• Tidak ada hasil yang ditemukan

Periode Ketiga Masa Kemerdekaan (1995-Sekarang)

IV. SEJARAH PERKEMBANGAN KOTA BOGOR

4.3. Masa Kemerdekaan (1945-Sekarang)

4.3.3. Periode Ketiga Masa Kemerdekaan (1995-Sekarang)

Periode ketiga Masa Kemerdekaan (1995-sekarang) dimulai sejak perluasan wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor (1995) sampai sekarang.

(1) Kondisi Fisik Perkotaan Periode Ketiga Masa Kemerdekaan

Sejak tahun 1995 Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor mengalami perluasan wilayah yang awalnya hanya 2.156 Ha menjadi 11.850 Ha. Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, nama Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor diubah menjadi Kota Bogor.

(a) Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Kota Bogor

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor (1999-2009) serta Kondisi dan Potensi Kota Bogor (2005), dinyatakan bahwa Kota Bogor terletak di

61

antara 106043’30”-106051’00” BT dan 6030’30”-6041’00” LS. Kota Bogor adalah sebuah kota di Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota Bogor berjarak ± 54 km dari Jakarta. Luas wilayah Kota Bogor adalah 11.850 Ha, terdiri atas 6 kecamatan dan 68 kelurahan, dengan batas administrasi wilayah sebagai berikut (Gambar 15):

 Sebelah Utara : Wilayah Kecamatan Kemang, Bojong Gede, dan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

 Sebelah Barat : Wilayah Kecamatan Darmaga dan Ciomas, Kabupaten Bogor.

 Sebelah Selatan : Wilayah Kecamatan Cijeruk dan Caringin, Kabupaten Bogor.

 Sebelah Timur : Wilayah Kecamatan Sukaraja dan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Selain itu, Kota Bogor juga dikelilingi oleh bentangan pegunungan yang menyerupai huruf U, yaitu Gunung/Pegunungan Pancar, Megamendung, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, dan Gunung Halimun.

(b) Iklim

Kondisi iklim di Kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 260C dengan suhu tertinggi 30,40C dan kelembaban udara kurang dari 70%. Sedangkan suhu terendah 21,80C dan curah hujan rata-rata sekitar 3.500-4000 mm/tahun dengan curah hujan terbesar pada bulan Desember dan Januari. Arah mata angin waktu- waktu ini dipengaruhi oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin Muson Barat dengan arah mata angin 6% terhadap arah Barat.

(c) Ketinggian dan Topografi

Kota Bogor terletak pada ketinggian antara 190-350 m di atas permukaan laut. Topografi Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14.

62

Sumber: Bapeda Kota Bogor, 2005

NO. GAMBAR:

15

HALAMAN:

63

Tabel 14. Topografi Kota Bogor. No. Kemiringan

Lereng Kategori Luas (Ha)

Jumlah (%) dari Luas Keseluruhan 1. 0-2% Datar 1.763,94 14,94% 2. 2-15% Landai 8.091,27 68,28% 3. 15-25% Agak Curam 1.109,89 9,37% 4. 25-40% Curam 764,96 6,46% 5. > 40% Sangat Curam 119,94 1,01%

Sumber: Bapeda Kota Bogor (2005).

(d) Tanah dan Geologi

Jenis tanah hampir di seluruh wilayah adalah Lotosil coklat kemerahan dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm, serta tekstur tanah yang halus dan bersifat agak peka terhadap erosi. Secara umum Kota Bogor ditutupi oleh batuan Vulkanik yang berasal dari endapan (batuan sedimen) dua gunung berapi, yaitu Gunung Pangrango (berupa satuan breksi tupaan/kpbb) dan Gunung Salak (berupa aluvium/Kal dan kipas aluvium/kpal). Lapisan batuan ini berada agak dalam dari permukaan tanah dan jauh dari daerah aliran sungai. Endapan permukaan umumnya berupa aluvial yang tersusun oleh tanah, pasir dan kerikil, hasil dari pelapukan endapan, hal ini baik untuk vegetasi. Dari struktur geologi tersebut, maka Kota Bogor memiliki jenis Aliran Andesit seluas 2.719,61 Ha, Kipas Aluvial seluas 3.249,98 Ha, Endapan 1.372,68 Ha. Tufaan 3.395,75 Ha dan Lanau Breksi Tufan dan Capili seluas 1.112,56 ha.

(e) Hidrologi

Kota Bogor memiliki beberapa sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu Ciliwung, Cisadane, Cipakancilan, Cidepit, Ciparigi, dan Cibalok. Istilah Ci artinya sungai. Diantaranya terdapat dua sungai besar, yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, memiliki tujuh anak sungai. Secara keseluruhan anak-anak sungai yang ada membentuk pola aliran paralel- subparalel sehingga mempercepat waktu mencapai debit puncak (time to peak) pada Sungai Ciliwung dan Cisadane sebagai sungai utamanya.

Pada umumnya aliran sungai tersebut dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Kota Bogor serta sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum. Selain beberapa aliran sungai yang mengalir di wilayah Kota Bogor, terdapat juga beberapa mata air yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Kemunculan mata air tersebut umumnya

64

terjadi karena pemotongan bentuk lahan atau topografi, sehingga secara otomatis aliran air tanah tersebut terpotong. Kondisi tersebut bisa dilihat diantaranya ditebing Jalan Tol Jagorawi, pinggiran Sungai Ciliwung di Kampung Lebak Kantin, Babakan Sirna dan Bantar Jati dengan besaran debit bervariasi.

(f) Pola Penggunaan Lahan Kota Bogor

Berdasarkan Bapeda Kota Bogor (2005) dan RTRW Kota Bogor 1999-2009, pola penggunaan lahan di Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 15. Berdasarkan Perda Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Tahun 1999-2009), Kota Bogor memiliki fungsi sebagai (Gambar 15):

1. Kota Perdagangan 2. Kota Industri 3. Kota Pemukiman 4. Kota Wisata Ilmiah 5. Kota Pendidikan.

Tabel 15. Pola Penggunaan Lahan Kota Bogor.

No. Pola Penggunaan Lahan Luas (Ha) Jumlah (%) dari Luas Keseluruhan

1. Permukiman 8.296,63 70,01

2. Pertanian (Sawah dan Ladang) 1.288,66 10,87

3. Kebun Campuran 154,55 1,30 4. Hutan Kota 141,50 1,19 5. Taman/Lapangan Olahraga 250,48 2,11 6. Kuburan 299,28 2,53 7. Sungai/Situ/Danau 342,07 2,89 8. Perkantoran/Pemerintahan 85,28 0,72

9. Perdagangan dan Jasa (18.674 perusahaan dengan 28.335 tenaga kerja)

362,60 3,06

10. Industri (2.722 unit dengan

43.612 tenaga kerja) 115,03 0,97

11. Terminal Agrobisnis 9,21 0,08

12. Kolam oksidasi IPAL 1,50 0,01

13. Jalan 529,62 4,47

14. Terminal 1,51 0,01

15. Stasiun Kereta Api 5,60 0,05

Jumlah 11.850,00 100,00

65

Luas taman di Kota Bogor yang dikelola oleh Dinas Tata Kota dan Pertamanan berdasarkan hasil survey tahun 2005 adalah 364.467,26 m2 tersebar di enam kecamatan (Tabel 16).

Tabel 16. Luas Taman di Kota Bogor.

No. Luas (m2) Kecamatan Bogor Timur (31 Lokasi) Bogor Selatan (22 Lokasi) Bogor Barat (15 Lokasi) Bogor Tengah (78 Lokasi) Bogor Utara (13 Lokasi) Tanah Sareal (16 Lokasi) 1. Taman 5.670,55 8.220,82 3.036,75

2. Taman Sudut Kota 420,42 141,83 176,96 6.685,42 855,74 275,09

3. Jalur Hijau 29.304,44 10.883,08 25.810,27 83.171,35 5.227,99 30.520,45 4. Median 10.402,19 1.892,32 2.415,02 7.107,10 902,40 5. Pulo Jalan 4.567,68 1.393,49 1.735,92 1.940,35 1.634,72 11,58 6. Lapangan 2.030,40 3.660,54 40.751,54 8.870,00 28.388,44 7. Bantaran Sungai 2.208,60 10.372,87 8. Lereng 1.306,80 823,98 16.704,84 9. Blumbak 77,28 10. Kebun Pembibitan 4.818,04 11. Total (m2) 55.911,08 16.902,92 29.615,47 175.157,53 23.745,55 63.134,71

Sumber: Dinas Tata Kota dan Pertamanan (2005).

(g) Fasilitas Transportasi

Fasilitas transportasi darat di Kota Bogor terdiri dari jaringan jalan, terminal angkutan kota (Baranangsiang, Bubulak, dan Laladon), dan stasiun kereta api. Jaringan jalan meliputi jalan negara (30,199 km), jalan propinsi (26,759 km), jalan kota (564,193 km), dan jalan lingkungan (212,704 km). Sedangkan Stasiun Kereta Api Bogor memberikan pelayanan dari Bogor-Jakarta dan Bogor- Sukabumi.

(h) Objek dan Daya Tarik Wisata

Selain keindahan pemandangan Gunung Salak dan Gede yang menghiasi kota, Kota Bogor juga memiliki objek dan daya tarik wisata yang relatif banyak (Tabel 17).

(2) Karakteristik Sosial Perkotaan Periode Ketiga Masa Kemerdekaan

Sebagian besar penduduk Kota Bogor adalah pendatang yang berasal dari berbagai daerah (Wilayah Jawa Barat khususnya dari hinterland Kota Bogor dan daerah lainnya) serta tinggal secara turun-temurun di kota ini. Sehingga masyarakat Kota Bogor menjadi masyarakat yang heterogen. Jumlah penduduk Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 18.

66

Tabel 17. Objek dan Daya Tarik Wisata Kota Bogor.

No. Objek Wisata Kategori Wisata Luas (m2)

1. Kebun Raya Bogor (KRB) Wisata Alam, Ilmiah, dan

Budaya 870.000,00

2. Istana Kepresidenan Wisata Sejarah dan Budaya 288.000,00

3. Prasasti Batutulis Wisata Sejarah 231,34

4. Plaza Kapten Muslihat Wisata Taman Rekreasi 17.690,00

5. Museum Zoologi Wisata Ilmiah dan Budaya 1.500,00

6. Museum Etnobotani Wisata Ilmiah dan Budaya 1.600,00

7. Museum Perjuangan Wisata Sejarah dan Budaya 800,00

8. Museum Pembela

Tanah Air Wisata Sejarah dan Budaya 7.400,00

9. Museum Tanah Wisata Ilmiah 30,00

10. Taman Wisata Situ Gede Wisata Alam

11.

Factory Outlet

(Pajajaran sampai Tajur, dan Katulampa)

Wisata Belanja

12.

Pusat Jajanan

(Roti Unyil Venus, Asinan Gedong Dalam, dan sebagainya)

Wisata Belanja

Sumber: Bapeda Kota Bogor (2005).

Tabel 18. Jumlah Penduduk Kota Bogor Per Kecamatan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2006.

No. Kecamatan Laki-Laki Perempuan Jumlah

1. Bogor Selatan 77.254 73.881 151.135 2. Bogor Timur 38.307 38.958 77.265 3. Bogor Utara 64.148 61.710 125.858 4. Bogor Barat 86.496 84.148 170.644 5. Bogor Tengah 46.235 46.620 92.855 6. Tanah Sareal 67.006 65.487 132.493 Jumlah 379.446 370.804 750.250

Sumber: Pemerintahan Kota Bogor (2008).

Berbeda dengan Jakarta, meskipun masyarakat Kota Bogor heterogen, namun semangat kekerabatan sosialnya masih tinggi. Ini semua banyak dipengaruhi oleh norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat Sunda-Bogor, seperti semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh yang diakhiri dengan silih wangi. Artinya, kebiasaan untuk saling mengkritisi secara terbuka (heuras genggerong) namun tetap santun (niat yang baik, asih) adalah pola tingkah laku keseharian masyarakat Kota Bogor, budaya saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain serta mengayomi yang muda atau papa (silih asuh) sudah menjadi perilaku umum masyarakat Kota Bogor. Semangat kebersamaan yang dipayungi oleh norma luhur tersebut semakin menguat di era demokrasi saat ini. Berbagai paguyuban tumbuh dan berkembang serta membangun komunikasi

67

dan sinergi secara intensif baik sesama kelompok masyarakat maupun dengan pemerintah.

Dokumen terkait