• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA

14. HUTANG PAJAK

31. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA

a. Pada tanggal 13 Februari 2002, sesuai dengan akta notaris Chairul Bachtiar, S.H. No. 2 Perusahaan mendirikan PT Global Network Investindo (GNI) yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, industri, pertanian, transportasi, percetakan dan jasa selain jasa hukum dan perpajakan. Disamping itu, pada tanggal 13 Februari 2002 sesuai dengan akta notaris Chairul Bachtiar, S.H. No. 3 Perusahaan juga mendirikan PT Global Infrastructure Investindo (GII) yang bergerak di bidang perdagangan umum, pembangunan dan jasa tetapi tidak termasuk jasa dalam bidang hukum dan perpajakan.

Anggaran Dasar GNI dan GII telah mengalami perubahan masing-masing dengan akta notaris Chairul Bachtiar, S.H. No. 10 dan No. 11 tanggal 25 Maret 2002 mengenai perubahan atas modal ditempatkan dan disetor penuh.

Persentase kepemilikan Perusahaan pada GNI dan GII masing-masing sebesar 99%.

b. Pada tanggal 14 Februari 2002, Perusahaan telah membeli kembali wesel bayar (Guaranteed Notes) dengan nilai nominal sebesar US$ 6.000.000 dengan harga pembelian sebesar US$ 4.204.000.

c. Pada tanggal 19 Februari 2002, Perusahaan mengadakan perjanjian dengan pemegang wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo selama 3 bulan sampai dengan tanggal 20 Mei 2002 dengan beberapa kondisi tertentu antara lain pembayaran sebesar 10% dari nilai wesel bayar dan pembayaran pokok tambahan sebesar US$ 817.500. Pada tanggal 20 Mei 2002, Perusahaan telah mendapatkan perpanjangan perjanjian tersebut di atas untuk jangka waktu 1 bulan sampai tanggal 20 Juni 2002 dengan opsi untuk memperpanjang sampai tanggal 20 Juli 2002, dengan beberapa kondisi tertentu antara lain pembayaran sebesar 1% dari nilai pokok wesel bayar yang ada sebelum tanggal 20 Februari 2002. Sampai dengan tanggal laporan ini, saldo wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) adalah sebesar US$ 53.570.990,10.

d. Pada bulan April dan Mei 2002, sebanyak 91,67% pemegang Guaranteed Notes (GN) dan 56,65% pemegang Guaranteed Floating Rate Notes (GFRN) telah memberikan konfirmasi atas usulan restrukturisasi wesel bayar yang diajukan Perusahaan. Disamping itu, salah satu pemegang wesel bayar yang mewakili 3,33% GN dan 36,03% GFRN telah memberikan konfirmasi bahwa perjanjian restrukturisasi final akan termasuk perpanjangan tanggal jatuh tempo wesel bayar hingga sekurang-kurangnya tanggal 1 Januari 2003, sambil mempelajari usulan restrukturisasi wesel bayar.

Adapun usulan restrukturisasi wesel bayar yang diajukan Perusahaan meliputi beberapa kondisi, antara lain, sebagai berikut:

1. Wesel bayar (Guaranteed Notes) akan jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2004 dengan tingkat bunga sebesar 7,25% per tahun yang akan dibayar 4 kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 30 Maret, 30 Juni, 30 September dan 30 Desember.

2. Wesel bayar bunga mengambang (Guaranteed Floating Rate Notes) akan jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2004 dengan bunga 3% di atas LIBOR yang dibayar 4 kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 30 Maret, 30 Juni, 30 September dan 30 Desember.

3. Apabila “Obligasi Citra Marga Nusaphala Persada II Tahun 1997 Dengan Tingkat Bunga Tetap” direstrukturisasi, maka kondisi yang nantinya disetujui harus tidak lebih baik dibandingkan dengan kondisi yang telah disetujui untuk wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes). Dalam hal demikian, pemegang wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.

Usulan restrukturisasi tersebut di atas, antara lain, juga berisi pembatasan penggunaan kas yang berasal dari kegiatan operasi sampai dengan tahun 2004 dan pembagian sebesar 75% dari hasil realisasi dari aktiva Perusahaan yang tergolong macet.

Restrukturisasi akan menjadi efektif apabila pemegang wesel bayar telah menyetujui perjanjian wesel bayar dan redomisili CMF BV, Anak perusahaan, dari Belanda ke Mauritius telah dinyatakan efektif.

Jadwal pelunasan wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) adalah sebagai berikut:

Apabila Jatuh Tempo Apabila Jatuh Tempo

Pada Tanggal Pada Tanggal

Tahun 5 Maret 2004 31 Desember 2007

2002 1,7% 1,7% 2003 4,5% 4,5% 2004 93,8% 3,0% 2005 - 19,8% 2006 - 26,2% 2007 - 44,8%

Pembahasan atas usulan restrukturisasi yang final, masih sedang dilakukan Perusahaan dengan pemegang wesel bayar. Manajemen mempunyai keyakinan bahwa usulan restrukturisasi final tidak berbeda secara signifikan dengan usulan restrukturisasi yang telah diuraikan di atas.

e. Pada tanggal 19 Februari 2002, Perusahaan telah menandatangani Kesepakatan Bersama No. TEL.26/HK840/UTA-00/2002 dan No. 2/SPJK/HK.04/II/2002 dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sehubungan dengan Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Fasilitas Telekomunikasi di jalan tol lingkar dalam kota Jakarta.

f. Pada tanggal 25 Maret 2002, ASG telah menyelesaikan sebagian hutangnya kepada PT Citra Margatama Surabaya, Anak Perusahaan, melalui penyerahan sertifikat deposito yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 200.000.000 dengan tingkat diskonto 17,5% per tahun yang diterbitkan oleh PT Bank Universal Tbk dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Maret 2003.

g. Pada tanggal 5 April 2002, CILMP telah melunasi hutangnya kepada PT Citra Margatama Surabaya, Anak perusahaan, dengan menyerahkan surat berharga dengan nilai nominal Rp 1.000.000.000 yang mempunyai nilai pasar sebesar 50,5%.

h. Pada tanggal 9 April 2002, CSAP telah melunasi hutangnya kepada PT Citra Margatama Surabaya, Anak perusahaan, dengan menyerahkan beberapa surat berharga dengan keseluruhan nilai nominal Rp 5.000.000.000. Dari surat-surat berharga tersebut, surat berharga dengan nilai nominal Rp 4.000.000.000 mempunyai nilai pasar sebesar 50,5%, sedangkan surat berharga lainnya dengan nilai nominal Rp 1.000.000.000 mempunyai nilai pasar sebesar 97,13%.

i. Pada tanggal 8 Mei 2002, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 213/KPTS/M/2002 dan No. 218/KMK.01/2002 ditetapkan antara lain:

1. Pencabutan Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 272-A/KPTS/1996 dan No. 434/KMK.016/1996 tanggal 20 Juni 1996 (lihat Catatan 1a).

2. Kaji ulang secara menyeluruh atas ruas jalan tol lingkar dalam kota Jakarta yang akan dilakukan oleh pihak ketiga yang independen.

3. Sementara menunggu kesepakatan baru yang mengikat Perusahaan dan PT Jasa Marga (Persero) (JM), perbandingan pembagian pendapatan tol antara Perusahaan dan JM adalah 65% banding 25% sedangkan sisanya sebesar 10% disimpan pada rekening sementara JM dan baru dapat dicairkan berdasarkan hasil kajian final seperti disebutkan pada butir 2.

Keputusan tersebut berlaku efektif tanggal 10 Mei 2002.

j. Pada tanggal 9 Mei 2002 dan 10 Mei 2002, Perusahaan belum dapat mencairkan NCD yang diterbitkan oleh Unibank (lihat Catatan 8).

Dokumen terkait