• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Biaya Produksi Footis PT. Borobudur Semarang

4.3.2 Perhitungan Biaya Produksi Footis dengan Metode Full Costing

Penentuan biaya produksi dapat dilakukan dengan menghitung jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk. Dengan demikian, dalam menentukan biaya produksi footis pada PT. Borobudur Semarang ini menggunakan metode full costing yang merupakan salah satu metode penentuan biaya produksi yang menghitung semua unsur biaya yang terlibat kedalam proses produksi, yang meliputi biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik biaya overhead pabrik tetap maupun variabel.

1. Biaya Bahan Baku

Untuk produksi footis, bahan baku yang digunakan adalah 5 macam bahan baku sesuai takaran per tube-nya yaitu portulacae herba extract 2,1 gram; aloe vera gel 2,1 gram; centellae herba extract 1,5 gram; oleum simmodsia chinesis 1,5 gram; dan basis cream ad 60 gram. Kelima macam bahan baku ini dicampur (blender) dengan mesin mixer yang

68

nantinya menghasilkan cream (footis). Namun sebagaimana yang telah dijelaskan diawal pada bagian biaya bahan baku, dari kelima macam bahan baku tersebut terdapat tiga macam bahan baku yang langsung di import dari luar negeri. Ketiga macam bahan baku tersebut adalah portulacae herba extract, aloe vera gel, dan oleum simmodsia chinesis. Tentunya dengan ini, harga ketiga macam bahan baku tersebut dipengaruhi oleh faktor kurs rupiah terhadap dolar (USD). Diketahui bahwa nilai tukar rupiah (kurs) pada bulan Juli 2013 menurut kurs tengah Bank Indonesia adalah pada kisaran Rp 10.120,00 – Rp 10.265,00 per dolar amerika dan ditutup pada level Rp 10.180,00/10.220,00 per dolar amerika. Melemahnya rupiah terhadap dolar amerika disebabkan oleh tingginya permintaan valas oleh nasabah korporasi/retail, termasuk untuk repatriasi dividen dan hasil investasi. Untuk itu disini penulis mengambil kurs rupiah terhadap dolar amerika yaitu pada level Rp 10.200,00 per dolar amerika sebagai kurs tengah dari kisaran kurs fluktuatif yang terjadi.

Kuantitas bahan baku yang digunakan pada bulan Juli tidak berubah dari bulan Juni yang lalu karena dalam lingkup target yang sama yaitu 900 tube tiap bulan. Kuantitas bahan baku yang digunakan untuk produksi 900 tube per bulannya yaitu portulacae herba extract 1,89 kilogram; aloe vera gel 1,89 kilogram; centellae herba extract 1,35 kilogram; oleum simmodsia chinesis 1,35 kilogram; dan basis cream ad 54 kilogram.

69

Perhitungan biaya bahan baku pada bulan Juli 2013 dapat dilihat secara rinci pada tabel berikut ini :

Tabel 4.20

Biaya Bahan Baku per Juli 2013

No Nama Bahan Baku Harga

per kg (Rp)

Kuantitas (Kg)

Total Biaya (Rp)

1 Portulacae Herba Extract 663.000,00 1,89 1.253.070,00

2 Aloe Vera Gel 214.200,00 1,89 404.838,00

3 Centellae Herba Extract 500.000,00 1,35 675.000,00 4 Oleum Simmodsia Chinesis 1.632.000,00 1,35 2.203.200,00

5 Basis Cream Ad 27.500,00 54 1.485.000,00

Total 6.021.108,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan Tabel 4.20, PT. Borobudur Semarang memproduksi footis selama bulan Juli 2013 sebanyak 900 tube dengan total biaya bahan baku sebesar Rp 6.021.108,00.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Dalam produksi footis ini, PT. Borobudur Semarang mempekerjakan 2 orang pekerja. Dengan jam kerja sehari yaitu dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB dengan waktu istirahat satu jam pada pukul 12.00 sampai pukul 13.00 WIB. Dalam seminggu para pekerja hanya masuk 5 hari yaitu senin sampai dengan jumat. Untuk upah pekerja, perusahaan memberikan upah minimum regional (UMR) yang telah disepakati bersama pada saat itu yaitu sebesar Rp 1.209.100,00 per orang setiap bulannya. Untuk rincian biaya tenaga kerja langsung pada bulan Juli 2013 dapat dilihat pada tabel berikut:

70

Tabel 4.21

Biaya Tenaga Kerja (Langsung) per Juli 2013

Jumlah Pekerja Upah per bulan (Rp) Total Upah Sebulan (Rp)

2 1.209.100,00 2.418.200,00

Total 2.418.200,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa total upah sebulan untuk 2 orang pekerja produksi footis adalah sebesar Rp 2.418.200,00 upah ini hanya termasuk upah tenaga kerja langsung yaitu pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi ini.

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik merupakan biaya yang memengaruhi proses produksi tetapi tidak langsung. Biaya overhead pabrik juga bisa dikatakan sebagai biaya lain-lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Biaya overhead pabrik yang digunakan PT. Borobudur Semarang adalah sebagai berikut :

1. Biaya Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang mempunyai nilai relatif kecil dan melekat pada bagian produk jadi maupun tidak menjadi produk jadi. 1) Tube

Tube adalah kemasan produk footis yang terbuat dari bahan plastik berbentuk tabung, yang berfungsi juga sebagai wadah atau tempat cream dari produk footis ini. Pada saat tahap pencampuran (blender) bahan-bahan baku footis telah dilakukan, maka selanjutnya hasil yang berbentuk gel dari proses pencampuran

71

(blender) tersebut dimasukkan kedalam tabung sebagai wadah cream yang dinamakan tube. Pada proses pengisian cream ke tube ini dilakukan dengan bantuan mesin, yaitu menggunakan mesin pengisian tube. Dari data produksi perusahaan yang didapat, biaya/harga tube ini sebesar Rp 1.100,00 kepada penulis, informasi biaya tersebut diberikan perusahaan tanpa diberikan informasi bagaimana proses produksi tube ini dilakukan. Akan tetapi, perusahaan mengklaim bahwa biaya tube tersebut sesuai dengan biaya produksinya.

Pada produksi footis ini, tube yang digunakan setiap bulannya adalah sebanyak 900 tube. Untuk lebih rincinya mengenai harga tube perbulannya, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.22

Biaya Penggunaan Tube per Juli 2013

Biaya per tube (Rp) Penggunaan Tube Sebulan Total Biaya (Rp)

1.100,00 900 990.000,00

Total 990.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa total biaya tube yang digunakan selama sebulan adalah sebesar Rp 990.000,00.

2) Dus

Setelah footis dikemas dalam tube, selanjutnya footis dikemas kedalam dus yang terbuat dari bahan kertas. Pada dus ini diberikan informasi mengenai produk footis itu sendiri, misalnya komposisi yang digunakan oleh produk ini. Untuk pengemasan

72

produk footis ini kedalam dus dilakukan secara manual atau dilakukan oleh pekerja tanpa bantuan mesin. Untuk biaya dus ini sebesar Rp 900,00 per dus-nya. Sama seperti penjelasan tube, biaya tube ini tidak diberikan informasi mengenai produksi dus ini dilakukan. Namun biaya dus ini sesuai dengan biaya produksinya. Untuk penggunaan dus setiap bulannya, tentunya sama seperti tube yaitu 900 dus. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.23

Biaya Penggunaan Dus per Juli 2013

Biaya per dus (Rp) Penggunan Dus Sebulan Total Biaya (Rp)

900,00 900 810.000,00

Total 810.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa total biaya penggunaan dus setiap bulannya adalah sebesar Rp 810.00,00.

3) Bensin

Biaya bensin digunakan untuk mobil operasional yaitu untuk mengambil bahan baku dan mendistribusikan produk yang dihasilkan ke pasaran. Karena waktu/hari kerja untuk operasional hanya 2 hari, maka dalam sebulan bensin yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp 65.000,00 x 2 hari = Rp 130.000,00 *Rp 65.000,00 didapat dari biaya yang dianggarkan oleh perusahaan dalam sehari untuk operasional kendaraan (bensin). Lebih jelasnya, biaya penggunaan bensin dapat dilihat pada tabel berikut:

73

Tabel 4.24

Biaya Penggunaan Bensin selama Satu bulan Pemakaian dalam

sehari (Rp)

Jumlah pemakaian dalam sebulan (hari)

Total Biaya Sebulan (Rp)

65.000,00 2 130.000,00

Total 130.000,00

Sumber: Diolah dari PT. Borobudur Semarang (Juli)

Jadi total keseluruhan biaya bahan penolong selama bulan Juli 2013, secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.25

Biaya Bahan Penolong per Juli 2013

Bahan Penolong Total Biaya (Rp)

Tube 990.000,00

Dus 810.000,00

Bensin 130.000,00

Total 1.930.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan data diatas, diketahui bahwa total biaya bahan penolong pada bulan Juli 2013 adalah sebesar Rp 1.930.000,00.

2. Biaya Listrik

Penggunaan listrik pada PT. Borobudur Semarang untuk menghidupkan mesin pada saat proses produksi berlangsung dan penerangan dalam pabrik. biaya listrik ini setiap bulannya adalah sebesar Rp 7.000.000,00 namun perlu ditekankan bahwa PT. Borobudur memproduksi sekitar 50 macam produk setiap bulannya. Dengan demikian, untuk produk footis sendiri biaya listrik setiap bulannya bisa diambil kesimpulan yaitu Rp 7.000.000,00 / 50 macam produk yang dihasilkan setiap bulannya = Rp 140.000,00 per bulan.

74

Untuk penggunaan biaya listrik pada produk footis ini secara rinci bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.26

Biaya Listrik per Juli 2013 Total Biaya Listrik

(Rp)

Total Produk Dihasilkan

Biaya Listrik Footis (Rp)

1 2 3 = ( 1 / 2 )

7.000.000,00 50 140.000,00

Total 140.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

3. Biaya Telepon

Telepon digunakan oleh perusahaan untuk melakukan komunikasi dengan pihak diluar perusahaan, misalnya dalam melakukan transaksi pemesanan bahan baku dan bisa juga digunakan untuk pelayanan customer-call. Biaya telepon PT. Borobudur Semarang sebesar Rp 1.000.000,00 per Juli 2013. Namun perlu diperjelas, biaya tersebut mencakup keseluruhan bukan kepentingan per produknya. Sebagaimana yang telah dijelaskan, perusahaan memproduksi sekitar 50 macam produk setiap bulannya. Dengan demikian, biaya telepon Rp 1.000.000,00 harus dibagi rata untuk setiap produknya. Untuk rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.27

Biaya Telepon selama Satu bulan Biaya Telepon

Sebulan (Rp)

Jumlah Produk Dihasilkan

Biaya per produk sebulan (Rp)

1.000.000,00 50 20.000,00

Total 20.000,00

75

4. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung

Untuk biaya tenaga kerja tidak langsung, khusus untuk produk footis itu sendiri, perusahaan memakai tenaga kerja tidak langsung yaitu sopir dan kenek. Sopir dan kenek ini masing-masing 1 orang yang bertugas sebagai mengambil/mengangkut bahan baku dan mendistribusikan produk ke pasaran. Menurut perusahaan, tugas tersebut dilakukan selama 2 hari dalam sebulan atau sekali periode produksi. Sehingga bayaran atau upah untuk sopir dan kenek dihitung per hari sebagai pekerja panggilan jika dibutuhkan saja. Untuk upah itu sendiri yaitu sopir sebesar Rp 70.000,00 dan kenek sebesar Rp 50.000,00 per harinya. Dengan demikian, total biaya tenaga kerja tidak langsung pada produk footis selama sebulan adalah :

Tabel 4.28

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Footis) selama sebulan

Keterangan Upah per hari (Rp) Jumlah Hari Kerja Upah Sebulan (Rp) Sopir 70.000,00 2 140.000,00 Kenek 50.000,00 2 100.000,00 Total 240.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

5. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan

Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dikeluarkan oleh perusahaan untuk perbaikan mesin apabila terjadi kerusakan dan untuk perawatan setiap bulannya agar mesin yang digunakan untuk produksi tetap awet dan tahan lama serta mesin dapat berfungsi dengan baik. Meskipun mesin tidak terjadi kerusakan pada tiap bulannya, akan tetapi

76

pemeliharaan harus tetap dilakukan, misalnya dilakukan check-up dan servis setiap bulannya. Biaya yang dikeluarkan mungkin tidak banyak dalam hal pemeliharaan, namun biaya reparasi perlu dianggarkan pada setiap bulannya untuk antisipasi terjadinya kerusakan sewaktu-waktu. Dengan demikian, biaya reparasi dan pemeliharaan sebesar Rp 500.000,00 untuk 2 mesin produksi footis per Juli 2013.

Kemudian untuk merawat kendaraan perusahaan yaitu untuk mengangkut bahan baku dan mendistribusikan produk ke pasaran. Untuk biaya servis mobil pada bulan Juli adalah sebesar Rp 150.000,00 yang digunakan untuk mengganti pelumas atau terjadi kerusakan pada spare-part mobil. Secara rinci, biaya reparasi dan pemeliharaan mesin dapat dilihat pada Tabel 4.29 berikut:

Tabel 4.29

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Mesin per Juli 2013

Keterangan Total Biaya Sebulan (Rp)

Mesin Mixer 300.000,00

Mesin Pengisian Tube 200.000,00

Servis Mobil Operasional 150.000,00

Total 650.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

6. Biaya Penyusutan Mesin, Kendaraan, dan Bangunan

Biaya penyusutan merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memberikan nilai estimasi dari alat-alat produksi dengan memperhitungkan umur ekonomis dari peralatan tersebut. Dalam hal ini, penggunaan atau pemakaian mesin, kendaraan operasional dan bangunan menyebabkan penyusutan nilai dari mesin dan bangunan itu

77

sendiri. Ketika penyusutan terjadi, maka akan menyebabkan menurunnya atau berkurangnya nilai mesin dan bangunan tersebut. PT. Borobudur Semarang sendiri tidak memberikan informasi secara rinci bagaimana proses penghitungan biaya penyusutan pada alat-alat produksi yang digunakan atau aset perusahaan yang ada, khususnya untuk produk footis ini. Hal ini mungkin dikarenakan perusahaan memproduksi berbagai macam produk dengan peralatan produksi yang berbeda-beda pula untuk setiap produknya. Akan tetapi dari pihak perusahaan dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis, perusahaan memberikan nilai taksiran atau nilai perkiraan untuk harga perolehan peralatan produksi pada saat pembelian, khususnya untuk footis yaitu harga perolehan mesin mixer dan mesin pengisian tube, harga perolehan kendaraan operasional, begitu juga dengan harga/nilai bangunan yang digunakan sejak perusahaan mulai beroperasi dulu.

Untuk menghitung penyusutan mesin, kendaraan dan bangunan akan mengguakan metode garis lurus. Metode ini membagi rata jumlah biaya yang dikurangkan dengan nilai residu (sisa) yang telah di estimasi dengan perkiraan masa manfaat yang diperkirakan sehingga jumlah alokasian setiap periode akan selalu sama. Metode garis lurus digunakan karena secara konsep dipandang tepat yang setiap periode besarnya penyusutan selalu tetap (konstan) dan sederhana. Adapun

78

rumus untuk menghitung besarnya biaya penyustan menurut Rollin Niswonger, Philip E. Fess, dan Carl S. Warren (2009) yaitu :

Beban Penyusutan = Harga Perolehan – taksiran nilai residu Estimasi Umur Manfaat

Untuk lebih jelasnya mengenai biaya penyusutan mesin dan bangunan, perhitungannya secara rinci dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini :

Tabel 4.30

Biaya Penyusutan Mesin per tahun

No Keterangan Harga Perolehan (Rp) Taksiran Nilai Residu (Rp) Estimasi Umur Manfaat Beban Penyusutan per tahun (Rp) 1 Mesin Mixer 50.000.000,00 5.000.000,00 8 5.625.000,00 2 Mesin Pengisian Tube 35.000.000,00 3.000.000,00 8 4.000.000,00

Total 9.625.000,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang Tabel 4.31

Biaya Penyusutan Bangunan per tahun

Keterangan Harga Perolehan (Rp) Taksiran Nilai Residu (Rp) Estimasi Umur Manfaat Beban Penyusutan per tahun (Rp) Bangunan 700.000.000,00 100.000.000,00 20 30.000.000,00 Mobil operasional 85.000.000,00 8.500.000,00 8 9.562.500,00 Total 39.562.500,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang

Berdasarkan kedua tabel biaya penyusutan diatas, total biaya penyusutan mesin dan bangunan secara rinci akan disajikan pada tabel berikut ini :

79

Tabel 4.32

Biaya Penyusutan Mesin dan Bangunan per bulan

Keterangan Penyusutan

per tahun (Rp)

Penyusutan per bulan (Rp)

Penyusutan Mesin 9.625.000,00 802.083,00

Penyusutan Bangunan dan Kendaraan 39.562.500,00 3.296.875,00

Total 4.098.958,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang

Tabel diatas menunjukkan bahwa total biaya penyusutan adalah sebesar Rp 4.098.958,00 per bulannya. Setelah perhitungan biaya penyusutan selesai, maka total keseluruhan biaya overhead pabrik yang dikeluarkan PT. Borobudur Semarang yang meliputi biaya bahan penolong, biaya listrik, biaya telpon, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya reparasi dan pemeliharaan, serta biaya penyusutan mesin, kendaraan, dan bangunan secara rinci akan disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.33

Biaya Overhead Pabrik (Footis) selama Satu Bulan

Keterangan Total Biaya (Rp)

Biaya Bahan Penolong 1.930.000,00

Biaya Listrik 140.000,00

Biaya Telepon 20.000,00

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung 240.000,00

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan 650.000,00

Biaya Penyusutan Mesin, Kendaraan dan Bangunan 4.098.958,00

Jumlah 7.078.958,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Setelah perhitungan biaya produksi untuk produk footis telah dilakukan seperti perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik, makan selanjutnya adalah menghitung berapa besarnya harga pokok produksi untuk footis tersebut. Pada

80

Tabel 4.34 berikut ini akan disajikan rincian perhitungan harga pokok produksi untuk produk footis, adalah :

Tabel 4.34

Perhitungan Biaya Produksi (Footis) per Juli 2013

Keterangan Total Biaya (Rp)

Biaya Bahan Baku 6.021.108,00

Biaya Tenaga Kerja Langsung 2.418.200,00

Biaya Overhead Pabrik 7.078.958,00

Jumlah 15.518.266,00

Jumlah Produksi (Tube) 900

Biaya per Tube 17.243,00

Sumber: Diolah dari data primer PT. Borobudur Semarang (Juli)

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa biaya produksi footis per tube-nya adalah sebesar Rp 17.243,00 biaya produksi tersebut didapat dari jumlah total biaya dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang kemudian dibagi 900 tube sebagai jumlah produksi yang dihasilkan selama satu bulan (periode produksi).

Dokumen terkait