PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.2. Pengolahan Data
4.2.2. Penentuan Produk Unggulan
4.2.2.2. Perhitungan Bobot Parsial dan Konsistensi Matriks
Perhitungan rasio konsistensi menggunakan rumus-rumus sebagai berikut:
1. Perhitungan Rasio Konsistensi = Matriks Perhitungan Rata-rata Pembobotan × Vektor Bobot Tiap Baris
2. Perhitungan Konsistensi Vektor
=
Rasio Konsistensi Bobot Parsial Tiap Baris3. Rata-rata (λmax)
=
∑ni=1Konsistensi Vektor nDimana, n = ukuran matriks
4. Consistency Index (CI) = λmax - n n - 1 5. Consistency Ratio (CR) = CI
Random RI
Dimana jawaban responden akan konsisten jika CR ≤ 0,1. Dengan nilai RI yang digunakan dapat dilihat pada tabel 4.33.
Tabel 4.33. Tabel Nilai RI (Random Index)
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RI 0,00 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49
Sumber : Utari, Lis. 2016. Penentuan Toko Buku Gramedia Ter Favorit Pilihan Mahasiswa di Bogor dengan Metodee AHP (Analytical Hierarchy Process). Jurnal STIKB
4.2.2.2.1. Level 2 (Kriteria)
Untuk mendapatkan jumlah matriks, maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan. Berikutnya, dibagi masing-masing angka di setiap sel dengan jumlah kolom masing-masing dan menghasilkan matriks normalisasi dimana angka di setiap kolom berjumlah 1. Sementara bobot diperoleh dari rata-rata setiap baris yang didapat dengan cara menjumlahkan dan membaginya dengan jumlah data.
Tabel 4.34. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Elemen Kriteria
Kriteria Tenaga
Baku Teknologi Nilai
Kompetitif Bobot
Tabel 4.34. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Elemen Kriteria
Baku Teknologi Nilai
Kompetitif Bobot Nilai
Kompetitif 0,0876 0,0699 0,0307 0,0907 0,0653 0,0689 Jumlah 1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 1,0000 1,0000
Sumber : Pengolahan Data
RK = (
1,0000 5,7203 3,3282 4,8287 6,1879 0,1748 1,0000 0,9776 2,1411 1,6212 0,3005 1,0229 1,0000 4,7818 5,7203 0,2071 0,4670 0,2091 1,0000 1,7860 0,1616 0,6168 0,1748 1,2723 1,0000)(
0,5047 𝜆max = 5,4541+5,4439+5,2194+5,1154+5,1219
5 = 5,2710
CI = 5,2710 - 5
5 - 1 = 0,0677
Karena n = 5, maka nilai RI = 1,12 (diperoleh dari tabel Random Index).
CR = 0,0677
1,12 = 0,0605
Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot elemen level 2 dapat dilihat pada tabel 4.35.
Tabel 4.35. Perhitungan Total Bobot Elemen Kriteria Kriteria Bobot Rank
Tenaga Kerja 0,5047 1
Sektor Basis Ekonomi Basis 0,1277 3
Bahan Baku 0,2338 2
Teknologi 0,0649 5
Nilai Kompetitif 0,0689 4
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data .
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot elemen kriteria level 2, rank tertinggi yaitu Tenaga Kerja dengan bobot sebesar 0,5047.
4.2.2.2.2. Level 3 (Sub Kriteria)
Sub kriteria yang dihitung adalah sebagai berikut : 1. Sub kriteria tenaga kerja
Untuk mendapatkan jumlah matriks sub kriteria tenaga kerja maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.36.
Tabel 4.36. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Sub Kriteria Tenaga Kerja
Sub Kriteria Tenaga Kerja yang Terampil
Daya Serap
Tenaga Kerja Bobot Tenaga Kerja yang
Terampil 0,6185 0,6185 0,6185
Daya Serap Tenaga Kerja 0,3815 0,3815 0,3815
Jumlah 1,0000 1,0000 1,0000
Sumber: Pengolahan Data.
Kemudian dihitung konsistensi rasio (RK), di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector (KV) sebagai berikut:
1,2370 / 0,6185
=
2,0000 0,7630 / 0,3815 2,0000
Rata-rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max = 2,0000+2,0000
2 = 2,0000
Dengan Random Index (RI) = 2 adalah 0,00 (diperoleh dari tabel Random Index). Kemudian Consistency Index (CI), yaitu :
CI = 2-2
2-1 = 0,0000
Kemudian dihitung Consistency Ratio (CR). Dimana nilai RI=0,00, maka nilai CR=0,00. Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 4.37.
1,0000 1,6212 0,6185
=
1,2370 0,6168 1,0000 0,3815 0,7630
Tabel 4.37. Perhitungan Total Bobot Sub Kriteria Tenaga Kerja
Elemen Bobot Rank
Tenaga Kerja yang Terampil 0,6185 1 Daya Serap Tenaga Kerja 0,3815 2
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot sub kriteria tenaga kerja, rank tertinggi yaitu tenaga kerja yang terampil dengan bobot sebesar 0,6185.
2. Sub kriteria sektor basis ekonomi daerah
Untuk mendapatkan jumlah matriks sub kriteria sektor basis ekonomi daerah maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.38.
Tabel 4.38. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Sub Kriteria Sektor Basis Ekonomi Daerah
Sub Kriteria
Masuk ke dalam Sektor Basis
dalam PDRB 0,3815 0,3815 0.3815
Jumlah 1,0000 1,0000 1,0000
Sumber: Pengolahan Data.
Kemudian dihitung konsistensi rasio (RK), di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector (KV) sebagai berikut:
1,2370 / 0,6185
=
2,0000 0,7630 / 0,3815 2,0000
Rata-rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max = 2,0000+2,0000
2 = 2,0000
Dengan Random Index (RI) = 2 adalah 0,00 (diperoleh dari tabel Random Index). Kemudian Consistency Index (CI), yaitu :
CI = 2,0000-2
2-1 = 0,0000
Kemudian dihitung Consistency Ratio (CR). Dimana nilai RI=0,00, maka nilai CR=0,00. Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 4.39.
Tabel 4.39. Perhitungan Total Bobot Sub Kriteria Sektor Basis Ekonomi Daerah
1.0000 1.6212 0,6185
=
1,2370 0.6168 1.0000 0,3815 0,7630
Sub Kriteria Bobot Rank Memberikan Ekonomi Terbesar dalam Ekonomi Daerah 0,6185 1 Masuk ke dalam Sektor Basis dalam PDRB 0,3815 2
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria sektor basis ekonomi daerah, rank tertinggi yaitu memberikan ekonomi terbesar dalam ekonomi daerah dengan bobot sebesar 0,6185.
3. Sub kriteria bahan baku
Untuk mendapatkan jumlah matriks sub kriteria bahan baku maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.40.
Tabel 4.40. Matriks Normalisasi dan Rata-rata Baris untuk Sub Kriteria Bahan Baku
Kemudian dihitung konsistensi rasio (RK), di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector (KV) sebagai berikut:
0,1840 / 0,5562
=
3,0226 0,5875 / 1,8034 3.0697 0,2285 / 0,6911 3.0243
Rata-rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max = 3,026+3,0697+3,0243
3 = 3,0389
Dengan Random Index (RI) = 3 adalah 0,58 (diperoleh dari tabel Random Index). Kemudian Consistency Index (CI), yaitu :
CI = 3,0389-3
3-1 = 0,0194 Kemudian dihitung Consistency Ratio (CR), yaitu :
CR=0,0194
0,58 = 0,0335
Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 4.41.
Tabel 4.41. Perhitungan Total Bobot Sub Kriteria Bahan Baku 1.0000 0.2532 0.9776 0,1840
=
0,5562 3.9487 1.0000 2.1411 0,5875 1,8034 1.0229 0.4670 1.0000 0,2285 0,6911
Sub Kriteria Bobot Rank Terjaminnya Ketersediaan Bahan Baku 0,1840 3
Harga Bahan Baku 0,5875 1
Konsistensi Mutu Bahan Baku 0,2285 2
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot sub kriteria sektor basis ekonomi daerah, rank tertinggi yaitu harga bahan baku dengan bobot sebesar 0,5875.
4. Sub kriteria teknologi
Untuk mendapatkan jumlah matriks sub kriteria teknologi maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.42.
Tabel 4.42. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Sub Kriteria Teknologi Terdapat Unsur yang Tidak
Mudah Ditiru 0.8519 0.8519 0.8519
Proses Pembuatan Cepat 0.1481 0.1481 0.1481
Jumlah 1,0000 1,0000 1,0000
Sumber: Pengolahan Data.
Kemudian dihitung konsistensi rasio (RK), di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector (KV) sebagai berikut:
1,8519 / 1,7038
=
2,0000 0,1481 / 0,2962 2,0000
Rata-rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max = 2,0000+2,0000
2 = 2,0000
Dengan Random Index (RI) = 2 adalah 0,00 (diperoleh dari tabel Random Index). Kemudian Consistency Index (CI), yaitu :
CI = 2,0000-2
2-1 = 0,0000
Kemudian dihitung Consistency Ratio (CR). Dimana nilai RI=0,00, maka nilai CR=0,00. Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 4.43.
Tabel 4.43. Perhitungan Total Bobot Sub Kriteria Teknologi
Elemen Bobot Rank
Terdapat Unsur yang Tidak Mudah Ditiru 0,8519 1 Proses Pembuatan Cepat 0,1481 2
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data.
1.0000 5,7527 0,8519
=
1,7038 0,1738 1.0000 0,1481 0,2962
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria teknologi, rank tertinggi yaitu terdapat unsur yang tidak mudah ditiru dengan bobot sebesar 0,8519.
5. Sub kriteria nilai kompetitif
Untuk mendapatkan jumlah matriks sub kriteria nilai kompetitif maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.44.
Tabel 4.44. Matriks Normalisasi dan Rata-Rata Baris untuk Sub Kriteria Nilai Kompetitif
Sub Kriteria Inovasi Terbaik
Pelayanan Terhadap
Konsumen Bobot
Inovasi Terbaik 0,8519 0,8519 0,8519
Pelayanan Terhadap Konsumen 0,1481 0,1481 0,1481
Jumlah 1,0000 1,0000 1,0000
Sumber: Pengolahan Data .
Kemudian dihitung konsistensi rasio (RK), di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector (KV) sebagai berikut:
1,8519 / 1,7038
Rata-rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max = 2,0000+2,0000
2 = 2,0000
Dengan Random Index (RI) = 2 adalah 0,00 (diperoleh dari tabel Random Index). Kemudian Consistency Index (CI), yaitu :
CI = 2,0000-2
2-1 = 0,0000
Kemudian dihitung Consistency Ratio (CR). Dimana nilai RI=0,00, maka nilai CR=0,00. Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten. Hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 4.45.
Tabel 4.45. Perhitungan Total Bobot Sub Kriteria Nilai Kompetitif
Elemen Bobot Rank
Inovasi Terbaik 0,8519 1
Pelayanan Terhadap Konsumen 0,1481 2
Total 1,0000 -
Sumber: Pengolahan Data.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan total bobot Sub Kriteria nilai kompetitif, rank tertinggi yaitu inovasi terbaik dengan bobot sebesar 0,8519.
4.2.2.2.3. Level 4 (Alternatif)
Untuk mendapatkan jumlah alternatif kriteria tenaga kerja sub kriteria tenaga kerja yang terampil maka dijumlahkan semua nilai-nilai di setiap kolom matriks komparasi pasangan seperti pada Tabel 4.46.
Tabel 4.46. Matriks Normalisasi Dan Rata-Rata Baris untuk Alternatif Kriteria Tenaga Kerja Sub Kriteria Tenaga Kerja yang Terampil Alternatif Crude
Palm Oil
Sumber: Pengolahan Data.
Kemudian dihitung konsistensi rasio, di mana perhitungan konsistensinya adalah sebagai berikut :
Setelah diperoleh perhitungan konsistensi di atas, dilakukan pehitungan Consistency Vector sebagai berikut:
0,8357 / 0,1556 5,3694
Maka Rata – Rata kedua entri dalam kolom terakhir, yaitu : 𝜆max =5,3694+5,6287+5,3512+5,2590+5,2460
5 = 5,3709
Dengan Random Index (RI) = 5 adalah 1,12 (diperoleh dari tabel Random Index). Maka :
CI = 5,3709 - 5
5-1 = 0,0927 CR = 0,0828
1,12 = 0,0828 Karena CR ≤ 0,1 maka jawaban responden konsisten.
Dengan cara perhitungan yang sama didapatkan hasil pada kriteria dan sub kriteria yang lainnya pada alternatif produk unggulan dapat dilihat pada Lampiran.