BAB IV HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian
5. Perhitungan Efisiensi
Berdasarkan debit masuk dan debit keluar pada tiap ruas saluran maka dapat di perhitungkan efisiensi distribusi di tiap saluran dapat dilihat pada tabel 16.
Tabel 13. Efisiensi Saluran
NO LOKA
Berdasarkan pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa presentasi efisiendi di saluran induk daerah irigasi bissua yang tidak memenuhi standar perkisaran efisiensi irigasi berdasarkan KP-01 1986:10 terjadi di ruas B.BI.3, B.BI.4, B.BI.5, B.BI.6. Kehilangan air irgasi tersebut berupa penguapan air disaluran, rembesan dan kebocoran, operasi bangunan bagi serta Pengambilan bebas secara illegal untuk disaluran ke lahan irigasi dan pengambilan bebas untuk kebutuhan rumah tangga. Penjelasan Presentasi
60
efisiensi di setiap ruasnya :
a. Ruas B.BI.1
Gambar 8. Ruas B.BI.1
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.14 m3/dtk dengan nilai efisiensi 99,35% atau 0,9935, pada ruas B.BI.1 memiliki nilai kehilangan air yang rendah tetapi nilai efisiensinya yang tinggi atau dapat dikatakan sempurna, dikarenakan pada saluran itu hampir tidak memiliki kerusakaan apapun. Baik dari segi dinding saluran, pengoperasian pintu air ataupun kondisi dari pintu air itu sendiri, debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang juga besar.
Q loss = 0,14 m3/dtk
61
b. Ruas B.BI.2
Gambar 9. Ruas B.BI.2
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.50 m3/dtk dengan nilai efisiensi 97,17% atau 0,9717, pada ruas B.BI.2 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran B.BI.1 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. yang debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
c. Ruas B.BI.3
Gambar 10. Ruas B.BI.3
Q loss = 0,50 m3/dtk
Q loss = 1,26 m3/dtk
62
Pada ruas B.BI.3 memiliki nilai kehilangan air 1,26 m3/dtk dapat dikategorikan tinggi , dengan presentasi efisiensi 86,02% atau 0,8602 , faktor yang menyebabkan mengapa nilai kehilangan air pada saluran ini tinggi itu karena adanya beberapa kendala yang terjadi, yaitu : kurangnya pengoperasian pada pintu air, adanya sedimentasi yang mengendap pada pintu air, adanya pengambilan bebas yang secara illegal untuk kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga itu dapat mempengaruhi nilai debit yang masuk ke saluran.
d. Ruas B.BI.4
Gambar 11. Ruas B.BI.4
Pada ruas B.BI.4 memiliki nilai kehilangan air 1,56 m3/dtk dapat dikategorikan tinggi , dengan presentasi efisiensi 87,81% atau 0,8781, faktor yang menyebabkan mengapa nilai kehilangan air pada saluran ini tinggi itu karena adanya beberapa kendala yang terjadi, yaitu : kurangnya pengoperasian pada pintu air, adanya sedimentasi yang mengendap pada pintu air, kerusakan pada pintu air, adanya pengambilan bebas yang secara illegal oleh masyarakat atau petani sekitar, banyaknya tumbuhan-tumbuhan
Q loss = 1,56 m3/dtk
63
yang tumbuh secara liar sehingga itu dapat mempengaruhi nilai debit yang masuk ke saluran.
e. Ruas B.BI.5
Gambar 12. Ruas B.BI.5
Pada ruas B.BI.5 memiliki nilai kehilangan air 1,05 m3/dtk dapat dikategorikan tinggi , dengan presentasi efisiensi 86,47% atau 0,8647, faktor yang menyebabkan mengapa nilai kehilangan air pada saluran ini tinggi itu karena adanya beberapa kendala yang terjadi, yaitu : adanya sedimentasi yang mengendap pada pintu air, kerusakan pada pintu air, adanya pengambilan bebas yang secara illegal oleh masyarakat atau petani sekitar, banyaknya tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh secara liar sehingga itu dapat mempengaruhi nilai debit yang masuk ke saluran.
f. Ruas B.BI.6
Q loss = 1,05 m3/dtk
Q loss = 2,31 m3/dtk
64
Gambar 13. Ruas B.BI.6
Pada ruas B.BI.6 memiliki nilai kehilangan air 2,31 m3/dtk, nilai kehilangan air pada ruas ini merupakan nilai yang paling tertinggi dari pada nilai kehilangan air pada ruas – ruas yang lainnya, dengan presentasi efisiensi 83,35% atau 0,8335, faktor yang menyebabkan mengapa nilai kehilangan air pada saluran ini paling tinggi itu karena adanya beberapa kendala yang terjadi, yaitu : adanya sedimentasi yang mengendap pada pintu air, kerusakan pada pintu air, adanya pengambilan bebas yang secara illegal oleh masyarakat atau petani sekitar, banyaknya tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh secara liar dan yang paling utamanya ialah adanya kerusakan dinding saluran yang amat lebar sehingga itu dapat mempengaruhi nilai debit yang masuk ke saluran.
g. Ruas B.BI.7
Gambar 14. Ruas B.BI.7
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.41 m3/dtk dengan nilai efisiensi 97,75% atau 0,9775, pada ruas B.BI.7 nilai efisiennya masih tergolong tinggi
Q loss = 0,41 m3/dtk
65
dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran B.BI.1 dengan B.BI.2 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
h. Ruas B.BI.8
Gambar 15. Ruas B.BI.8
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.15 m3/dtk dengan nilai efisiensi 98,72% atau 0,9872, pada ruas B.BI.8 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran B.BI.1 dengan bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
i. Ruas B.BI.9
G
Q loss = 0,15 m3/dtk
Q loss = 0,38 m3/dtk
66
Gambar.16 Ruas B.BI.9
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.38 m3/dtk dengan nilai efisiensi 96,92% atau 0,9692, pada ruas B.BI.9 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran dengan B.BI.2 dan B.BI.7 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
j. Ruas B.BI.10
Gambar 17.Ruas B.BI.10
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.68 m3/dtk dengan nilai efisiensi 93,90% atau 0,9390, pada ruas B.BI.10 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran dengan B.BI.2, B.BI.7, B.BI.9 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
Q loss = 0,68 m3/dtk
67
k. Ruas B.BI.11
Gambar .18 Ruas B.BI.11
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.28 m3/dtk dengan nilai efisiensi 96,90% atau 0,9690, pada ruas B.BI.11 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran dengan B.BI.1 dan B.BI.8 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
l. Ruas B.BI.12
Q loss = 0,28 m3/dtk
Q loss = 0,35 m3/dtk
68
Gambar 19.Ruas B.BI.12
Nilai kehilangan pada ruas ini ialah 0.35 m3/dtk dengan nilai efisiensi 97,13% atau 0,9713, pada ruas B.BI.12 nilai efisiennya masih tergolong tinggi dikarenakan pada saluran ini hampir sama seperti saluran dengan B.BI.1 dan B.BI.8 bisa dikatakan hampir tidak ada kerusakan, hanya saja pengoperasian pintu airnya yang masih kurang di fungsikan sebagaimana mestinya. dan debit masuk dan debit keluar pada saluran ini itu juga besar sehingga menghasilkan nilai efisiensi yang besar juga.
69
Gambar 20. Grafik hubungan antar debit masuk dan debit keluar dengan Efisiensi
75,00 80,00 85,00 90,00 95,00 100,00 105,00
0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00
B.BI.1 B.BI.2 B.BI.3 B.BI.4 B.BI.5 B.BI.6 B.BI.7 B.BI.8 B.BI.9 B.BI.10 B.BI.11 B.BI.12
Efisiensi
Debit aliran
Q in Q out Efisiensi
LAMPIRAN
Berdasarkan Hasil Diagram grafik hubungan antar debit masuk dan debit keluar serta Presentasi Efisiensi saluran maka dapat disimpulkan bahwa presentasi efisiensi pada saluran induk B.BI.3, B.BI.4, B.BI.5 dan B.BI.6 tidak efisien karena belum memenuhi nilai standar perkiraan efisiensi yang sudah ditetapkan pada KP-01,1986.
Kesalahan operasi ini dapat mengakibatkan suatu bagian daerah irigasi memperoleh air yang berlebihan, namun ditempat lain kurang mendapatkan air, ini berarti pembagian air tidak merata, sehingga luas arel yang nyata dilayani tidak sesuai dengan rencana Pengaturan air dari bangunan pengambilan sampai kelahan pertanian berpengaruh pada nilai efisiensi. Apalagi kehilangan air sangat besar, maka nilai efisiensi irigasinya menjadi rendah.
71
BAB V PENUTUP