BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Lampiran 4.9 Perhitungan Uji N-Gain
27
Lampiran 4.6. Uji Normalitas Data Akhir Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
28
Lampiran 4.7. Uji Homogenitas Data Akhir Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
29
Uji normalitas dilakukan pada data yang didapatkan dari kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Berikut adalah hasil analisis data Posttest dari kedua kelas sebagai berikut.
Tabel 4.6
Hasil Uji Normalitas Data Posttest Kelas Kontrol dan Eksperimen
N α L0 L tabel Keterangan
Kontrol Posttest 23 0,05 0,179 0,180 Berdistribusi Normal Eksperimen Posttest 23 0,05 0,117 0,180
Kriteria pengujian hipotesis adalah H0 diterima apabila L0 < L tabel. Pada
hasil perhitungan diatas diperoleh untuk hasil belajar Posttest masing-masing memiliki nilai L0 < L tabel, sehingga H0 diterima. Artinya sampel berdistribusi
normal.
4.1.2.2Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa sampel penelitian memiliki kondisi awal yang sama atau homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan menyelidiki apakah kedua sampel mempunyai varians (mean, standart deviasi) yang sama atau tidak. Dalam penelitian ini, uji homogenitas menggunakan uji F dengan alat bantu excel pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hipotesis yang digunakan dalam uji homogenitas30 adalah sebagai berikut.
H0: (Ke dua sampel homogen) H1: (Ke dua sampel tidak homogen)
30
Tabel 4.7
Hasil Uji Homogenitas Data Posttest
Varians X 1,07
Varians Y 0,82
Ftabel 2,358
Keterangan Homogen
Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa . Pada dk1 = 22,
dk1 = 22 dan taraf α = 0,05, diperoleh ⁄ . Kriteria
pengujian hipotesis adalah H0 ditolak apabila . Pada hasil
perhitungan diperoleh , maka H0 diterima atau kedua sampel
homogen.
4.1.2.3Uji Hipotesis Akhir
Perhitungan uji hipotesis akhir31 yang digunakan adalah uji perbedaan rata-rata satu pihak kanan untuk membuktikan salah satu kriteria efektif. Yaitu menentukan perbandingan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil awal perhitungan menunjukkan bahwa data hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal dan homogen. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut.
31
H0: Hasil belajar siswa kelas V SDN Karanganyar 02 pada pembelajaran IPA
materi daur air menggunakan model SETS lebih rendah sama dengan
menggunakan model konvensional. (μ1 μ2).
H1: Hasil belajar siswa kelas V SDN Karanganyar 02 pada pembelajaran IPA
materi daur air menggunakan model SETS lebih tinggi dari pada menggunakan model konvensional. ( )
Tabel 4.8
Hasil Uji Hipotesis Akhir Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen 7,72 6,84 0,82 1,07 0,95 3,015 dk 44 ttabel 2,015 Kriteria H0 ditolak
Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa t hitung = 3,058. Kemudian dibandingkan dengan harga t tabel pada dk = 44 dan taraf α = 0,05 adalah 2,015. Kriteria pengujian hipotesis adalah H0 diterima apabila t hitung < t tabel, untuk
sebaliknya H0 ditolak. Pada hasil perhitungan diperoleh t hitung = 3,058 lebih dari
t tabel = 2,015, sehingga H0 ditolak. Artinya Hasil belajar siswa kelas V SDN Karanganyar 02 pada pembelajaran IPA materi daur air menggunakan model SETS lebih tinggi dari pada menggunakan model konvensional.
4.1.2.4Uji N-Gain
Analisis N-Gain digunakan untuk mencari perbedaan peningkatan hasil belajar yang diperoleh dengan cara membandingkan N-Gain kelas kontrol dengan N-Gain pada kelas eksperimen. Di bawah ini merupakan hasil N-Gain pada kelas kontrol dan kelas eksperimen yang didapatkan dengan rumus dan kriteria N- Gain32 sebagai berikut.
̅ ̅ ̅
Tabel 4.9
Kriteria N-Gain
Rentang Nilai Gain Interpretasi 0,7<(g)<1 Tinggi
0,3 ≤ (g) ≤ 0,7 Sedang
0<(g) < 0,3 Rendah
Tabel 4.10
Hasil Perhitungan Analisis N-Gain
No Kelas Mean N-Gain Kriteria
1 Pretest Kontrol 5,59 0,28 Rendah Postest Kontrol 6,84
2 Pretest Eksperimen 5,60 0,48 Sedang Postest Eksperimen 7,72
Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel di atas dapat dilihat nilai rerata N-Gain pada kelas kontrol adalah sebesar 0,28 (28%). Hal tersebut berarti peningkatan kelas kontrol berada pada N-Gain g < 0,3 yang berarti dalam kategori peningkatan rendah. Sedangkan rerata N-Gain kelas eksperimen adalah sebesar 0,48 (48%). Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kelas eksperimen
32
berada pada N-Gain g > 0,3 yang berarti dalam kategori peningkatan sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa N-Gain pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan N-Gain pada kelas kontrol.
4.1.3Deskripsi Proses Pembelajaran
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 April sampai dengan 28 Mei 2016 di SD Negeri Karanganyar 02 Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan model pembelajaran Science, Environment, Technology, Society (SETS) terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA materi daur air. Pembelajaran dilaksanakan masing-masing 4 pertemuan. Pembelajaran dimulai dengan pretest pada kelas kontrol dan kelas eksprimen. Kemudian pertemuan selanjutnya digunakan untuk pemberian perlakuan. Pada akhir pertemuan dilaksanakan posttest untuk mengukur keberhasilan pembelajaran setelah kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda. Dalam penelitian ini variabel yang dikontrol adalah keterampilan guru yaitu hanya dilakukan satu guru yang melaksanakan pembelajaran baik kelas kontrol mupun kelas eksperimen. Sehingga tidak ada perbedaan kemampuan mengajar.
Pada kelas eksperimen pembelajaran menggunakan model SETS yaitu dengan mengkaitkan aspek sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi secara timbal balik. Sedangkan pada kelas kontrol guru menggunakan model konvensional yaitu model yang sering digunakan dalam pembelajaran sehari-hari dan cenderung teacher centered. Berikut ini akan dideskripsikan tentang proses kegiatan pembelajaran secara
umum dan dilampirkan juga lembar observasi model SETS, catatan lapangan33, serta dokumentasi34.
Kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan salam, do’a, pengkondisian kelas, presensi, yang dilakukan oleh guru. Untuk kegiatan awal guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa agar siap mengikuti pelajaran. Kemudian guru menggali pengetahuan awal siswa sebelum proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada kegiatan inti guru mengajak siswa untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan IPA melalui Tanya jawab. Guru selalu mengkaitkan permasalahan yang ada dengan unsur SETS. Pada saat pembelajaran diskusi, siswa diminta membuat kelompok yang beranggotakan 4-5 orang tiap kelompoknya. Kemudian tiap kelompok diberi topik untuk didiskusikan. Siswa diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompoknya. Setelah siswa selesai berdiskusi dengan kelompoknya, selanjutnya tiap-tiap kelompok kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas dan kelompok yang lain menanggapinya. Dalam proses pembelajaran, kelas eksperimen tampak aktif dan antusias dalam menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Pada akhir pembelajaran siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi dan kemudian guru menutup pembelajaran.
Pembelajaran pada kelas kontrol dengan menerapkan pembelajaran tanpa ada unsur SETS di dalamnya. Diawali dengan do’a, melakukan presensi, pengkondisian kelas dan dilanjutkan dengan memberikan apersepsi serta motivasi
33