• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.3. Peristiwa Martutur Antar Pedagang dan Pembeli

Peristiwa martutur adalah terjadinya atau berlangsungnya suatu interaksi yang terajadi dengan menghubungkan marga atau ikatan tertentu. Tingkat sosial para penutur sangat menetukan variasi interaksi di dalam pasar. Oleh karena itu

pada saat berinteraksi atau berbicang-bicang pada saat proses tawar-menawar di pasar onan Balige tak jarang ada yang saling menanyakan marga. Seperti hal nya yang terjadi di lapak Ibu Rina pada saat selesai melayani pembeli yang datang ke lapak Ibu Rina ada komunikasi seperti:

“Hurang ma on, ai boru aha do hamu?” ungkap pembeli yang datang ke lapak Ibu Rina.

“Dang boi be hurang i, nga harga pas i, boru Tambunan, molo hamu boru aha” Jawab Ibu Rina kepada pembeli tersebut.

“Ito ku mangalap Boru Sipayung, jadi idia hamu tinggal ?” jawab pembeli tersebut.

“Oido ateh, i Tampubolon do hami marjabu” Jawab Ibu Rina.

“Ooh makana hurangi ma dua ribu nai asa ro muse au tu son”

Jawab pembeli tersebut.

“Buat ma buat” Balas Ibu Rina.

“Kuranginlah ini, boru apa nya kamu? ungkap pembeli yang datang ke lapak Ibu Rina.

“Gak bisa kurang lagi, udah harga pas, boru tambunan, kalau kamu boru apa?” Jawab Ibu Rina kepada pembeli tersebut.

“Saudara laki-laki ku menikah dengan boru Sipayung, jadi tinggal dimana?” jawab pembeli tersebut.

“Oh iya ya, saya tinggal di Tampubolon” Jawab Ibu Rina.

“Oh, makanya kurangilah dua ribu lagi biar datang lagi kesini”

Jawab pembeli tersebut.

“Ya udah ambil lah” Balas Ibu Rina.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang di dapat dari hasil penelitian di onan balerong di Kota Balige. Peneliti berusaha menjelaskan beberapa kesimpulan dan sarandari hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara kepada informan-informan. Terdapat beberapa kesimpulan dan saran dari beberapa bab yang bisa dijadikan kesimpulan pada akhir penulisan skripsi ini. Hal-hal yang dianggap penting dari secara keseluruhan isi tersebut dapat di ringkas di kesimpulan agar lebih terperinci yaitu adalah sebagai berikut :

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan data yang peneliti peroleh secara langsung dari beberapa informan di onan balerong dan observasi secara langsung, maka peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Konflik yang terjadi di dalam aktivitas pasar saat ini bisa dikatakan sudah tidak ada, tidak pernah lagi terdengar para pedagang saling bertengkar atau terjadi suatu konflik untuk memperebutkan lapak untuk berjualan. Karena permasalahan sekarang tidak ada yang perlu untuk diributkan, sudah mempunyai lapak masing-masing.

2. Hubungan interakasi sosial antar pedagang sangat erat, pasar tak hanya hadir sebagai sarana ekonomi, namun pasar juga sebagai sarana sosial yang melibatkan interaksi banyak masyarakat seperti pedagang

daerah maupun luar daerah, antar pedagang dengan pemilik-pemilik toko, tengkulak, pembeli dan lainnya.

6.2. Saran

Dari hasil penelitian ini, peneliti juga mengajukan saran yaitu :

1. Diharapkan kepada pihak pemerintah maupun Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Toba Samosir dan Menengah agar lebih mensosialisasikan pasar rakyat onan balerong yang berada di lantai 2 agar lebih banyak pedagang yang berminta untuk berjualan di lantai 2.

2. Diharapkan kepada pemerintah maupun Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Toba Samosir untuk lebih menyamaratakan tarif harga sewa kios di lantai 1 maupun lantai 2 agar penjual di lantai 1 tidak menumpuk dan lebih merata.

DAFTAR PUSTAKA

Buku / Literatur Buku

Batu, SK. 1990. Peranan Pasar Pada Masyarakat Pedesaan Daerah Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud.

BPS. 2019. Kecamatan Balige Dalam Angka 2019. Balige. Badan Pusat Statistik Kabupaten Toba Samosir.

Djojohadikusumo, S. 1972. Kebidjaksanaan Dibidang Ekonomi Perdagangan.

Jakarta. Jajasan Badan Penerbit FE-UI.

Dwi, S. Wahyu. 2012. Strategi Rasional Pedagang Pasar Tradisional. Jurnal Bio Kultur. Vol.I/No.2 127-148.

Effendi, Nursyirwan. 2016. Studi Budaya Pasar Tradisional dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Pedesaan:Kasus Pasa Nagari dan Masyarakat Nagari di Propinsi Sumatera Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya,Vol. 18 (2):105-120.

Hartati, P. 1991. Peranan Pasar Pada Masyarakat Pedesaan Daerah Jawa Tengah. Semarang. Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Hidayati L.M & Yudana, G & Astuti, W. 2016. Studi Perkembangan Pasar Tradisional Dan Toko Modern Ditinjau Dari Jarak, Aksesbilitas, Dan Perilaku Konsumen Di Kota Surakarta. Vol. 14, No.2.

Heilbronner, RL. 1994. Terbentuknya Masyarakat Ekonomi. Anassidik, editor.

Jakarta (ID). PT Bumi Aksara.

Hudayana, B. 2017. Pendekatan Antropologi Ekonomi. Yogyakarta. Kepel Press.

Nash, M. 1966. Primitiv and Peasant Economic Systems. Chandler Publishing Company.

Prawirokusumo, S. 2001. Ekonomi Rakyat. Yogyakarta. BPFE-Yogyakarta.

Rahayu, M & Daryanto T.J & Aliyah, I. 2007. Peran Pasar Tradisional Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Surakarta. Gema Teknik-Nomor 2/Tahun X Juli 2007.

Sairin, S. 2001. Pengantar Antropologi Ekonomi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset.

Sumber Internet

https://sumut.antaranews.com/berita/138631/onan-balerong-peninggalan-belanda-ramai-dikunjungi-wisatawan (diakses 21 april 2018)

http://fornaslpumkn.wordpress.com/bentuk-interaksi-dalam-tranasksi-pasar (diakses (diakses 21 april 2018)

https://www.kamusbatak.com (diakses 16 mei 2018) https://id.m.wikipedia.org (diakses 11 februari 2018)

https://ews.kemendag.go.id/revitalisasi/index.aspx (diakses 5 agustus 2019) https://www.tobatabo.com/1569+koleksi-foto-kilas-balik-sejarah-kota-balige-dari-tahun-1971-2015.htm (diakses 29 November 2019)

http://simarmata.or.id/2016/04/coba-belajar-ini-daftar-bertutur-sapa-dalam-sistem-kekerabatan-batak-toba/ (diakses 08 April 2020)

LAMPIRAN GAMBAR

1. Onan Balerong Balige Foto Tahun 1939

Sumber : https://www.tobatabo.com

2. Onan Balerong Balige ketika Agresi Militer 2 tahun 1947

Sumber : https://www.tobatabo.com

3. Onan Balerong Balige dengan ukiran khas gorga Batak toba tahun 1971

Sumber : https://www.tobatabo.com

Glosarium kepada saudara laki-laki, hati-hati kepada pihak semarga atau menjaga persaudaraan, melindungi atau lemah lembut ke pihak perempuan.

Daong : Tidak.

Dongan Tubu : Teman Semarga.

Gorga : Kesenian ukir ataupun pahat yang biasan terdapat di bagian (eksterior) rumah adat Batak Toba dan di alat kesenian (gendang, serunai, kecapi) yang memiliki tiga warna, yaitu hitam, putih dan merah.

Huta : Kampung atau Desa.

Hula-hula : Kelompok pemberi gadis dalam sistem perkawinan adat batak.

Inang : Ibu.

Ompung-ompung : Panggilan kakek / nenek dari orangtua ayah dan ibu.

Parhobas : Orang yang bertugas untuk menyiapkan makanan dalam pesta orang batak.

Partiga-tiga : Pedagang.

Partututuron : Kekerabatan / Kekeluargaan.

Marhobas : Kegiatan memasak yang dilakukan oleh suku Batak saat ada acara pesta.

Marlangganan : Berlangganan.

Martutur : Bersilsilah yang memiliki hubungan kekerabatan.

Martiga-tiga : Berjualan.

Maronan : Pergi kepasar.

Maronan Tombis : Istilah bersenggolan di saat onan (pekan).

Marpollak : Berkebun.

Interview Guide

Berikut Aspek-Aspek Yang Menjadi Pertanyaan Wawancara Kepada Informan, Adapun Pertayaan Yang Diajukan Untuk Pedagang Antara Lain :

1. Sudah berapa lama berdagang di pasar rakyat onan balerong?

2. Dalam sehari berapa pendapatan yang diperoleh dari berdagang?

3. Apa saja dan berapa pengeluaran setiap harinya?

4. Pukul berapa pedagang berangkat dari rumah?

5. Pukul berapa mulai datang ke pasar rakyat onan balerong?

6. Pukul berapa selesai berjualan?

7. Dari mana barang diperoleh?

8. Apakah ada iuran yang harus dibayarkan untuk berjualan di pasar rakyat onan balerong?

9. Apa yang akan dilakukan jika dagangan tidak habis terjual?

10. Apakah pernah terjadi konflik antar sesama pedagang?

11. Selesai berjualan, barang apa saja yang di beli untuk di bawa pulang kembali?

12. Bagaimana kontribusi keluarga dalam berdagang, turut membantu dalam hal apa?

13. Apa saja kesulitan atau kendala pengumpul ternak kerbau dalam menjual hewan terbak kerbau?

14. Apa saja keuntungan dan kerugian dalam berbisnis menjadi pengumpul ternak?

15. Apa saja aktivitas yang di lakukan pengumpul ternak sebelum menjual hewan ternak kerbau?

16. Berapa harga kisaran hewan ternak kerbau yang dijual di pasar rakyat onan balerong?