• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Monoamine Oxidase A Pada Perilaku Antisosial

Serotonin diketahui mempunyai peran yang penting dalam regulasi agresivitas dan impulsivitas, khususnya pada individu dengan gangguan perilaku. Sebagian besar data memperlihatkan hubungan terbalik antara level 5HT dengan level agresivitas dan impulsivitas.

Dimana 5HT yang kurang didapatkan pada perilaku agresivitas dan impulsif, dan begitu pula sebaliknya(25). Pada percobaan yang dilakukan pada tikus, keluarnya 5HT yang masif di presinap akibat 5HTTPLR S menyebabkan aktivasi yang berlebihan pada neuron autoreseptor (5HT1A, 5HT1B) dan neuron post sinap heteroreseptor (contohnya 5HT1A, 5HT2A, 5HT2C, 5HT3) pada neuron target, termasuk amygdala di dalamnya. Aktivasi autoreseptor pada 5HT1A menyebabkan downregulation dan penurunan jumlah serotonin yang dihasilkan(25).

17 Pada subjek yang defisiensi MAOA, terdapat penurunan metabolit katekolamin yang terdeaminasi dan pada saat yang bersamaan terjadi peningkatan metabolit O-methylated amine.

Selain mayoritas MAOB berkaitan dengan MAOA dalam otak manusia, agresi perilaku abnormal yang menonjol pada subjek yang kekurangan MAOA dan perilaku normal dalam subjek yang kekurangan MAOB mengindikasikan bahwa MAOA memiliki peran yang lebih kritikal dalam metabolism katekolamin dan serotonin (5-HT) daripada MAOB(26).

Hal tersebut mungkin juga terjadi pada MAOA L yang menghasilkan jumlah serotonin yang berlebihan. Noradrenalin dapat meningkatkan glutamat basal yang akan membangkitkan eksitasi. Pada percobaan yang dilakukan pada tikus, hiperaktivasi reseptor dopamin D2 di striatal juga akan menimbulkan gejala impulsif(2). Pada individu dengan MAOA-L, tingkat monoamine yang lebih tinggi ini dapat memediasi perubahan pada awal eksitasi saraf, serta berkontribusi pada sifat antisosial terkait. Kekhususan dari mekanisme ini untuk varian MAO-A ditunjukkan oleh dampak diferensial dari genotip 5HTT-LPR dan COMT pada pengukuran-pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini.

Studi yang dilakukan terhadap orang kaukasian dengan membandingkan kelompok kontrol yang tidak pernah mendapatkan kekerasan pada masa anak-anak dengan kelompok yang pernah mengalami pelecehan dan penelantaraan masa anak-anak dan iikuti sampai usia dewasa, menemukan bahwa genotip MAOA dengan aktivitas yang rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk memiliki perilaku yang bermasalah di usia dewasa. Sedangkan pada anak yang mengalami penganiayaan pada masa anak, tingkat ekspresi MAOA lebih tinggi dengan frekuensi perilaku kekerasan dan antisosial yang lebih rendah di usia dewasa(27).

Studi neuroimaging fungsional terhadap genotip MAOA-L menunjukkan hiperaktivitas limbik, termasuk di amigdala melalui pengamatan pasif yang mencocokan stimuli emosi dalam

18 wajah sederhana, bersamaan dengan hipo-reaktivitas prefrontal(23). Dalam penilaian eksklusi sosial yang lebih terkontrol, genotip MAOA-L dikaitkan dengan hiperaktivitas dibandingkankan hiporeaktivitas dorsal cingulate anterior, yang memediasi sifat agresi yang lebih tinggi. Secara bersama-sama, temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sensitivitas menjadi emosi yang tergantung pada kontribusi MAOA- L berasosiasi dengan sifat antisosial.

Sifat agresif yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan kadar MAOA subkortikal dan kortikal di otak dalam kondisi istirahat, sedangkan sifat impulsif dikaitkan dengan aktivasi cingulate anterior yang rendah pada karier MAOA-L, homozigot alel panjang polimorfisme serotonin transporter (5HTT-LPR)(23).Pada MAOA-L laki-laki, perubahan dalam VPP dan N200 terlokalisasi di daerah frontal dan premotor medial kanan, temporo-oksipital superior kanan, daerah parietal inferior dan superior kiri untuk proses kemarahan terbuka. Wilayah ini telah terlibat dalam sistem distribusi kortikal untuk persepsi wajah dan emosi.

Kadar 5HT dan dopamin mempunyai pengaruh terhadap impulsifitas dan kompulsifitas.

Jaras impulsifitas melibatkan jaras anterior cingulated cortex, ventral striatum, dan talamus.

Sedangkan jaras kompulsif meliputi orbitofrontal cortex, dorsal striatum, dan talamus(10).

19 Sumber: Stahl SM, Essensial Psychopharmacology: Neuroscience basis and practical application, 4th edition. New York: Cambrige University Press 2013, pp 541(10)

Hormon seksual atau kromosom seksual mungkin berkontribusi terhadap perbedaan jenis kelamin dalam efek MAOA-L, baik melalui pengaruh langsung pada fungsi gen atau melalui peran mereka dalam diferensiasi seksual dari perkembangan saraf. Penelitian dengan monyet rhesus menunjukkan bahwa estrogen dan progesteron secara signifikan mengurangi transkripsi MAOA di otak. Testosteron berkorelasi positif dengan agresi dan kejahatan kekerasan, dan mungkin berkontribusi terhadap hubungan antara genotip MAOA dan perilaku antisosial melalui pengaruh pada transkripsi gen MAOA. Lokalisasi gen MAOA pada kromosom X (memproduksi dua alel MAOA pada wanita dan satu pada laki-laki) juga dapat menyebabkan perbedaan fungsional dalam otak dan perilaku emosional.

20 Sebuah studi memberikan bukti baru bahwa polimorfisme MAOA-uVNTR mengubah fungsi saraf dari awal pengolahan emosi otomatis, terutama kemarahan. Perubahan ini dapat memediasi risiko yang meningkat sifat kepribadian antisosial, khususnya pada laki-laki. Peran neuromodulators dan interaksi mereka terhadap perbedaan jenis kelamin dalam efek genotip MAOA pada fungsi otak yang berhubungan dengan emosi dan risiko untuk perilaku antisosial(23).

Pemeriksaan dengan standar NEO dalam menilai profil perilaku antisosial, didapatkan laki-laki dengan MAOA-L menunjukkan neuroticism yang tinggi, sedangkan pada perempuan dengan MAOA-H menunjukkan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, begitupula dengan hasil null(23).

21 III. SIMPULAN

Secara umum, monoamine oxidase (MAO) adalah enzim yang berfungsi menghancurkan serotonin, dopamin, dan norephineprine. MAO terdiri dari 2 jenis, yaitu MAO A dan MAO B.

MAO A lebih dominan memengaruhi kadar serotonin di celah sinap. Oleh karena itu, gen yang membentuk MAO A menjadi fokus perhatian pada banyak penelitian. Gen pembentuk MAO A terletak pada khromosom Xp11.23, dan memiliki sejumlah variabel yang berulang secara tandem (VNTR).Alel dengan 3.5 atau 4 salinan menyebabkan dua sampai sepuluh kali aktivitas transkripsi yang lebih efisien menghasilkan aktivitas tinggi (MAOA-H), dibandingkan dengan alel dengan tiga salinan yang aktivitas rendah (MAOA-L)(9)(23). Alel aktivitas (L) yang mempunyai aktivitas rendah berimplikasi pada kadar serotonin, dopamin, dan norephinerine yang lebih banyak di celah sinap. Pada beberapa penelitian MAOA-L lebih banyak memperlihatkan gejala dibanding dengan MAOA-H.

22 Daftar Pustaka

1. Association AP. Diagnostic and Stastistical Manual of Mental Disorders. 5th ed. United States of America: American Psychiatric Publishing; 2013.

2. Everitt B, Robin T. Neural systems of reinforcement for drug addiction: from action to habits to compulsion. Nature Neuroscience. 2005.

3. Raine A. Biosocial studies of antisocial and violent behavior in children and adults: A review. Journal of Abnormal Child Psychology. 2002 May; 30(311-326).

4. Yaling Y. Behavioral bases of antisocial behavior. Jones and Bartlett Publisher. 2015.

5. Byrd AL, Manuck SB. MAOA, Childhood Maltreatment, and Antisocial Behavior: Meta-analysis of a Gene-Environment Interaction. Biological Psychiatry. 2014 October; 75(1).

6. Slotkin TA. Mary Bernheim and the discovery of monoamine oxidase. Brain Research Bulletin. 1999 January; 50(5/6).

7. Shulman K, Herrmann , Walker E. Current Place of Monoamine Oxidase Inhibitors in the Treatment of Depression. Springer International Publishing Switzerland. 2013 August; 27.

8. Yáñez M, Padín F, Arranz-Tagarro A, Camiña , Laguna R. History and Therapeutic Use of MAO-A Inhibitors: A Historical Perspective of MAO-A Inhibitors As Antidepressant Drug. Current Topics in Medicinal Chemistry. 2012; 12(20).

9. Flor E, Booij L, Kruit A, Cerit , Antypa N, Does W. The effect of MAOA genotype childhood trauma, and sex on trait and state-dependen aggression. Barin and Behaviour. 2012.

10. Stahl SM. Stahl's Essential Psychopharmacology. 4th ed. New York: Cambridge University Press;

2013.

11. Aggarwal I. The Role of Antisocial Personality Disorder and Antisocial Behavior in Crime. Inquiries Journal/Student Pulse. 2013; 5(9).

12. Raine A, Lencz T, Bihrle S, LaCasse L, Colletti P. Reduced Prefrontal Gray Matter Volume and Reduced Autonomic Activity in Antisocial Personality Disorder. Archives of General Psychiatry. 2000; 57(119–

29).

13. Pietrini P, Guazzelli M, Basso G, Jaffe K. Neural Correlates of Imaginal Aggressive Behaviour Assessed by Positron Emission Tomography In Healthy Subjects. American Journal of Psychiatry. 2000;

11(1772–1781).

14. Amen DG, Stubblefield M, Carmichael B. Brain SPECT Findings and Agressiveness. Annals of Clinical Psychiatry. 1996; 8(129–137).

23 15. Muller JL, S G, M S, L D. Gray Matter Changes in Right Superior Temporal Gyrus in Criminal

Psychopaths: Evidence From Voxel-Based Morphometry. Psychiatry Res. 2008; 3(163: 213-22).

16. Luo Q. The Neural Basis of Implicit Moral Attitude – an IAT Study Using Event-Related fMRI.

Neuroimage. 2006; 30(1449–1457).

17. Blair RJR. A Cognitive Developmental Approach to Morality: Investigating the Psychopath. Cognition.

1995; 57(1–29).

18. Blair RJR. A Selective Impairment in the Processing of Sad and Fearful Expressions in Children with Psychopathic Tendencies. J. Abnorm. Child Psycho. 2001; 29(491–498).

19. Phillips. the balance. [Online].; 2017. Available from: https://www.thebalance.com/genetic-polymorphism-what-is-it-375594.

20. Geer R. Introduction to Molecular Biology Information Resources Web. [Online].; 2017. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/Class/MLACourse/index.html.

21. Jiang Y, Langley B, Lubin F, Renthal W, Wood M. Epigenetics in the nervous system. The Journal of Neuroscience. 2008;: p. 28 (46): 11753–9.

22. Wong C, Caspi A, Williams B, Craig I, Houts R, Ambler A. A longitudinal study of epigenetic variation in twins. Epigenetics. 2010;: p. 5 (6): 516–26.

23. William L, Gatt J, Kuan SA, Stone C, Palmer D, Paul R, et al. A Polimorphism of MAOA Gene is Associated with Emotional Brain Markers and Personality Traits on an Antisocial Index.

Neuropsycopharmacology. 2009 January.

24. Ficks C, Waldman I. Candidat Genes for aggression and antisocial behavior: a meta-analysis of association studies of the 5 HTTLPR and MAOA-VTR. Springer Science Bussines Media. 2014.

25. Hariri A, Holmes A. Genetics of emotional regulation: the role of the serotonin transporter in neural function. Elsevier USA. 2006.

26. Lessem M, Hopfer CJ, Smolen A, Ehringer A, Timberlake , Hewitt JK. Monoamine Oxidase A (MAOA) and Antisocial Behaviors in the Presence of Childhood and Adolescent Maltreatment. American Journal of Medical Genetics Part B (Neuropsychiatric Genetics). 2005;: p. 59–64.

27. Mendes D, Mari JJ, Singer M, Barris , Mello. Study review of biological, social and environmental factors associated with aggressive behavior. Rev Bras Psiquiatr. 2009.

Dokumen terkait