BAB IV ANALISA PERANCANGAN
5.5. Konsep Perancangan Utilitas Bangunan
5.5.3. Sarana Telepon
Sarana telepon mempergunakan sistem PABX (Privat Automatic Branch
Exchange) dengan pembagian saluran untuk setiap lantai sesuai jumlah yang diperlukan.
BAB VI
PERANCANGAN ARSITEKTUR
Perancangan arsitektur dalam bab ini berisikan hasil gambar rancangan pusat industri kreatif dalam kasus perancangan arsitektur 6, diantaranya:
a. Peta Situasi Tapak (Lampiran)
b. Rancangan Tapak (Lampiran)
c. Rancangan Arsitektur (Lampiran)
d. Rancangan Utilitas (Lampiran)
e. Perspektif Suasana Bangunan
Adapun beberapa perspektif suasana bangunan sebagai berikut:
Gambar 6.1 Eksterior Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.2 Green Roof Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.3 Perspektif Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.4 Perspektif Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.5 Eksterior Pedestrian Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.6 Eksterior Menara Air (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.7 Maket Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.8 Maket Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.9 Maket Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
Gambar 6.10 Maket Pusat Industri Kreatif (Sumber: Hasil Olahan Pribadi)
KESIMPULAN
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dalam proses perencanaan
Masterplan Green Deli Oasis dan perancangan bangunan Pusat Industri Kreatif,
antara lain sebagai berikut:
1. Medan bagian utara itu sendiri terjadi perkembangan yang cukup lambat
dalam hal pemerataan ekonomi atau penyebaran penduduk.
2. Green Deli Oasis dengan arsitektur sustainable yang merupakan tema dalam perencanan masterplan kawasan Pulo Brayan yang terdiri dari beberapa target perancangan dengan fungsi bangunan antara lain:
Apartemen, Concert Hall, Convention and Exhibition, Museum, Pusat
Industri Kreatif, Stasiun KA dan Youth Center .
3. Road To Singgasana menjadi judul skripsi dan arsitektur industrial menjadi tema bangunan yang sekaligus menjadi tujuan perencanaan dan perancangan bangunan.
4. Arsitektur industrial adalah seni terapan dimana estetika dan usability
(kemudahan dalam menggunakan suatu barang) disempurnakan. Desain interior industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungannya, yang
menjadi wadah untuk menghasilkan produk.
5. Elemen-elemen dasar dari gaya industrial juga merupakan salah satu
konsep dasar dari perancangan. Elemen-elemen tersebut diantaranya beton, baja dan furniture daur ulang.
6. Pusat industri kreatif merupakan kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait
dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi dimana masyarakat dapat menunjukkan kreativitas dengan cara menghasilkan karya pada beberapa bidang. Dengan pengembangan kreativitas yang ada maka akan adanya perkembangan perekonomian di suatu daerah.
7. Pusat industri kreatif didesain sebagai tempat dimana masyarakat dapat menyalurkan kreativitas masing-masing dengan tujuan menghasilkan produk yang dapat diterima nasional maupun internasional.
8. Bangunan pusat industri kreatif ini memiliki beberapa fungsi antara lain:
workshop, produksi teknologi, produksi kerajinan serta retail.
9. Bangunan pusat industri kreatif dirancang mengadopsi bentuk atom yang
mengarah ke bentukan industrial itu sendiri. Bentukan atom diibaratkan dalam rancangan ini merupakan bangunan inti yang merupakan pusat industri kreatif.
10.Pemakaian material industrial menjadi sangat penting dikarenakan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Terminologi Judul
Adapun judul dari proyek perancangan ini adalah “Perancangan Pusat
Industri Kreatif Sebagai Wadah Pengembangan Perekonomian”.
a. Pengertian Pusat Industri
Pengertian pusat industri adalah tempat pemusatan kegiatan industri pengolahan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan fasilitas
penunjang lainnya.11
b. Pengertian Kreatif
Pengertian kreatif adalah memiliki daya cipta, mempunyai kemampuan untuk mencipatakan atau mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataan yang relatif berbeda dengan apa yang
telah ada sebelumnya.12
c. Pengertian Wadah
Pengertian wadah adalah suatu tempat berkumpul atau bernaungnya sesuatu pada suatu tempat.
d. Pengertian Pengembangan
Pengertian pengembangan adalah upaya meningkatkan mutu bahasa agar dapat dipakai untuk berbagai keperluan dalam kehidupan masyarakat
modern.13
e. Pengertian Perekonomian
Pengertian perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu
maupun organisasi di negara tersebut.14
11
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
12Anonymous, “pengertian kreatif”, diakses pada tanggal 21 Maret 2016 13
Dengan sub-sub pengertian yang sudah ada, maka pengertian menyeluruh tentang pusat industri kreatif sebagai wadah pengembangan perekonomian adalah kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi dimana masyarakat dapat menunjukkan kreativitas dengan cara menghasilkan karya pada beberapa bidang. Dengan pengembangan kreativitas yang ada maka akan adanya perkembanagn perekonomian di suatu daerah.
2.2. Lokasi
Lokasi adalah kata lain dari sebuah tempat yang menjadi wadah sebuah benda ataupun peristiwa berada, dalam hal ini lokasi berdirinya Pusat Industri Kreatif.
Lokasi bangunan Pusat Industri Kreatif berada di kawasan Medan Timur, Pulo Brayan.
Gambar 2.1 Lokasi Site Pusat Industri Kreatif (Sumber: Google Earth)
2.2.1. Kriteria Pemilihan Lokasi
2.2.1.1.Tinjauan terhadap struktur kota
Dalam pemilihan lokasi harus sesuai dengan kebijakan pemerintah terhadap peruntukan lahan, diantaranya:
Tabel 2.1 Rencana Sistem Pusat Permukiman
No Kawasan Pusat Kegiatan
1 Perkotaan Inti Medan a. pusat pemerintahan provinsi
b. pusat pemerintah kota dan/atau kecamatan
c. pusat perdagangan dan jasa skala internasional,
nasional, dan regional
d. pusat pelayanan pendidikan tinggi
e. pusat pelayanan olahraga skala internasional,
nasional, dan regional
f. pusat pelayanan kesehatan skala internasional,
nasional, dan regional
g. pusat kegiatan industri kreatif
h. pusat kegiatan industri manufaktur
i. pusat kegiatan industri hilir pengolahan hasil
sektor unggulan perkebunan, perikanan, dan kehutanan
j. pusat pelayanan sistem angkutan umum
penumpang dan angkutan barang regional
k. pusat pelayanan transportasi laut internasional
dan nasional
l. pusat pelayanan transportasi udara internasional
dan nasional
m.pusat kegiatan pertahanan dan keamanan Negara
n. pusat kegiatan pariwisata
o. pusat kegiatan pertemuan, pameran, dan sosial
budaya.
Dengan kebijakan pemerintah terhadap peruntukan lahan yang sudah ditetapkan, maka Medan Timur termasuk dalam salah satu Zona Budi Daya 1 dimana terdapatnya peruntukan lahan untuk bangunan
dengan fungsi pusat industri kreatif.10
Tabel 2.2 Arahan Peraturan Zonasi untuk Zona B1
No Zona B1 Sarana dan Prasarana
1 Medan Timur 1. fasilitas dan infrastruktur pendukung kegiatan
ekonomi bertaraf internasional
2. prasarana dan sarana pejalan kaki, angkutan umum,
kegiatan sektor informal, serta ruangdan jalur evakuasi bencana
3. penyediaan sumur resapan air hujan
4. tempat parkir untuk pengembangan zona dengan
fungsi perdagangan dan jasa, pariwisata, kesehatan, pendidikan, serta perkantoran pemerintah dan swasta.
(Sumber: Peraturan Presiden Republik Indonesia, pasal 95 ayat (3) point f)
2.2.1.2.Pencapaian
Untuk suatu fungsi bangunan industri dan komersil, maka yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Segi aksesibilitas
Lokasi harus mempertimbangkan kemudahan pencapaian baik dari dalam maupun dari luar kota. Hal ini berkaitan dengan kualitas jalan. Faktor keamanan dan kenyamanan pada pejalan kaki maupun pada kecelakaan, serta arus sirkulasi kendaraan dengan pencapaian yang tidak mengganggu tapak.
10
2.2.1.3.Area Pelayanan
Mencakup kawasan Pulo Brayan itu sendiri, yang meliputi Kecamatan Medan Timur, Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Deli.
2.2.1.4.Persyaratan lain
Lokasi merupakan lahan permukiman penduduk. Dalam segi pembebasan lahan dapat dikatakan mudah dalam pembebasan lahannya. Memiliki nilai lahan yang tinggi dan terletak pada posisi strategis, yaitu berada pada permukiman penduduk sekitar sehingga pusat industri kreatif ini dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pemilihan lokasi perancangan haruslah sesuai dengan peraturan tata ruang kota (RTRK) yang sudah ditetapkan.
2.2.2. Deskripsi kondisi existing lokasi sebagai tapak rancangan a. Lokasi I
Lokasi : Jl. Bengkel yang merupakan jalan lokal
sekunder
Luas Lahan : 3 Ha
Status Kepemilikan : Dimiliki oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api
(PJKA)
Batas-batas :
Utara : Permukiman
Timur : Jl. Bengkel
Selatan : Permukiman
Barat : Bengkel kereta api (kantor PT.KAI)
Posisi terhadap struktur ruang kota:
Lokasi berada di Medan Timur
Kawasan perkotaan inti Medan sebagai pusat kegiatan industri kreatif.11
11
Berada pada blok yang memiliki fungsi tata guna lahannya yaitu perdagangan dan jasa, dan fungsi sekundernya yaitu perkantoran dan fasilitas umum.
Rencana Umum Tata Ruang (RUTRK) Kecamatan Medan Timur:
KDB : 80%
KLB : 8
GSB : 15 meter
Ketinggian bangunan : 4 lantai
Gambar 2.2 Lokasi I (Sumber: Google Earth) Keistimewaan site:
Lokasi perancangan terletak pada kawasan permukiman dan perkantoran, sehingga fungsi bangunan yang akan dirancang akan sesuai dengan keadaan sekitar.
b. Lokasi II
Lokasi : Jl. Yos Sudarso yang merupakan jalan kolektor
sekunder
Luas Lahan : 3 Ha
Status Kepemilikan : Dimiliki oleh Pemerintah Kota (PEMKO)
Batas-batas :
Utara : Perdagangan dan jasa
Timur : Permukiman
Selatan : Perdagangan dan jasa
Barat : Jl. Yos Sudarso
Posisi terhadap struktur ruang kota:
Lokasi berada di Medan Barat
Kawasan perkotaan inti Medan sebagai pusat kegiatan industri kreatif.12
Berada pada blok yang memiliki fungsi tata guna lahannya yaitu
perdagangan dan jasa, dan fungsi sekundernya yaitu perkantoran dan fasilitas umum.
Rencana Umum Tata Ruang (RUTRK) Kecamatan Medan Barat:
KDB : 50%
KLB : 5
GSB : 8 meter
Ketinggian bangunan : 4 lantai
Gambar 2.3 Lokasi II (Sumber: Google Earth)
12
Keistimewaan site:
Lokasi perancangan terletak di sepanjang jalur linear perdagangan dan jasa deret.
Tabel 2.3 Analisa Penetapan Lokasi
No Kriteria Lokasi I
Jl. Bengkel
Lokasi II Jl. Yos Sudarso
1 Posisi terhadap struktur ruang kota 3 3
2 Aksesibiltas Kendaraan pribadi Kendaraan umum Pejalan kaki 3 2 3 3 3 3 3 Kebisingan Kendaraan bermotor Kereta api 3 3 2 2 4 Luas lahan ± 1.5 Ha 3 3 5 Fungsi eksisting 2 1
6 Lahan kosong (mudah pembebasan
lahan)
2 1
7 Status kepemilikan 3 2
8 Kontur 3 3
9 Fasilitas sosial dan fasilitas umum 3 3
10 Keistimewaan site 3 2
11 Kesesuaian dengan RUTRK Medan KDB KLB GSB Ketinggian bangunan 3 3 3 3 3 3 3 3
Jumlah 48 43 (Sumber: Olah Data Pribadi)
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi yang terpilih untuk perancangan pusat industri kreatif yaitu lokasi I pada Jalan Bengkel.
2.3. Tinjauan Umum Proyek 2.3.1. Perkembangan Kota
Pada perkembangannya Kota Medan dikembangkan menjadi kawasan Metropolitan Mebidangro yang meiliki integrasi satu kawasan dengan kawasan lainnya. Kebijakan Tata Ruang Nasional menempatkan Metropolitan Mebidangro sebagai Pusat Kegiatan Nasoinal (PKN) sekaligus sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi. Metropolitan Mebidangro yang berada di Wilayah Sumatera Bagian Utara memiliki kedudukan strategis terhadap pengembangan Segitiga Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT). Poin penting ini menjadi landasan utama bagi pengembangan Metropolitan Mebidangro untuk menjadi pusat pelayanan kegiatan ekonomi regional tersebut. Selain itu, kawasan Metropolitan Mebidangro diharapkan mampu memberikan pelayanan yang prima untuk penduduk Metropolitan Mebidangro.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Perencanaan Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo, menyatakan bahwa penataan ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro bertujuan untuk mewujudkan :
a. Kawasan Perkotaan Mebidangro yang aman, nyaman, produktif, berdaya
saing secara internasional dan berkelanjutan sebagai pusat kegiatan nasional di bagian utara Pulau Sumatera
b. Lingkungan perkotaan yang berkualitas dan keseimbangan DAS (daerah
aliran sungai)
d. Pertahanan dan keamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional di Kawasan Perkotaan Mebidangro.
Khusus pada kawasan Medan Timur dikhususkan untuk menjadi pusat beberapa kegiatan, diantaranya :
a. Pusat kegiatan perdagangan/bisnis,
b. Pusat pelayanan transportasi (TOD),
c. Pusat kegiatan sosial-budaya.
Pada bagian Utara Kecamatan Medan Timur terdapat satu potensi yang menjadi salah satu pengembangan Metropolitan Mebidangro, yaitu Stasiun KA Pulo Brayan kota Medan dan lingkungan sekitar Stasiun KA yang memiliki nilai heritage, dengan elemen-elemen ruang yang dikembangkan adalah :
a. Pusat komersial pelayanan Medan Timur sekaligus Medan bagian utara
Jasa perhotelan, perkantoran
b. Pusat pelayanan transportasi (Stasiun KA Pulo Brayan)
c. Ruang Terbuka Hijau Taman Kota.
2.3.2. Kebijakan Pembangunan
Tujuan penataan ruang wilayah Kota Medan mencerminkan keterpaduan pembangunan antar sektor, antar kecamatan, dan antar pemangku kepentingan. Tujuan penataan ruang Kota Medan pada masa yang akan datang tidak akan terlepas dari peran, fungsi, dan kedudukannya dalam lingkup wilayah yang lebih luas. Untuk mendukung pengembangan peran dan fungsi Kota Medan sebagai Pusat Kegiatan Nasional, serta tanggap dengan dinamika perkembangan dan permasalahan Kota Medan saat ini, maka kebijakan dan strategi pengembangan Kota Medan yang akan dituju, adalah:
“Terciptanya wilayah Kota Medan yang aman, nyaman, produktif dan
berkelanjutan serta mempunyai daya saing dan daya tarik sebagai daerah
Untuk mewujudkan tujuan pembangunan tersebut, maka melalui RTRW Kota Medan Tahun 2008-2028:
a. Terwujudnya pemanfaatan ruang Kota Medan yang sesuai dengan fungsi
Kota Medan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Kota Metropolitan serta tanggap terhadap dinamika perkembangan kota yang pesat
b. Merangsang dan mendorong pengembangan sektor-sektor kegiatan
ekonomi di kawasan utara dan pusat kota yang diperkirakan mempunyai skala pelayanan lokal, regional dan Internasional, sehingga diharapkan terbina hubungan saling ketergantungan yang saling menguntungkan antar kawasan utara Medan dengan kawasan pusat Kota maupun daerah belakangnya
c. Penataan Ruang Kota Medan harus berwawasan lingkungan dengan
mengikuti kaidah-kaidah dan norma-norma perencanaan yang tepat dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan implementasinya
d. Tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota yang memadai
e. Melindungi kawasan sosial-budaya (bersejarah) yang merefleksikan
elemen-elemen dari unit historis, sejarah pembangunan kota, arsitektur, aerkeologi, teknologi dan budaya melalui pelestarian kawasan sosial-budaya dan bangunan bersejarah.
Gambar 2.4 Rencana Pola Ruang Kecamatan Medan Timur (Sumber: RUTRK Medan Timur)
2.3.3. Deskripsi Proyek
Singgasana Creative Centre adalah bangunan yang menampung serta
menghasilkan produk industri. Pusat industri ini merupakan suatu wadah dimana masyarakat dapat menyalurkan kreativitas sesuai bidang masing-masing yang dikuasai. Bidang-bidang yang terdapat dalam pusat industri ini yaitu industri di
bidang kuliner, bidang mode (fashion), arsitektur, seni rupa, kerajinan, periklanan,
penerbitan dan percetakan serta video dan fotografi.
Singgasana Creative Centre juga menampung berbagai kegiatan komersial
maupun kegiatan pendidikan. Dengan adanya kegiatan komersial, maka hasil Peruntukkan lahan pada kawasan perancangan adalah bangunan fungsi campuran, transportasi, perumahatan, komersil dan ruang
produksi dapat dipasarkan langsung ke retail-retail yang ada di pusat industri tersebut maupun dapat dipasarkan ke luar daerah ataupun ke kegiatan komersial lainnya. Sedangkan untuk kegiatan pendidikan dapat dirasakan dengan pengunjung yang ingin belajar langsung untuk memproduksi ataupun proses produksi dari setiap masing-masing bidang industri yang ada di pusat industri tersebut.
2.3.4. Prinsip Perencanaan dan Perancangan Proyek
Berikut ini merupakan prinsip perencanaan dan perancangan sebuah bangnan dengan fungsi pusat industri kreatif, yaitu:
a. Menciptakan bangunan dengan fungsi industri kreatif yang dapat
menampung kegiatan industri yang terpusat pada kreativitas masyarakat
b. Perancangan tersebut memiliki standar yang harus dipenuhi yaitu
aksesbilitas, kenyamanan dan keamanan pekerja, kenyamana pengunjung dan fasilitas komersial
c. Merencanakan akses menuju lokasi perancangan yang aman dan nyaman
bagi pengendara dan pejalan kaki.
2.4. Tinjauan Fungsi
Fungsi dari Pusat Industri Kreatif yaitu industri-industri yang sudah ada, dapat terpusat dalam hal pekerjaan atau pengolahan maupun pemasaran itu sendiri.
2.4.1. Deskripsi Penggunaan dan Kegiatan 2.4.1.1. Deskripsi Pengguna
Adapun pengguna Pusat Industri Kreatif adalah:
a. Pengunjung/tamu
Masyarakat umum yang hendak bekerja di pusat industri
kreatif tersebut.
Masyarakat yang hanya ingin berkunjung seperti untuk
belajar cara pembuatan produk yang dihasilkan maupun yang hanya ingin menikmati fasilitas yang ada di pusat industri kreatif tesebut.
Karakteristik pengunjung:
Ditinjau dari segi usia
Pemakai dari bangunan ini tidak memiliki batasan usia.
Ditinjau dari strata ekonomi
Pemakaian bangunan ini secara umum dapat berasal dari semua kalangan.
b. Pengelola
Pihak yang mengelola administratif ataupun kegiatan yang berkaitan dengan bangunan.
c. Karyawan
Resepsionis
Karyawan yang menjaga dan mengawasi fasilitas
pendukung (komersial)
Karyawan produksi
Cleaning service
2.4.1.2. Deskripsi kegiatan
Adapun kegiatan Pusat Industri Kreatif adalah:
a. Kegiatan Administratif
Kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan Pusat Industri Kreatif , selain itu juga menjadi sarana informasi pengunjung/tamu.
b. Kegiatan Komersial (Pemasaran)
Kegiatan pelayanan kepada pengunjung/tamu dalam hal barang maupun jasa dan juga sebagai fasilitas penunjang fungsi utama.
c. Kegiatan Pengelolaan
Kegiatan yang berkaitan dengan barang hasil kreativitas karyawan sesuai bidangnya masing-masing.
Kegiatan yang dapat dilakukan para karyawan untuk sarana informasi kepada masyarakat atas perkembangan berbagai jenis produk, sistem pemasaran, teknologi, harga dari produk-produk yang dipasarkan di Pusat Industri Kreatif.
e. Kegiatan pendidikan
Kegiatan yang dapat dilakukan para pengunjung/tamu untuk sarana pendidikan dalam mempelajari kegiatan produksi yang ada di Pusat Industri Kreatif.
f. Kegiatan servis
Kegiatan pengamanan dan perawatan terhadap fasilitas yang ada.
2.4.2. Deskripsi Perilaku
Berdasarkan sifat aktivitas yang dapat dilakukan perilaku pengguna bangunan Pusat Industri Kreatif dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu:
a. Bersifat Statis
Perilaku pengguna bangunan yang lebih bersifat menetap pada satu tempat, atau ruang. Kebiasaan pengguna ini merupakan kegiatan yang menjadi rutinitas atau sementara dengan intesitas waktu yang lebih lama seperti aktifitas karyawan produksi, pengelola, resepsionis, dan karyawan fasilitas-fasilitas pendukung pusat industri (karyawan komersial).
Karyawan produksi
Diagram 2.1 Perilaku karyawan produksi (Sumber: Olah Data Pribadi)
Datang
Parkir Bekerja
Makan
Pengelola
Diagram 2.2 Perilaku karyawan pengelola (Sumber: Olah Data Pribadi)
Karyawan komersial
Diagram 2.3 Perilaku karyawan komersial (Sumber: Olah Data Pribadi)
b. Bersifat Dinamis
Perilaku pengguna bangunan yang cenderung bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dalam ruang lingkup bangunan, diantaranya aktivitas tamu pada fasilitas-fasilitas pendukung.
Datang Parkir Bekerja Makan Pulang Parkir Datang Berdagang Pulang
Pengunjung/tamu
Diagram 2.4 Perilaku pengunjung/tamu (Sumber: Olah Data Pribadi)
2.4.3. Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang
Dalam merancang sebuah pusat industri harus memiliki persyaratan dan kriteria ruang. Hal ini dikarenakan sebuah bangunan yang akan dirancang akan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi setiap penggunanya. Untuk persyaratan ruang yang baik, yaitu:
a. Limbah
Limbah padat/sampah
Setiap industri harus dilengkapi dengan tempat sampah dari bahan yang
kuat, cukup ringan, tahan karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya serta dilengkapi dengan penutup
Sampah kering dan sampah basah ditampung dalam tempat sampah
yang terpisah
Tersedia tempat pengumpulan sampah sementara yang memenuhi
syarat
Limbah cair Kualitas efluen harus memenuhi syarat sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Pencahayaan di Ruangan
Intensitas cahaya di ruang kerja minimal 100 lux.
c. Kebisingan
Tingkat kebisingan di ruang kerja maksimal 85 dBA Datang
Parkir
Pulang
Belajar/berbelanja Makan
d. Instalasi
Instalasi listrik, pemadam kebakaran, air bersih, air kotor, air limbah,
air hujan harus dapat menjamin keamanan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Bangunan kantor yang lebih tinggi dari 10 meter atau lebih tinggi dari
bangunan lain disekitarnya harus dilengkapi dengan penangkal petir.
2.4.4. Studi Banding Arsitektur yang Mempunyai Fungsi Sejenis 2.4.4.1. Police Married Quarter Hong Kong 13
Gedung bersejarah itu bernama PMQ, singkatan dari Police
Married Quarter yang terletak di 35 Aberdeen Street, Central, Hong Kong. Ternyata, dulunya gedung ini adalah bangunan bersejarah, gedung kuno peninggalan Inggris yang diperuntukkan sebagai sekolah negeri pertama di Hong Kong yang dibangun tahun 1862 bernama Central School di Gough Street. Sekolah ini merupakan sekolah modern pertama di Hong Kong, dengan sistem pendidikan ala Barat. Pada 1889, sekolah dipindahkan ke Aberdeen Street yang kini menjadi PMQ.
Gambar 2.5 PMQ jaman dahulu (sekolah) (Sumber: Google Search)
Menganut sistem pendidikan model barat, anak-anak orang Inggris bahkan anak-anak bangsawan Dinasti Qing masih sempat bersekolah di
13 http://news.detik.com/berita/2936832/keren-bangunan-bersejarah-di-hong-kong-ini-jadi-pusat-industri-kreatif
sekolah itu. Salah satu tokoh besar lulusan sekolah ini adalah Dr Sun Yat Sen, pemimpin revolusi China.
Pada Perang Dunia II, gedung sekolah itu rusak kena bom dan dibangun kembali menjadi asrama kepolisian Hong Kong, bagi anggota polisi yang sudah menikah pada tahun 1951. Semakin banyak anak, semakin diprioritaskan mendapatkan tempat tinggal di asrama. Namun pada tahun 2000, asrama polisi itu dipindahkan dan kosong sejak itu.
Gambar 2.6 Asrama kepolisian Hong Kong (Sumber: Google Search)
Pada tahun 2009, akhirnya PMQ masuk dalam 1 dari 8 proyek di kawasan Central yang harus dilestarikan di bawah komando Biro Pengembangan Hong Kong. Dan tahun berikutnya, pengelolaan PMQ ini diserahkan kepada Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Musketeers, didukung Pusat Desain Hong Kong dan Universitas Politeknik Hong Kong mengubah PMQ menjadi pusat industri kreatif.
Gambar 2.7 PMQ sekarang (Sumber: Google Search)
Gambar 2.8 Entrance PMQ (Sumber: Google Search)
Staf Corporate Communication PMQ, Cheuk Yiu Wong, yang menemui detikcom dan wartawan lain mengajak berkeliling di lantai bawah tanah. Ternyata, pihak PMQ di bawah pemerintah Hong Kong masih merawat sisa-sisa fondasi bangunan kuno itu, yang bekas kena bom pada Perang Dunia II.
Gambar 2.9 Pondasi bangunan setelah terkena bom (Sumber: Google Search)
Sebagian bentuk-bentuk pondasi bangunan yang aslinya bergaya Victoria itu masih ada dan kini menjadi museum. Bahkan tangga asli bangunan itu masih ada.
Beranjak ke atas, bangunan 6 lantai ini didominasi warna putih, cat hijau tua serta lantai yang diplester. Ada 2 akses, mengakses lewat tangga atau memakai lift. Ada lebih dari an ruangan yang ditempati oleh
Gambar 2.10 Bangunan PMQ tampak perspektif (Sumber: Google Search)
Masing-masing pemilik ruangan mendesain ruang pamernya dengan unik dan lucu, membuat para pengunjung tak tahan untuk mampir. Produk kreatif para pebisnis mula itu pun mulai dari baju, asesoris, tas, jam, desain interior hingga kafe, bakery dan pastry.
Gambar 2.11 Produk kreatif yang dihasilkan (Sumber: Google Search)
Fungsi tempat ini memang seperti inkubator bisnis, para pebisnis