• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan dan Grafik Rasio Laporan Keuangan

BAB II PEMBAHASAN

2.6 Perhitungan dan Grafik Rasio Laporan Keuangan

Jumlah Ekuitas 9,072,669 8,429,581 7.6% Total Equity

Jumlah Liabilitas dan

24,559,175 23,685,738 3.7% Total Liabilities and Equity

Ekuitas

2.6. Perhitungan dan Grafik Rasio Laporan Keuangan

1. Rasio Likuiditas

a. Current Rasio

Current Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.

Tahun 2013 :

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar Rp. 8.747.046.806 / Rp. 5.208.638.817 = 1,679 Analisis :

Pada tahun 2013, current ratio PT Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 1,679 yang diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp 8.747.046.806 dengan hutang lancar sebesar Rp.

5.208.638.817. Hal ini berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar

sebesar Rp 1,679

Tahun 2014 :

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar Rp. 10.918.551.266 / Rp. 5.958.969.206 = 1,832 Analisis :

Pada tahun 2014, current ratio PT Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 1,832 yang diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp. 10.918.551.266 dengan hutang lancar sebesar

Rp. 5.958.969.206. Hal ini berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar

22

Tahun 2015 :

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar Rp. 9.781.716.400 / Rp. 7.041.359.652 = 1,39 Analisis :

Pada tahun 2015, current ratio PT Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 1,39 yang diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp. 9.781.716.400 dengan hutang lancar sebesar

Rp. 7.041.359.652. Hal ini berarti setiap Rp 1 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar

sebesar Rp 1,39

b. Acid Test Ratio atau quick ratio

Quick Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih liquid.

Tahun 2013

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan (inventory) / Hutang Lancar x 100% 8.747.046..806 – 2.967.297.090 / 5.208.638.817 x 100% = 1,11

Analisis :

Rata – rata industri tingkat liquidnya atau quick rasio adalah 0,5 sedangkan PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 1,11 maka keadaannya sangat baik, karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi persediaan.

Tahun 2014

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan (inventory) / Hutang Lancar x 100% Rp. 10.918.551.266 – Rp. 7.480.373.253 / 5.958.969.206 x 100% = 0,58

Analisis :

Rata – rata industri tingkat liquidnya atau quick rasio adalah 0,5 sedangkan PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 0,58 maka keadaannya dikatakan cukup baik, karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi persediaan.

23

Tahun 2015

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan (inventory) / Hutang Lancar x 100% Rp. 9,781,716,400 – Rp. 8.332.771.243 / Rp. 7,041,359,652 x 100% = 0,21 Analisis :

Pada tahun 2015 quick ratio dari PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 0,21. Bisa disimpulkan bahwa pada tahun 2015 quick ratio dari PT. Agung Podomoro Land, dibawah rata-rata industri. Maka keadaannya dikatakan tidak baik, karena persedian perusahaan tersebut terlalu besar.

c. Cash Rasio = ( kas + equivalen cash ratio / kewajiban lancar ) * 100%

Cash Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.

Tahun 2013 :

Cash Ratio = Kas / Hutang Lancar x 100%

Rp. 3.177.138.834 / 5.208.638.817 x 100% = 60,997% Analisis :

Pada tahun 2013, cash ratio PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 60,997% yang diperoleh

dari perbandingan kas(bank) sebesar Rp. 3.177.138.834 dengan hutang lancar sebesar Rp. 5.208.638.817. Hal ini berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dapat dijamin oleh cash

asset sebesar Rp. 0.69

Tahun 2014 :

Cash Ratio = Kas / Hutang Lancar x 100%

Rp. 4.336.362.908 / Rp. 5.958.969.206 x 100% = 72,770% Analisis :

Pada tahun 2014, cash ratio PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 72,770% yang diperoleh

dari perbandingan kas(bank) sebesar Rp. 4.336.362.908 dengan hutang lancar sebesar Rp. 5.958.969.206 Hal ini berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dapat dijamin oleh cash

24

Tahun 2015 :

Cash Ratio = Kas / Hutang Lancar x 100%

Rp. 2.894.283.235 / Rp. 7.041.359.652 x 100% = 41,104% Analisis :

Pada tahun 2015, cash ratio PT. Agung Podomoro Land, Tbk sebesar 41,104% yang diperoleh

dari perbandingan kas(bank) sebesar Rp. 2.894.283.235 dengan hutang lancar sebesar Rp. 7.041.359.652 Hal ini berarti setiap Rp. 1 hutang lancar dapat dijamin oleh cash

asset sebesar Rp. 0.41

2. Rasio Solvabilitas

a. Total Debt to Equity Ratio ( Rasio Hutang terhadap Equitas )

Total Debt to Equity Ratio adalah rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity

Tahun 2013 :

DER = Total Hutang / Modal sendiri x 100%

Rp. 12.467.225.599 / Rp. 7.212.683.391 x 100% = 172,851% Analisis :

Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 172,851% untuk tahun 2013 menunjukkan kreditor menyediakan Rp. 172

Tahun 2014 :

DER = Total Hutang / Modal sendiri x 100%

Rp. 15.223.273.846 / Rp. 8.462.884.365 x 100% = 179,883% Analisis :

Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 179,883% untuk tahun 2014 menunjukkan kreditor menyediakan Rp. 179

25

Tahun 2015 :

DER = Total Hutang / Modal sendiri x 100%

Rp. 15.486.506.060 / Rp. 9.072.668.928 x 100% = 170.7% Analisis :

Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 170.7% untuk tahun 2015 menunjukkan kreditor menyediakan Rp. 171

b. Total Debt to Asset ( Rasio Hutang terhadap Harta )

Total Debt to Assets Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimiliki

Tahun 2013 :

DAR = Total Hutang / Total Aktiva x 100%

Rp. 12.467.225.599 / Rp. 19.679.908.990 x 100% = 63,35% Analisis :

Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2013 artinya bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 63 dibiaya dengan hutang dan Rp. 37 disediakan oleh pemegang saham.

Tahun 2014 :

DAR = Total Hutang / Total Aktiva x 100%

Rp. 15.223.273.846 / Rp. 23.686.158.211 x 100% = 64,271% Analisis :

Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2014 artinya bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 64 dibiaya dengan hutang dan Rp. 36 disediakan oleh pemegang saham.

26

Tahun 2015 :

DAR = Total Hutang / Total Aktiva x 100%

Rp. 15.486.506.060 / Rp. 24.559.174.988 x 100% = 63,058% Analisis :

Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2015 artinya bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 63 dibiaya dengan hutang dan Rp. 37 disediakan oleh pemegang saham.

3. Rasio Profitabilitas

a. Net Profit Marginal ( Margin Laba Bersih )

Net Profit Margin (NPM) untuk mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan.

Tahun 2013 :

NPM = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan x 100% 930.240.497 / 4.901.191.373 x 100% = 18,98%

Analisis :

Pada tahun 2013 Net Profit Marginal sebesar 18,98%

Tahun 2014 :

NPM = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan x 100% Rp. 983.875.368 / Rp. 5.296.565.860 x 100% = 18,58% Analisis :

Pada tahun 2014 Net Profit Marginal sebesar 18,58%

Tahun 2015 :

NPM = Laba Bersih Setelah Pajak / Penjualan x 100% Rp. 151.333.005 / Rp. 995.195.655 x 100% = 15,206% Analisis :

27

b. Operating Profit Margin

Operating Profit Margin untuk mengukur perbandingan antara laba usaha dan penjualan.

Tahun 2013 :

Operating Profit Margin = Laba Bersih sebelum Pajak / Penjualan x 100% Rp. 1.177.175.519 / Rp. 4.901.191.373 x 100% = 24,018%

Analisis :

Pada tahun 2013 Operating Profit Margin sebesar 24,018%

Tahun 2014 :

Operating Profit Margin = Laba Bersih sebelum Pajak / Penjualan x 100% Rp. 1.229.697.293 / Rp. 5.296.565.860 x 100% = 23,22%

Analisis :

Pada tahun 2014 Operating Profit Margin sebesar 23,22%. OPM tahun 2014 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 0,798%

Tahun 2015 :

Operating Profit Margin = Laba Bersih sebelum Pajak / Penjualan x 100% Rp. 151,566,192 / Rp. 995,195,655 x 100% = 15,23%

Analisis :

Pada tahun 2014 Operating Profit Margin sebesar 15,23%. OPM tahun 2015 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 7,99%

28

c. Return of Investment (ROI)

Return of Investment (ROI) untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan pendapatan bersih.

Tahun 2013 :

ROI = Laba Bersih Setelah Pajak / Total Aktiva x 100% Rp. 930.240.497 / Rp. 19.679.908.990 x 100% = 4,73% Analisis :

Pengembalian aset pada tahun 2013 sebesar 4,73%

Tahun 2014 :

ROI = Laba Bersih Setelah Pajak / Total Aktiva x 100% Rp. 983.875.368 / Rp. 23.686.158.211 x 100% = 4,154% Analisis :

Pengembalian aset pada tahun 2014 mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2013 sebesar 0,576%.

Tahun 2015 :

ROI = Laba Bersih Setelah Pajak / Total Aktiva x 100% Rp. 151.333.005 / Rp. 24.559.174.988 x 100% = 0,616% Analisis :

Pengembalian aset pada tahun 2015 mengalami penurunan sangat drastis dibanding dengan tahun 2014 sebesar 3,54%.

29

d. Return Of Equity

Return of Equity (ROE) untuk mengukur kemampuan equity untuk meghasilkan pendapatan bersih.

Tahun 2013 :

ROE = Laba Bersih setelah Pajak / Ekuitas x 100% Rp. 930.240.497 / Rp. 7.212.683.391 x 100% = 12,9% Analisis :

Tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham pada tahun 2013 sebesar 12,9%

Tahun 2014 :

ROE = Laba Bersih setelah Pajak / Ekuitas x 100% Rp. 983.875.368 / Rp. 23.686.158.211 x 100% = 4,154% Analisis :

Tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham mengalami penurunan dari tahun 2013. Pengembalian pada tahun 2013 sebesar 4,154%

Tahun 2015 :

ROE = Laba Bersih setelah Pajak / Ekuitas x 100% Rp. 151.333.005 / Rp. 9.072.668.928 x 100% = 1,668% Analisis :

Tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham mengalami penurunan dari tahun 2014. Pengembalian pada tahun 2015 sebesar 1,668%

30

4. Rasio Aktivitas

a. Total Asset turn over

Total Assets Turn Over untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.

Tahun 2013 :

Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100%

Rp. 4.901.191.373 / Rp. 19.679.908.990 x 100% = 24,905% = 0,25 Analisis :

Perputaran aset menunjukkan bahwa pada tahun 2013 PT Agung Podomoro Land, Tbk menghasilkan perputaran aset sebesar 0,25 kali.

Tahun 2014 :

Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100% Rp. 5.296.565.860 / Rp. 23.686.158.211 x 100% = 22,361% Analisis :

Perputaran aset menunjukkan bahwa pada tahun 2014 PT Agung Podomoro Land, Tbk menghasilkan perputaran aset sebesar 0,22 kali.

Tahun 2015 :

Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100% Rp. 995.195.655 / Rp. 24.559.174.988 x 100% = 4,052% Analisis :

Perputaran aset menunjukkan bahwa pada tahun 2015 PT Agung Podomoro Land, Tbk menghasilkan perputaran aset sebesar 0,04 kali.

31

Dokumen terkait