D. Ikhtisar
VI. PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PETERNAK SAP
Tahapan pencarian informasi oleh peternak sapi perah melakukan banyak tahapan kegiatan pencarian informasi. Perilaku peternak sapi perah ini merupakan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan informasi guna mengatasi masalah- masalah dalam melakukan kegiatan usaha budidaya sapi perah yang sudah diuraikan pada bab sebelumnya. Usaha mencari informasi yang dilakukan peternak dengan cara mendatangi atau menggunakan sumber informasi. Melalui pola tahapan seperti yang diungkapkan oleh Ellis et all mengambarkan langkah perilaku pencarian informasi yang meliputi starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, dan ending. Berbeda dengan penelitian terdahulu, yang mana bisa melakukan 8 tahapan pencarian informasi, sedangkan di Desa Sruni tidak semua peternak tahapan pencarian informasi, hal ini terjadi karena sangat dipengaruhi perbedaan kebutuhan informasi dan sumber informasi yang ditemui oleh peternak. Setiap informasi yang dibutuhkan peternak berbeda maka tahapan kegiatan yang dilalui peternak untuk memenuhi informasinya juga akan berbeda. Peternak sapi perah Desa Sruni hanya melalui beberapa tahapan saja yaitu starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, verifying, dan ending yang akan diuraikan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh peternak Desa Sruni dibawah ini.
A. Perilaku Pencarian Informasi Teknis Budidaya Sapi Perah
Aktivitas pencarian informasi mengenai teknis budidaya sapi perah oleh peternak sapi perah Desa Sruni dilakukan dengan menemui beberapa sumber informasi yang dipercayai oleh peternak misalnya mantri hewan, sesama peternak, pedagang ternak, dan penyuluh. Peternak dalam mencari informasi memilih menemui sumber informasi manusia dari pada melalui media cetak hal ini terjadi karena media cetak yang ada di wilyah Desa Sruni terbatas dan untuk membeli buku-buku mengenai budidaya sapi peternak tidak mampu untuk membelinya. Sehingga peternak mengandalkan pengalaman sendiri dan informasi dari sesama peternak atau mantri hewan. Aktivitas pencarian informasi dilakukan dengan melalui lima tahapan yaitu
commit to user
starting, browsing, monitoring, verifying, dan ending, berikut tahapan pencarian informasi akan dijelaskan lebih lanjut:
1. Starting (memulai)
Tahap Starting atau memulai merupakan langkah awal pencarian informasi yang dilakukan peternak sapi perah Desa Sruni ketika memulai usaha untuk memenuhi kebutuhan informasi. Setiap peternak yang mencari informasi yang dibutuhkan selalu melakukan aktivitas memulai yang merupakan tahap pertama dalam memulai mencari informasi.
Sumber informan awal pada aktivitas memulai yang ditemui peternak sapi perah di Desa Sruni antara lain adalah mantri hewan, sesama peternak, pedagang sapi, dan penyuluh. Perbedaan kebutuhan informasi oleh peternak akan mempengaruhi juga pada perbedaan sumber informasi yang dipilih. Peternak Desa Sruni sebagian besar mencari informasi masalah teknis beternak sapi, yaitu terutama mencari informasi penanganan penyakit sapi melalui tahapan starting langsung menemui informan yang dipercaya yaitu Penyuluh di Kecamatan Musuk dengan menemui penyuluh peternak berharap mendapatkan informasi yang diinginkannya, hal ini seperti pernyataan yang diungkapkan salah satu informan peternak sebagai berikut:
“Mengenai informasi beternak sapi saya langsung menemui penyuluh yang di BPP Musuk karena yang paling dekat dan jaraknya terjangkau, untuk minta materi penyuluhan pencegahan penyakit sapi di Kelompok Tani... “ (Hasil wawancara dengan Mrj, 13 September 2011).
Informan Mrj sebagai peternak dan juga menjabat ketua kelompok tani harus memenuhi kebutuhan informasi anggota kelompoknya yaitu
kelompok “Tani Subur” mengenai kebutuhan informasi teknis
pemeliharaan sapi dan inovasi lain untuk menghasilkan suatu produk (seperti pupuk dan cair, biogas). Demi mendapatkan informasi itu maka peternak langsung menemui penyuluh BPP Musuk untuk memberikan materi penyuluhan. Berikut ini adalah pernyataan dari penyuluh BPP Musuk mengenai kegiatan mencari informasi ke BPP:
commit to user
“Untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan peternak itu ya...ke sini mbak...untuk minta penyuluhan materi ini misalkan pengolahan limbah sapi itu yang dijadikan pupuk cair atau PJPR.....”(hasil wawancara 8 September 2011).
Informan peternak Desa Sruni memiliki permasalahan dalam menangani penyakit lumpuh pada sapi perah, peternak mengaku lebih mempercayakan kepada mantri hewan yang paling berpengalaman di daerah Sruni yang terdekat, sehingga peternak langsung menemui mantri di Desa Sruni untuk mencari informasi mengenai lumpuh sapi miliknya dan cara mencegahnya. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu peternak (Sk) sebagai berikut:
“Dulu... saya ya langsung tanya sama mantrinya soal ee.... sapi
..ee.. yang lumpuh itu... tak suruh ngobati gitu... sama tanya... ee... kok bisa lumpuh itu gimana to pak... padahal sudah dikasih obat gini... Kenapa saya langsung ke mantri... ya ....e... disini itu banyak petugas mantri jadi ee ndak usah jauh-jauh cari orang to mbak... ya saya pilih pak Yatman itu karena orangnya yang supel sama terbuka blak-blakan itu istilahe...” (hasil wawancara dengan Sk, 19
September 2011).
“Langsung panggil mantri hewan….di Sruni ada 3 orang..jadi
tidak nyari jauh-jauh… Kalo manggil ya biasa yang kita suruh ngobati....dulu sewaktu milih yang paling berpengalaman”(hasil wawancara dengan Ds, 24 September 2011).
Sebagai peternak sapi pasti membutuhkan informasi mengenai perkembangan harga bibit sapi di pasaran. Informasi ini dibutuhkan oleh informan karena sebagai peternak perlu mengetahui perkembangan harga sapi, untuk mengetahui keuntungan dan kerugian sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan keberlanjutan usaha ternak sapi, mengingat kondisi pada saat musim kemarau perlu menambah biaya produksi untuk membeli pakan ternak. Peternak Desa Sruni memulai mencari informasi dengan menghubungi sesama peternak terdekat atau pedagang sapi di pasar sapi yang ada di Boyolali. Peternak memilih sumber informan yang mengetahui perkembangan harga sapi di pasaran sehingga ia memilih sesama peternak dan pedagang sapi, seperti yang diungkapkan oleh salah satu informan (Syn) yaitu:
commit to user
“Mencari informasi perkembangan harga sapi, saya langsung menemui pedagang sapi di sekitar rumah (blantik)... trus juga
menemui pedagang di pasar sapi situ” (hasil wawancara Syn, tanggal 18 September 2011)
Gambar 6.1 Kegiatan Peternak Sapi Perah Memulai Mencari Informasi dengan Menemui Sesama Peternak
Informasi mengenai kebutuhan pakan alternatif selain katul yang harganya lebih terjangkau dan tidak mengurangi produksi susu sapi juga dibutuhkan oleh setiap peternak Desa Sruni. Salah satunya adalah informan Syn memulai kegiatan mencari informasi dengan menemui sumber informasi awal yaitu penyuluh yang terpercaya, ia menemui pada saat kegiatan penyuluhan di kelompok tani, berikut pernyataan dari informan:
“Nyari tahu di pelatihan saat penyuluhan mengenai pakan sapi
selain katul itu, ee kan kalau pake katul terus bisa tidak untung trus saya disuruh nyoba ampas tahu” (hasil wawancara dengan
Syn, 18 September 2011).
Pencarian informasi pada tahap starting yang dilakukan oleh peternak belum menemukan beberapa penyelesaian masalah yang dihadapi oleh peternak. Informasi yang masih belum lengkap perlu dilakukan beberapa tahapan yaitu aktivitas menelusur informasi lebih lanjut.
2. Browsing (menelusur)
Menelusur dapat diartikan sebagai aktivitas menelusur informasi secara semi langsung atau semi terstruktur karena telah mengarah pada kebutuhan informasi yang dicari. Tahap menelusur ini dilakukan oleh setiap peternak Desa Sruni dengan cara menemui beberapa sumber
commit to user
informasi antara lain pedagang toko pakan ternak di pasar, dan teman sesama peternak.
Setelah memulai mencari informasi di kegiatan penyuluhan peternak menemui sesama peternak di desa lain yang juga berada di daerah Boyolali untuk menelusuri informasi mengenai pakan alternatif yaitu ampas tahu. Selanjutnya informan juga mencari informasi orang-orang yang menjual ampas tahu. Selain itu peternak (Syn) juga ingin mendengar langsung dari pengalaman peternak lain yang sudah memakai ampas tahu, apakah ampas tahu bagus untuk sapi-sapinya dan cara memperoleh ampas tahu, sehingga peternak juga bertanya ke teman peternak lain di sekitar Desa Sruni yang sudah pernah menggunakan ampas tahu ketika bertemu pada saat penyetoran susu di TPS. Berikut pernyataan yang diungkapkan Syn: “saya pun ya tanya sama peternak-peternak di desa lain yang sudah
pakai ampas tahu pas ketemu di TPS”.
Gambar 6.2 Peternak Mencari Informasi dengan Menelusuri ke Teman Sesama Peternak yang Ditemui di TPS KUD Musuk
Peternak yang memiliki masalah mengenai penyakit sapi (kelumpuhan) itu juga melakukan aktivitas browsing untuk mencari informasi mengenai obat-obat yang digunakan untuk mencegah kelumpuhan pada mantri Desa Sruni dan penyuluh di kegiatan penyuluhan kelompok tani. Peternak mengaku saat mencari informasi ini sudah menemukan solusi untuk mengatasi kelumpuhan seperti yang di ungkapkan peternak sebagai berikut:
commit to user
“Saya juga tanya sapi saya itu gimana to pak kok bisa lumpuh?, ternyata masalah sapi itu karena malnutrisi sama kekurangan kalsium…. Lha disini kan wajar to mbak harga pakan saja perkilo ndak sebanding dengan harga jual susunya …” (hasil wawancara
dengan Ds, 24 September 2011).
“Dulu... saya ya langsung tanya sama mantrinya yang pak Yatman itu...soal ...ee.... sapi ..ee.. yang lumpuh itu... tak suruh ngobati gitu... sama tanya... ee... kok bisa lumpuh itu gimana to pak... padahal sudah dikasih obat gini... Lha kata mantrinya itu disuruh ngasi pakan katul yang ada nutrisinya juga jangan Cuma bonggol kates gitu....ya bener sapi ne malnutrisi....” (hasil wawancara dengan Sk, 24 September 2011).
3. Monitoring (mengawasi)
Setelah aktivitas memulai, peternak sapi perah melanjutkan pencariannya dengan mengaitkan (chaining), browsing kemudian
monitoring. Monitoring atau mengawasi adalah memantau perkembangan yang terjadi dalam usaha ternak sapi perah yang ditekuni. Peternak sapi perah yang melalui tahapan monitoring pencarian informasi mengenai budidaya sapi adalah kegiatan ketika peternak mengamati harga pakan ternak, perkembangan harga hewan ternak dan kualitas susu yang dihasilkan ternak perah. Kegiatan mengawasi (monitoring) ini dilakukan dengan menemui sesama ternak, dan pedagang katul di toko.
Informan peternak di Desa Sruni dalam kegiatan memantau adalah mengamati perkembangan mengenai harga pakan katul dan harga susu sapi dimana kondisi pada saat ini adalah kondisi yang tidak memihak peternak rakyat. Seperti yang sudah diceritakan di awal, peternak (Syn) setelah menemui sesama peternak juga mencari pakan ampas, untuk bisa mendapatkan keuntungan dari hasil setor susu sapi. Syn mengamati perkembangan harga brand, ampas tahu, dan harga bibit sapi dengan menemui pedagang di pasar sekitar Desa Sruni.
“Mengamati harga sapi dan harga pakan dengan tanya ke tempat/toko yang penjual pakan di pasar,karena akan berpengaruh juga pada pendapatan dari hasil setor susu,” (hasil wawancara dengan Syn tanggal 18 September 2011).
commit to user
Gambar 6.3 Kegiatan Monitoring Informasi Harga Pakan oleh Peternak dengan Menemui Pemilik Toko Pakan Ternak
Informan peternak lain juga menyatakan bahwa juga memantau perkembangan kambing etawa (kambing perah) di pasar selain harga bibit sapi perah, salah satunya adalah peternak Mrj. Hal ini dilakukan karena Mrj juga memiliki ternak kambing etawa untuk di ambil susunya dan diolah menjadi susu pasteurisasi. Berikut ungkapan Mrj:
“Saya juga mengamati harga kambing di pasar mbak... selain sapi perah itu saya juga piara etawa untuk diambil susunya juga... kan harganya bisa lebih mahal... dari pada susu sapi...mbak”.
Terus juga susu kambing etawa, dengan membandingkan susu sapi dengan cari-cari informasi ke daerah lain kadang melalui penyuluh atau orang-orang yang berkunjung ke Kelompok Tani Subur”(hasil wawancara 16 September 2011).
Gambar 6.4 Kegiatan Monitoring Perkembangan Harga Kambing oleh Peternak dengan Menemui Pedagang Ternak di Pasar
commit to user
Peternak juga mengaku, dalam mencari berbagai informasi harus berasal dari sumber yang memiliki pengalaman dan sudah pernah membuktikan karena informasi itu akan lebih terbukti dan bermanfaat5. Sehingga peternak lebih yakin dalam menggunakan informasi yang mereka dapatkan.
4. Verifying (memverifikasi)
Memverifikasi dapat diartikan sebagai kegiatan melakukan pengecekan apakah informasi yang didapat dari berbagai sumber telah sesuai atau tepat dengan yang diinginkan. Informasi dari sumber manakah yang akan digunakan oleh peternak sapi perah tergantung dari keakuratan, kesesuaian informasi dengan keinginan dan kemampuan peternak sapi perah di Desa Sruni. Hasil dari verifikasi yaitu keputusan penggunaan informasi oleh peternak dari sumber informasi terpilih.
Informan juga mengaku melakukan pengecekan atau verifikasi ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko ketika peternak telah menggunakan informasi yang diperolehnya. Aktivitas memverifikasi ini dilakukan peternak dengan berkonsultasi kepada penyuluh dan melakukan percobaan sendiri dengan memberikan pakan ampas pada sapi serta mengamati hasil produksi susu sapi setelah pemberian ampas tahu. Berikut ini adalah ungkapan dari salah satu informan (Syn):
“Saya juga tanya ke penyuluhnya apa nanti tidak mengurangi
jumlah produksi susu sapi karena lemak pada ampas tidak ada....
saya mencoba sedikit.... ternyata produksi susu tetap” (hasil wawancara dengan Syn tanggal 18 September 2011).
5. Ending (menyelesaikan)
Ending atau menyelesaikan pencarian informasi merupakan
aktivitas pencarian informasi diselesaikan dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari sumber informasi yang ditemui peternak Desa Sruni. Pemanfaatan informasi yang dibutuhkan berarti peternak sapi perah dapat menyelesaikan masalah secara tuntas atau sementara. Secara tuntas berarti pencarian informasi ini dihentikan atau diakhiri karena informasi yang dibutuhkan telah didapatkan. Ending yang bersifat sementara yaitu
5
. Bapak Dasno, peternak sapi perah. Wawancara tanggal 24 September 2011 di rumah Bapak Dasno “Kalo
manggil ya biasa yang kita suruh ngobati.. dulu sewaktu milih ya yang paling berpengalaman…Pak Yatman itu…kita tidak … itu ya menurut kemareman saya…”
commit to user
pengakhiran pencarian informasi, namun ada keinginan dari peternak Desa Sruni untuk melakukan memulai mencari informasi yang belum lengkap.
Aktivitas pencarian informan peternak Desa Sruni mengenai pakan alternatif pengganti katul pun berakhir dengan memilih ampas tahu untuk diberikan ke sapinya, karena tidak akan mempengaruhi produksi susu sapi peliharaanya, informan mengaku bahwa informasi mengenai efek samping ampas tahu terhadap ternaknya sudah terpenuhi seperti yang diungkapkan salah satu peternak sebagai berikut: “Ya sudah terpenuhi sampai saat ini saya ee....masih minta dikirim ampas tahu….” (hasil wawancara dengan Syn, tanggal 18 September 2011). Untuk informasi harga pakan katul dan harga susu sapi ini masih selalu dibutuhkan oleh peternak karena peternak sapi membutuhkan informasi – informasi yang akurat untuk menjawab pertanyaan dalam melakukan aktivitas budidaya sapi.
Pengakhiran pencarian informasi oleh peternak lain Desa Sruni ada yang bersifat sementara karena informasi yang didapat belum lengkap atau belum dilakukan oleh peternak. Informan mengaku informasi yang dibutuhkan dan sudah melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil adalah informasi mengenai lumpuh sapi seperti yang diungkapkan oleh peternak Sk yaitu:
“...Masalah sapi yang lumpuh niku... belum tau sampai sekarang ya akhirnya cuma dijual.... karena diobati mantri ndak...sembuh...kalau harus ngasih pakan yang mahal ya peternak yang ndak sanggup..” (hasil wawancara dengan Sk,tanggal 19 September 2011).
Berbagai jenis informasi yang dibutuhkan peternak sapi perah Desa Sruni diperoleh melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dilalui peternak pada saat starting dilakukan dengan menemui sumber informasi awal yaitu mantri hewan, sesama peternak, pedagang sapi dan penyuluh. Tahap
Browsing dilakukan dengan menemui pedagang pakan ternak, dan teman sesama peternak. Tahap monitoring dilakukan dengan menemui sesama peternak, dan pedagang pakan/ katul. Tahap verifying dilakukan oleh peternak dengan cara percobaan sendiri dan menemui penyuluh Sruni.
commit to user
Tahap ending ini meliputi informasi yang terselesaikan dalam bentuk pemanfaatan informasi yang didapat, serta informasi yang belum terselesaikan bersifat sementara, yang artinya peternak Desa Sruni akan melakukan pencarian informasi untuk waktu yang akan datang.
Sebagian peternak Desa Sruni memilih tidak melanjutkan pencarian informasi karena keterbatasan ekonomi untuk memakai infornasi tersebut sehingga peternak di Desa Sruni mengurungkan dan menunda niatnya untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan. Akan tetapi banyak peternak sapi yang masih ingin melanjutkan mencari informasi yang sangat dibutuhkan terkait perkembangan budidaya sapi perah sehingga ketidakpastian dalam budidaya sapi perah yang dialami peternak terselesaikan. Informan peternak hanya melakukan beberapa tahap pencarian informasi hal ini karena terdapat kendala yang dihadapi oleh peternak saat melakukan pencarian yang nantinya akan dibahas pada pembahasan kendala pencarian informasi. Berikut dibawah ini tercantum tabel matrik perilaku pencarian informasi teknis budidaya sapi perah di Desa Sruni.
Tabel 6.1 Matrik Perilaku Pencarian Informasi Teknis Budidaya Sapi Perah
No. Kebutuhan Informasi Strarting Browsing Monitoring Verifying Ending
1. Pengendalian Penyakit
2. Pakan Alternatif
3. Perkembangan Harga Bibit Ternak, Pakan, Susu Segar
Sumber: Data Primer 2011