NOTASI GRAFIS
2.8. Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran
Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar Debitur atas kredit yang diterima dari bank. Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu Debitur dalam membuat keputusan untuk mengambil kredit yang paling menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Beberapa cara yang digunakan oleh bank dalam menghitung bunga antara lain:
1. Flat Rate
Perhitungan bunga didasarkan pada plafond kredit dan besarnya bunga yang dibebankan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit. Dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan
bunga kredit setiap bulan sama besarnya. Rumusan perhitungan Flat Rate:
2. Efektif (Sliding Rate)
Perhitungan bunga dilakukan setiap akhir periode pembayaran angsuran. Pada perhitungan ini, bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya (baki debet) sehingga bunga yang dibayar debitur setiap bulannya semakin menurun. Dengan demikian, jumlah angsuran yang dibayar debitur setiap bulannya akan semakin mengecil.
Rumusan perhitungan Efektif (Sliding Rate):
3. Anuitas
Jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak berubah selama jangka waktu kredit. Namun demikian komposisi besarnya angsuran pokok maupun angsuran bunga setiap bulannya akan berubah dimana angsuran bunga akan semakin mengecil sedangkan angsuran pokok
akan semakin membesar.
Rumusan perhitungan Efektif (Sliding Rate):
2.9. Java
Java merupakan pemrograman yang dikembangkan oleh Sun Microsystem dan dirancang sedemikian rupa agar program yang dibuat menggunakan Java dapat berjalan pada semua platform. Java merupakan pemrograman berorientasi objek (OOP), dengan kata lain rancangan Java merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada data (objek) dan interface (Didik D.P, 2004).
Menurut Indrajani dan Martin (2004), dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain, Java memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
a. Bersifat portable dan platform independent
b. Program Java dapat dieksekusi di platform manapun tanpa memerlukan kompilasi ulang (portable) asalkan Java Virtual Machine untuk platform tersebut tersedia.
c. Memiliki garbage collection yang dapat mendealokasi memori secara otomatis.
d. Menghilangkan pewarisan berganda yang terdapat pada C++. Walaupun kelihatannya lebih sebagai suatu kekurangan, namun banyak para ahli yang mengakui bahasa konsep pewarisan berganda lebih banyak mengakibatkan kerugian daripada keuntungan.
e. Penggunaan pointer aritmetik telah dikurangi dengan membatasi penggunakan reference.
f. Memiliki array sejati
g. Mengurangi kerancuan antara pemberian nilai pada statemen kondisional. Contoh penggunaan tanda ‘=’ dengan ‘= =’ pada kondisi if.
2.10. JDBC
Menurut Didik D.P (2004), JDBC merupakan API Java Database
Connectivity dan merupakan bagian dari Java Enterprise APIs dari
JavaSoft. Class JDBC terdapat di dalam paket java.sql, dan semua program Java menggunakan method serta objek dari paket tersebut untuk membaca serta menulis data source.
Pada prinsipnya JDBC memiliki DriverManager yang berfungsi untuk mengatur driver serta menampilkan daftar driver aktif pada program aplikasi. JDBC memungkinkan kita untuk membuat aplikasi dengan Java dalam mengakses database server, baik itu secara lokal (stand-alone) maupun secara remote. JDBC API memudahkan untuk mengirimkan
perintah SQL ke sistem database relasional dan mendukung bermacam-macam perintah SQL.
Dengan JDBC dapat dibuat program dengan portabilitas tinggi dan cukup mudah karena secara umum pemrograman JDBC tidak memiliki perbedaan kode yang berarti untuk pemrograman pada database tertentu dengan database lain. Perbedaan utama pada kode hanyalah kode yang mendefinisikan driver dari database server serta perintah SQL tertentu yang mungkin memiliki perbedaan sintak atau perintah SQL khusus yang hanya terdapat pada database tertentu. Pemrograman JDBC memiliki struktur seperti melakukan koneksi, membuat object statement, mengeksekusi perintah SQL, mendapatkan hasil query, serta menangani
error.
2.11. MySQL
MySQL (My Structure Query Language) merupakan sebuah aplikasi database open-source. MySQL dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan database dengan koneksi yang aman dan cepat, memiliki keamanan yang tinggi, mudah digunakan dan dapat dipakai oleh semua orang. MySQL sendiri sebenarnya merupakan pengembangan dari mSQL dengan optimasi konektivitas, peningkatan performa dan perbedaan interface SQL.
Tingkat kecepatan dan keamanan yang tinggi membuat MySQL sangat cocok digunakan dan sangat populer sebagai aplikasi untuk
mengakses database di internet.
Beberapa kemampuan MySQL antara lain :
1. MySQL bisa diakses dan dimanipulasi dari beberapa bahasa pemrograman, diantaranya adalah C, C++, Java, Perl, Python, Java dan lain-lain.
2. MySQL mendukung tipe data yang umum digunakan, seperti float, double, char, varchar, text, blob, date, integer dan lain-lain.
3. MySQL mendukung subset fungsi query dan pengelompokkan lanjut, termasuk diantaranya group by dan order by.
4. MySQL memungkinkan alokasi password tiap server. Password yang melalui MySQL telah terenkripsi.
5. MySQL bisa diperoleh secara gratis untuk penggunaan pribadi, termasuk aplikasi-aplikasi lain yang diperlukan dalam memakai MySQL.
a. Structure Query Languange
SQL merupakan bahasa standar yang digunakan untuk mengakses dan memanipulasi database. Perintah-perintah dasar SQL antara lain : 1. Perintah untuk membuat database.
CREATE DATABASE nama_database;
2. Perintah untuk membuat tabel.
CREATE TABLE nama_tabel (nama_field1 tipe_data1, nama_field2 tipe_data2, …)
3. Perintah untuk membaca data yang tersimpan di dalam tabel. SELECT * FROM nama_tabel;
SELECT nama_field1, nama_field2, … FROM nama_tabel;
4. Perintah untuk menambahkan data ke dalam tabel.
INSERT INTO nama_tabel (nama_field1, nama_field2, …) values (data_field1, data_field2, …);
5. Perintah untuk mengubah data yang tersimpan di dalam tabel. UPDATE nama_tabel
SET nama_field1 = nilai_baru1, nama_field2 = nilai_baru2, … WHERE kriteria;
6. Perintah untuk menghapus data yang tersimpan di dalam tabel. DELETE FROM nama_tabel WHERE kriteria;
7. Perintah untuk mengurutkan data.
SELECT nama_field1, nama_field2, … FROM nama_tabel ORDER BY nama_field ASC || DESC;
b. Stored Procedure
Di dalam MySQL seri 5, memiliki kemampuan tambahan yang dinamakan store procedure. Stored procedure adalah prosedur-prosedur operasi yang ditempatkan di dalam database server. Umumnya, stored
procedure ditulis dalam SQL. Stored procedure ini sangat penting dalam
sistem database client-server karena menempatkan prosedur di dalam server berarti prosedur itu dapat tersedia untuk semua client. Dan ketika
prosedur tersebut diubah atau dimodifikasi, semua client akan mendapatkan versi terbarunya secara otomatis (tanpa perlu diadakan update aplikasi client). Stored procedure selain bersifat terintegrasi dengan server juga sudah terkompilasi, sehingga pemrosesan kode yang terjadi di dalam stored procedure akan berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan mengeksekusi beberapa statement SQL secara sekuensial.
Pendefinisian stored procedure pada DBMS Engine masih termasuk tahap pendefinisian DDL (Data Definition Language). Ciri utama query SQL termasuk ke dalam DDL adalah dengan penggunaan keyword
CREATE, ALTER atau DROP. Kedudukan CREATE PROCEDURE, CREATE FUNCTION, maupun CREATE TRIGGER setara dengan proses pendefinisian DDL yang paling umum dipergunakan, CREATE TABLE, yang mana dalam konteks pembahasan pengembangan sistem pada umumnya, fase pendefinisian DDL ini termasuk dalam siklus desain sistem dalam System Development Lifecycle (SDLC).
Gambar di bawah ini adalah pengilustrasian sederhana dari lalu-lintas transaksi query yang berada pada sisi server dengan transaksi query
Gambar 2.6. Transaksi lalu lintas query
Seperti terlihat pada gambar di atas, pemrosesan query pada sistem yang menerapkan stored procedure sangat menghemat lalu-lintas pengiriman query dari program aplikasi di sisi client kepada DBMS
Engine. Jumlah query yang dikirimkan hanya satu, yaitu pengeksekusian
procedure. Berbeda jauh dengan pemrosesan query yang dilakukan tanpa
stored procedure, melainkan mengandalkan programming pada sisi client,
dimana jumlah query yang dikirimkan sangatlah banyak bergantung pada kontrol perulangan (loop) yang dieksekusi.
Selain stored procedure masih terdapat stored function dan trigger
dalam MySQL seri 5. Stored function adalah sebuah blok PL/SQL yang memiliki nama yang mengembailkan nilai balik. Trigger adalah sebuah blok PL/SQL atau procedur PL/SQL yang berhubungan dengan table,
kejadian tertentu terjadi.
Berikut perintah untuk membuat store procedure : 1. Membuat procedure. Perintah :
CREATE PROCEDURE nama_procedure ([parameter_proc[,…]]) [characteristic ..] routine_body
2. Membuat function. Perintah :
CREATE FUNCTION nama_function ([parameter_proc[,…]]) RETURN type [characteristic ..] routine_body
3. Membuat trigger. Perintah :
CREATE [DEFINER = { user | current_user } ] TRIGGER trigger_name trigger_time trigger_event ON table_name FOR EACH ROW trigger_statement
4. Pemanggilan procedure. Perintah : CALL nama_proc(parameter_proc); 5. Pemanggilan function. Perintah :
SELECT nama_function(parameter_function); 6. Melihat procedure dan function yang ada. Perintah :
SHOW PROCEDURE STATUS; SHOW FUNCTION STATUS;
7. Melihat isi procedure dan function. Perintah : SHOW CREATE PROCEDURE nama_procedure; SHOW CREATE FUNCTION nama_function; 8. Menghapus procedure dan function. Perintah :
DROP PROCEDURE nama_procedure; DROP FUNCTION nama_function;
BAB III