• Tidak ada hasil yang ditemukan

JARI JARI TIKUNGAN (m)

4.11 Perhitungan Alinyemen Horizontal

Dilakukan survei ukur tanah dengan alat theodilite. Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar, Dirjen Bina Marga 1997. Data :

Vr = 40 km/jam

Emax = 10 % (TCPGJA, 1997)

En = 2% (TCPGJA, 1997)

Lebar perkerasan = 2.5 x 2 m 4.11.1 Perhitungan Tikungan P1

Gambar 4.5 Gambar Data Tikungan P1

70

Cek untuk jenis tikungan Full Circle

Direncanakan Rd = 74.74 m dengan VR = 40 km/jam. Rmin untuk tikungan full circle = 250 m > Rd. Oleh karena itu jenis tikungan full circle tidak dapat digunakan.

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Circle-Spiral a) Menentukan Superelevasi Disain

Dd =1432.4

b) Menentukan Superelevasi Disain (TCPGJA, 1997)

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi lengkung peralihan :

Ls =VR

3,6 × T = 40

3,6 × 3 = 33,33 m

71 2. Berdasarkan rumus modifikasi Shortt :

Ls = 0.022 VR3

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian : Ls =(em−en)

3,6 x re × VR

Dimana re = tingkat pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan. Untuk Vr ≤ 60km/jam, re max = 0.035 m/m/det.

Ls =(0,1−0,02)

3.6 x 0.035× 40 = 25.397 m

Maka dapat disimpulkan bahwa, digunakan lengkung peralihan yang memenuhi dan efisien, Ls = 33.33 m

c) Menentukan sudut spiral (𝜃𝑠), sudut circle (𝜃𝑐), dan lengkung Syarat tikungan jenis S-C-S

𝜃𝑐 > 0º = - 3.56 > 0º………...(Tidak Memenuhi) Lc > 20 m = - 4.64 > 20 m .………..(Tidak Memenuhi) Jadi, tikungan S-C-S tidak bisa digunakan

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Spiral Xs = Ls(1 − ( 𝐿𝑠2

72 P = Ls2

6×Rd− Rd(1 − cosθs)

= 6 x 74.7433,332 − 74.74(1 − cos 12.78) = 0.62 m

𝑘 = 𝐿𝑠 − Ls3

40 x Rd3× Rd × sinθs

= 33.33 −40 x 74.7433,333 3× 74.74 × sin 12.78 = 33.29 m

𝑇𝑠 = (𝑅𝑑 + 𝑝) × tan1

2𝛽 + 𝑘 = (74.74 + 0.62) × tan1

222 + 33.29 = 47.94 m

𝐸𝑠= (Rd + p

cos12β) − Rd = (74.74 +0.62

cos1222 ) − 74.74 = 2.03 m Kontrol perhitungan S-S

Ts > Ls ……….………...(Memenuhi) 47.94 > 33.333 …..……….(Memenuhi) Jadi tikungan S-S bisa digunakan

Gambar 4.6 Super Elevasi Disain Tikungan P1

73 d) Penghitungan pelebaran perkerasan di tikungan P1 :

Muatan sumbu terberat 8 ton sehingga direncanakan kendaraan terberat yang melintas adalah kendaraan sedang.

Sehingga : Vr = 40 km/jam Rd = 74.74 m

n = 2 (Jumlah lajur lintasan) c = 0.8 m (kebebasan samping)

b = 2.1 m (lebar lintasan kendaraan sedang pada jalan lurus) p = 3.4 m (Jarak antara as roda depan dan belakang kendaraan) A = 0.9 m (Tonjolan depan sampai bemper kendaraan sedang) Perhitungan pelebaran perkerasan di tikungan :

b” = Rd − √Rd2− p2 = 74.74 − √74.742− 3.42 = 0.08 m b’ = b + b” = 2.1 + 0.08 = 2.18

𝑇𝑑 = √Rd2+ A(2p + A) − Rd

= √74.742+ 0,9(2 × 3.4 + 0.9) − 74.74 = 0.05 m

𝑍 = 0,105 × Vr

√Rd= 0,105 × 40

√74.74 = 0.48 m B = n (b’+ c) + (n – 1)Td + Z

= 2 (2.18 + 0,8) + (2 – 1) 0.05 + 0.48 = 6.49 m

Lebar perkerasan pada jalan lurus 2 lajur = 5 m (sesuai survei) Ternyata B > W = 6.49 m > 5 m; 6.49 – 5= 1.49 m

Karena B > W, maka diperlukan pelebaran perkerasan pada tikungan T1 sebesar 1.49 m.

Dan saat ini tikungan P1 sudah di lebarkan menjadi 7 m (aman) e) Penghitungan kebebasan samping di tikungan P1 :

Diperoleh data :

Vr = 40 km/jam

Rd = 35,90 m

W = 2 x 2,5 m = 5 m

74 Jarak pandang henti (Jh) = 40 m

Jarak pandang menyiap (Jd) = 200 m Lebar pengawasan minimal = 30 m Perhitungan :

 Berdasarkan jarak pandang henti Jh = 40 m

 Berdasarkan jarak pandang menyiap : Jd = 200 m

Kebebasan samping henti (E) = 2.75 m Kebebasan samping menyiap = 120.19 m Kebebasan samping tersedia = 12.5 m

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang henti 2.75 m < 12.5 m (aman)

75 Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang menyiap 120.19 m

> 12.5 m (aman)

4.11.2 Perhitungan Tikungan P2 Diketahui :

Gambar 4.7 Gambar Data Tikungan P2

𝛽 = 29°

Rd = 65.91 m

fmax = 0,192 – (0,00065 x Vr) = 0,192 – (0,00065 x 40) = 0.166

Rmin = 𝑉𝑅2

127 ( 𝑒𝑚𝑎𝑥 + 𝑓𝑚𝑎𝑥 )

= 402

127 ( 0,1 + 0,166 )

= 47,363 m

Dmax = 181913.53 ( 𝑒𝑚𝑎𝑥+ 𝑓𝑚𝑎𝑥 )

𝑉𝑅2

= 181913.53 ( 0,1+ 0,1666) 402

= 30,243°

76 Cek untuk jenis tikungan Full Circle

Direncanakan Rd = 65.91 m dengan VR = 40 km/jam. Rmin untuk tikungan full circle = 250 m > Rd. Oleh karena itu jenis tikungan full circle tidak dapat digunakan.

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Circle-Spiral a) Menentukan Superelevasi Disain

Dd =1432.4

b) Menentukan Superelevasi Disain (TCPGJA, 1997)

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi lengkung peralihan :

Ls =VR

3,6 × T = 40

3,6 × 3 = 33,33 m 2. Berdasarkan rumus modifikasi Shortt :

Ls = 0.022 VR3

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian : Ls =(em−en)

3.6 x re × VR

Dimana re = tingkat pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan. Untuk Vr ≤ 60 km/jam, re max = 0.035 m/m/det.

Ls =(0.1−0.02)

3.6 x 0.035× 40 = 25.397 m

Maka dapat disimpulkan bahwa, digunakan lengkung peralihan yang memenuhi dan efisien, Ls = 33.33 m

77 Syarat tikungan jenis S-C-S

𝜃𝑐 > 0º = - 7 > 0º………...(Tidak Memenuhi) Lc > 20 m = -8.05 > 20 m ………..(Tidak Memenuhi) Jadi, tikungan S-C-S tidak bisa digunakan

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Spiral Xs = Ls(1 − ( 𝐿𝑠2 Kontrol perhitungan S-S

Ts > Ls ……….………...(Memenuhi) 47.04 > 33.333 ……….(Memenuhi) Jadi tikungan S-S bisa digunakan

78 Gambar 4.8 Super Elevasi Disain Tikungan P2

d) Penghitungan pelebaran perkerasan di tikungan P2 :

Muatan sumbu terberat 8 ton sehingga direncanakan kendaraan terberat yang melintas adalah kendaraan sedang.

Sehingga,

Vr = 40 km/jam Rd = 65.91 m

n = 2 (Jumlah lajur lintasan) c = 0.8 m (kebebasan samping)

b = 2.1 m (lebar lintasan kendaraan sedang pada jalan lurus) p = 3.4 m (Jarak antara as roda depan dan belakang kendaraan) A = 0.9 m (Tonjolan depan sampai bemper kendaraan sedang) Perhitungan pelebaran perkerasan di tikungan :

b” = Rd − √Rd2− p2 = 65.91 − √65.912− 3.42 = 0.09 m b’ = b + b” = 2.1 + 0.09 = 2.19

𝑇𝑑 = √Rd2+ A(2p + A) − Rd

= √65.912+ 0,9(2 × 0.71 + 0.9) − 65.91 = 0.01 m

𝑍 = 0.105 × Vr

√Rd= 0.105 × 40

√65.91= 0.52 m

79 B = n (b’+ c) + (n – 1)Td + Z

= 2 (2.19 + 0.8) + (2 – 1) 0.01 + 0.52 = 6.51 m

Lebar perkerasan pada jalan lurus 2 lajur = 5 m (sesuai survei) Ternyata B > W = 6.51 m > 5 m; 6.51 – 5= 1.51 m

Karena B > W, maka diperlukan pelebaran perkerasan pada tikungan P2 sebesar 1.51 m.

Dan saat ini tikungan P2 sudah di lebarkan menjadi 7 m (aman) e) Penghitungan kebebasan samping di tikungan P2 :

Diperoleh data :

Vr = 40 km/jam

Rd = 65.91 m

W = 7

Jarak pandang henti (Jh) = 40 m Jarak pandang menyiap (Jd) = 200 m Lebar pengawasan minimal = 30 m Perhitungan :

Jari-jari sumbu lajur (R’) = Rd – ½W = 65.91 – ½. 7 = 62.41 m Ltotal = 2 x Ls = 2 x 33.33 = 66.66 m

Kebebasan samping yang tersedia (mo) = ½ (lebar pengawasan minimal – w)

= ½ (30 – 7) = 11.5 m Secara Analisis

 Berdasarkan jarak pandang henti Jh = 40 m

Lt = 66.66 m

Kebebasan samping henti (E) = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × Jh

R’ )

= 62.41 (1 − 𝑐𝑜𝑠(28.65 × 40) 62.41 ) = 3.17 m

80

 Berdasarkan jarak pandang menyiap : Jd = 200 m

Lt = 66.66 m

E = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) +𝐽𝑑 – 𝐿𝑡

2 × sin (28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) = 62.41 (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 200

62.41 ) +200 – 66.66

2 × sin (28.65 × 200 62.41 ) = 64.38 + 66.67 × 1

= 131.05 m Jadi:

Kebebasan samping henti (E) = 3.17 m Kebebasan samping menyiap = 131.05 m Kebebasan samping tersedia = 12.5 m

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang henti 3.17 m < 11.5 m (aman)

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang menyiap 131.05 m

> 12.5 m (aman)

4.11.3 Perhitungan Tikungan P3 Diketahui :

𝛽 = 24°

Gambar 4.9 Gambar Data Tikungan P3

81

Cek untuk jenis tikungan Full Circle

Direncanakan Rd = 14.44 m dengan VR = 40 km/jam. Rmin untuk tikungan full circle = 250 m > Rd. Oleh karena itu jenis tikungan full circle tidak dapat digunakan.

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Circle-Spiral a) Menentukan Superelevasi Disain

Dd =1432.4

b) Menentukan Superelevasi Disain (TCPGJA, 1997)

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi lengkung peralihan :

Ls =VR

3,6 × T = 40

3,6 × 3 = 33,33 m

82 2. Berdasarkan rumus modifikasi Shortt :

Ls = 0.022 VR3

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian : Ls =(em−en)

3.6 x re × VR

Dimana re = tingkat pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan. Untuk Vr ≤ 60 km/jam, re max = 0.035 m/m/det.

Ls =(0.1−0.02)

3.6 x 0.035× 40 = 25.397 m

Maka dapat disimpulkan bahwa, digunakan lengkung peralihan yang memenuhi dan efisien, Ls = 66.515 m c) Menentukan sudut spiral (𝜃𝑠), sudut circle (𝜃𝑐), dan lengkung Syarat tikungan jenis S-C-S

𝜃𝑐 > 0º = - 240.06 > 0º..………...(Tidak Memenuhi) Lc > 20 m = -60.47 > 20 m ………..(Tidak Memenuhi) Jadi, tikungan S-C-S tidak bisa digunakan

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Spiral Xs = Ls(1 − ( 𝐿𝑠2

83 𝑘 = 𝐿𝑠 − Ls3

40 x Rd3× Rd × sinθs

= 66.515 −40 x 14.4466.51533× 14.44 × sin 132.03 = 66.49 m

𝑇𝑠 = (𝑅𝑑 + 𝑝) × tan1

2𝛽 + 𝑘 = (14.44 + 26.95) × tan1

224 + 66.49 = 102.92 m

𝐸𝑠= (Rd + p

cos1

2β) − Rd = (14.44 +26.95 cos1

224 ) − 14.44 = 27.87 m

Kontrol perhitungan S-S

Ts > Ls ………….………...(Memenuhi) 102.92 > 66.515 ………...…….(Memenuhi) Jadi tikungan S-S bisa digunakan

Gambar 4.10 Super Elevasi Disain Tikungan P3

84 d) Penghitungan pelebaran perkerasan di tikungan P3 :

Muatan sumbu terberat 8 ton sehingga direncanakan kendaraan terberat yang melintas adalah kendaraan sedang. Sehingga:

Vr = 40 km/jam Rd = 14.44 m

n = 2 (Jumlah lajur lintasan) c = 0.8 m (kebebasan samping)

b = 2.1 m (lebar lintasan kendaraan sedang pada jalan lurus) p = 3.4 m (Jarak antara as roda depan dan belakang kendaraan) A = 0.9 m (Tonjolan depan sampai bemper kendaraan sedang) Perhitungan pelebaran perkerasan di tikungan :

B” = Rd − √Rd2− p2 = 14.44 − √14.442− 3.42 = 0.405 m b’ = b + b” = 2.1 + 0.405 = 2.505

𝑇𝑑 = √Rd2+ A(2p + A) − Rd

= √14.442+ 0,9(2 × 3.4 + 0.9) − 14.44 = 0.24 m

𝑍 = 0.105 × Vr

√Rd= 0.105 × 40

√14.44= 1.105 m B = n (b’+ c) + (n – 1)Td + Z

= 2 (2.505 + 0,8) + (2 – 1) 0.24 + 1.105 = 7.955 m

Lebar perkerasan pada jalan lurus 2 lajur = 5 m (sesuai survei) Ternyata B > W = 7.995 m > 5 m; 7.995 – 5 = 2.995 m

Karena B > W, maka diperlukan pelebaran perkerasan pada tikungan P3 sebesar 2.995 m.

Dan saat ini tikungan P3 sudah di lebarkan menjadi 7 m , maka kekurangannya adalah 7.995-7 = 0.995 m

85 e) Penghitungan kebebasan samping di tikungan P3 :

Diperoleh data :

Vr = 40 km/jam

Rd = 65.91 m

W = 7 m

Jarak pandang henti (Jh) = 40 m Jarak pandang menyiap (Jd) = 200 m Lebar pengawasan minimal = 30 m Perhitungan :

 Berdasarkan jarak pandang henti Jh = 40 m

 Berdasarkan jarak pandang menyiap : Jd = 200 m

86 Jadi:

Kebebasan samping henti (E) = 13.725 m Kebebasan samping menyiap = 30.81 m Kebebasan samping tersedia = 11.5 m

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang henti 13.725 m <

11.5 m (tidak aman)

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang menyiap 30.81 m >

11.5 m (aman)

4.11.4 Perhitungan Tikungan P4 Diketahui :

Gambar 4.11 Gambar Data Tikungan P4

𝛽 = 30°

Rd = 55.86 m

fmax = 0,192 – (0,00065 x Vr) = 0,192 – (0,00065 x 40) = 0.166

Rmin = 𝑉𝑅2

127 ( 𝑒𝑚𝑎𝑥 + 𝑓𝑚𝑎𝑥 )

= 402

127 ( 0,1 + 0,166 )

= 47,363 m

87

Cek untuk jenis tikungan Full Circle

Direncanakan Rd = 32.4 m dengan VR = 40 km/jam. Rmin untuk tikungan full circle = 250 m > Rd. Oleh karena itu jenis tikungan full circle tidak dapat digunakan.

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Circle-Spiral a) Menentukan Superelevasi Disain

Dd =1432.4

b) Menentukan Superelevasi Disain (TCPGJA, 1997)

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi lengkung peralihan :

Ls =VR

3.6 × T = 40

3.6 × 3 = 33.33 m 2. Berdasarkan rumus modifikasi Shortt :

Ls = 0.022 VR3

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian : Ls =(em−en)

3.6 x re × VR

Dimana re = tingkat pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan. Untuk Vr ≤ 60 km/jam, re max = 0.035 m/m/det.

88 Ls =(0.1−0.02)

3.6 x 0.035× 40 = 25.397 m

Maka dapat disimpulkan bahwa, digunakan lengkung peralihan yang memenuhi dan efisien, Ls = 36.28 m c) Menentukan sudut spiral (𝜃𝑠), sudut circle (𝜃𝑐), dan lengkung Syarat tikungan jenis S-C-S

𝜃𝑐 > 0º = - 7.22 > 0º...………...(Tidak Memenuhi) Lc > 20 m = -7.03 > 20 m ……….…..(Tidak Memenuhi) Jadi, tikungan S-C-S tidak bisa digunakan

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Spiral Xs = Ls(1 − ( 𝐿𝑠2

89 Kontrol perhitungan S-S

Ts > Ls ……….………...(Memenuhi) 51.41 > 36.16… ………...….(Memenuhi) Jadi tikungan S-S bisa digunakan

Gambar 4.12 Super Elevasi Disain Tikungan P4

e) Penghitungan pelebaran perkerasan di tikungan P4 :

Muatan sumbu terberat 8 ton sehingga direncanakan kendaraan terberat yang melintas adalah kendaraan sedang. Sehingga:

Vr = 40 km/jam Rd = 74.74 m

n = 2 (Jumlah lajur lintasan) c = 0.8 m (kebebasan samping)

b = 2.1 m (lebar lintasan kendaraan sedang pada jalan lurus) p = 3.4 m (Jarak antara as roda depan dan belakang kendaraan) A = 0.9 m (Tonjolan depan sampai bemper kendaraan sedang) Perhitungan pelebaran perkerasan di tikungan :

B” = Rd − √Rd2− p2 = 74.74 − √74.742− 3.42 = 0.08 m b’ = b + b” = 2.1 + 0.08 = 2.18

90 𝑇𝑑 = √Rd2+ A(2p + A) − Rd

= √74.742+ 0,9(2 × 3.4 + 0.9) − 74.74 = 0.05 m

𝑍 = 0.105 × Vr

√Rd= 0.105 × 40

√74.74= 0.48 m B = n (b’+ c) + (n – 1)Td + Z

= 2 (2.18 + 0,8) + (2 – 1) 0.24 + 0.48 = 6.68 m

Lebar perkerasan pada jalan lurus 2 lajur = 5 m (sesuai survei) Ternyata B > W = 6.68 m > 5 m; 6.68 – 5 = 1.68 m

Karena B > W, maka diperlukan pelebaran perkerasan pada tikungan P4 sebesar 1.68 m.

Dan saat ini tikungan P4 sudah di lebarkan menjadi 7 m (aman) f) Penghitungan kebebasan samping di tikungan P4 :

Diperoleh data :

Vr = 40 km/jam

Rd = 74.74 m

W = 7

Jarak pandang henti (Jh) = 40 m Jarak pandang menyiap (Jd) = 200 m Lebar pengawasan minimal = 30 m Perhitungan :

Jari-jari sumbu lajur (R’) = Rd – ½W = 74.74 – ½. 7 = 71.24 m Ltotal = 2 x Ls = 2 x 36.16 = 72.32 m

Kebebasan samping yang tersedia (mo) = ½ (lebar pengawasan minimal – w)

= ½ (30 – 7) = 11.5 m

91 Secara Analisis

 Berdasarkan jarak pandang henti Jh = 40 m

Lt = 72.32 m

Kebebasan samping henti (E) = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × Jh

R’ )

= 71.24 (1 − 𝑐𝑜𝑠(28.65 × 40) 71.24 ) = 2.80 m

 Berdasarkan jarak pandang menyiap : Jd = 200 m

Lt = 72.32 m

E = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) +𝐽𝑑 – 𝐿𝑡

2 × sin (28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) = 71.24 (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 200

71.24 ) +200 – 72.32

2 × sin (28.65 × 200 71.24 ) = 59.4 + 63.84 × 0.98

= 121.96 m Jadi:

Kebebasan samping henti (E) = 2.80 m Kebebasan samping menyiap = 121.96 m Kebebasan samping tersedia = 11.5 m

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang henti 2.80 m < 11.5 m (aman)

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang menyiap 121.96 m >

11.5 m (aman)

92 4.11.5 Perhitungan Tikungan P5

Diketahui :

Gambar 4.13 Gambar Data Tikungan P5

𝛽 = 16°

Rd = 67.26 m

fmax = 0,192 – (0,00065 x Vr) = 0,192 – (0,00065 x 40) = 0.166

Rmin = 𝑉𝑅2

127 ( 𝑒𝑚𝑎𝑥 + 𝑓𝑚𝑎𝑥 )

= 402

127 ( 0,1 + 0,166 )

= 47,363 m

Dmax = 181913.53 ( 𝑒𝑚𝑎𝑥+ 𝑓𝑚𝑎𝑥 )

𝑉𝑅2

= 181913.53 ( 0,1+ 0,1666) 402

= 30,243°

Cek untuk jenis tikungan Full Circle

Direncanakan Rd = 67.26 m dengan VR = 40 km/jam. Rmin untuk tikungan full circle = 250 m > Rd. Oleh karena itu jenis tikungan full circle tidak dapat digunakan.

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Circle-Spiral a) Menentukan Superelevasi Disain

93

b) Menentukan Superelevasi Disain (TCPGJA, 1997)

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum (3 detik) untuk melintasi lengkung peralihan :

Ls =VR

3.6 × T = 40

3.6 × 3 = 33.33 m 2. Berdasarkan rumus modifikasi Shortt :

Ls = 0.022 VR3

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian : Ls =(em−en)

3.6 x re × VR

Dimana re = tingkat pencapaian perubahan kelandaian melintang jalan. Untuk Vr ≤ 60 km/jam, re max = 0.035 m/m/det.

Ls =(0.1−0.02)

3.6 x 0.035× 40 = 25.397 m

Maka dapat disimpulkan bahwa, digunakan lengkung peralihan yang memenuhi dan efisien, Ls = 33.33 m c) Menentukan sudut spiral (𝜃𝑠), sudut circle (𝜃𝑐), dan lengkung

94 Syarat tikungan jenis S-C-S

𝜃𝑐 > 0º = - 12.4 > 0º...………....(Tidak Memenuhi) Lc > 20 m = -14.55 > 20 m ……….…..(Tidak Memenuhi) Jadi, tikungan S-C-S tidak bisa digunakan

Cek untuk jenis tikungan Spriral-Spiral Xs = Ls(1 − ( 𝐿𝑠2

40 ×𝑅𝑑)) = 33.33 (1 − ( 33.332

40 ×67.26)) = 19.66°

Ys = 𝐿𝑠2

6 × 𝑅𝑑2 = 33.332

6 × 67.262 = 2.75°

P = Ls2

6×Rd− Rd(1 − cosθs)

= 6 x 67.2633.332 − 67.26 (1 − cos 14.2) = 0.7 m

𝑘 = 𝐿𝑠 − Ls3

40 x Rd3× Rd × sinθs

= 33.33 −40 x 67.2633.333 3× 67.26 × sin 14.2 = 33.27 m

𝑇𝑠 = (𝑅𝑑 + 𝑝) × tan1

2𝛽 + 𝑘 = (67.26 + 0.7) × tan1

216 + 33. 27 = 42.82 m

𝐸𝑠 = (Rd + p

cos1

2β) − Rd = (67.26+(0.7) cos1

216 ) − 67.26 = 1.37 m Kontrol perhitungan S-S

Ts > Ls ……….………...(Memenuhi) 42.82 > 33.33… ………...….(Memenuhi)

95 Jadi tikungan S-S bisa digunakan

Gambar 4.14 Super Elevasi Disain Tikungan P5

e) Penghitungan pelebaran perkerasan di tikungan P5 :

Muatan sumbu terberat 8 ton sehingga direncanakan kendaraan terberat yang melintas adalah kendaraan sedang.

Sehingga:

Vr = 40 km/jam Rd = 67.26 m

N = 2 (Jumlah lajur lintasan) C = 0.8 m (kebebasan samping)

b = 2.1 m (lebar lintasan kendaraan sedang pada jalan lurus) p = 3.4 m (Jarak antara as roda depan dan belakang kendaraan) A = 0.9 m (Tonjolan depan sampai bemper kendaraan sedang) Perhitungan pelebaran perkerasan di tikungan :

B” = Rd − √Rd2 − p2 = 67.26 − √67.262− 3.42= 0.08 m b’ = b + b” = 2.1 + 0.08 = 2.18

𝑇𝑑 = √Rd2+ A(2p + A) − Rd

= √67.262+ 0,9(2 × 3.4 + 0.9) − 67.26 = 0.05 m

96 𝑍 = 0.105 × Vr

√Rd= 0.105 × 40

√67.26= 0.51 m B = n (b’+ c) + (n – 1)Td + Z

= 2 (2.18 + 0,8) + (2 – 1) 0.05 + 0.51 = 6.52 m

Lebar perkerasan pada jalan lurus 2 lajur = 5 m (sesuai survei) Ternyata B > W = 6.52 m > 5 m; 6.52 – 5 = 1.52 m

Karena B > W, maka diperlukan pelebaran perkerasan pada tikungan P4 sebesar 1.52 m.

Dan saat ini tikungan P4 sudah di lebarkan menjadi 7 m (aman) f) Penghitungan kebebasan samping di tikungan P5 :

Diperoleh data :

Vr = 40 km/jam

Rd = 67.26 m

W = 7 m

Jarak pandang henti (Jh) = 40 m Jarak pandang menyiap (Jd) = 200 m Lebar pengawasan minimal = 30 m Perhitungan :

Jari-jari sumbu lajur (R’) = Rd – ½W = 67.26 – ½. 7 = 63.76 m Ltotal = 2 x Ls = 2 x 33.33 = 66.66 m

Kebebasan samping yang tersedia (mo) = ½ (lebar pengawasan minimal – w)

= ½ (30 – 7) = 11.5 m Secara Analisis

 Berdasarkan jarak pandang henti Jh = 40 m

Lt = 66.66 m

97 Kebebasan samping henti (E) = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × Jh

R’ )

= 63.76 (1 − 𝑐𝑜𝑠(28.65 × 40) 63.76 ) = 3.11 m

 Berdasarkan jarak pandang menyiap : Jd = 200 m

Lt = 66.66 m

E = R’ (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) +𝐽𝑑 – 𝐿𝑡

2 × sin (28.65 × 𝐽𝑑

R’ ) = 63.76 (1 − 𝑐𝑜𝑠28.65 × 200

63.76 ) +200 – 66.66

2 × sin (28.65 × 200 63.72 ) = 63.61 + 66.67 × 0.99

= 129.61 m Jadi:

Kebebasan samping henti (E) = 3.11 m Kebebasan samping menyiap = 129.61m Kebebasan samping tersedia = 11.5 m

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang henti 3.06 m < 11.5 m (aman)

Kebebasan samping berdasarkan jarak pandang menyiap 129.61 m >

11.5 m (aman)

98 4.12 Perhitungan Alinyemen Vertikal

4.12.1 Perhitungan Kelandaian Memanjang Tikungan P1 Data-data :

STA : 3+600 Elevasi A : 116.920 STA : 3+650 Elevasi B : 115.569 STA : 3+700 Elevasi C : 114.080 g1 = Elevasi(A) – Elevasi(B)

𝑆𝑇𝐴 (𝐴) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐵 ) × 100 =(116.920) – (115.569)

(3+600) – (3+650) × 100 = -2.70 %

g2 = Elevasi(B) – Elevasi(C)

𝑆𝑇𝐴 (𝐵) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐶) × 100 =(115.569) – (114.080)

(3+650) – (3+700) × 100 = -2.98 %

Stasioning PV1 = 3+650 Elevasi PV1 = 115.569 m

Vr = 40 km/jam

A = (g2 – g1)

= (-2.98%) – (-2.70%)

= - 0.28 % (Lv Cembung) Jh = 0.278 × 𝑉𝑟 × 𝑇 + ( 𝑉𝑟2

254 ×(𝑓𝑝 ± g))

= 0.278 × 40 × 2.5 + ( 402

254 ×( 0.35 ± 0.01))

= 46.33 m

99 Gambar 4.15 Lengkung Vertikal PV1

a) Mencari panjang lengkung vertikal :

 Berdasarkan syarat keluwesan bentuk Lv = 0.6 x V

= 0.6 x 40

= 24 m

 Berdasarkan syarat drainase Lv = 40 x A

= 40 x (- 0.28)

= -11.2 m

 Berdasarkan syarat kenyamanan pengemudi Lv = V x T

= 40 ×1000

3600 × 3

= 33,33 m

 Pengurangan goncangan Lv = 𝑉2 × 𝐴

360

= 402 ×(−0.28)

360

= -1.24 m

Diambil Lv sebesar 33,33 m

100 Check syarat Jh > Lv = 46,33 > 33,33, maka digunakan rumus : Ev1 = 𝐴 × 𝐿𝑣

800 =(−0.28) × 33,33

800 = - 0.01 m X1 = 1

4× 𝐿𝑣 = 1

4× 33.33 = 8.33 m 𝑦1 = 𝐴

200 × 𝐿𝑣× 𝑋2 = −0.28

200 × 33.33× 8.332 = −0.003 m b) Stationing lengkung vertikal PV1

Sta PLV1 = Sta PV1 – ½.Lv

= (3+650) – ½.33.33

= 3633.35 m Sta A1 = Sta PV1 – ¼.Lv

= (3+650) – ¼.33.33

= 3641.68 m Sta PPV1 = Sta PV12

= 3650 m

Sta B12 = Sta PV12 + ¼.Lv

= (3+650) + ¼.33.33

= 3658.33 m Sta PTV1 = Sta PV12 + ½.Lv

= (3+650) + ½.33.33

= 3666.66 m c) Elevasi lengkung vertikal

Elevasi PLV1 = Elevasi PV1 – ½.Lv.g1

= 115.569 – ½. 33.33. (-2.70)

= 160.57 m

Elevasi A1 = Elevasi PV1 – ¼.Lv.g1 + y1

= 115.569 – ¼. 33.33. (-2.70) + (-0.003)

= 138.07 m

Elevasi PPV1 = Elevasi PV1 + Ev1

= 115.569 + (-0.01)

= 115.559 m

101 Elevasi B1 = Elevasi PV1 + ¼.Lv.g2 + y1

= 115.569 + ¼. 33.33. (-2.98) + (-0.003)

= 90.71 m

Elevasi PTV1 = Elevasi PV1 + ½.Lv.g2

= 115.569 + ½. 33.33. (-2.98)

= 65.91 m

4.12.2 Perhitungan Kelandaian Memanjang Tikungan P2 Data-data :

STA : 4+600 Elevasi A : 114.100 STA : 4+625 Elevasi B : 113.843 STA : 4+650 Elevasi C : 113.219 g1 = Elevasi(A) – Elevasi(B)

𝑆𝑇𝐴 (𝐴) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐵 ) × 100 =(114.100) – (113.843)

(4+600) – (4+625) × 100 = -1.03 %

g2 = Elevasi(B) – Elevasi(C)

𝑆𝑇𝐴 (𝐵) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐶) × 100 =(113.843) – (113.219)

(4+625) – (4+650) × 100 = -2.51 %

Stasioning PV2 = 4+625 Elevasi PV2 = 113.843 m

Vr = 40 km/jam

A = (g2 – g1)

= (-2.51%) – (-01.03%)

= -2.41 % (Lv Cembung) Jh = 0.278 × 𝑉𝑟 × 𝑇 + ( 𝑉𝑟2

254 ×(𝑓𝑝 ± g))

= 0.278 × 40 × 2.5 + ( 402

254 ×( 0.35 ± 0.01))

= 46.33 m

102 Gambar 4.16 Lengkung Vertikal PV2

a) Mencari panjang lengkung vertikal :

 Berdasarkan syarat keluwesan bentuk Lv = 0.6 x V

= 0.6 x 40

= 24 m

 Berdasarkan syarat drainase Lv = 40 x A

= 40 x (-2.41)

= -96.4 m

 Berdasarkan syarat kenyamanan pengemudi Lv = V x T

= 40 ×1000

3600 × 3

= 33.33 m

 Pengurangan goncangan Lv = 𝑉2 × 𝐴

360

= 402 ×(−2.41)

360

= -10.71 m

Diambil Lv sebesar 33.33 m

-2.51

103 Check syarat Jh > Lv = 46.33 > 33.33, maka digunakan rumus : Ev2 = 𝐴 × 𝐿𝑣

800 =(−2.41) × 33.33

800 = - 0.1 m X2 = 1

4× 𝐿𝑣 = 1

4× 33.33 = 8.33 m 𝑦2 = 𝐴

200 × 𝐿𝑣× 𝑋2 = (−2.41)

200 × 33.33× 8.332 = −0.02 m b) Stationing lengkung vertikal PV2

Sta PLV2 = Sta PV2 – ½.Lv

= (4+625) – ½.33.33

= 4608.33 m Sta A2 = Sta PV2 – ¼.Lv

= (4+625) – ¼.33.33

= 4616.67 m Sta PPV2 = Sta PV2

= 4625 m

Sta B2 = Sta PV2 + ¼.Lv

= (4+625) + ¼.33.33

= 4633.33 m Sta PTV2 = Sta PV2 + ½.Lv

= (4+625) + ½.33.33

= 4641.66 m c) Elevasi lengkung vertikal

Elevasi PLV2 = Elevasi PV2 – ½.Lv.g1

= 113.843 – ½. 33.33. (-1.03)

= 131.01 m

Elevasi A2 = Elevasi PV2 – ¼.Lv.g1 + y2

= 113.843 – ¼. 33.33. (-1.03) + (-0.02)

= 112.40 m

Elevasi PPV2 = Elevasi PV2 + Ev2

= 113.843 + (-0.1)

= 113.743 m

104 Elevasi B2 = Elevasi PV2 + ¼.Lv.g2 + y2

= 113.843 + ¼. 33.33. (-2.51) + (-0.02)

= 92.91 m

Elevasi PTV2 = Elevasi PV2 + ½.Lv.g2

= 113.843 + ½. 33.33. (-2.51)

= 72.01 m

4.12.3 Perhitungan Kelandaian Memanjang Tikungan P3 Data-data :

STA : 4+650 Elevasi A : 113.219 STA : 4+675 Elevasi B : 108.455 STA : 4+700 Elevasi C : 100.181 g1 = Elevasi(A) – Elevasi(B)

𝑆𝑇𝐴 (𝐴) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐵 ) × 100 =(113.219) – (108.455)

(4+650) – (4+675) × 100 = -19.05 %

g2 = Elevasi(B) – Elevasi(C)

𝑆𝑇𝐴 (𝐵) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐶) × 100 =(108.455) – (100.181)

(4+675) – (4+700) × 100 = -33.10 %

Stasioning PV2 = 4+675 Elevasi PV2 = 108.455 m

Vr = 40 km/jam

A = (g2 – g1)

= (-33.10%) – (-19.05%)

= -14.05 % (Lv Cekung) Jh = 0.278 × 𝑉𝑟 × 𝑇 + ( 𝑉𝑟2

254 ×(𝑓𝑝 ± g))

= 0.278 × 40 × 2.5 + ( 402

254 ×( 0.35 ± 0.01))

= 46.33 m

105 Gambar 4.17 Lengkung Vertikal PV3

a) Mencari panjang lengkung vertikal :

 Berdasarkan syarat keluwesan bentuk Lv = 0.6 x V

= 0.6 x 40

= 24 m

 Berdasarkan syarat drainase Lv = 40 x A

= 40 x (-14.05)

= -562 m

 Berdasarkan syarat kenyamanan pengemudi Lv = V x T

= 40 ×1000

3600 × 3

= 33.33 m

 Pengurangan goncangan Lv = 𝑉2 × 𝐴

360

= 402 ×(−14.05)

360

= -62.4 m

Diambil Lv sebesar 33.33 m

106 Check syarat Jh > Lv = 46.33 > 33.33, maka digunakan rumus : Ev3 = 𝐴 × 𝐿𝑣

800 =(−14.05) × 33.33

800 = - 0.58 m X3 = 1

4× 𝐿𝑣 = 1

4× 33.33 = 8.33 m 𝑦3 = 𝐴

200 × 𝐿𝑣× 𝑋2 = (−14.05)

200 × 33.33× 8.332 = −0.15 m b) Stationing lengkung vertikal PV3

Sta PLV3 = Sta PV3 – ½.Lv

= (4+675) – ½.33.33

= 4658.33 m Sta A3 = Sta PV2 – ¼.Lv

= (4+675) – ¼.33.33

= 4666.67 m Sta PPV3 = Sta PV2

= 4675 m

Sta B3 = Sta PV2 + ¼.Lv

= (4+675) + ¼.33.33

= 4683.33 m Sta PTV3 = Sta PV3 + ½.Lv

= (4+675) + ½.33.33

= 4691.66 m c) Elevasi lengkung vertikal

Elevasi PLV3 = Elevasi PV3 – ½.Lv.g1

= 108.455 – ½. 33.33. (-19.05)

= 425.92 m

Elevasi A3 = Elevasi PV3 – ¼.Lv.g1 + y3

= 108.455 – ¼. 33.33. (-19.05) + (-0.15)

= 267.34 m

Elevasi PPV3 = Elevasi PV3 + Ev3

= 108.455 + (-0.58)

= 107.87 m

107 Elevasi B3 = Elevasi PV3 + ¼.Lv.g2 + y3

= 108.455 + ¼. 33.33. (-33.10) + (-0.15)

= -167.36 m

Elevasi PTV3 = Elevasi PV3 + ½.Lv.g2

= 108.455 + ½. 33.33. (-33.10)

= -443.17 m

4.12.4 Perhitungan Kelandaian Memanjang Tikungan P4 Data-data :

STA : 4+700 Elevasi A : 100.181 STA : 4+725 Elevasi B : 100.113 STA : 4+750 Elevasi C : 99.934 g1 = Elevasi(A) – Elevasi(B)

𝑆𝑇𝐴 (𝐴) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐵 ) × 100 =(100.181) – (100.113)

(4+700) – (4+725) × 100 = -0.27 %

g2 = Elevasi(B) – Elevasi(C)

𝑆𝑇𝐴 (𝐵) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐶) × 100 =(100.113) – (99.934)

(4+725) – (4+750) × 100 = -0.72 %

Stasioning PV4 = 4+725 Elevasi PV4 = 100.113 m

Vr = 40 km/jam

A = (g2 – g1)

= (-0.72%) – (-0.27%)

= -0.45 % (Lv Cekung) Jh = 0.278 × 𝑉𝑟 × 𝑇 + ( 𝑉𝑟2

254 ×(𝑓𝑝 ± g))

= 0.278 × 40 × 2.5 + ( 402

254 ×( 0.35 ± 0.01))

= 46.33 m

108 Gambar 4.18 Lengkung Vertikal PV4

a) Mencari panjang lengkung vertikal :

 Berdasarkan syarat keluwesan bentuk Lv = 0.6 x V

= 0.6 x 40

= 24 m

 Berdasarkan syarat drainase Lv = 40 x A

= 40 x (-0.45)

= -18 m

 Berdasarkan syarat kenyamanan pengemudi Lv = V x T

= 40 ×1000

3600 × 3

= 33.33 m

 Pengurangan goncangan Lv = 𝑉2 × 𝐴

360

= 402 ×(−0.45)

360

= -2 m

Diambil Lv sebesar 33.33 m -0.27

-0.72

109 Check syarat Jh > Lv = 46.33 > 33.33, maka digunakan rumus : Ev4 = 𝐴 × 𝐿𝑣

800 =(−0.45) × 33.33

800 = - 0.02 m X4 = 1

4× 𝐿𝑣 = 1

4× 33.33 = 8.33 m 𝑦4 = 𝐴

200 × 𝐿𝑣× 𝑋2 = (−0.45)

200 × 33.33× 8.332= −0.005 m b) Stationing lengkung vertikal PV4

Sta PLV4 = Sta PV4 – ½.Lv

= (4+725) – ½.33.33

= 4708.33 m Sta A4 = Sta PV4 – ¼.Lv

= (4+725) – ¼.33.33

= 4716.67 m Sta PPV4 = Sta PV4

= 4725 m

Sta B4 = Sta PV4 + ¼.Lv

= (4+725) + ¼.33.33

= 4733.33 m Sta PTV4 = Sta PV4 + ½.Lv

= (4+725) + ½.33.33

= 4741.66 m c) Elevasi lengkung vertikal

Elevasi PLV4 = Elevasi PV4 – ½.Lv.g1

= 100.113 – ½. 33.33. (-0.27)

= 104.61 m

Elevasi A4 = Elevasi PV4 – ¼.Lv.g1 + y4

= 100.113 – ¼. 33.33. (-0.27) + (-0.005)

= 102.36 m

Elevasi PPV4 = Elevasi PV4 + Ev4

= 100.113 + (-0.02)

= 100.10 m

110 Elevasi B4 = Elevasi PV4 + ¼.Lv.g2 + y4

= 100.113 + ¼. 33.33. (-0.72) + (-0.005)

= 94.12 m

Elevasi PTV4 = Elevasi PV4 + ½.Lv.g2

= 100.113 + ½. 33.33. (-0.72)

= 88.11m

4.12.5 Perhitungan Kelandaian Memanjang Tikungan P5 Data-data :

STA : 4+700 Elevasi A : 100.181 STA : 4+725 Elevasi B : 100.113 STA : 4+750 Elevasi C : 99.934 g1 = Elevasi(A) – Elevasi(B)

𝑆𝑇𝐴 (𝐴) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐵 ) × 100 =(100.181) – (100.113)

(4+700) – (4+725) × 100 = -0.27 %

g2 = Elevasi(B) – Elevasi(C)

𝑆𝑇𝐴 (𝐵) – 𝑆𝑇𝐴 (𝐶) × 100 =(100.113) – (99.934)

(4+725) – (4+750) × 100 = -0.72 %

Stasioning PV5 = 4+725 Elevasi PV5 = 100.113 m

Vr = 40 km/jam

A = (g2 – g1)

= (-0.72%) – (-0.27%)

= -0.45 % (Lv Cekung) Jh = 0.278 × 𝑉𝑟 × 𝑇 + ( 𝑉𝑟2

254 ×(𝑓𝑝 ± g))

= 0.278 × 40 × 2.5 + ( 402

254 ×( 0.35 ± 0.01))

= 46.33 m

111 Gambar 4.19 Lengkung Vertikal PV5

b) Mencari panjang lengkung vertikal :

 Berdasarkan syarat keluwesan bentuk Lv = 0.6 x V

= 0.6 x 40

= 24 m

 Berdasarkan syarat drainase Lv = 40 x A

= 40 x (-0.45)

= -18 m

 Berdasarkan syarat kenyamanan pengemudi Lv = V x T

= 40 ×1000

3600 × 3

= 33.33 m

 Pengurangan goncangan Lv = 𝑉2 × 𝐴

360

= 402 ×(−0.45)

360

= -2 m

Diambil Lv sebesar 33.33 m -0.27

-0.72

112 Check syarat Jh > Lv = 46.33 > 33.33, maka digunakan rumus : Ev5 = 𝐴 × 𝐿𝑣

800 =(−0.45) × 33.33

800 = - 0.02 m X5 = 1

4× 𝐿𝑣 = 1

4× 33.33 = 8.33 m 𝑦5 = 𝐴

200 × 𝐿𝑣× 𝑋2 = (−0.45)

200 × 33.33× 8.332 = −0.005 m c) Stationing lengkung vertikal PV4

Sta PLV = Sta PV5 – ½.Lv

= (4+725) – ½.33.33

= 4708.33 m Sta A5 = Sta PV5 – ¼.Lv

= (4+725) – ¼.33.33

= 4716.67 m Sta PPV5 = Sta PV5

= 4725 m

Sta B5 = Sta PV5 + ¼.Lv

= (4+725) + ¼.33.33

= 4733.33 m Sta PTV5 = Sta PV5 + ½.Lv

= (4+725) + ½.33.33

= 4741.66 m d) Elevasi lengkung vertikal

Elevasi PLV5 = Elevasi PV5 – ½.Lv.g1

= 100.113 – ½. 33.33. (-0.27)

= 104.61 m

Elevasi A5 = Elevasi PV5 – ¼.Lv.g1 + y5

= 100.113 – ¼. 33.33. (-0.27) + (-0.005)

= 102.36 m

Elevasi PPV5 = Elevasi PV5 + Ev5

= 100.113 + (-0.02)

= 100.10 m

113 Elevasi B5 = Elevasi PV5 + ¼.Lv.g2 + y5

= 100.113 + ¼. 33.33. (-0.72) + (-0.005)

= 94.12 m

Elevasi PTV5 = Elevasi PV5 + ½.Lv.g2

= 100.113 + ½. 33.33. (-0.72)

= 88.11m

Dokumen terkait