BAB IV GAMBARAN UMUM
4.3 Perilaku Penggunaan Media Massa
Media massa baik cetak maupun elektronik dibutuhkan dan digunakan oleh responden baik untuk mencari informasi maupun sekedar mencari hiburan melepas lelah dari kegiatan sehari-hari. Hampir semua responden memiliki media
elektronik seperti televisi dan menggunakan media cetak dalam kehidupan sehari-hari. .
Sebanyak 100 % responden menggunakan media massa dalam kehidupan sehari-hari.Tidak hanya media elektornik seperti televisi yang mereka gunakan akan tetapi media cetak juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik untuk mencari informasi maupun hiburan. Media elektronik seperti televisi merupakan media utama yang digunakan responden, akan tetapi tidak hanya televisi satu-satunya media yang digunakan oleh responden. Pilihan media massa yang digunakan responden dalam penelitian adalah televisi, internet, radio, koran., dan majalah. Pilihan media massa yang digunakan oleh responden dapat dilihat melalui Tabel 2.
Tabel 2. Persentase Pilihan Media Massa yang Digunakan Penonton
Media Massa yang Digunakan Persentase (%)
Internet 2.0
Radio, majalah, internet 2.0
Televisi 28.0
Televisi, internet 12.0
Televisi, koran 22.0
Televisi, koran, internet 18.0
Televisi, majalah 2.0
Televisi, majalah, koran, internet 4.0
Televisi, radio, koran 4.0
Televisi, radio, koran, internet 2.0
Televisi, radio, majalah, internet 2.0
Televisi, radio, majalah, Koran 2.0
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa pilihan media massa yang paling banyak digunakan oleh responden adalah televisi. Sebanyak 28 % responden hanya menggunakan televisi saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain itu dapat dilihat pada tabel bahwa walupun responden menggunakan media massa lain selain televisi akan tetapi responden tetap menggunakan televisi sebagai kombinasi media massa lain. Televisi banyak dipilih karena hampir semua responden memiliki televisi dan merupakan media yang paling lengkap secara audio dan visual sehingga banyak diminati oleh responden. Terlepas dari televisi menjadi media massa yang paling banyak digunakan tidak menutup kemungkinan media massa lain yang digunakan oleh responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Banyak juga responden yang menggunakan koran di samping mereka juga menggunakan televisi dalam kebutuhan sehari-hari yaitu sebanyak 22 %. Hal ini menunjukkan bahwa responden masih membutuhkan media massa lain selain televisi dalam kebutuhan sehari-hari.
Motivasi menonton menurut McQuail ada empat jenis, yaitu motivasi informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, dan motivasi hiburan. Kurt Lewin dalam Azwar (1998) merumuskan suatu model perilaku yang mengatakan bahwa perilaku adalah fungsi karakteristik individu dan lingkungan. Karakteritisk individu meliputi berbagai variabel seperti motivasi, nilai-nilai, sifat kepribadian, dan sikap yang saling berinteraksi satu sama lain. Penelitian kali ini ingin melihat hubungan motivasi dengan perilaku menonton televisi publik.
Motivasi yang dilihat pada penelitian kali ini adalah motivasi mendapatkan informasi, motivasi mendapatkan hiburan, motivasi akan identitas pribadi, motivasi akan integrasi dan interaksi sosial, dan motivasi akan identitas kolektif. Perilaku yang dilihat pada penelitian kali ini adalah durasi menonton, frekuensi menonton, dan pilihan program. Masing-masing motivasi dipengaruhi oleh berbagai macam media tidak hanya televisi saja, melainkan internet, koran, radio, dan majalah . Responden dapat dengan bebas memilih media yang dapat memenuhi dari setiap motivasi.
5.1 Hubungan Motivasi dengan Durasi Menonton
Motivasi yang merupakan dorongan atau alasan seseorang untuk melakukan sesuatu dapat mempengaruhi perilaku. Motivasi menonton, yaitu mendapatkan informasi, mendapatkan hiburan, motivasi akan identitas pribadi, motivasi akan integrasi dan interaksi sosial dan motivasi identitas kolektif dapat mempengaruhi perilaku menonton yang mencakup durasi menonton, yaitu
lamanya seseorang menonton televisi, frekuensi menonton yang merupakan seberapa seringnya seseorang menonton televisi dan pilihan program.
Durasi menonton adalah lamanya waktu yang dihabiskan penonton untuk menonton televisi. Durasi menonton responden dibagi menjadi dua yaitu untuk responden penonton TVRI dan responden penonton televisi swasta. Hasil persentase responden berdasarkan durasi menonton dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan tabel, dapat dilihat bahwa durasi menonton penonton TVRI lebih besar dibandingkan penonton televisi swasta yaitu 60 % untuk penonton TVRI dengan durasi menonton tinggi dan 40 % untuk responden penonton televisi swasta yang memiliki durasi menonton yang tinggi. Kategori durasi menonton tinggi adalah responden dengan lama menonton 14, 5 jam sampai 41, 5 jam dalam seminggu, sedangkan untuk kategori rendah adalah responden dengan lama menonton kurang dari 14 jam dalam seminggu. Sebagian besar dari responden penonton TVRI adalah karyawan yang memiliki jam kerja sampai sore hari sehingga dapat menyaksikan TVRI Jawa Barat dan Banten yang mulai tayang pada pukul 15.00, sedangkan untuk penonton televisi swasta sebagian besar responden adalah mahasiswa yang sibuk dengan tugas dan kegiatan kampus sehingga waktu menonton mereka rendah.
Tabel 3. Persentase Penonton Berdasarkan Durasi Menonton Televisi
Durasi Menonton Penonton
TVRI (%) Swasta (%)
Tinggi 60 40
Rendah 40 60
Uji hubungan antara motivasi menonton dengan durasi menonton dilakukan dengan tabulasi silang dan crosstabs-Chi Square. Hasil pengolahan data berdasarkan Approx. Sig., jika Approx. Sig. lebih besar dari α (0,05) maka Ho diterima, dan jika Approx. Sig. lebih kecil dari α (0,05) berarti Ho ditolak.
5.1.1 Hubungan Motivasi Mendapatkan Informasi dengan Durasi Menonton
Motivasi mendapatkan informasi pada penelitian ini diidentifikasi berdasarkan alasan penonton untuk menonton televisi adalah ingin memperoleh informasi terbaru, ingin mencari tahu mengenai peristiwa nasional dan internasional, dan ingin memenuhi rasa ingin tahu. Motivasi mendapatkan informasi dapat mempengaruhi lamanya penonton dalam menonton televisi, untuk melihat hubungannya maka dilakukan uji hubungan dengan menggunakan tabulasi silang dan analisis Crosstabs –Chi Square. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai Approx. Sig., jika Approx. Sig. lebih besar dari α (0,05) maka Ho diterima, yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel-variabel yang diuji. Sebelum melihat hubungan motivasi dengan durasi menonton, pada Tabel 4 disajikan persentase motivasi mendapatkan informasi menonton.
Tabel 4 menggambarkan persentase motivasi mendapatkan informasi dalam menggunakan televisi baik untuk penonton TVRI maupun televisi swasta. Motivasi informasi timbul karena keinginan penonton untuk mengetahui mengenai berita terbaru baik nasional maupun internasional dan untuk memenuhi rasa ingin tahu responden mengenai berbagai hal.
Tabel 4. Persentase Jumlah Penonton Menurut Motivasi Mendapatkan Informasi pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta
Motivasi Mendapatkan Informasi Penonton TVRI (%) Swasta (%) Tinggi 96 64 Rendah 4 36
Total 100 (25 orang) 100 (25 orang)
Pada Tabel 4 terlihat perbedaan mencolok penonton TVRI dengan televisi swasta dalam memenuhi kebutuhan akan informasi melalui menonton televisi. Hampir semua penonton TVRI menunjukkan bahwa motivasi untuk mendapatkan informasi mereka tinggi, hanya 4% yang menyatakan bahwa motivasi mendapatkan informasi mereka rendah. Sebaliknya, pada penonton televisi swasta memang motivasi mendapatkan informasinya termasuk tinggi, akan tetapi proporsinya tidak setinggi pada penonton TVRI. Motivasi mendapatkan informasi pada penonton televisi swasta bukan merupakan alasan utama mereka untuk menonton televisi, karena itu juga proporsi tinggi dan rendahnya motivasi tidak signifikan seperti pada penonton TVRI.
Tabel 5. Persentase Hubungan Motivasi Mendapatkan Informasi dengan Durasi Menonton pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta
Motivasi Mendapatkan Informasi Durasi Menonton TVRI Swasta Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi 62,50 37,50 100 (24 orang) 37,50 62,50 100 (16 orang) Rendah 0 100 100 (1 orang) 44,40 55,50 100 (9 orang)
Tabel 5 memperlihatkan hubungan motivasi mendapatkan informasi dengan durasi menonton, dalam tabel tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu penonton TVRI dan penonton televisi swasta. Hubungan antara motivasi dengan durasi menonton antara penonton TVRI dengan televisi swasta memiliki perbedaan yang dapat dilihat melalui persentase pada Tabel 5. Penonton TVRI yang memiliki motivasi mendapatkan informasi tinggi ternyata juga memiliki durasi menonton yang tinggi. Sedangkan penonton televisi swasta yang memiliki motivasi mendapatkan informasi tinggi ternyata memiliki durasi menonton yang rendah.
Perbedaan yang terlihat dapat dikarenakan, memang penonton TVRI yang memiliki motivasi mendapatkan informasi tinggi juga menggunakan waktu menonton dalam seminggu yang tinggi juga untuk menonton tayangan yang dapat memenuhi motivasi mendapatkan informasi, misalnya tayangan berita. Sedangkan penonton televisi swasta yang memiliki motivasi mendapatkan informasi tinggi bisa saja menggunakan waktu menontonnya dalam seminggu tidak hanya untuk menonton program yang dapat memenuhi kebutuhan akan informasi. Hal ini bisa dikarenakan karena memang penonton TVRI lebih memilih untuk menonton TVRI karena tayangannya yang banyak berisi tayangan informatif dan edukatif yang dibutuhkan oleh penonton dan sulit didapat dari televisi swasta. Sehingga mereka menggunakan waktu menonton mereka untuk menonton tayangan yang dapat memenuhi kebutuhan akan informasi. Sedangkan pada televisi swasta, mereka cenderung memilih tayangan yang sedang marak disiarkan yang minim akan pesan informatif dan edukasi. Hal tersebut juga didukung oleh televisi swasta yang terus menyajikan tayangan yang diinginkan penonton, sehingga dapat
meraup keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh penonton.
Hasil uji Crosstabs-Chi Square menunjukkan bahwa nilai Approx. Sig untuk hubungan antara motivasi mendapatkan informasi dengan durasi menonton untuk responden TVRI adalah 0,211. Approx. Sig lebih besar dari α (0.05) maka Ho diterima dan berarti bahwa tidak ada hubungan antara motivasi mendapatkan informasi dengan durasi menonton pada responden TVRI. Jika dilihat dari hasil uji Crosstabs-Chi Square memang terlihat tidak ada hubungan, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Durasi menonton merupakan lama waktu yang digunakan untuk menonton televisi dalam satu minggu, oleh karena itu, responden yang memiliki motivasi mendapatkan informasi tinggi belum tentu mencurahkan sebagian besar waktunya untuk menonton televisi dalam satu minggu. Faktor yang mempengaruhinya antara lain responden yang bekerja, hampir setengah hari digunakan untuk bekerja sehingga menonton televisi dilakukan pada waktu sebelum kerja atau sesudah kerja. Faktor lain yang mempengaruhi adalah bisa saja durasi waktu yang digunakan untuk menonton untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Selain itu, televisi bukanlah satu-satunya media yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan informasi. Tabel 6 memperlihatkan berbagai jenis media yang digunakan untuk memenuhi motivasi mendapatkan informasi.
Tabel 6. Persentase Pilihan Media dalam Memenuhi Motivasi Mendapatkan Informasi Penonton TVRI
Tabel 6 memperlihatkan bahwa tidak hanya media audio visual, yaitu televisi yang menjadi satu-satunya alternatif responden mendapatkan informasi. Internet dan media cetak (koran dan majalah) menjadi alternatif lain dalam memenuhi motivasi mendapatkan informasi. Hal ini tentunya mempengaruhi durasi menonton responden, karena waktu luang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi melalui televisi juga terbagi untuk mendapatkan informasi melalui media lain yaitu internet dan koran.
Hasil uji Crosstabs-Chi Square pada responden televisi swasta menunjukkan nilai Approx. Sig adalah 0, 734 dan berarti Ho diterima. Sama halnya dengan responden TVRI pada responden televisi swasta motivasi mendapatkan informasi tidak memiliki hubungan yang nyata dengan durasi menonton. Kedua hasil uji statistik menunjukkan hasil yang sama, bahwa tidak ada hubungan nyata antara motivasi mendapatkan informasi dengan durasi menonton televisi.
Pilihan Media Jumlah Penonton Persentase
Audio visual 7 28.0
Audio visual, audio, cetak 1 4.0
Audio visual, cetak, internet 1 4.0
Audio visual, internet 3 12.0
Cetak, audio visual 13 52.0
5.1.2 Hubungan Motivasi Mendapatkan Hiburan dengan Durasi Menonton Motivasi mendapatkan hiburan seringkali menjadi alasan utama seseorang menonton televisi baik televisi swasta maupun televisi publik. Motivasi mendapatkan hiburan pada penelitian kali ini diidentifikasi beradasarkan keinginan seseorang untuk mendapatkan hiburan, mengisi waktu luang, bersantai, dan melepas lelah dari kegiatan sehari-hari. Hubungan antara motivasi mendapatkan hiburan dengan durasi menonton dapat dilihat pada Tabel 8. Sebelum itu, pada Tabel 7 akan digambarkan persentase motivasi mendapatkan hiburan pada penonton TVRI dan televisi swasta. Motivasi untuk mendapatkan hiburan dengan menonton televisi timbul karena responden ingin menghabiskan waktu luang, bersantai, dan melepas lelah dari rutinitas sehari-hari. Motif untuk mendapatkan hiburan menurut Mc Quail (1987) adalah :
a) Melepaskan diri atau terpisah dari masalah b) Bersantai
c) Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis d) Mengisi waktu
e) Penyaluran emosi
Tabel 7. Persentase Jumlah Penonton Menurut Motivasi Mendapatkan Hiburan pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta
Motivasi Mendapatkan Hiburan Penonton TVRI (%) Swasta (%) Tinggi 96 76 Rendah 4 24
Motivasi mendapatkan hiburan baik pada penonton televisi swasta maupun TVRI sama-sama tinggi. Perbedaannya adalah pada program hiburan yang ditonton oleh penonton masing-masing kategori televisi. Penonton TVRI cenderung melihat program hiburan yang ditayangkan oelh TVRI khususnya TVRI Jawa Barat dan Banten adalah program hiburan kesenian yang masih kental akan seni budaya, seperti drama wayang-wayang Sunda, lagu-lagu Sunda, dan berkaitan dengan seni budaya Sunda. Tayangan hiburan lain seperti drama dan musik memang ada, akan tetapi porsinya lebih sedikit dan kurang diminati. Sedangkan tayangan hiburan yang ditonton oleh penonton televisi swasta adalah tayangan yang sifatnya menghibur tanpa ada pesan informatif. Kebanyakan tayangan yang disiarkan oleh televisi swasta adalah acara musik, sinetron, dan
infotainment gossip.
Tabel 8. Persentase Hubungan Motivasi Mendapatkan Hiburan dengan Durasi Menonton pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta Motivasi Mendapatkan Hiburan Durasi Menonton TVRI Swasta Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi 62,50 37,50 100 (24 orang) 36,80 63,20 100 (19 orang) Rendah 0 100 100 (1 orang) 50 50 100 (6 orang)
Dilihat dari Tabel 8 menunjukkan bahwa baik responden TVRI maupun responden televisi swasta menyatakan bahwa motivasi mendapatkan hiburan mereka adalah tinggi. Jika dilihat hubungannya dengan durasi menonton terdapat perbedaan antara penonton TVRI dan penonton televisi swasta. Penonton TVRI memiliki motivasi mendapatakan hiburan yang tinggi dengan durasi menonton
yang tinggi. Berbeda dengan penonton televisi swasta, mereka memang memiliki motivasi mendapatkan hiburan tinggi akan tetapi dengan durasi menonton yang rendah. Hal ini dapat disebabkan karena penonton televisi swasta yang memiliki motivasi mendapatkan hiburan tinggi tidak menghabiskan waktunya untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan hiburan dengan hanya menonton televisi. Seiring berkembangnya zaman, banyak media yang lebih praktis yang dapat digunakan untuk mengisi waktu luang seperti internet. Berbeda dengan penonton TVRI yang memiliki motivasi mendapatkan hiburan tinggi tetap memiliki waktu untuk menonton program yang dapat memenuhi kebutuhan mendapatkan hiburan. Tayangan hiburan yang ditayangkan oleh TVRI yang masih kental dengan seni budaya sulit didapatkan dari media lain, sehingga penonton menggunakan waktunya untuk menonton televisi.
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan uji Crosstabs- Chi Square menunjukkan bahwa untuk penonton TVRI nilai Approx. Sig. adalah 0,211. Hal ini berarti bahwa Approx. Sig lebih besar dari α maka Ho diterima. Ho diterima berarti tidak ada hubungan antara variabel motivasi mendapatkan hiburan dengan durasi menonton. Begitu juga hasil uji Crosstabs- Chi Square pada responden televisi swasta, nilai Approx. Sig adalah 0,556 yang berarti Ho diterima. Jadi, tidak ada hubungan antara motivasi mendapatkan hiburan dengan durasi menonton televisi pada responden televisi swasta. Tidak ada hubungan antara motivasi mendapatkan hiburan dengan durasi menonton bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti responden yang masih berstatus mahasiswa sebagian besar dari mereka meluangkan waktunya untuk kegiatan kampus dan mengerjakan tugas. Selain itu, ada beberapa dari responden mahasiswa berasal dari luar daerah
dan di tempat kostan mereka tidak ada televisi sehingga waktu untuk menonton terbatas. Faktor lain yang mempengaruhi kecilnya hubungan antara motivasi mendapatkan hiburan dengan durasi menonton adalah karena berkembangnya teknologi media, responden lebih memilih menggunakan internet untuk mendapatkan hiburan dengan membuka situs pertemanan, atau bermain game
online. Tabel 9 akan memperlihatkan pemilihan media untuk memenuhi
kebutuhan akan hiburan.
Tabel 9. Persentase Piilihan Media dalam Memenuhi Motivasi Mendapatkan Hiburan Penonton TVRI
Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat bahwa media audio visual, yaitu televisi sebagai media utama dan terbanyak dipilih oleh responden untuk mendapatkan hiburan. Media audio visual akan tetapi bukan satu-satunya media yang digunakan untuk memenuhi motivasi mendapatkan hiburan. Media lain seperti audio (radio), cetak (koran dan majalah), serta internet juga dapat digunakan sebagai alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan akan hiburan. Sehingga durasi menonton untuk memenuhi motivasi mendapatkan hiburan waktunya terbagi dengan penggunaan media lain untuk memenuhi motivasi tersebut. Jadi semakin tinggi motivasi
Pilihan Media Jumlah Penonton Persentase
Audio visual 19 76.0
Audio visual,audio 3 12.0
Audio visual,audio,cetak 2 8.0
Audio visual,internet 1 4.0
mendapatkan hiburan belum tentu durasi menontonnya tinggi, karena ada penggunaan durasi (waktu) untuk menggunakan media lainnya.
5.1.3 Hubungan Motivasi akan Identitas Pribadi dengan Durasi Menonton Motivasi akan identitas pribadi diidentifikasi berdasarkan keinginan responden untuk membandingkan perilakunya dengan perilaku tokoh panutan, dapat mengenal diri sendiri melalui media massa, ingin mengetahui tren gaya hidup dan mengetahui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Tabel 11 memperlihatkan hubungan motivasi akan identitas pribadi dengan durasi menonton. Motif identitas pribadi menjadi salah satu motivasi dalam penggunaan media massa. Mc Quail (1987) menjabarkan bahwa motif yang termasuk dalam motivasi identitas pribadi adalah menentukan penunjang nilai-nilai pribadi, menentukan model perilaku, mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain (dalam media), dan meningkatkan sebuah pemahaman tentang diri sendiri. Tabel 10 menjabarkan jumlah penonton menurut motivasi identitas pribadi pada penonton TVRI dan penonton televisi swasta.
Tabel 10. Persentase Jumlah Penonton Menurut Motivasi Identitas Pribadi pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta
Motivasi akan Identitas Pribadi
Penonton
TVRI (%) Swasta (%)
Tinggi 68 44
Rendah 32 56
Perbedaan motivasi akan identitas pribadi pada penonton TVRI dan televisi swasta terlihat jelas dari persentase yang menunjukkan bahwa motivasi akan identitas pribadi penonton TVRI tinggi sedangkan penonton televisi swasta rendah. Rendahnya motivasi akan identitas pribadi pada penonton televisi swasta bisa jadi disebabkan oleh mereka tidak merasa bahwa motivasi akan identitas diri ini penting dan dapat dipenuhi melalui televisi. Identitas diri yang biasanya mereka cari dari media seperti gaya hidup, tren fashion lebih dapat mereka dapatkan melalui media yang lain seperti majalah. Sedangkan penonton TVRI merasa bahwa televisi masih dapat memenuhi kebutuhan akan identitas pribadi seperti menayangkan tokoh-tokoh daerah yang dapat menjadi panutan dan dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari.
Tabel 11. Persentase Hubungan Motivasi akan Identitas Pribadi dengan Durasi Menonton pada Penonton TVRI dan Televisi Swasta Motivasi akan Identitas Pribadi Durasi Menonton TVRI Swasta Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi (%) Rendah (%) Total (%) Tinggi 52,90 47,10 100 (17 orang) 36,40 63,60 100 (11 orang) Rendah 75 25 100 (8 orang) 42,90 57,10 100 ( 14 orang)
Tabel 11 menyajikan hubungan motivasi akan identitas pribadi dengan durasi menonton pada penonton TVRI dan televisi swasta. Perbedaan jelas terlihat, karena motivasi akan identitas pribadi penonton TVRI tinggi sedangkan pada penonton televisi swasta adalah rendah. hal itu pula terjadi pada durasi menonton, pada penonton TVRI didominasi oleh motivasi akan identitas pribadi tinggi dengan durasi menonton tinggi. Sedangkan pada penonton televisi swasta
motivasi akan identitas pribadi rendah dengan durasi menonton rendah yang lebih dominan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh program tayangan televisi swasta yang tidak dapat memenuhi kebutuhan akan identitas pribadi, seperti tokoh panutan yang dapat dicontoh oleh penonton, nilai-nilai kepribadian yang baik seperti apa, sehingga penonton merasa menonton televisi tidak dapat memenuhi akan kebutuhan tersebut. Durasi menonton penonton televisi swasta juga rendah seiring dengan motivasi akan identitas pribadi yang rendah.
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan model uji Crosstabs-Chi
Square didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara motivasi akan identitas
pribadi dengan durasi menonton pada responden TVRI. Pernyataan tersebut didasarkan hasil nilai Approx. Sig. lebih dari α yaitu 0,294. Hasil Approx sig. yang lebih dari α menunjukkan bahwa Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara motivasi akan identitas pribadi dengan durasi menonton pada responden TVRI. Hasil yang menunjukkan tidak ada hubungan antara motivasi akan identitas pribadi dengan durasi menonton dapat disebabkan oleh pilihan media yang digunakan. Beberapa responden lebih memilih menggunakan majalah atau internet untuk mengetahui tren terbaru baik untuk fashion, dekorasi, dan lain-lain. Dapat juga disebabkan waktu responden untuk menonton televisi terbatas karena separuh waktu mereka digunakan untuk bekerja ataupun untuk kuliah. Hasil uji Crosstabs- Chi Square untuk responden televisi swasta juga menunjukkan hal yang sama, nilai Approx. Sig adalah 0,742 yang berarti bahwa Ho diterima. Jadi, tidak ada hubungan antara motivasi akan identitas pribadi dengan durasi menonton pada responden televisi swasta karena nilai Approx. Sig lebih dari α (0,05). Tabel 12 memperlihatkan pemilihan media untuk memenuhi
motivasi akan identitas pribadi yang menjadi salah satu faktor yang memepengaruhi hasil uji statistik.
Tabel 12. Persentase Pilihan Media dalam Memenuhi Motivasi akan Identitas Pribadi pada Penonton TVRI
Berdasarkan Tabel 12 dapat dilihat bahwa media audio visual dan cetak merupakan pilihan media terbanyak yang digunakan oleh responden untuk memenuhi motivasi akan identitas pribadi. Media audio visual yaitu televisi, dan cetak yang terdiri dari koran dan majalah dipilih responden untuk memenuhi motivasi akan identitas pribadi. Hasil uji statistik yang menunjukkan tidak ada hubungan dapat disebabkan oleh faktor pemilihan media tersebut. Durasi menonton yang merupakan waktu yang digunakan untuk menonton televisi terbagi oleh penggunaan media lain seperti media cetak maupun audio (radio)