara oleh Hj 02 Juni 2014)
Pernyataan di atas adalah pernyataan masyarakat bahwa sejauh ini peran pemerintah kususunya dalam penyedian sarana dan prasarana sudah berjalan efektif bahkan kami juga berperan dan bekerjasama kepada pemerintah daerah kecamatan dalam hal penyedian bak smapah, dan gerobak sampah supaya kami
dari pedagang bisa membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan kami selam berjualan di pasar tersebut.
Dari pernyataan kedua informan di atas meman salah satu faktor yang berpengaruh dalam pengelolaan pasar yaitu pengadaan sarana dan prasana sebab terkadang kurangnya dana dalam penyedian sarana dan prasarana tersebut, namun dari kerjasama antara pemerintah daearh kecamatan dan masyarakat sehingga kesadaran masyarakat terhadap kepedulian terhadap pasar sehingga bekerjasama dalam penyediaan sarana dan prasarana seperti bak sampah, gerobak sampah. Dalam hal ini peran pemerintah dapat dikatakan sudah berperan aktif dalam pengelolaan pasar tradisional di kecamatan bontolempngan.
3. Finansial atau Dana
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam penganggaran suatu pengelolaan pasar adalah dana atau finansial. Maka dari itu pengelolaan keuangan atau dana diharapkan dapat berlangsung secara efektif-efesien,partisipatif dan akuntabel agar pelaksanaan kegiatan dalam suatu pengelolaan pasar juga dapat terlaksana secara efektif. Hal ini dikemukakan oleh kepala pasar bahwa,
,….Dana yang dipake dalam pengelolaan pasar sejauh ini adalah dari Pemerintah dan Masyarkat, seperti penyediaan gerobak sampah dan bak sampah itu dari pemerintah tapi kalau untuk dana lainnya itu disiapkan kelompok masyarakat itu sendiri. (Wawancara oleh TL 09 Juli2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan kepala pasar bahwa sejauh ini pemerintah kecamatan darisegi pelaksanaan sudah berjalan efektif, walaupun saat ini dana yang menjadi kendala sesuai yang dikemukakan oleh kepala pasar bahwa meman saat ini dana yang kami pake dari segi pengelolaan pasar saat ini berasal dari pemerintah dan masyarakat, seperti penyediaan gerobak sampah, dan bak
61
sampah itu dari pemerintah akan tetapi kalau dana lainya itu disediakan oleh kelompok masyarakat itu sendiri.
Senada yang disampaikan oleh anggota kelompok masyarakat yang berjualan di pasar menyampaikan bahwa,
,…iya sejauh ini dana belum ada dari pemerintah daerah kabupaten, tetapi untuk keperluan kami yang ada di pasar kami sedikit mendapat bantuan dari pemerintah kecamatan seperti penyediaan bak sampah, dan gerobak sampah dan yang lainnya kamisendiri. (wawancara oleh HJ 09 Juni 2014).
Pernyataan di atas adalah pernyataan masyarakat bahwa kami dari masyarakat sejauh ini kami belum mendapat bantuandana dari pemerintah daerah kabupaten akan tetapi kami sedikit mendapat bantuan dari pemerintah kecamatan seperti penyedian bak sampah, dan gerobak sampah namun bagi kami selaku masyarakat merasa terbantu dengan bantuan tadi.
Dari peryataan kedua informan diatas menunjukkan kalau dana yang dipakai sebagian dari Pemerintah dan Masyarakat, kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan pasar sudah berjalan dengan baik dan efektif, mulai dari lokasi dan penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan pasar sudah menunjukkan peran pemerintah daerahsudah berjalan efektif, namun masih perlu dikembangkan karena tinggkat kesadaran masyarakat juga menjadi pengaruh dalam menjalankan kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan pasar di KecamatanBontolempangan.
63 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahaspada babsebelumnya, mak a dapat ditarik kesimpulan bahwa,
1. Peran pemerintah daerah dalam pengelolaan pasar tradisional sejauh ini sudah berperan efektif dimana pasar tradisional di Kecamatan Bontolempangan saat i ni sudah mendapat perhatian daripemerintah Kecamatanseperti perencanan dal am pembinaan wilayah pasar, pelaksanaan dalam pembinaan masyarakat dan p engawasan dalam pembemberian pelayanan. Dan ini menunjukkan bahwa keti ga tahap pengelolaan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Bontolempanga n menunjukkan efektif.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Bontolempangan yaitu: kualitas dan kuantitas SDM, sarana dan pr asana, dana atau finansial.Berdasarkan dari penelitian bahwa ketiga faktor ters ebut berpengaruh terhadap efektifitas pengelolaan pasar tradisional yang ada p ada Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowayaitu:kualitas dan kuantitas SDMmengalami hambatan diantaranya tingkat kedisiplinan pada pekerja atau pegawai pemerintah daerah kecamatan dalam hal pengelolaan pasar tradision al.Sarana dan prasarana mengalami hambatan diantaranya kurannya prasarana pada pasar akibat kurangnya dana dalam penyedian sarana prasarana.Dana ata u finansial adapun faktor yang sangat berpengaruh terhadap pelakasanan peng elolaan pasar karena kuranngya dana dari pemerintah kabupaten. Jadi dapat di
64
simpulkan bahwa ketiga faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap pengelol aan pasar tradisional.
B. Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan adalah :
1. Pemerintah Daerah Kecamatan harus lebih meningkatkan perannya selaku pem erintah daerah kususnya dalam pengelolaan pasar tradisional yang ada di Keca matan Bontolempangan mengingat pasar yang ada di kecamatan saat ini adalah salah satu sumber pendapatan para masyrakat kususnya para pedagang, seperti yang dimaksud dalam peraturan presiden No 112 tahun 2007, tentang penataa n dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelanjaan, dan toko modern.
2. Peran Pemerintah Daerah Kecamatan harus lebih memperhatikan pasar tradisio nal yang ada di kecamatannya, mengingat pasar tradisional salah satu tempat di mana masyarakat memperoleh pendapatan dari pasar tersebut guna memenuhi kebutuhan sehari hari.
3. Pemerintah Daerah Kecamatan harus lebih aktif dalam pengelolaan pasar tradis ional dan mampu bekerjasama kepada masyarakat ataupun antara pemerintah dan juga membuat aturan hukum dalam pelaksanaan pengelolaan pasar di Keca matan Bontolempangan supaya lebih aktif dan efektif.
65
DAFTAR PUSTAKA
Aris, Pasigai, 2012. Pengantar Bisnis, Jakarta Rajawali Press.
Atmosudirjo,1982. Dasar-dasar Administrasi Niaga, Jakarta : Ghalia Indonesia Basri, Chatip, 2002. Rumah ekonomi Rumah Budaya, Gramedia Pustaka, Jakarta.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh, 2013. Buku Panduan Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi. Fisipol Unismuh, Makassar.
Darmawi, Herman, 2006. Pasar dan Lembaga-lembaga Finansial, Sinar Grafika Offset, Bandung.
Devas, Nick,1999. Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia,Ui Press, Jakarta Fahrudin Adi,2012. Pengantar Kesejateraan Sosial, Bandung PT Refika Aditama Gr, Terry, 1993. Pengembangan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Liberty Handoko 2004. Manajemen Yogyakarta : BPEF
Handayaningrat, 1988. Pengantar Studi Administrasi dan Manajemen. Jakarta : Haji Masgung.
Syafie, Inu Kencana, 2001. Pengantar Ilmu Pemerintahan : PT Refika Aditama.
Julitriarsa, 1998.Teori Ekonomi Mikro, Jakarta; SalembaEmpat.
K. J. davey, 1988. Manajemen Umum,Yogyakarta BPEF Yogyakarta.
Mardiasmo, 2004. Perpajakan, Andi offset Yogyakarta.
Manullang, 2011. Manajemen Personalia, Gaja Mada, Univ, Press Sontoso, Purwo,2003. Pemerintahan Daerah, Yogyakarta Pustaka
Salam, Dharma Setiawan, 2007 Manajemen Pemerintahan,Yogyakarta;
Djambatan.
Zauhar, 1993. Admiministrasi program dan proyek dan pembangunan, Malang : Penerbit Ikip Malang.
Sanusi Fattah, 2008Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta Pusat Perbukuan Depertemen Pendididikan Nasional.
Siagian,1991. Kepemimpinan, Jakarta: Rineka Cipta
Siagian, H. 1989. Pokok- pokok Pembangunan Masyarakat Desa, Bandung : Citra Aditya Bakti.
Sumarno,2006. Metode Penelitia n Kuantitatif dan Kualitatif, Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari, Samarinda.
Sarwono, Jonathan, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Yogyakarta; Graha Ilmu
Rosali, Abdullah, 2010. Pemerintah Daerah, Jakarta Rajawali pers
Rewansyah, Asmawi, 2011. Kepemimpinan Dalam Pelayanan Publik.CV Yusaintanas Prima
Sumaryadi, I Nyoman, 2010. Sosiologi Pemerintahan, Bogor: Ghalia Indonesia Tarigan,Robinson, M.R.P, 2009. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Jakarta;
BumiAksara.
Tjokromidjojo, Bintoro, 1976. Perencanaan Pembangunan, Gunung Agung, Jakarta
Dokumen :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, perubahan kedua dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.