a. Tanah Bangunan untuk Dijual atau Diserahkan kepada Masyarakat senilai Rp3.845.419.000,00 merupakan hibah keluar satker PAIR yang telah diserahterimakan kepada penerima hibah.
b. Peralatan dan Mesin untuk Dijual atau Diserahkan kepada Masyarakat senilai Rp7.396.462.960,00 merupakan hibah keluar satker PAIR yang telah diserahterimakan kepada penerima hibah.
c. Peralatan dan Mesin untuk Dijual atau Diserahkan kepada Masyarakat pada Kantor Pusat senilai Rp59.458.000 merupakan hibah dari IAEA yang dikuasai oleh pihak ketiga yaitu RSUD Arifin Achmad di Kendal dan RSUD Ulin Kalimantan Selatan yang tercatat dalam Laporan BMN Satuan Kerja Kantor Pusat BATAN per 31 Desember 2020 berupa Televisi, PC Unit dan Camera Conference. Sesuai juknis pada aplikasi Persediaan 20.2, barang yang tidak dikuasai dikeluarkan dari Neraca dan ditatausahakan dalam Daftar Barang Persediaan Yang Tidak Dikuasai yang dibuat secara manual.
d. Barang Persediaan Lainnya untuk Dijual/Diserahkan ke Masyarakat senilai Rp283.715.390 merupakan pembelian satker PDK untuk diserahkan kepada Masyarakat dan telah di reklasifikasi keluar ke barang konsumsi.
e. Terdapat Persediaan Bahan Baku yang merupakan hibah dari IAEA yang dikuasai oleh pihak ketiga yaitu Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Pertanian yang tercatat dalam Laporan BMN Satuan Kerja Kantor Pusat BATAN per 31 Desember 2020 sebesar Rp170.076.940,00 berupa Urea 3 T Balon dan Urea C-14 Helicap. Sesuai juknis pada aplikasi Persediaan 20.2, barang yang tidak dikuasai dikeluarkan dari Neraca dan ditatausahakan dalam Daftar Barang Persediaan Yang Tidak Dikuasai yang dibuat secara manual.
f. Terdapat selisih nilai persediaan antara nilai di erekon dengan nilai di aplikasi persediaan yang disebabkan adanya ketidaksempurnaan aplikasi Saiba dalam menerima file kirim SIMAK BMN. Adapun nilai seharusnya dapat dirinci sebagai berikut:
LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA UNIT AKUNTANSI PENGGUNA BARANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
PERIODE TAHUNAN TAHUN ANGGARAN 2020 (AUDITED)
Akun Uraian Nilai Erekon
Saat ini
Nilai Erekon
Seharusnya Selisih 117111 Barang Konsumsi (Alat tulis kantor,
kertas dan cover, bahan cetak, bahan komputer, alat listrik, perlengkapan dinas dan alat/bahan untuk kegiatan kantor lainnya)
9,138,092,289 9,150,814,785 12,722,496
117113
Bahan Untuk Pemeliharaan (Bahan/alat rumah tangga, bahan pembersih, dan perabot kantor lainnya)
1,022,520,986 1,022,090,986 (430,000)
117114 Suku Cadang (alat angkutan, alat besar, alat kedokteran, alat laboratorium, alat studio dan kommunikasi, alat pertanian, alat bengkel dan suku cadang lainnya)
15,271,312,526 15,261,334,826 (9,977,700)
117122 Tanah Bangunan untuk Dijual atau
Diserahkan kepada Masyarakat 0 0 0
117124 Peralatan dan Mesin untuk Dijual atau
Diserahkan kepada Masyarakat 0 0 0
117128 Barang Persediaan Lainnya untuk
Dijual/Diserahkan ke Masyarakat 0 0 0
117131
Bahan Baku (bahan
bangunan/konstruksi, bahan kimia, bahan bakar dan pelumas, bahan baku, bahan kimia nuklir dan bahan lainnya)
51,513,487,452 51,511,060,356 (2,427,096)
117199 Persediaan Lainnya (Obat, komponen peralatan, pipa air besi tuang, pipa plastik pvc, komponen bekas dan pipa bekas)
236,831,000 236,943,300 112,300
77,182,244,253
77,182,244,253 -Jumlah Persediaan
Audit BPK:
Pembelian barang konsumsi berupa label cartridge dan continous length paper tape yang menggunakan akun 521111 sebesar Rp3.689.400
Aset Tetap Rp 14.726.411.225.270
2 Aset Tetap
Nilai Aset Tetap per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp14.726.938.814.110 dan Rp14.859.348.638.833 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.
Tanah
Rp13.034.026.829.000
2.1 Tanah
Nilai aset tetap berupa Tanah yang dimiliki BATAN per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah masing-masing sebesar Rp13.034.026.829 dan Rp13.034.026.829.
Kode Akun Uraian 31 Desember 2020 31 Desember 2019
Jumlah 13,034,026,829 13,034,026,829
Rincian tanah per Satker per 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA UNIT AKUNTANSI PENGGUNA BARANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
PERIODE TAHUNAN TAHUN ANGGARAN 2020 (AUDITED)
No. Satker 31 Desember 2020 31 Desember 2019
1 PAIR 3,931,785,488,000 3,931,785,488,000 2 PTBGN 746,242,617,000 746,242,617,000 3 Kantor Pusat 7,211,829,624,000 7,211,829,624,000 4 PSTNT 27,716,630,000 27,716,630,000 5 PSTA 1,112,862,946,000 1,112,862,946,000 6 STTN 3,589,524,000 3,589,524,000
13,034,026,829,000
13,034,026,829,000 JUMLAH
Adapun mutasi aset tetap berupa tanah adalah sebagai berikut:
I. Saldo per 31 Desember 2019 13,746,430,755,000 II. Mutasi tambah
III. Mutasi kurang
-IV. Saldo per 31 Desember 2020 13,746,430,755,000
Penjelasan mutasi :
Tidak terdapat mutasi tanah pada 31 Desember 2020 Tahun Anggaran 2020 Semua aset berupa tanah yang dimiliki oleh BATAN dalam kondisi baik dan tidak ada tanah yang statusnya dihentikan dari penggunaan operasional pemerintahan, namun terdapat permasalahan pada aset tanah yang dikuasai oleh pihak ke tiga dengan rincian sebagai berikut:
No. Permasalahan Tanah Kuantitas (bidang/m2) Nilai (Rp)
1 Sengketa 1,171 170,006,111,000 1,171
170,006,111,000 Jumlah
Informasi Lainnya:
1. BATAN memiliki tanah yang terdapat di jalan Senopati seluas 1.171 m² senilai Rp170.006.111 berstatus sengketa (dikuasai pihak ketiga). Untuk menyelamatkan aset pemerintah/negara dan agar legalitasnya pasti, maka BATAN mengirimkan Surat Dinas kepada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan
LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA UNIT AKUNTANSI PENGGUNA BARANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
PERIODE TAHUNAN TAHUN ANGGARAN 2020 (AUDITED)
Pertanahan Nasional, di Jalan H. Alwi No. 99 Kel. Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan nomor B.
3654/BATAN/UM/PL 0301/04/2015, perihal Aset BMN berupa tanah yang tidak dikuasai, tanggal 15 April 2015.
BATAN telah menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak terkait BPN dan Kementerian Keuangan cq Direktur Jenderal Kekayaan Negara, hal ini dibuktikan dengan surat BATAN kepada BPN melalui Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan terkait dengan asset yang tidak dikuasai pada tanggal 15 April 2015 (Nomor B.3654/BATAN/UM/PL 0301/04/2015), dan tanggal 12 Februari 2016 (nomor surat B.1669/BATAN/UM/PL 0301/02/2016) tetapi tidak mendapat jawaban.
Kemudian melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada tanggal 2 Februari 2018, dan BATAN diminta untuk mengirimkan surat kembali kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN yang ditembuskan kepada DJKN surat Nomor B.1588/BATAN/UM/PL 03 01/02/2018 tanggal 10 Februari 2018.
Surat tersebut dijawab oleh BPN melalui Kepala Kantor Pertanahan Administrasi Jakarta Selatan Nomor 421/6.31.74.300/II/2018 tanggal 20 Februari 2018 yang isinya adalah BATAN dapat mengajukan permohonan pengukuran dengan melengkapi persyaratan:
a. Asli Kartu Identitas Barang (KIB);
b. Asli Pernyataan Aset dan Surat Penguasaan Fisik;
c. Pernyataan Tidak Sengketa;
d. Kwitansi dan atau;
e. Bukti perolehan lainnya
Berdasarkan hal tersebut BATAN telah melakukan upaya-upaya tindak lanjut atas temuan BPK lalu terkait dengan penyelamatan Aset Negara berupa tanah yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Senayan.
Saat pemeriksaan BPK, BATAN sedang menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan yang diminta BPN tersebut sehingga belum dapat disajikan.
Ada beberapa kesulitan dalam pemenuhan dokumen-dokumen tersebut, dikarenakan lahan tersebut telah bersertifikat dan dalam penguasaan pihak lain, hal ini juga kesulitan BATAN dalam pemantauan/penelitian lapangan.
BATAN telah melakukan koordinasi dengan BPN Kantor Pertanahan Administrasi Jakarta Selatan terkait pemenuhan persyaratan tersebut.