PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
4.3. Perilaku Hidup Masyarakat
4.3.1. Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS.
Rumah Tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat, yang meliputi 10 indikator, yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI Ekslusif, Balita ditimbang setiap bulannya, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah.
Berdasarkan laporan Bidang Promkes Dinas Kesehatan tahun 2014Berdasar dari laporan puskesmas yang telah melaksanakan pembinaan dan pendataan Rumah Tangga ber PHBS sepanjang Tahun 2014 Jumlah Rumah Tangga sebanyak 49.479RT, jumlah rumah tangga yang dipantau sebanyak 10.270 RT dan jumlah rumah tangga yang ber-PHBS sebanyak 5..003 atau sebesar 48,7%. Terjadi penurunan dari tahun 2013 dimana dilaporkan yang telah melaksanakan pembinaan dan pendataan Rumah Tangga ber PHBSJumlah Rumah Tangga yang telah dipantau sebanyak 14.171 RT Yang telah ber-PHBS sebanyak 8.962 RT atau sebesar 63,2 %.
Profil Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014
54 4.4. Keadaan Lingkungan
4.4.1. Persentase Rumah Sehat
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah haruslah sehat dan nyaman agar penghuninya dapat berkarya untuk meningkatkan produktifitas. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit khususnya penyakit yang berbasis lingkungan.
Upaya penyehatan lingkungan dilaksanakan dengan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan, yaitu melalui kegiatan yang bersifat preventif, promotif dan kuratif. Namun yang menjadi permasalahan utama pada umumnya yaitu masih rendahnya jangkauan program. Hal ini lebih banyak diakibatkan oleh berbagai faktor antara lain : masih kurangnya tenaga promosi di lapangan, terbatasnya anggaran serta akses terhadap lingkungan yang masih rendah.
Berdasarkan laporan Bidang Promkes Dinas Kesehatan tahun 2014Berdasar dari laporan puskesmas persentase rumah sehat dimana sepanjang Tahun 2014 Jumlah Rumah Tangga yang telah dibina sebanyak 48.070 RT atau sebesar 249,02%, rumah yang dibina memenuhi syarat sebanyak 28.973RT atau sebesar 60,27%, dan jumlah rumah yang memenuhi syarat rumah sehat sebanyak 56.235 RT atau sebesar 116,99% mengalami peningkatan dari tahun 2013 dimanajumlah Rumah Tangga dibina sebanyak 3.430RT atau sebesar 10,64% dan jumlah RT yang dibina memenuhi syarat sebanyak 3.430 RT atau sebesar 100% sedangkan jumlah rumah yang memenuhi syarat sebagai rumah sehat yaitu 42.222 RT atau sebesar 59,20%.
Profil Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014
55 4.4.2. Persentase Penduduk Yang Memiliki Akses Air Minum yang
Layak
Penyediaan air bersih ( Water Supply ) dapat menjadi media penularan penyakit. Oleh karena sarana yang tidak memenuhi syarat akan tercemar oleh bakteriologis sehingga berpotensi menimbulkan penyakit. Untuk menghindari penyakit yang timbul akibat mengkonsumsi air yang tidak memenuhi syarat kesehatan, Maka harus menggunakan sarana yang menurut standar kesehatan berbagai sarana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk baik untuk keperluan air minum, masak, mencuci, dan keperluan lainnya.
Berdasarkan Laporan dan Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014 Bidang P2PL, tercatat bahwa jumlah penduduk yang memiliki akses air minum sebanyak 161.947 atau sebesar 63,825%dibandingkan dengan tahun2013 mengalami penurunan dimana tercatat jumlah penduduk yang memiliki akses air minum sebanyak 264.516 atau sebesar 78,50%
4.4.3. Persentase Penyelenggara Ar Minum Memenuhi Syarat
Kesehatan
Air minum yang memenuhi syarat sesuai dengan peraturan menteri kesehatan nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum pada pasal 3 ayat 1 menjelaskan bahwa “ Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mokrobiologis dan radioaktif yang dibuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan”.
Profil Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014
56 Berdasarkan laporan Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 bahwa jumlah penyelenggara air minum sebanyak 3 sedangkan jumlah sampel yang diperiksa 16 dan yang memenuhi syarat(fisik,bakteriologis,kimia) sebanyak 8 atau sebesar 50,00% dibandingkan tahun 2013, mengalami penurunan dimana tercatat jumlah penyelenggara air minum sebanyak 47 penyelenggara air minum.
4.4.4. Persentase Penduduk Yang Memiliki Akses Sanitasi Yang Layak (Jamban Sehat)
Lingkungan fisik dan biologis berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, Terutama terlihat dari masih tingginya kesakitan penduduk yang disebabkan penyakit berbasis lingkungan. Timbulnya penyakit yang berbasis lingkungan diantaranya diare, typus dan penyakit parasit serta penyakit lainnya akibat mutu lingkungan yang kurang sebagai dampak dari pencemaran lingkungan dan pertambahan penduduk yang tidak terkendali.
Upaya untuk menekan penyakit berbasis lingkungan dengan penyediaan air bersih serta pembuangan kotoran manusia yang memenuhi syarat kesehatan, Pembuangan kotoran baik sampah, air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan berpengaruh langsung terhadap rendahnya kualitas air, serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.
Berdasarkan laporan Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 Jumlah penduduk dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) berjumlah 137.192 atau sebesar 54% mengalami peningkatan dari tahun 2013 dimana Jumlah penduduk dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) berjumlah 169.562 atau sebesar 50,3%
Profil Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014
57 4.4.5. Persentase Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
Berdasarkan laporan Bidang Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 tercatat jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebanyak 41 Desa dari 99 Desa atau sebesar 41,41% dan jumlah desa yang stop BABS (SBS) sebanyak 3 atau sebesar 7,24%.
Terjadi peningkatan dari tahun 2013 dimana Tahun 2013 tercatat jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebanyak 62 Desa atau sebesar 40%
4.4.6. Tempat-tempat umum memenuhi syarat
Berdasarkan laporan Bidang Bidang Bina Upaya Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 tercatat jumlah Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat kesehatan sebanyak 206 atau sebesar 43,92%. Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 2013 dimana tercatat jumlah Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat kesehatan sebanyak 312 atau sebesar 48,1%.
A. TPM memenuhi syarat higiene sanitasi
Berdasarkan laporan Bidang Bidang Promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 tercatat jumlah Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) sebanyak 311 dan semuanya tidakMemenuhi Syarat Higiene Sanitasi, Mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 tercatat jumlah Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat Higiena Sanitasi sebanyak 162.
B. TPM tidak memenuhi syarat dibina
Berdasarkan laporan Bidang Bidang Promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014 tercatat jumlah TPM tidak
Profil Kesehatan Kabupaten Mamuju Tahun 2014
58 memenuhi syarat 311 dari 311 jumlah TPM,dan jumlah seluruh TPM yang dibina 112dari 311 jumlah TPM
C. TPM memenuhi syarat diuji petik
Berdasarkan laporan Bidang Bidang Promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kab.Mamuju tahun 2014tidak ada data yang tercatat jumlah TPM memenuhi syarat diuji petik.
BABV