Jika periode sebelumnya Iwan hanya menciptakan beberapa lagu dalam album kolaborasinya, maka pada periode ini dia tidak mengeluarkan album sama sekali. Hal ini disebabkan kesibukan dan duka yang menimpa Iwan Fals dan keluarganya. Kesibukan tersebut terkait dengan persoalan tempat tinggal. Dalam tempo waktu satu tahun, Iwan Fals dan keluarganya mengalami pindah rumah sebanyak tiga kali, yakni dari rumah yang berlokasi Jalan H. Ali, Condet Jakarta Timur pindah ke daerah Serpong. Tidak berselang lama kemudian, atas desakan dari ibunda Iwan Fals, akhirnya keluarganya pindah ke Jl. Perkici XIV Bintaro Jakarta Selatan.
Setelah menempati rumah baru di Jakarta Selatan, ternyata persoalan dalam keluarga Iwan belum selesai. Sebab tanpa diduga tepatnya pada tanggal 25 April 1997 Galang Rambu Anarki anak pertamanya Iwan Fals meninggal dunia di usianya yang ke-15.75
74
Song World Collection, Op. Cit., hlm 27 75
Rencana awal Galang mau dimakamkan di Condet, tapi karena lokasi dan juga luas pekarangan rumah di Condet kurang memadai, maka ia dimakamkan di Leuwinanggung, tanah yang dibeli Iwan Fals sejak tahun 1980. Iwan, istrinya dan juga Cikal anak kedua dari Iwan Fals demi Galang Rambu Anarki akhirnya juga pindah di daerah tersebut sampai sekarang.
Dalam keadaan yang tidak menentu dan kesedihan yang mendalam Iwan Fals sempat terpukul dan memotong rambutnya hingga gundul. Sebuah traumatis yang amat dalam jiwa dan seluruh isinya hingga tidak keluar dari rumah sampai satu bulan. Aktifitas yang dilakukan Iwan Fals hanya berkisar di dalam kamarnya dan tidak pernah keluar dari dalam kamar, saat dating waktu makan istrinya yang mengantarkan makanan ke kamarnya. Yang dilakukan oleh Iwan hanya mengaji Al-qur’an dan istirahat (baca : tidur).
Trauma yang dialami oleh Iwan Fals ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa Galang Rambu Anarki adalah putera laki-laki pertamanya dari Iwan Fals dan Rossana, dia merupakan seorang musisi yang sangat berani memutuskan untuk bermusik, yang dia yakini bahwa ia mampu menunjukkan kepada Iwan Fals sebagai ayahnya. Meski bayang-bayang besar Iwan Fals sang ayahnya sebagai musisi dan juga penyanyi dalam benak Galang sedikit banyak berpengaruh bukan berarti Galang harus seperti ayahnya. Sebab Iwan Fals memberi kebebasan sebebas-bebasnya kepada Galang untuk berekspresi, pun dalam menentukan jenis dan warna musik yang disenanginya, bahkan sampai persoalan hidupnya sendiri.76
76 Pelajaran tentang menahan diri yang diperoleh Iwan Fals dari ketekunannya dibidang karate diturunkan kepada Galang, sejak masih SD Iwan Fals sudah mengajarkan bela diri tersebut kepada anak pertamanya ini. Sebelum wafatnya Galang Rambu Anarki, Iwan Fals sempat melakukan session di studio latihan. Iwan Fals menulis lagu mengisi dengan lead gitar dabn membuat arnsmen. Sayang lagu ciptaan berdua anak dengan bapak tersebut tidak sempat direkam. Lagu-lagu yang diciptakan Galang lebih pada kegelisahan tentang pancarian jati diri manusia dan eksistensinya dalam hidup ini. Karena bagaimanapun juga jiwa petualang yang ada pada Galang sangatlah besar, ia sampai Bali mana-mana. Dalam perjalanan hidupnya Galang Rambu Anarki pernah membentuk band yang bernama Bunga dengan hits lagunya adalah Kasih Jangan Kau
Pergi. Album ini baru beredar di pasaran setelah Galang meninggal dunia. Adapun personil Bunga
Sebenarnya banyak sekali karya dari putra pertama Iwan Fals ini yang berupa lagu. Akan tetapi karena keinginan anaknya dan ini adalah merupakan sebuah amanah bagi yang di tinggalkan akhirnya lagu-lagu tersebut tidak dapat beredar dimasyarakat. Di samping itu untuk menghormati hak antara seorang kreator atas karyanya Iwan Fals tinggal merawat karya-karya tersebut dalam bentuk kaset yang pernah direkam oleh Galang.
Galang sempat juga merekam yang judulnya Welcome to My Hell, lagu inilah yang di anggap ayahnya sendiri sedikit ada keanehan pada Galang, karena setiap mau menyanyikan lagu ini ada semacam ritual yang harus dilakukan oleh Galang yaitu dengan cara mengecat tubuhnya dulu, lalu dilaksanakan upacara kecil-kecilan baru dia menyanyi. Fenomena Galang Rambu Anarki tidak bisa lepas dari bayang-bayang besar ayahnya sebagai seorang hits maker musik Indonesia pada saat itu.
Iwan Fals drop berat pada saat itu sampai-sampai rambutnya yang dahulu gondrong dengan berkumis tebal dicukur dan botak kepala. Sepeninggalan Galang dan juga pindahnya Iwan ke desa Leuwinanggung membawa dampak yang besar terhadapnya. Mulai dari perilaku sosial sampai dalam ia berkarya. Bahkan Iwan sendiri sehabis Galang meninggal dunia Iwan jarang keluar rumah bahkan tidak keluar kamar selama sebulan. Yang dikerjakan hanya beribadah yaitu mengaji Al-Qur’an, kalau saatnya makan istrinya yang dengan setia mengantarkannya ke tempat Iwan beribadah tersebut77. Walaupun terlarut dalam kesedihan, Iwan Fals mencoba untuk bangkit dan membangun semangat baru untuk mengobati rasa kangennya terhadap galang Rambu Anarki. Dengan berbagai cita-cita dan obsesinya serta sepak terjangnya di blantika musik Indonesia.
Dalam keadaan tersebut walaupun Iwan Fals vakum tidak mengeluarkan album, dia tetap beraktivitas dan berkreasi. Kegiatan sehari-harinya disamping berolah raga, Iwan lari kekanvas yaitu dengan melukis. sendiri pada rhitme guitar. Dia juga pernah membentuk kelompok band lagi dengan nama Sangkala. Bersama Bakar (drum), Arie (Bass), dan Galang pada vokal dan gitar.
77
Banyak sekali karya lukisan yang Iwan Fals ciptakan. Mulai dari menggambar nenek-nenek, pohon, absud. Sebagian kalangan menilai karya lukisan Iwan Fals aliran ngabuburit atau asal-asalan.