• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Probabilitas Emblem Burnt Sebelum Dan Setelah Dilakukan Evaluasi

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 105-117)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Pengolahan data

4.2.4. Perhitungan Probabilitas Tingkat Kecacatan ( Quantitive Probability Cut Set )

4.2.4.5. Perhitungan Probabilitas Emblem Burnt Sebelum Dan Setelah Dilakukan Evaluasi

a. Perhitungan Sebelum Dilakukan Evaluasi

Perhitungan probabilitas kecacatan ini dilakukan berdasarkan fault tree diagram pada saat sebelum dilakukan evaluasi dengan cut set. Sehingga perhitungannya dimulai dari bawah yaitu probabilitas dari akar-akar peyebab terjadinya suatu kejadian.

Menghitung probabilitas kejadian Emblem Burnt dimulai dari akar penyebab yang paling bawah kemudian ke atas. Berdasarkan Tabel 4.10 Probabilitas Akar – Akar Penyebab Kecacatan Karpet mobil

= 0,0361+0,0246+0,0222- (0,0361x0,0246x0,0222) = 0,08288

A

F P

P

= 0,08288

Dari perhitungan diatas didapatkan probabilitas kejadian emblem burnt sebesar 0,08288  8,288 %.

b. Perhitungan Setelah Dilakukan Evaluasi

Dari hasil evaluasi melalui kecacatan yang terbentuk didapatkan bentuk matrik penyebab dasar terjadinya bentuk Emblem Burnt, yaitu:

1 : Operator kurang teliti.

2 : Setting mesin tidak sesuai.

3 : Karpet tipis.

Yang selanjutnya penyebab-penyebab tersebut dihitung untuk mengetahui probabilitas bentuk Emblem Burnt berdasarkan Gambar 4.27 Matrik Cut Set dan Minimal Cut Set untuk Emblem Burnt adalah sebagai berikut.

1 2 3

0,0361 0,0246 0,0222

1

1 P

PK  = 0,0361

2

2 P

PK  = 0,0246

3

2 P

PK  = 0,0222

3 2

1 K K

K

F P P P

P    = 0,0361+0,0246+0,0222 = 0,08290 Jadi probabilitas terjadinya emblem burnt setelah dilakukan evaluasi adalah sebesar 0,08290  8,290%

4.3. Pembahasan

Dari pengolahan data yang telah dilakukan maka didapatkan hasil probabilitas dengan struktur kecacatan yang minimal. Setelah masing-masing dari bentuk kejadian kecacatan dan penyebabnya-penyebabnya teridentifikasi dan dianalisa maka dapat dijelasankan sebagai berikut:

1. SBS Hole

Penyebab utama terjadinya SBS Hole disebabkan oleh manusia, mesin dan

material. Memiliki akar penyebab operator lalai dalam memasukkan SBS, pada tabung extruder terdapat plastik, setting mesin tidak sesuai dan material tidak sesuai standart.

Hasil probabilititas yang dihitung sebelum melakukan evaluasi sebesar 0,11015 atau 11,015 % per 120 menit awal proses produksi . Sedangkan probabilitas yang dihasilkan setelah melakukan evaluasi adalah sebesar 0.11020 atau 11,020 % Probabilitas ini menunjukkan bahwa kejadian atau cacat SBS Hole pada interval 1 in 10 sehingga digolongkan pada kejadian yang sering terjadi.

2. SBS Wave

Penyebab utama terjadinya SBS Wave disebabkan oleh mesin, manusia dan material. Hal ini disebabkan akar penyebab dari mesin extruder trouble adalah Setting mesin tidak sesuai, Tarikan roll kurang kencang dan roll aus. Akar penyebab dari operator kurang memperhatikan prosedur kerja adalah operator kurang teliti Sedangkan akar penyebab dari material kurang bagus adalah material terlalu lama disimpan di gudang.

Hasil probabilititas yang dihitung sebelum melakukan evaluasi sebesar 0.103299 atau 10,3299% per 120 menit awal proses produksi. Sedangkan probabilitas yang dihasilkan setelah melakukan evaluasi adalah sebesar 0.1033 atau 10,33 %. Probabilitas ini menunjukkan bahwa kejadian atau cacat SBS Wave pada interval 1 in 10 sehingga digolongkan pada kejadian yang sering terjadi.

3. Cutting Not Fit

Penyebab utama terjadinya Cutting not fit disebabkan oleh manusia dan mesin.

Hal ini disebabkan karena operator kurang memperhatikan prosedur kerja adalah operator kurang teliti. Akar penyebab dari mesin trimming trouble adalah pisau pemotong tumpul dan setting mesin tidak sesuai.

Hasil probabilititas yang dihitung sebelum melakukan evaluasi sebesar 0,0810 atau 8,10 % per 120 menit awal proses produksi. Sedangkan probabilitas yang dihasilkan setelah melakukan evaluasi adalah sebesar 0,0830 atau 8,30 %.

Probabilitas ini menunjukkan bahwa kejadian atau cacat Cutiing not fit pada interval 1 in 100 sehingga digolongkan pada kejadian yang sangat mungkin terjadi.

4. Emblem Burnt

Penyebab utama terjadinya Emblem burnt disebabkan oleh manusia, mesin dan material. Hal ini disebabkan karena operator kurang memperhatikan prosedur kerja adalah operator kurang teliti. Akar penyebab dari mesin welding emblem trouble adalah setting mesin tidak sesuai. Akar penyebab dari mutu bahan kurang bagus adalah karpet tipis.

Hasil probabilititas yang dihitung sebelum melakukan evaluasi sebesar 0.08288 atau 8,288% per 120 menit awal proses produksi. Sedangkan probabilitas yang dihasilkan setelah melakukan evaluasi adalah sebesar 0.08290 atau 8,290%. Probabilitas ini menunjukkan bahwa kejadian atau cacat Emblem Burnt pada interval 1 in 100 sehingga digolongkan pada kejadian yang sangat mungkin terjadi.

5. SBS Broken

Penyebab utama terjadinya SBS Broken disebabkan oleh manusia, mesin dan material. Akar penyebab dari operator kurang memperhatikan prosedur kerja

adalah operator kurang teliti. Akar penyebab dari mesin extruder trouble dari terdapat kotoran yang masuk pada tabung extruder dan terdapat benang masuk pada tabung extruder. Sedangkan akar penyebab dari material kurang bagus adalah material terlalu lama disimpan di gudang.

Hasil probabilititas yang dihitung sebelum melakukan evaluasi sebesar 0.0567996 atau 5,67996% per 120 menit awal proses produksi. Sedangkan probabilitas yang dihasilkan setelah melakukan evaluasi adalah sebesar 0.0568 atau 5,68 %. Probabilitas ini menunjukkan bahwa kejadian atau cacat SBS Broken pada interval 1 in 100 sehingga digolongkan pada kejadian yang sangat mungkin terjadi.

Dalam skala probabilitas, kejadian kelima jenis cacat tersebut, kecacatan yang pertama dan kedua dalam kriteria 1 in 10 yang berarti kejadian yang sering terjadi, sedangkan kecacatan yang ketiga sampai kelima 1 in 100 untuk kecacatan yang berarti sangat mungkin kecacatan terjadi, Berikut nilai keterangan probabilitasnya :

1. SBS Hole

Dalam waktu 120 menit awal proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0.1102 atau 11,02 %

2. SBS Wave

Dalam waktu 120 menit awal proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0.01033 atau 10,33%.

3. Cutting Not Fit

Dalam waktu 120 menit awal proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0,0830 atau 8,30 %.

4. Emblem Burnt

Dalam waktu 120 menit awal proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0.0829atau 8,29 %

5. SBS Broken

Dalam waktu 120 menit awal proses produksi, peluang terjadinya cacat sebesar 0.0568atau 5,68 %.

Sehingga dari kelima jenis cacat yang perlu mendapat perhatian dan dilakukan perbaikan pada sistem produksinya adalah peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian bentuk SBS Hole, SBS Wave, Cutting Not Fit, Emblem Burntn dan SBS Broken Usulan perbaikan yang dilakukan dengan menggunakan correction action terhadap peristiwa-peristiwa tersebut agar dapat mengendalikan jalannya proses produksi dapat ditunjukkan dalam Tabel 4.16, 4.17, 4.18, 4.19 dan 4.20 dibawah ini

Peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian bentuk SBS Holedengan menggunakan correction action adalah sebagai berikut :

Tabel 4.16 correction action Terhadap Penyebab Kejadian SBS Hole Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang kadang lalai dalam memasukkan SBS bagian produksi agar tidak terjadi kelalaian lagi. terjadi trouble pada mesin extruder.

Sebelum setup mesin sebaiknya di

bersihkan dulu.

Mesin

Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang dan keterbatasan peralatan yang ada.

Harus ada SOP : System operating procedur untuk dapat mensetting mesin sebaiknya pihak QC melihat kualitas

( Sumber informasi : Hasil pengolahan data, lampiran 3)

Peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian bentuk SBS Wave dengan menggunakan correction action adalah sebagai berikut :

Tabel 4.17 correction action Terhadap Penyebab Kejadian SBS Wave Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang mesin sesuai dengan prosedur dan

peralatan yang ada.

Agar setting mesin awal pada mesin tepat dibutuhkan tenaga yang ahli dan disiplin dalam menjalankan prosedur yang ada sesuai dengan peralatan yang ada dalam proses produksi karpet mobil pada PT. Altia Classic Automotive

Penggunaan roll yang melebihi dari umur mesin itu sendiri

pengecekan terhadap roll membuat mesin bekerja secara maksimal

Perawatan Roll

Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang dikoreksi (diperhatikan) Roll aus 0,0208

Penggunaan roll yang melebihi dari umur mesin itu sendiri

pengecekan terhadap roll membuat mesin bekerja secara

Selain pekerja jarang memperhatikan prosedur proses produksi, mereka juga kurang teliti dalam hal proses produksi karpet mobil.

Perlu diadakannya training untuk para pekerja yang

Khususnya dalam hal ketrampilan dan sebaiknya pihak QC melihat kualitas

Material terlalu lama disimpan

mengakibatkan mutu bahan kurang bagus.

Pengiriman material dengan

memproduksi karpet mobil sebaiknya dalam tenggang waktu yang dekat.

Material

( Sumber informasi : Hasil pengolahan data, lampiran 3)

Peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian bentuk Cutting Not Fitdengan menggunakan correction action adalah sebagai berikut :

Tabel 4.18 correction action Terhadap Penyebab Kejadian Cutting Not Fit Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang

Selain pekerja jarang memperhatikan prosedur proses produksi, mereka juga kurang teliti dalam hal proses produksi karpet mobil.

Perlu diadakannya training untuk para pekerja yang

Khususnya dalam hal ketrampilan dan prosedur proses produksi.

Tenaga kerja

Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang

Pisau pemotong pada mesin trimming tidak tajam lagi

Pengecekan bagian – bagian mesin mesin sesuai dengan prosedur dan keterbatasan peralatan yang ada.

Harus ada SOP : System operating procedur untuk dapat mensetting mesin dengan tepat.

Tenaga kerja

( Sumber informasi : Hasil pengolahan data, lampiran 3)

Peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian bentuk Emblem Burnt dengan menggunakan correction action adalah sebagai berikut :

Tabel 4.19 correction action Terhadap Penyebab Kejadian Emblem Burnt Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang juga kurang teliti dalam hal proses produksi karpet mobil.

Perlu diadakannya training untuk para pekerja yang

Khususnya dalam hal ketrampilan dan karpet yang kurang memenuhi standart perusahaan

mengakibatkan karpet tipis, sehingga mudah terbakar pada saat proses welding emblem.

Sebaiknya bagian QC lebih selektif dalam pemilihan material karpet yaitu dengan mengambil sample karpet yang didatangkan dari bagian gudang, sehingga kualitas material karpet yang bagus akan mudah didapat.

Tenaga kerja dan material

Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang dan peralatan yang ada.

Agar setting mesin awal pada mesin tepat dibutuhkan tenaga yang ahli dan disiplin dalam menjalankan prosedur yang ada sesuai dengan peralatan yang ada dalam proses produksi karpet mobil pada PT.

Altia Classic Automotive Manufacturing Surabaya.

Mesin

( Sumber informasi : Hasil pengolahan data, lampiran 3)

Peristiwa-peristiwa yang membentuk kejadian SBS Brokendengan menggunakan correction action adalah sebagai berikut :

Tabel 4.20 correction action Terhadap Penyebab Kejadian SBS Broken Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang

Selain pekerja jarang memperhatikan prosedur proses produksi, mereka juga kurang teliti dalam hal proses produksi karpet mobil.

Perlu diadakannya training untuk para pekerja yang

Khususnya dalam hal ketrampilan dan pada tabung extruder mengakibatkan sering terjadi trouble pada mesin extruder.

Sebelum setup mesin sebaiknya di pada tabung extruder mengakibatkan sering terjadi trouble pada mesin

Sebelum setup mesin sebaiknya di

bersihkan dulu.

Mesin

Akar

Penyebab Probabilitas Deskripsi Keadaan Correction Action

Bagian yang dikoreksi (diperhatikan) Material

terlalu lama disimpan di gudang

0,0202

Material terlalu lama disimpan

mengakibatkan mutu bahan kurang bagus.

Pengiriman material dengan

memproduksi karpet mobil sebaiknya dalam tenggang waktu yang dekat.

Material

( Sumber informasi : Hasil pengolahan data, lampiran 3)

BAB V

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 105-117)

Dokumen terkait