• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1. Kajian Teori Utama (Grand Theory)

1. Kerja yang menantang secara mental

2.2.5. Perilaku Depresi

2.2.5.1.Pengertian Perilaku Depresi

Atkinson et al. (1996:2) menyatakan depresi adalah respon normal terhadap banyak stress kehidupan. Situasi stress yang berkepanjangan sangat erat kaitannya dengan terjadinya depresi. Depresi merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan, rasa marah, frustasi, iri hati, putus asa tanpa alas an, suasana hati yang tidak seimbang dengan keadaan lingkungan dan rasa takut (Piccinelli & Wilkinson, 2000:3). Depresi selain mempunyai gejala utama kesedihan dan perasaan khusus, seperti apatis, merasa sendiri, juga mempunyai gejala psikologik yang lainnya yaitu adanya konsep negative yang ditunjukkan terhadap dirinya sendiri, regresif, perubahan vegetatif dan perubahan aktivitas. Semuanya mencakup aspek kognitif, afektif, motif serta kadang-kadang diikuti gejala somatic (Steer et al., 1986:115).

Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa depresi merupakan keadaan emosional individu dengan perasaan yang diarasakan sehingga individu tersebut kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas yang biasanya diminati.

2.2.5.2.Penyebab Perilaku Depresi

Gangguan depresi umumnya diakibatkan oleh peristiwa hidup tertentu seperti halnya penyakit. Penyebab depresi yang sesungguhnya tidak dapat diketahui secara pasti namun telah ditemukan sejumlah faktor

40

yang dapat memengaruhi. Menurut Santrock (2003:65) menggolongkan faktor penyebab perilaku depresi pada dua faktor, yaitu sebagai berikut: a. Faktor Fisik

1) Faktor genetik

Seserorang yang dalam keluarganya menderita depresi berat memiliki resiko lebih besar menderita gangguan depresi daripada masyarakat pada umumnya. Gen berpengaruh dalam terjadinya depresi, tetapi banyak gen di dalam tubuh seseorang dan tidak ada seorangpun peneliti yang mengetahui secara pasti bagaimana gen bekerja. Selain itu tidak ada bukti langsung bahwa ada penyakit depresi yang disebabkan oleh faktor keturunan. Seseorang tidak akan menderita depresi hanya karena ayah, ibu atau saudara menderita depresi, tetapi resiko untuk terkena depresi meningkat.

2) Susunan kimia otak dan tubuh

Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memegang peranan yang besar dalam mengendalikan emosi seseorang. Pada orang yang mengalami depresi ditemukan adanya perubahan dalam jumlah bahan kimia tersebut. Hormone noradrenalin yang memegang peran utama dalam mengendalikan otak dan aktivitas tubuh, tampaknya berkurang pada mereka yang mengalami depresi. Pada wanita, perubahan hormone dihubungkan dengan kelahiran anak dan menopause juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi.

41

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa golongan usia muda yaitu remaja dan orang dewasa lebih banyak terkena depresi. Hal ini dapat terjadi karena pada usia tersebut terdapat tahap-tahap serta tugas perkembangan penting, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke masa remaja, remaja ke dewasa, masa sekolah ke masa kuliah atau bekerja, serta masa pubertas hingga ke pernikahan. Namun sekarang ini usia rata-rata penderita depresi semakin menurun menunjukkan bahwa remaja dan anak-anak semakin banyak yang terkena depresi. Survei masyarakat terakhir melaporkan adanya prevalensi yang tinggi dari gejala-gejala depresi pada golongan usia dewasa muda yaitu 18-44 tahun.

4) Gender

Wanita dua kali lebih sering terdiagnosa menderita depresi daripada pria. Bukan berarti wanita lebih mudah terserang depresi bisa saja karena wanita lebih sering mengakui adanya depresi daripada pria dan dokter lebih dapat mengenali depresi pada wanita.

5) Gaya hidup

Banyak kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat berdampak pada penyakit, misalnya penyakit jantung juga dapat memicu kecemasan dan depresi. Tingginya tingkat stres dan kecemasan ditamba dengan makanan yang tidak sehat dan kebiasaan buruk serta tidak olahraga dalam jangka waktu yang lama dapat menjadi faktor beberapa orang mengalami depresi. penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan

42

depresi berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat pada pasien beresiko penyakit jantung.

6) Penyakit fisik

Penyakit fisik dapat menyebabkan penyakit. Perasaan terkejut karena seseorang mengetahui memiliki penyakit serius dapat mengarahkan pada hilangnya kepercayaan diri dan penghargaan diri juga depresi. beberapa penyakit menyebabkan depresi karena pengaruhnya terhadap tubuh.

7) Obat-obatan

Beberapa obat-obat untuk pengobatan dapat menyebabkan depresi. Namun bukan berarti obat tersebut menyebabkan depresi, dan menghentikan pengobatan dapat lebih berbahaya daripada depresi. 8) Obat-obatan terlarang

Obat-obatan terlarang telah terbukti dapat menyebabkan depresi karena memengaruhi kimia dalam otak dan menimbulkan ketergantungan. 9) Kurangnya cahaya matahari

Kebanyakan orang merasa lebih baik di bawah sinar matahari daripada hari mendung, tetapi hal ini sangat berpengaruh pada beberapa individu. Seseorang akan baik-baik saja ketika musim panas tetapi menjadi depresi ketika musim dingin.

b. Faktor Psikologis 1) Kepribadian

43

Aspek-aspek kepribadian ikut pula mempengaruhi tinggi rendahnya depresi yang dialami serta kerentanan terhadap depresi. Beberapa individu yang lebih rentan dengan depresi yaitu individu yang pola pikirnya negatif, pesimis dan juga kepribadian introvert.

2) Pola pikir

Seseorang cenderung untuk tidak memperdulikan kegagaln dan memperhatikan kesuksesan. Beberapa orang yang rentan terhadap depresi berpikir sebaliknya. Individu tersebut tidak mengakui kesuksesan dan berfokus pada kegagalan.

3) Harga diri

Harga diri merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan perilaku individu. Setiap orang menginginkan penghargaan yang positif terhadap dirinya, sehingga seseorang akan merasakan bahwa dirinya berguna atau berarti bagi orang lain meskipun dirinya memiliki kelemahan baik secara fisik maupun mental.

4) Stres

Kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, pindah rumah atau stres berat yang lain dianggap dapat menyebabkan depresi. Reaksi terhadap stres sering kali ditangguhkan dan depresi dapat terjadi beberapa bulan sesudah peristiwa tersebut terjadi.

5) Penyakit jangka panjang

Ketidaknyamanan, ketidakmampuan, ketergantungan dan ketidakamanan dapat membuat seseorang cenderung menjadi depresi.

44

Kebanyakan orang suka bebas dan suka bertemu orang-orang. Orang yang sakit keras menjadi rentan terhadap depresi saat orang tersebut dipaksa dalam posisi dimana orang tersebut tidak berdaya atau karena energy yang diperlukan untuk melawan depresi sudah habis untuk penyakit jangka panjang.

2.2.5.3.Indikator Perilaku Depresi

Menurut Radloff (1977:8) terdapat beberapa indikator perilaku depresi, antara lain:

1. Kelelahan

Orang yang depresi mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional. Seperti mengalami kelelahan, kelambatan dalam gerakan fisik dan bicara, atau proses berpikir.

2. Sulit berkonsentrasi

Penurunan psikomotor bisa membuat kemampuan seseorang memproses informasi berkurang. Hal ini tentu mengganggu konsentrasi dan pekerjaan.

3. Sikap bermusuhan

Memandang segala sesuatu dari sisi negatif tentu akan berakibat pada hilangnya kepercayaan bahwa setiap hal yang terjadi selalu kontradiktif terhadap dirinya.

Dokumen terkait