• Tidak ada hasil yang ditemukan

TANGGAL : 29Desember 2006 PETUNJUK TEKNIS SUB BIDANG JALAN

III. PERENCANAAN TEKNIK DAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI

III.1. UMUM

Setelah teralokasinya dana untuk penanganan jalan baik itu peningkatan maupun pemeliharaan, maka proses berikutnya adalah melakukan kegiatan perencanaan teknik jalan atau jembatan.

Menunjuk Permen PU tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan DAK Bidang Infrastruktur Tahun 2007 mengenai Koordinasi Penyelenggaraan, menjelaskan bahwa koordinasi penyenggaraan dilakukan secara berjenjang mulai dari Tingkat Pusat/Departemen, kemudian tingkat pemerintah provinsi, hingga tingkat pemerintah kabupaten/kota.

Khusus Tim Koordinasi Penyelenggaraan DAK subbidang jalan di tingkat provinsi dibantu oleh SNVT P2JJ untuk bantuan DAK jalan kabupaten/kota, sedangkan bantuan DAK jalan kota metropolitan dibantu oleh SNVT P2JJ metro.

III.2. PERENCANAAN TEKNIK

III.2.1. PERENCANAAN TEKNIK JALAN

Perencanaan teknis jalan Kabupaten didasarkan pada Petunjuk Teknis No. 013/T/Bt/1995, mengenai Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten.

Pada prinsipnya Petunjuk Teknis tersebut mengatur Perencanaan Teknis dalam penanganan Jalan kabupaten yang pelaksanaannya tidak terlepas dari Petunjuk teknis Perencanaan dan Penyusunan Program jalan Kabupaten (SK. No 77/KPTS/Db/1990). Pada prinsipnya perencanaan teknis dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu :

1. Pekerjaan Persiapan.

Yang perlu dilakukan pada tahap ini antara lain menyiapkan daftar jalan untuk Survai dan Disain, kemudian tentukan titik awal dan akhir ruas proyek dengan ditandai Patok-patok. Lalu dapatkan data lalu lintas dari study perencanaan serta daftar lokasi sumber-sumber bahan.

2. Survai

Pekerjaan Survai meliputi Survai geometri, Survai Lalu Lintas dan Survai Penyelidikan Tanah Dasar secara terinci. Tahapan ini juga mencakup survai jalan dan drainase, serta survai mengenai jenis tenaga kerja dan bahan material yang tersedia.

3. Analisa

Dari hasil survai dianalisa lebih lanjut untuk mendapatkan data yang dibutuhkan pada tahapan disain. Dari survai geometri dianalisa untuk mendapatkan alinyemen horizontal dan vertikal serta pengukuran penampang melintang. Survai jalan dan drainase di analisa mengenai kondisi jalan dan drainase serta jenis pekerjaan yang diperlukan untuk penanganannya.

Penyelidikan tanah dasar untuk mendapatkan daya dukung tanah serta pekerjaan yang diperlukan dalam penanganan pada kondisi tanah yang labil. Survai jenis tenaga kerja dan bahan material yang tersedia di analisa untuk penentuan harga satuan.

4. Perencanaan

Setelah tahapan analisa maka langkah selanjutnya adalah disain yang terdiri dari disain geometri, disain tanah dan struktural, disain drainase, serta disain struktur perkerasan.

5. Hasil

Terakhir akan didapat gambar-gambar rencana, denah dan profil penampang melintang, peta sumber bahan dan rambu-rambu serta Daftar rencana anggaran biaya proyek.

6. Rencana Anggaran Biaya

Dalam pembuatan perencanaan Rencana Anggaran dan Biaya dapat digunakan petunjuk No. 015/T/Bt/1995, yaitu Petunjuk mengenai Teknik Analisa Biaya dan Harga Satuan Pekerjaan Jalan.

III.2.2. PERENCANAAN TEKNIK JEMBATAN

Perencanaan teknis jembatan Kabupaten berpedoman pada Petunjuk Teknis No. 016/T/Bt/1995, mengenai Petunjuk Perencanaan Teknik Jembatan Kabupaten. Pada prinsipnya Petunjuk Teknis tersebut mengatur Perencanaan Teknis dalam penanganan Jembatan Kabupaten baik pembangunan jembatan baru sampai dengan pemeliharaan jembatan lama. Pada prinsipnya perencanaan teknis dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu :

1. Pekerjaan Persiapan.

Dalam tahap persiapan yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan Daftar Jalan-jalan untuk survai dan desain serta daftar jembatan-jembatan dalam inventarisasi jembatan.

2. Survai

Pekerjaan survai meliputi survai jalan, Inspeksi pemeliharaan jembatan, Survai mendetail jembatan lama dan Survai mendetail dan penyelidikan untuk jembatan baru.

3. Analisa

Dari hasil survai akan dianalisa jembatan baru yang dibutuhkan, penilaian kondisi baik atau buruk jembatan lama, kemungkinan peningkatan atau penggantian, serta penentuan jenis jembatan dan pondasinya.

4. Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini dibuat desain yang diperlukan untuk peningkatan ataupun desain jembatan baru.

5. Hasil

Terakhir adalah penentuan untuk jenis penanganan, pembuatan gambar-gambar dan spesifikasi teknis dari hasil disain dan perhitungan volume pekerjaan. Dalam pembuatan gambar teknik Petunjuk Teknis No. 017/T/Bt/1995, mengenai Gambar Perencanaan Teknis Jembatan Kabupaten.

6. Rencana Anggaran Biaya

Dalam pembuatan perencanaan Rencana Anggaran dan Biaya dapat digunakan petunjuk No. 015/T/Bt/1995, yaitu Petunjuk mengenai Teknik Analisa Biaya dan Harga Satuan Pekerjaan Jalan.

III.3. PELAKSANAAN KONSTRUKSI

III.3.1. KONSTRUKSI JALAN A. Pekerjaan Pemeliharaan

Berdasarkan SK 77/KPTS/Db/1990 mengenai Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten, menyebutkan bahwa pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan untuk jalan dengan kondisi baik atau sedang dan harus mendapatkan prioritas dalam pengalokasian dana. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar kondisi jalan selalu terjaga dengan baik, sehingga ruas jalan memungkinkan untuk tetap bertahan sesuai dengan umur disain yang direncanakan.

Untuk pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan ini berpedoman pada Petunjuk Teknis No. 024/T/Bt/1995 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Pemeliharaan Jalan Kabupaten yang memuat prosedur tata cara pelaksanaan kegiatan pemeliharaan.

Seperti yang diuraikan di atas, pekerjaan pemeliharaan terdiri atasi pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala.

1. Pemeliharaan rutin jalan adalah pekerjaan ringan/perbaikan kecil dan secara umum dilakukan pada interval satu tahun atas dasar pekerjaan yang diperlukan misalnya penambalan permukaan, pemotongan rumput pada ruang milik jalan, termasuk pengecatan ulang tiang rambu kilometer jalan.

2. Pemeliharaan Berkala Jalan adalah pekerjaan perbaikan dan pembentukan/

pelapisan ulang permukaan yang diperlukan untuk menjaga agar permukaan jalan selalu dalam kondisi baik. Pekerjaan ini termasuk perbaikan bahu jalan dan saluran tepi jalan. Pemeliharaan berkala ini biasanya dilakukan sekali dalam dua atau tiga tahun tertentu tetapi tidak dilakukan pada segmen yang sama untuk tahun yang berurutan. Termasuk dalam pemeliharaan berkala jalan adalah pekerjaan penggantian rambu-rambu lalu lintas.

B. Pekerjaan Peningkatan

Berdasarkan SK. 77/KPTS/Db/1990 mengenai Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten, dijelaskan bahwa kegiatan peningkatan ini dapat dikatakan untuk meningkatan standar pelayanan dari jalan yang ada, baik yang membuat lapisan permukaan menjadi lebih rata seperti pengaspalan terhadap jalan yang belum diaspal atau menambah lapis permukaan, atau pekerjaan penambahan lapisan struktural yang berarti untuk memperkuat perkerasannya atau memperlebar lapisan perkerasan yang ada (yang kurang lebarnya).

Untuk pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan ini berpedoman pada Petunjuk Teknis No. 024/T/Bt/1995 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Pemeliharaan Jalan Kabupaten yang memuat prosedur tata cara pelaksanaan kegiatan pemeliharaan.

III.3.2. KONSTRUKSI JEMBATAN A. Pekerjaan Pemeliharaan

Untuk pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan ini berpedoman pada Petunjuk Teknis No. 019/T/Bt/1995 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Pemeliharaan Jembatan Kabupaten yang memuat prosedur tata cara pelaksanaan kegiatan pemeliharaan serta Petunjuk Teknis No. 022/T/Bt/1995 mengenai Spesifikasi Umum Jembatan Kabupaten.

Pekerjaan pemeliharaan jembatan terdiri dari pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala.

Pemeliharaan rutin terdiri dari kegiatan pembersihan semua bagian jembatan, pengecatan ulang rangka dan pembangungan ulang permukaan aspal (bila ada).

Pemeliharaan berkala terdiri dari perbaikan kerusakan kerusakan pada jembatan perbaikan longsoran tepi dengan erosi dan perlindungan gerusan penggantian lantai.

B. Penggantian/Peningkatan Jembatan

Pekerjaan Penggantian/Peningkatan jembatan ini diuraikan secara rinci pada pada Petunjuk Teknis No. 019/T/Bt/1995 mengenai Petunjuk Pemeliharaan Jembatan Kabupaten.

Termasuk dalam pekerjaan penggantian jembatan adalah memperkuat struktur dan menambah lebar jembatan, meliputi penggantian gelegar jembatan, lantai jembatan, struktur pondasi, pilar, dan lain lain.