• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. SEBELUM DATANG BELANDA.

Perguruan atau sekolah sebelum datang orang Belanda atau bangsa asing kenegeri kita sudah ada. Tetapi tidaklah sebagai sekolah jang kita kenal sekarang ini. Dahulu: Guru itu berniu- rid beberapa orang sadja, semuanja mematuhi gurunja, sens- barang waktu sadja ada kesempatan memberi peladjaran dibalai kota. Pengadjaran jang terpenting, ialah membatja dan menulis. Lain dari pada itu mengarang njanjian, jang tidak berlagu (not). Beladjar urapama, teka teki d a n ...bekerdja disawah-ladang guru itu. Beladjar membatja itu dilakukan sambil menjanji misalnja : a boruta u, a ulia i, a talinga e, sialaulu o, a misara ang. Bunjinja pandjang-pandjang dan naik turun, lagi sambung-bersambung; Guru amat mulia di- kalangan murid. Dahulu orang tua-tua radjin benar beladjar, walaupun dengan huruf Batak. Kebanjakan orang laki-lald sadja jang pandai membatja; sedang menulis itu adalah ku­

rang, entah karena alat menulis dahulu amat sukar. Biasa ka- lam sagar atau ialam resamlah dipergunakan djadi pena.

Untuk menulis buluh aurtebal, biasa dipakai pisau raut jang runt,mg udjungnja. Kertas jang dipakai iSlah kulit kaju terap dan daun. tojot jang tebal, atau banar-banar. Buku jang unggal, ,ang sampai kepada masa kita ialah: Pustaha (pus- taka) dan buluh bersurat, biasa 7 ruas, seperti jang dilukiskan-

pada halaman ... °

b. SEKOLAH GUBERNEMEN ATAU SEKOLAH MELAJU.

Sesudah Belanda berkuasa ditanah Batak disebelah selatan, tidak lama diusahakanlah mendirikan sekolah gubememen atau sekolah Melaju. Disebutkan namanja sekolah Melaju,

65

karena bahasa pengantar dalam sekolah itu ialah bahasa - Melaju. Hanja dikelas rendah boleh dengan bahasa daerah.

Jang termasjhur pada permulaannja, ialah tuan : Willem Iskandar Muda Nasution. Karena ketjakapannja ia diutus ketanah Belanda beladjar disekolah guru (Hulpakte) Sepulangnja, pada tahun 1872 didirikannjalah sekolah Nor­

mal, jakni untuk sekolah guru di Tancbato. Ia mengarang buku batjaan : Sinaloan rongkon parbinotoan ni halak Eropa, Sibulusbulus Sirumbukrumbuk. Buku jang kedua ini penuh tainsilan dan kiasan, isinja amat dalam. Kemudian untuk kedua kalinja la pergi ke Eropah akan mempertinggi penge- tahuannja mengambil hoofdakte, tetapi sajang, ia meninggal disana, konon kabarnja ia mati difitnahi, karena orang tjem- buru (?) sebab tulisamija,

Setelah sekolah normal itu berhenti, maka pemerintah men- dirikan sekolah gum (kweekschool) di Padangsidempuan tahun 1883 sei^empak dengan di Bukittinggi, Bandung Probo- linggo, Bandjannasin, Makasar dan Ambon. Baru 2 kali 4 tahun berdjalan, sekolah itupun ditutuplah (tahun 1891), begitu' pula jang di Bandjarmasin dan Makasar. Semua per- kakas bunji-bunjian, serunai dsb. diserahkan kepada Zending di Bungabondcfr, tahun 1896. Tammatan Padangsidempuan pandai-pandai. Semua diangkat mendjadi guru kepala, atau guru pertama disekolah Belanda— Indonesia (H.I.S.) dan mendjadi Penilik-sekolah atau Schoolopziener dsb. Ada djuga jang mendjadi guru di kweekschool Medan, disekolah Normal Pematangsiantar dll. Mereka itu pandai mengarang. Kalau kita membatja SULUH PENGADJAR? madjalah guru-guru pada tahun 1887— 1889 tampaklah, jang beroleh hadiah ka­

rangan no- ^ ^an 3 tiap-tiap kali orang Batak, misalnja : Dja Endar Muda Harahap, Sutan Parlagutan Siregar, Sutan Soaloon Lubis dll. Mengarang bukupun untuk batjaan se­

kolah rakjat tjakap2, umpama Dja Lembang Gunung Doli Siregar, Mangaradja Pandapotan Harahap dll. Betul2lah se- kolall Padangsidepuan itu membawa hasil jang memuaskan.

pada mulanja Pemerintah mendirikan sekolah Melaju di

Sedjarab Bangsa Batak 5

Tapanuli Selatan dan Tapanuli-Tengah sadja. Buku-buku jang dipergunakan disekolah, jaitu: Tolu Sampagul, karangan Prof. van Ophuijsen, Buku Parsiadjaran karangan van Asselt dan karangan P. C. Schutz. Buku batjaan : Sinaloan rongkon parbinotoan ni halak Eropa, Sibulusbulus rongkon Sirumbuk- rumbuk karangan W. Iskandar Muda, Buku Siseon karang311 P. C. Schutz. Huruf Batak: Parbinotoan taringot tu paniatang ni djolma dan Duabolas Turiturian karangan Dr. A. Schreiber, buku Siseon karangan Dja Lembang Gunung Doli. Bahasa M elaju: Hikajat Bachtiar, Masjhudulhak, Sinbad. Kissah Pelajaran Bonteku, Ihnu Alam. Pertjakapan Abdullah karangan van der Toom dan van de Wall. Peladjaran men1' batja huruf Melaju (A rab): karangan T. Schuitemaker, vaTi der Toom, van de Wall, lagi edjaan H. C. Klinkert. Sebab itu pada tahun 1900 pemerintah menjuruli van Ophuijsen menjusun edjaan baru, ialah : Kitab Logat Melaju. Sedjak itu Logat Melaju inilah mendjadi patokan edjaan bahasa Melaju, jang mendjadi dasar bahasa Indonesia kini. Bersama-sama de­

ngan itu keluarlah pada tahun 1902 peladjaran membatja ba­

hasa Melaju- Empat serangkai; buku batjaan: Serba Neka I dan II. Peladjaran membatja huruf Melaju : Dua Sebaja I dan II. Batjaan: Hikajat Si Miskin. Buku Hitungan disekolah Melaju, ialah: Salinan Wisselink I - VII. Kalau sudah tann*^

buku hitungan jang 7 bagian itu, siapa jang bersahabat d e n g a *

guru kepala bolehlah djadi magang 2 tahun. Kemudian eksa- men kweekeling (guru ketek). Jang menang mendjadi gun*

ketek bergadji Rp. 12 sampai Rp. 18, - . Sesudah 2 tahun m e*' djadi guru ketek boleh menempuh udjian gum bantu (GB) dan kalau lulus, diangkat mendjadi gum bantu dengan gadji Rp. 20,— sampai Rp. 45,— sebulan. Guru tamatan Kweek- school bergadji Rp. 25,— sebulan dan sesudah mendjadi guru kepala Rp. 90.— .

Pada tahun 1910 mulailah berdiri Perserikatan G u m Hin- dia Belanda (P.G.H.B.) jang disokong - oleh van D e v e n t e r ,

anggota parlemen Belanda. Dirasakan benar waktu itu k e -

pmtjangan penghargaan pegawai Indonesia dibanding dengan 1 66

67

pegawai Belanda, begitu djuga diantara pegawai Indonesia sendiri. Misalnja : Hoofddjaksa dahulu kebanjakan dari seko­

lah Melaju atau sekolah kl. II atau sekolah rakjat sadja, tetapi bergadji Rp. 150,— sebulan. Sedang guru kepala, keluaran kweekschool hanja Rp. 90,— sebulan. Gadji Bupati ada jang sampai Rp. 1.200,— sebulan, mereka itu keluaran Osvia jang setaraf dengan kweekschool. Tuntutan P.G.H.B. menaikkan gadji Rp. 90,— pun djadi Rp. 150,— diperkenankan. Lagi didirikan sekolah Belanda-Indonesia, jakni: Hollands-Inlandse- School atau H.I.S. untuk anak* Indonesia. Sebab naiknja gadji, banjak guru2 merasa lega, sehingga sangguplah mem- biajai anaknja kesekolah jang lebih landjut masuk : H.I.S., M.U.L.O., Sekolah Tinggi, dsb.

Sesudah anak-anak keluar dari EL I. S. dahulu masuk kerdja dapat gadji Rp. 75,— sebulan dikantor pos. Banjaklah anak orang kita jang makan gadji dan jang melandjutkan sekolahnja masuk : MULO, Kweekschool, H.I.K., Osvia, dll.

Lalu perasaan kebangsaan timbullali. Peraturan pekerdjaan dikantor, jang sama diploma, hendaknja sama penghargaan, tetapi Belanda boleh mendjadi Commies, kita tetap klerk. Dan inilah menimbulkan sakit hati, sebab penghargaan kulit putih dengan kulit sauh matang tidak sama. Pertentangan kian lama, makin tadjam, tetapi ada^ djuga jang sabar, lalu menjeberang, minta persamaan dengan berubah kulit mendjadi Belanda Rp. 1,50 (gelijkstelling), jakni: Belanda 3 suku. Belanda jang tidak sadar akan pertentangan itu mendirikan H.I.S., suatu bibit ketidak puasan bagi masjarakat umum.

c. SEKOLAH ZENDING A T A U SEKOLAH KERISTEN.

Adapun pemerintah mendirikan sekolah hanjalah dalam negeri jang agak besar umpamanja : Padangsidempuan, Batu- nadua, Hutapadang, Pargarutan (Angkola), Natal, Hutago- dang, Kotanopan, Panjabungan, Siabu, Tanobato, Maga, Gu- nungtua, Sibuhuan, Sipirok, Bungabondar, Baringin, Batang- toru, Sibolga, Barus, Singkil dll. Berbeda dengan Zending,

men-68

dirikan 'sekolah hampir pada sekalian negeri dan kairip1111^

jaitu dimana ada guru-Zending disitu ada sekolah, asal ada mund barang 30 orang, sebagai dasar memperoleh subsidi- Sebelum menerima subsidi dari pada pemerintah, atau sebeh^n tahun 1893, maka madjelis Barmenlah jang membiajai gm***

itu semua. Memang miskin sekah rqsanja sekolah Zending dahulu. Rumah geredja dipakai djadi sekolah sementara toe- nunggu dapat didirikan rumah sekolah jang tersendiri.

Pada tahun 1862 datanglah Dr Nommensen ketanah Batak, pada masa itu Silindung belum dikuasai Belanda. Ia ^ aU mentjoba masuk kesana dari Barus, tetapi pemerintah n ^ ' larang, takut timbul rusuh. Lalu ia pergi ke Sipirok, ia tinggal satu dua tahun di Parausurat dan di Bungabondar untuk beladjar bahasa Batak, lagi menemani tuan Betz jang nierana itu. Pada tahun 1864 pergilah ia keluhak Silindung dan ber­

diam di Saimihuta. Pada 27 Augustus 1865 adalah orang nsten dimandikamija. Karena itu masjarakat bentji kepadanja dan mengadukan hal itu kepada Singamangaradja di Toba Holbung dan memohon untuk menumpas orang putih itu.

Lalu perang ketjil pun terdjadilah, dalam pada itu sipengcbia- nat menjelundup memberitahukan hal itu kepada B e la n d a -

Datanglah Belanda dengan tenteranja menaklukkan Silindung- Kemudian dan pada itu ketanah Toba Holbung daerah danaU Toba. Sebab sendjata orang Belanda lebih baik, maka Singa- mangaradja mengelAkan perang berhadapan, lalu ia h er-PahaeTan ST d Sedjak itU ha“ PWah seluruh Pahae dan Silindung, Humbang dan Toba Holbung diiuasai oleh Belanda. Lalu mangkin meluaslah pekerdjaan Z e n d i n g

Djerman, pertumbuhan sekolah Zending sedjalan d e n g a n

perkembangan Zending pula.

Sekolah Zending mulai didirikan diluhak Sipirok tahun 1861, sebab itu pada tahun 1867 dimulai o l e h Dr A S c h r e i b e r l a h

mendirikan sekolah guru di Parausorai. Murid jang pertama : fctraim Harahap, Johannes Siregar, Markus Siregar, Thomas iregar an Paulus Tambunan. Murid pertama itu berdjasa enar agi masjarakat umum. Setelah tammat angkatan

per-69

tama tahun 1869 bertambah banjaklah guru2 dan sekolah pun makin bertambah banjak p u k jang dibuka. Tiap2 tahun bertambahlali'djumlaTi guru dan djumlah sekolah Keristen, makin lama makin djauh keutara, ketempat jang belum di­

duduki Belanda.

Sesudah bertambah periganut Keristen di Silindung, maka sekolahpun berdirilah. Pada tahun 1873 tuan P. Johansen membuka sekolah guru di Pansurnapitu, dibantu oleh tuan Bonn sampai tahun 1883. Pada waktu itu datang pula tuan J. H. Meerwaldt membantu Johannsen, serentak membuka sekolah pendeta Batak jang pertama kali. Murid pertama ia­

lah : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution dan Johannes Sitompul, jang achir ini mati sebelum tammat.

Kemadjuan agama Keristen ditanah Batak, sedjalan de­

ngan kemadjuan sekolah Keristen. Pada tahun 1871 ha­

nja 805 orang Keristen. Pada tahun 1891 waktu kweekschool Padangsidempuan dihentikan. sudah naik mendjadi 15.098 orang dan sekolah sudah ber-puluh2. Pada tahun 1911 naik djadi 48.446 orang, lalu H.I.S. dibuka di Sigompulon. Pada tahun 1913 naik mendjadi 133.745 djiwa. Pada tahun 1924 djadi 212.389 djiwa. Pada waktu pesta 75 tahun Zending ditanah Batak tahun 1936 sudah ada 370.000 djiwa dan djum­

lah sekolah 488 buah, murid-mnridnja 41.382 orang.

d. ICEADAAN SEKOLAH UMUMNJA.

Gu'ru? harus beroleh peladjaran jang pantas, supaja mereka itu dapat dan pandai mengadjar kelak. Pada mulanja jang m endjadi guru, ialah murid jang terpandai dan jang ber- tingkahlaku jang baik, itulah dipilih serta dilatih dan dididik dan diadjari mendjadi guru oleh pendeta. Hal jang demikian kurang sempurna, karena mereka belum mengetahui metode (tjara) mengadjar jang sebenamja. Terbukti, kadang2 sampai 1 tahun sekolah, murid2 belum pandai membatja. Lagi pula orang harus dibudjuk bersekolah, karena belum mengetahui manfaat tahu membatja dan menulis. Tjara2nja beladjar

70

“ b“ d samt z h " murid ha™ menghapal abdjad:

m L d t d i W AH 7 . )arf memPeri™bungkan huruf itu

^ daIa“ “ tu kelas 30 orang, pandai a-b-c-d lalu d' P Karena sebagian sudah Pandai, sebarial ™ f ’ ? kata2> seba«i<m

sampai pula djadi 5* f i t * “ § kesekolah ! Ada ^ a n j a dinege n % e4 at pendet T M a S ' ^

orang ; sekolah s e m a tm mUnd™ n j a sampai 200

“ gan sekolah gubememen. DisinTTgak tdal'adjatnja de‘

keluaran sekolah guru. Itu .pK.k teratur’ g^ u n ja atau Seminarium (Pendidika ^ , ? kan sekoIah guru 1868

di Parausorat. Seminal ta^un

1867 dah udjian penghabisan 12 ^ ^ utuP-tahun 1873 sesu- Schreiber dan W a n n ia ^ teracllir’ karena Dr A.

^arie 1ang di Parausorat berhent^ ei*eSermja. Setelah Semi- i Pansurnapitu. Kesanalah madiulah Seminarie

guru. Pada tahun 1878 dihnV °^an£ iang bercninat seko-kat/antara D jakarta-B ol Kp * * * Seminari di ° e Pok de- Batak disumh beladjar |ada n, anapun banjaklah pemuda d>gemari orang ditanah Batak V ^ ^ dari DeP<* lebih

‘ a, agi Pengalaman/pemandan 3ren.a Pandai bahasa Indone- 'uas sebab bergaul di l K ” ? “ ">a *lu a r Tapanuli lebih

» . S : s „ f - w *

b - H h kesekolah b a ^ ’k pula

2 1 * 2 S6taraf de"gan sekoIa ? l , nr,U,U ^

dah H* U\ fmgkat sekolcih puur ‘ a]U’ ballkan ada jang b L r ,;'lnkan ° Ieh p e i r * ' 1 * * * * : Sesu- atau t T* ' 1 iian kwe^ e ling d® ah n™rid sekolah Zending m e i n '’, ” dari Sek° lah gUrUbaMU’ 3dalah ™ rid

^ n r r r iang A r s ^ ***•

sekohh u satu sekolah 7^ A ' ^ P 31*^ : Bila ada

" S taru* udjian w t " ?■ dan 10 ora" g dari lulus An S/11 dari se^°^h Zendin ^ ^ at£m kulponder-

* • A Pa SGb abnja ? D a , ^ ^ ^ i h b a n ja k ja n g P meiintah peladjaran

71

dibatasi. Walaupun sekolah Zending sama tingkatnja dengan sekolah gubernemen, tetapi peladjarannja lebih tinggi, misal­

nja : Hitungan Ilmu Ukur lebih tinggi didalam sekolah Ke­

risten, sebab buku hitungan jang dipakai ada dalam bahasa Betak, jang tak dipakai dalam sekolah gubememen. Lagi pula bahan2 dalam sekolah Keristen diambil dari Kitab Hitungan dari Seminari Depok dan lebih sempuma dari pada Yerzameling Woltering dan dari Wisselink. Ini tak ada cbpakai pada sekolah Melaju. Hal menjanji, senam dsb. tak ada disekolah Melaju. Disekolah Keristen: Guru bersedia memberi Ilmu Hitung luar biasa sebagai tambahan kepada murid dikelas tinggi jang akan menempuh udjian. Ilmu Bumipun djauh lebih tinggi disekolah Keristen dari pada disekolah Melaju. Persamaan dengan sekolah M elaju : Seka­

lian buku jang terpakai disekolah gubernemen ada dalam sekolah Keristen.

Karena m^kin banjak orang jang masuk Keristen, perlulah banjak guru Keristen bagi sidang djumat dan sekolah.

Djadi Seminari di Pansurnapitu diperbesar. Pada tahun 1901 dialihkan ke Sipoholon, tempat perguruan jang lebih besar dan lebih sehat. Mulai tahun itu diterima murid 30 orang tiap2 tahun. Dahulu satu kali 2 tahun menerima murid, Pada tahun 1905 mulai lagi sebuah Seminari Narumonda dibuka, jaitu sebagian sekolah tukang diubah mendjadi Seminari, dan jang sebagian lagi sekolah menak. Disanapun menerima murid 30 orang satu kali dalam 2 tahun. Karena itu djumlah guru disekolah Keristen pada tahun 1913 rfc 800 orang. Banjak sekolah Keristen 600 buah dan murid 40.900 orang. Pada masa itu diseluruh Indonesia dalam satu keresidenan di Ta- panulilah jang terbanjak sekolah.

e. SEKOLAH BELANDA-INDONESIA ATAU H.I.S.

Setelah -gubemur djenderal van Heutz tahun 1904— 1909 menaklukkan seluruh Indonesia, maka pada tahun 1907 ba- njaklah sekolah dibuka ditempat jang baru takluk itu, sehingga anggaran belandja makin beratlah. Karena itu diputuskan oleh

72

pemerintah, bahwa sebagian sekolah gubernemen akan dise- rahkan kepada Zending, karena biajanja berupa subsidi sadja dan lebih ringan. Timbullah heboh jang amat hebat diwilajah Sangihe-Talaud dan Menado. Walaupun tiapa hari ber-djuta3 rupiah mengaln- dari Indonesia kenegeri Belanda, rupanja untuk anak Indonesia haruslah diperhemat dan dihim pit!

Itulah jang disanggah oleh van Deventer diparlemen Belanda- Laluipenuliilah permintaan P.G.H.B. tentang fcenaikan gadji guru- dan sekolah H.I.S. mulai dibuka tahun 1911 Dikalangan Zendmgpun demikian, seperti di Sigompulon Tarutung), lalu kemudian di Narumonda, Sibolga, Sipirok, Padangsidim - puan, Pematangsiantar dll. Kemudian landjutannja didirikan oleh Zending : Mulo di Tarutung dan Sipirok

Tentang semua itu tak dapat tiada kita harus berterima- kasih atas segala usaha itu. Betul2 tiadalah dapat-disangkal pesatnja kemadjuan bangsa Batak oleh usaha itu. Tapi sebagai dikatakan diatas tadi, banjaklah guru- jang-kurang pandai

da-t6 rp en tjil d a ri k o ta' L pe nde t a tergoda oleh kekurangan belandja mereka jang diterimanja SekolahT t r ? lbat Perang Dunia J’ lalu didaPat akal : L n l n d’T )ang ramU9n kW a baniak didaPat J y ] k n gotong-rojong oleh penduduk dikampung, apa

“ T ? * hati D^aksir

mang sepantasnja, menumt t a S ir a n ^ ^ ^ t a u tak '

S I

T g

di“ -

- b e n a ^ j f ^

n Jn „„ ' ang ° jadi ^Peroleh subsidi 2/3 dari Rp 3.000. = Rp 2 .0 0 0 .-. Selebihnja dan p e n g e W n £ aLrunah 1 dlbua^ elandia sekolah jang tak bersubsidi

7 m e L L R ! ’ f 31 T m C,SK Apa ^ kalau P*ndeta p t n Z > ^ S6mUa Sek° lah dil- ' ^ n gannja-d a n tb % P ^ me™hk sek°^ h sebagai Penilik-Sekolah dan sebagai Beheerder atau Pengurus sekolah. Djadi dari kun-djungan i,u ,a mendapat upah sebagai uang-djalan (declara-Gurii P • a" g menSeluark™ biaja-pemeliharaan sekolah ... iang tak mendopat subsidi, karena sekolahnja

7 3

terlarrtpau ketjil dll., lalu mentjubit dari sana sini. Oleh karena hal itu kurang beres, sungguh pun tudjuan baik, tapi djalannja kurang pantas, lalu pada-masa tuan Vogel, Inspek- tur di Sumatera-Utara, terbukalah segala rahasia itu. Ia 'melihat banjak kekurangan dalam sekolah Zending, lalu ia menghentikan banjak sekolah jang .berdjarak 2 atau 3 kilometer. Itulah suatu pukulan jang hebat kepada sekolah Zending, jang beres dan jang tidak beres sama2 terkena suatu pembersihan pada sekolah Zending. Lalu peme­

rintah inendirikan sekolah gubernemen diluhak Silindung, Toba dan Tarutung 2 buah, di Siborongborong, Balige, Porsea, Pangururan dan Sidikalang. Pada waktu itu timbul dalam hati orang Islam disebelah selatan meridirikan: Sekolah desa di Sipirok, Baringin, Lantjat dll. Memang inilah suatu pukulan dan kerugian bagi sekolah Zending, tetapi itu pula pember- sihan-pembaruan jang baik. Adalah halnja sebagai menampi beras dari pada sekam atau padi dari jang hampa. Tindakan itu memang berguna supaja guru djangan mengantuk, harus * sadar dan siuman.

Jang sungguh benar memadjukan sekolah Zending pada men- djelang achir kekuasaan Belanda ialah H.I.S. Keristen. Karena banjak muridnja jang tammat keluar mendjadi pegawai-pos, ada jang melandjutkan peladjarannja ke Kweekschool-biasa, se­

kolah dokter hewan, dokter gigi, cjokter biasa, sekolah pegawai '(osvia), H.I.K. dsb. Orang Batak kuat dan gemar mentjahari ilmu dan pengetahuan, dan pihak orang tua kuat membiajai anaknja sekolah. Ada jang sampai menggadai-mendjual sawah ladangnja untuk membiajai anaknja! Sungguh hasil usaha itu sangat besar, terbukti diseluruh Indonesia tampnk orang Batak berada pada segala lapangan hidup. Kalau kita menindjau sebagai peiiiridjauan jang banglas, tenting hasil perguruan itu, memang tampak njata ! Bahkan ada banjak orang jang mem­

biajai anaknja sekolah keluar negeri, mau dan rela ber-sakit2 hidupnja -asal anaknja madju. Betul ada2 djuga jang sial, d a n ... nasibnja buruk, tak beruntung, apa boleh buat. Hasil pekerdjaan Zending akan kita tindjau lagi.

f. SEKOLAH TUKANG.

Pada tahun 1900 didirikan oleh Zending di Narumonda sebuah sekolah bertjabang dua : Anak orang bangsawan (bera- da) untuk beladjar bahasa Belanda dan sekolah tukang, bias3 disebut: Sekolah Industri. Sesudah lima tahun, sekolah ih*

diubah mendjadi Seminari. Sedang sekolah Industri dialih"- kan ke Laguboti, karena Pemerintah memberi tangsi jang ada disana untuk rumah sekolah tukang itu. Serentak dengan sekolah tukang itu diadakan pertjet-akan Zending disana- Memang sekolah tukang amat berpaedah bagi kita. Itulah sebagai duri dimata orang Tiong Hoa, karena keluaran dari Laguboti pandai membuat : medja, kursi, bangku dsb., pandai mendirikan rumah dll. Sesudah Residen Welsinck pensiun dan diganti oleh Bartling tahun 1907 sampai 1910 semua pekerdjaan umum diberikan oleh Residen itu kepada orang keluaran Laguboti, seperti membuat bangku sekolah, mendiri- kan sekolah, medja, lemari dsb. Akibatnja, pernah pada suatu ketika sekalian orang Tiong Hoa keluar dari pedalaman Tapa­

nuli, karena ketiadaan pekerdjaan. Memang nama P. Pohlig jang mengepalai sekolah Industri itu harum namanja diaritara.

orang Batak.