• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Events After Reporting Period

Dalam dokumen PT PLN Persero GA 31 Des 2016 (Halaman 197-199)

TENGGARA MALUKU PAPUA JUMLAH

57. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Events After Reporting Period

(i) Pada bulan Januari 2017, Perusahaan telah melakukan penarikan pinjaman senilai Rp5.601.926 untuk fasilitas Pinjaman Perusahaan 2016 dari Bank Mandiri (Catatan 26).

(i) In January 2017, the Company made withdrawals in the amount of Rp5,601,926 under Corporate Loan 2016 facility from Bank Mandiri (Note 26).

(ii) Pada tanggal 9 Januari 2017, Perusahaan telah melakukan penarikan pertama pinjaman IBRD 86100ID. Jumlah penarikan adalah sebesar US$107.650.000. Pinjaman ini sebelumnya telah dinyatakan efektif sejak tanggal 18 November 2016 berdasarkan surat dari World Bank no.CD-254/WB/XI/2016 (Catatan 54).

(ii) On January 9, 2017, the Company has performed its first withdrawal of loan IBRD 86100ID. The withdrawal amounted to US$107,650,000. This loan has previously been declared effective since November 18, 2016 based on the letter from World Bank no.CD- 254/WB/XI/2016 (Note 54).

(iii) Pada tanggal 10 Januari 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian penjualan bertahap dengan Islamic

Development Bank (“IDB”) dimana IDB

berpartisipasi dalam pendanaan Proyek Peningkatan Jaringan Listrik (“Proyek”) dengan cara mendanai pembelian atas

peralatan tertentu (“Aset”). Berdasarkan

perjanjian ini, IDB menyediakan pendanaan melalui penjualan bertahap yang jumlahnya tidak melebihi US$330.000.000 dan penjualan Aset kepada Perusahaan dimana IDB

(iii) On January 10, 2017 the Company entered into an installment sale agreement with Islamic Development Bank (“IDB”) in which IDB participate in the financing of the Power Grid Enhancement Project (the “Project”) by financing the purchase of certain equipments (the “Asset”). Under this agreement, IDB provide the financing of the Asset through installment sale for an amount not exceeding US$330,000,000 and the sale of the Asset to the Company in which IDB appointed the

menunjuk Perusahaan sebagai agen untuk melaksanakan Proyek dan pembelian Aset. Pencairan dana dapat dilakukan dalam tiga tahun sejak pencairan pertama (“Periode

Pembangunan”). Biaya modal akan

ditentukan oleh IDB berdasarkan jumlah pencairan sampai dengan akhir masa pelaksanaan proyek atau pada saat penjualan terjadi ditambah suku bunga mengambang dari US$ LIBOR enam bulanan +1,3%.

Company as its agent for implementing the Project and purchasing the Asset. The disbursements are made available until three years since the first disbursement (the “gestation period”). The capital cost will be determined by IDB based on the total disbursements at the end of the gestation period or the time of sale plus a floating mark up rate of US$ LIBOR six months +1.3%.

(iv) Pada bulan Januari 2017, Perusahaan telah melunasi obligasi PLN XI tahun 2010 seri A sebesar Rp920.000 dan sukuk ijarah PLN IV tahun 2010 seri A sebesar Rp130.000 yang jatuh tempo pada tanggal 12 Januari 2017.

(iv) In January 2017, the Company has fully settled the PLN XI Bonds 2010 series A amounting to Rp920,000 and sukuk ijara PLN IV 2010 series A amounting to Rp130,000 which were due on January 12, 2017.

(v) Pada tanggal 22 Februari 2017 Perusahaan telah menerima salinan resmi putusan Pengadilan Pajak atas permohonan banding Perusahaan terhadap SKPKB PPh Badan tahun 2012. Hasil putusan tersebut mengabulkan sebagian keberatan Perusahaan sehingga nilai kurang bayar dalam SKPKB Perusahaan yang semula sebesar Rp1.330.243 ditetapkan menjadi sebesar Rp100.510.

(v) On February 22, 2017 the Company received a copy of the Tax Court’s verdict regarding the Company’s appeal over the SKPKB of 2012 fiscal year Corporate Income Tax. The verdict has partly granted the Company’s appeal on that the underpayment in the Company’s SKPKB which was previously stated as Rp1,330,243 was stipulated to become Rp100,510.

(vi) Pada tanggal 27 Februari 2017, berdasarkan rapat pemegang saham PT Pembangkitan Jawa Bali (”PJB”) dan PT Indonesia Power (”IP”), pihak berelasi, sepakat untuk membentuk entitas anak yang ruang lingkup kegiatan utamanya bergerak dibidang penyediaan suku cadang pembangkitan tenaga listrik. Dengan modal dasar sebesar Rp600.000, PJB akan menempatkan modal sebesar Rp76.500 dan IP Sebesar Rp73.500 sehingga porsi kepemilikan Perusahaan atas entitas anak adalah sebesar 51%.

(vi) Based on shareholder circular dated February 27, 2017, PT Pembangkitan Jawa Bali (”PJB”) and PT Indonesia Power (”IP”), related party, agreed to establish a subsidiary with scope of its activities to provide spare parts for power plant. With share capital amounted to Rp600,000 PJB will subscribed paid - in capital amounting to Rp76,500 and IP amounting to Rp73,500 which giving the Company 51% share of ownership in newly subsidiary.

(vii) Pada bulan November 2016, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

(”SKPKB”) atas berbagai Pajak

Penghasilan (”PPh”) tahun 2013 sebesar Rp3.319.660. Atas SKPKB tersebut,

Perusahaan telah melakukan

pemindahbukuan dari pajak dibayar dimuka atas PPh 25/29 sebesar

Rp690.012. Perusahaan telah

mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut pada bulan Pebruari 2017.

(vii) In November 2016, the Company received several tax assessment letters for underpayment (”SKPKB”) for various income tax (”PPh”) for fiscal year 2013 amounting to Rp3,319,660. For those SKPKB, the Company has partly overbooking from income tax art 25/29 amounted to Rp690,012. The Company has submitted objection letter for those SKPKB on February 2017.

(viii) Pada tanggal 1 Maret 2017, OJK menerbitkan POJK No.6 Tahun 2017 tentang Perlakuan Akuntansi atas Transaksi Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik.

(viii) On March 1, 2017, the FSA issued POJK No.6 Year 2017 regarding Accounting Treatment on Transactions under the Power Purchase Agreement.

Perusahaan memutuskan untuk

menerapkan POJK No.6 secara prospektif sejak 1 Januari 2016 (Catatan 2.a).

The Company decided to implement POJK No.6 prospectively since January 1, 2016 (Note 2.a).

(ix) Perusahaan telah melakukan pembayaran utang pajak dan uang tebusan kepada Kas Negara sebesar

Rp3.644.981 dalam rangka

keikutsertaan dalam Pengampunan Pajak. Sampai dengan tanggal 30 Maret 2017 Surat Keterangan Pengampunan Pajak dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sehubungan keikutsertaan Perusahaan dalam Pengampunan Pajak tersebut belum diterbitkan.

(ix) The Company has made payments for tax payables and compensation to State Treasury amounting to Rp3,644,981 with respect to the Company’s participation in Tax Amnesty. Until March 30, 2017, the Tax Amnesty Approval Letter from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia regarding the Company’s participation in Tax Amnesty has not been issued.

58. Tanggung Jawab Manajemen dan

Dalam dokumen PT PLN Persero GA 31 Des 2016 (Halaman 197-199)