• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

C. Perhitungan Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka NPV dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir yaitu dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 5. Tabel Perhitungan NPV Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel NPV X1 dan X2 18% 21% 24% 48% 1 X3 (100%) 99,247,995 90,827,413 83,785,272 53,579,503 0% 2 X3 (75%) 104,564,852 95,693,168 88,273,769 56,449,834 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 109,881,709 100,558,922 92,762,266 59,320,164 50% (50 : 50) 18% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 21% 1,2051 1,2019 1,1988 1,0000 24% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 48% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 0% 20% 40% 60% 80% 100% 1 2 3 4 5 Series1 Series2 Series3 Series4

Yana , Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

Kombinasi X2 terhadap X1 dan X3 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 4. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X2 Terhadap X1 dan X3 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel BCR PI PP X1 dan X3

18% 21% 24% 48%

1 X2 (100%) 1.2051 1.2051 1.2051 1.2051 1.0544 Bulan ke-6 0% 2 X2 (75%) 1.2019 1.2019 1.2019 1.2019 1.0405 Bulan ke-6 25% (50 : 50) 3 X2 (50%) 1.1988 1.1988 1.1988 1.1988 1.0271 Bulan ke-6 50% (50 : 50) 4 X2 (25%) 1.1957 1.0000 1.1957 1.1957 1.0139 Bulan ke-6 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X2 terhadap X1 dan X3 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 4. Grafik Perbandingan Perolehan BCR Pada Kombinasi X2 Terhadap X1 dan X3 (i=100%, 75%, 50% dan 25%)

C. Perhitungan Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka NPV dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir yaitu dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 5. Tabel Perhitungan NPV Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel NPV X1 dan X2 18% 21% 24% 48% 1 X3 (100%) 99,247,995 90,827,413 83,785,272 53,579,503 0% 2 X3 (75%) 104,564,852 95,693,168 88,273,769 56,449,834 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 109,881,709 100,558,922 92,762,266 59,320,164 50% (50 : 50) 18% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 21% 1,2051 1,2019 1,1988 1,0000 24% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 48% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 0% 20% 40% 60% 80% 100% 1 2 3 4 5 Series1 Series2 Series3 Series4

Dari tabel simulasi kombinasi X2 terhadap X1 dan X3 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 4. Grafik Perbandingan Perolehan BCR Pada Kombinasi X2 Terhadap X1 dan X3 (i=100%, 75%, 50% dan 25%)

C. Perhitungan Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka NPV dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir yaitu dapat dilihat melalui tabel berikut.

37

Tabel 5. Tabel Perhitungan NPV Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Yana , Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

7

Kombinasi X2 terhadap X1 dan X3 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 4. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X2 Terhadap X1 dan X3 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel BCR PI PP X1 dan X3

18% 21% 24% 48%

1 X2 (100%) 1.2051 1.2051 1.2051 1.2051 1.0544 Bulan ke-6 0% 2 X2 (75%) 1.2019 1.2019 1.2019 1.2019 1.0405 Bulan ke-6 25% (50 : 50) 3 X2 (50%) 1.1988 1.1988 1.1988 1.1988 1.0271 Bulan ke-6 50% (50 : 50) 4 X2 (25%) 1.1957 1.0000 1.1957 1.1957 1.0139 Bulan ke-6 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X2 terhadap X1 dan X3 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 4. Grafik Perbandingan Perolehan BCR Pada Kombinasi X2 Terhadap X1 dan X3 (i=100%, 75%, 50% dan 25%)

C. Perhitungan Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka NPV dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir yaitu dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 5. Tabel Perhitungan NPV Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel NPV X1 dan X2 18% 21% 24% 48% 1 X3 (100%) 99,247,995 90,827,413 83,785,272 53,579,503 0% 2 X3 (75%) 104,564,852 95,693,168 88,273,769 56,449,834 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 109,881,709 100,558,922 92,762,266 59,320,164 50% (50 : 50) 18% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 21% 1,2051 1,2019 1,1988 1,0000 24% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 48% 1,2051 1,2019 1,1988 1,1957 0% 20% 40% 60% 80% 100% 1 2 3 4 5 Series1 Series2 Series3 Series4

Yana , Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

4 X3 (25%) 115,198,566 105,424,676 97,250,762 62,190,495 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi NPV di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan optimasi NPV dari keempat grafik di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 5. Grafik Perbandingan Perolehan NPV Dari Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 Pada Persentase Kombinasi 100%, 75%, 50% dan 25% (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 6. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel BCR PI PP X1 dan X2 18% 21% 24% 48%

1 X3 (100%) 1.2188 1.2188 1.2188 1.2188 1.1551 Bulan ke-6 0% 2 X3 (75%) 1.2092 1.2092 1.2092 1.2092 1.0965 Bulan ke-6 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 1.2013 1.2013 1.2013 1.2013 1.0471 Bulan ke-6 50% (50 : 50) 4 X3 (25%) 1.1946 1.1946 1.1946 1.1946 1.0049 Bulan ke-6 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

18% 21% 24% 48% 99.247.995 90.827.413 83.785.272 53.579.503 104.564.852 95.693.168 88.273.769 56.449.834 109.881.709 100.558.922 92.762.266 59.320.164 115.198.566 105.424.676 97.250.762 62.190.495 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 1 2 3 4 Series5 Series4 Series3 Series2 Series1

Yana , Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

4 X3 (25%) 115,198,566 105,424,676 97,250,762 62,190,495 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi NPV di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan optimasi NPV dari keempat grafik di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 5. Grafik Perbandingan Perolehan NPV Dari Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 Pada Persentase Kombinasi 100%, 75%, 50% dan 25% (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 6. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel BCR PI PP X1 dan X2 18% 21% 24% 48%

1 X3 (100%) 1.2188 1.2188 1.2188 1.2188 1.1551 Bulan ke-6 0% 2 X3 (75%) 1.2092 1.2092 1.2092 1.2092 1.0965 Bulan ke-6 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 1.2013 1.2013 1.2013 1.2013 1.0471 Bulan ke-6 50% (50 : 50) 4 X3 (25%) 1.1946 1.1946 1.1946 1.1946 1.0049 Bulan ke-6 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

18% 21% 24% 48% 99.247.995 90.827.413 83.785.272 53.579.503 104.564.852 95.693.168 88.273.769 56.449.834 109.881.709 100.558.922 92.762.266 59.320.164 115.198.566 105.424.676 97.250.762 62.190.495 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 1 2 3 4 Series5 Series4 Series3 Series2 Series1

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi NPV di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan optimasi NPV dari keempat grafik di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 5. Grafik Perbandingan Perolehan NPV Dari Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 Pada Persentase Kombinasi 100%, 75%, 50% dan 25% (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 6. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Yana , Optimasi Usaha Pengolahan Limbah Plastik Dengan Pendekatan Simulasi

4 X3 (25%) 115,198,566 105,424,676 97,250,762 62,190,495 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi NPV di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan optimasi NPV dari keempat grafik di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 5. Grafik Perbandingan Perolehan NPV Dari Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 Pada Persentase Kombinasi 100%, 75%, 50% dan 25% (i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

Kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk i = 18%, 21%, 24% dan 48%, maka BCR, PI dan PP dapat diperoleh melalui pendekatan matematis dengan hasil akhir perhitungan dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 6. Tabel Perhitungan BCR, PI dan PP Pada Kombinasi Variabel X3 Terhadap X1 dan X2 ( i = 18%, 21%, 24% dan 48%)

No. Komposisi Variabel BCR PI PP X1 dan X2 18% 21% 24% 48%

1 X3 (100%) 1.2188 1.2188 1.2188 1.2188 1.1551 Bulan ke-6 0% 2 X3 (75%) 1.2092 1.2092 1.2092 1.2092 1.0965 Bulan ke-6 25% (50 : 50) 3 X3 (50%) 1.2013 1.2013 1.2013 1.2013 1.0471 Bulan ke-6 50% (50 : 50) 4 X3 (25%) 1.1946 1.1946 1.1946 1.1946 1.0049 Bulan ke-6 75% (50 : 50)

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

18% 21% 24% 48% 99.247.995 90.827.413 83.785.272 53.579.503 104.564.852 95.693.168 88.273.769 56.449.834 109.881.709 100.558.922 92.762.266 59.320.164 115.198.566 105.424.676 97.250.762 62.190.495 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 1 2 3 4 Series5 Series4 Series3 Series2 Series1

Dari tabel simulasi kombinasi X3 terhadap X1 dan X2 untuk perolehan optimasi BCR, PI dan PP di atas, maka dapat digambarkan melalui grafis dibawah ini.

Perbandingan terhadap optimasi BCR dari tabel di atas dapat digambarkan melalui gabungan grafik berikut.

Bagan 6. Grafik Perbandingan Perolehan BCR Pada Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 (i=100%, 75%, 50% dan 25%)

9

Bagan 6. Grafik Perbandingan Perolehan BCR Pada Kombinasi X3 Terhadap X1 dan X2 (i=100%, 75%, 50% dan 25%)

Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh di atas, maka optimasi keuntungan maksimum yang diperoleh dari simulasi ketiga variabel X1, X2 dan X3 pada kondisi dimana i = 18%, X1 =100%, X2 dan X3 sebesar 0% dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp127.604.565. Pada kondisi simulasi ini, maka parameter investasi lainnya diperoleh yaitu BCR = 1.1765, PI = 1,0521 dan PP jatuh pada bulan ke-7.

5. Kesimpulan Dan Saran 5.1. Kesimpulan

Dari uraian yang telah dijelaskan pada bab pengolahan data dan bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a. Berdasarkan Analisa Kriteria Investasi / Analisa Biaya Manfaat (Benefit Cost Analysis), maka dapat disimpulkan bahwa usaha industri pengolahan limbah plastik yang dijalankan oleh lembaga Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe adalah layak diusahakan, Karena dengan tingkat suku bunga 18% setelah 3 tahun (pada periode tahun perhitungan 2006 – 2009) keuntungan dapat diperoleh.

− Net Present Value (NPV) = Rp 12.020.817,-

(NPV ≥ 0). Maknanya yaitu usaha industri pengolahan limbah plastik menjadi plastik cacahan di Kota Lhokseumawe yang dilakukan oleh Palapa Plastic Recycle adalah layak (bermanfaat) untuk dilaksanakan.

− Benefit Cost Ration (BCR) = 1,00257

Nilai perhitungan BCR ≥ 1 (1,00257 ≥ 1). Maknanya investasi pengolahan limbah plastik oleh Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe pada periode 2005-2009 adalah layak secara ekonomis.

− Internal Rate of Return (IRR) = 0,2124 atau 21,24%

IRR yang diperoleh > tingkat bunga berlaku. Karena pada tingkat suku bunga 21,24% nilai NPV = 0, maka industri pengolahan limbah plastik ini adalah layak secara ekonomis.

− Payback Period (PP) = pada tahun ketiga.

Pada tahun ketiga dari usaha industri pengolahan limbah plastik telah memperoleh keuntungan sebesar Rp 32.365.144,-

− Profitabilitas Index (PI) = 1,0626

PI > 1, maka investasi ini layak untuk dilaksanakan

b. Optimasi keuntungan maksimum produksi limbah plastik Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe berdasarkan simulasi pada ketiga variabel X1, X2 dan X3 yaitu pada kondisi dimana i = 18%, X1 = 100%, X2 dan X3 sebesar 0% dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp127.604.565. Pada kondisi simulasi ini,

18% 1,2188 1,2092 1,2013 1,1946 21% 1,2188 1,2092 1,2013 1,1946 24% 1,2188 1,2092 1,2013 1,1946 48% 1,2188 1,2092 1,2013 1,1946 0% 20% 40% 60% 80% 100% 1 2 3 4 5 Series4 Series3 Series2 Series1

Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh di atas, maka optimasi keuntungan maksimum yang diperoleh dari simulasi ketiga variabel X1, X2 dan X3 pada kondisi dimana i = 18%, X1 =100%, X2 dan X3 sebesar 0% dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp127.604.565. Pada kondisi simulasi ini, maka parameter investasi lainnya diperoleh yaitu BCR = 1.1765, PI = 1,0521 dan PP jatuh pada bulan ke-7.

5. Kesimpulan Dan Saran 5.1. Kesimpulan

Dari uraian yang telah dijelaskan pada bab pengolahan data dan bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a. Berdasarkan Analisa Kriteria Investasi / Analisa Biaya Manfaat (Benefit Cost Analysis), maka dapat disimpulkan bahwa usaha industri pengolahan limbah plastik yang dijalankan oleh lembaga Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe adalah layak diusahakan, Karena dengan tingkat suku bunga 18% setelah 3 tahun (pada periode tahun perhitungan 2006 – 2009) keuntungan dapat diperoleh.

− Net Present Value (NPV) = Rp

12.020.817,-(NPV ≥ 0). Maknanya yaitu usaha industri pengolahan limbah plastik menjadi plastik cacahan di Kota Lhokseumawe yang dilakukan oleh Palapa Plastic Recycle adalah layak (bermanfaat) untuk dilaksanakan.

− Benefit Cost Ration (BCR) = 1,00257

Nilai perhitungan BCR ≥ 1 (1,00257 ≥ 1). Maknanya investasi pengolahan limbah plastik oleh Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe pada periode 2005-2009 adalah layak secara ekonomis.

− Internal Rate of Return (IRR) = 0,2124 atau 21,24%

IRR yang diperoleh > tingkat bunga berlaku. Karena pada tingkat suku bunga 21,24% nilai NPV = 0, maka industri pengolahan limbah plastik ini adalah layak secara ekonomis.

− Payback Period (PP) = pada tahun ketiga.

Pada tahun ketiga dari usaha industri pengolahan limbah plastik telah memperoleh keuntungan sebesar Rp

32.365.144,-− Profitabilitas Index (PI) = 1,0626

PI > 1, maka investasi ini layak untuk dilaksanakan

b. Optimasi keuntungan maksimum produksi limbah plastik Palapa Plastic Recycle di Kota Lhokseumawe berdasarkan simulasi pada ketiga variabel X1, X2 dan X3 yaitu pada kondisi dimana i = 18%, X1 = 100%, X2 dan X3 sebesar 0% dengan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp127.604.565. Pada kondisi simulasi ini, maka parameter investasi lainnya diperoleh yaitu BCR = 1.1765, PI = 1,0521 dan PP jatuh pada bulan ke-7.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

a. Dalam proses produksi sebaiknya tetap memperketat aspek quality control, karena jika terdapat pencampuran warna yang tidak terdeteksi oleh pabrik dan terkirim kepada pembeli akan mengakibatkan penolakan produk ataupun penurunan harga jual yang signifikan dan dalam jangka panjang akan kehilangan pelanggan tetap pabrikan.

b. Meskipun setelah krisis global pada pertengahan tahun 2008 mengakibatkan harga jual produk plastik cacah turun, namun pada tahun 2009 dan 2010 harga jual mulai bergerak naik kembali, namun tidak mencapai seperti harga sebelum krisis. Sehingga dalam hal ini, sebaiknya pabrikasi tetap memproduksi plastik cacahan dalam kapasitas produksi yang terbatas dan dengan hanya jenis plastik tertentu yang jumlahnya tidak sebanyak sebelum krisis (untuk mengantisipasi kemungkinan fluktuasi harga yang belum stabil).

c. Untuk mensiasati keadaan yang demikian, sebaiknya pabrikasi juga untuk sementara waktu melakukan aktivitas ekstensifikasi usaha limbah dengan jenis sampah selain plastik misalnya kardus, dan lainnya yang harga jualnya relatif lebih baik di pasar sehingga memberikan keuntungan yang relatif lebih baik bagi pabrikan. Dengan kombinasi kegiatan tersebut pabrikasi dapat menjalankan strategi bertahan dan melakukan aktivitas walaupun terbatas namun masih memperoleh keuntungan dalam kegiatan menjalankan usaha tersebut.

Referensi

Ahyari, A. 1996. Manajemen Produksi – Perencanaan Sistem Produksi. Buku I Edisi 4 Cetakan Fakultas Ekonomi. Universitas Gajah Mada. BPFE, Yogyakarta. Hal 30.

Anonim, 1991. Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan, (SNI 19-2454-1991). Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Anonim, 2008. Price of Acetylene. http://www.usbcd.com/ [Diakses: 04 April 2011] Anonim. 2008. Undang‒Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. <www.menlh.go.id/DATA/UU18‒2008.pdf>. Diakses pada tanggal 4 November 2015.

Cholig AR, Wirasmita, Sofwan O. 1994. Evaluasi Proyek. Bandung: Pionir Jaya. Hal 33-41.

Gazperz JP. 1992. Analisis Sistem Terapan Berdasarkan Pendekatan Teknik Industri.Bandung: Tarsito. Hal 295.

H.S. Kliger and E.R. Barker. 1984. A Comparative Study of Corrosion Resistance of Carbon and Glass Fibers, 39th Annual Conference of the Reinforced Plastics/Composites Institute, The Society of the Plastics Industry.

Subakti, Irfan. 2002.Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System).Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Sepuluh November Surabaya. Hal 41.

Preparasi dan Investigasi Komposit Poliakrilamid-Kiserit-Selulosa

Dokumen terkait