• Tidak ada hasil yang ditemukan

menyatakan kembali perjanjian penjaminan emisi efek tersebut sebagaimana termaktub dalam (i) Akta Addendum I dan Pernyataan Kembali Perjanjian Penjaminan Emisi Efek PT Murni Sadar Tbk No. 42 tanggal 27 Januari 2022, dan (ii) Akta Addendum II dan Pernyataan Kembali Perjanjian Penjaminan Emisi Efek PT Murni Sadar Tbk No. 14 tanggal 2 Maret 2022, yang seluruhnya dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan.

2. Pada tanggal 27 Desember 2021, Perseroan dan PT Adimitra Jasa Korpora telah menandatangani Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perseroan telah menunjuk Biro Administrasi Efek yaitu, PT Adimitra Jasa Korpora, untuk melakukan pengelolaan administrasi saham pada Pasar Perdana dan Pasar Sekunder dalam Penawaran Umum untuk kepentingan Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan ketentutan Bursa Efek dan ketentuan KSEI yang berlaku. Perseroan, dan PT Adimitra Jasa Korpora telah mengubah dan menyatakan kembali perjanjian pengelolaan administrasi saham tersebut sebagaimana termaktub dalam (i) Akta Addendum I dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham PT Murni Sadar Tbk No. 43 tanggal 27 Januari 2022, dan (ii) Akta Addendum II dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham PT Murni Sadar Tbk No. 15 tanggal 2 Maret 2022, yang seluruhnya dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan.

3. Pada tanggal 14 Januari 2022, Perseroan dan KSEI telah menandatangani Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Ekuitas di KSEI. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perseroan setuju untuk mendaftarkan efek bersifat ekuitas di KSEI.

b. Perjanjian Kerja Sama Perseroan

No. Perihal Uraian

1. Nama Perjanjian Akta Perjanjian No. 11, tanggal 8 Februari 2021, yang dibuat di hadapan Eddy Simin, S.H., Notaris di Medan (“KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley”)

Para Pihak a. Perseroan sebagai pihak kedua (“Pihak Kedua”)

b. Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia Wilayah I sebagai pihak pertama (“Pihak Pertama”)

No. Perihal Uraian

Isi Perjanjian Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk bekerja sama dalam hal pengelolaan operasional RS Umum Methodist Susanna Wesley (“RSU MSW”) sebagai berikut:

a. Pihak Pertama menyerahkan hak sepenuhnya kepada Pihak Kedua untuk:

(i) mengoperasikan dan mengelola RSU MSW;

(ii) memanfaatkan persil-persil tanah dan bangunan, beserta seluruh sarana dan prasarana yang ada, berupa:

- fasilitas-fasilitas yang sudah terpasang (termasuk tetapi tidak terbatas) jaringan listrik, air ledeng, telepon;

- peralatan medis dan inventaris kantor; dan - dokumen perizinan.

dan selama RSU MSW berada di bawah kendali dan pengelolaan Pihak Kedua berdasarkan Perjanjian RS Wesley, Para Pihak telah setuju mengubah nama RSU MSW dan memakai nama baru yaitu RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley.

b. Atas penyerahan hak pemanfaatan RSU MSW berikut persil tanah, bangunan, sarana, dan prasarana yang disepakati di atas, Pihak Kedua wajib membayar uang sewa operasional kepada Pihak Pertama.

c. Dalam mengoperasikan dan mengelola RS MTMSW, Pihak Kedua senantiasa mengikuti dan melaksanakan visi misi RSU MSW dan visi misi Pihak Pertama, terutama dalam menjalankan fungsi sebagai rumah sakit Pendidikan dari FK Universitas Methodist Indonesia.

Jangka Waktu dan Perpanjangan

Kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu 25 tahun, yang dimulai terhitung sejak tanggal 8 Februari 2021 dan akan berakhir pada 7 Februari 2046.

Pembatasan Pihak Pertama dan Gereja Methodist Indonesia tidak diperkenankan melakukan pemindahan hak atas tanah dan bangunan kepada pihak ketiga selama masa berlaku KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley.

Pihak Kedua diperkenankan memindahkan hak pemanfaatan persil tanah, bangunan, sarana, prasarana kepada pihak ketiga dengan persetujuan Pihak Pertama dan tambahan kewajiban Pihak Kedua untuk membayar recovery fee aset sebesar 15% sisa pembayaran bertahap yang belum dilunasi Pihak Kedua.

Pengakhiran 1. KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley ini tidak dapat diakhiri lebih awal secara sepihak dengan alasan apa pun, terkecuali:

a. Salah satu Pihak melakukan pelanggaran, kelalaian dan/atau wanprestasi berdasarkan KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley ini, pengakhiran mana wajib diberitahukan kepada Pihak lainnya dengan pemberitahuan tertulis terlebih dahulu selambat-lambatnya 60 hari sebelumnya;

b. Pihak Kedua memindahkan hak pemanfaatan persil-persil tanah, bangunan, sarana dan prasarana kepada pihak ketiga dengan persetujuan Pihak Pertama.

2. Pada saat berakhirnya atau diakhirinya KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley ini, Pihak Kedua wajib mengembalikan:

a. Persil tanah dan bangunan kepada Pihak Pertama dan Gereja Methodist Indonesia yang dalam hal teknis serah terimanya pihak Gereja Methodist Indonesia telah memberi kewenangan kepada Pihak Pertama untuk dapat melakukan serah terima persiil tanah dan bangunan dengan Pihak Kedua;

b. Sarana dan prasarana Pihak Pertama, kecuali untuk barang-barang inventaris yang mengalami kerusakan karena aus dan/atau faktor usia;

3. Para Pihak menyatakan bahwa mengenai pengakhiran KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley ini, Para Pihak dengan ini melepaskan ketentuan yang termaktub dalam Pasal 1266 KUHPerdata sepanjang yang mengatur tentang cara menghentikan/mengakhiri suatu KSO RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley.

No. Perihal Uraian

2. Nama Perjanjian Perjanjian Jasa Pengolahan Limbah Medis No. 007/MS-ABS-WI/SPKLB3/IV/2021, tanggal 12 April 2021 (“Perjanjian Pengolahan Limbah Medis”)

Para Pihak a. Perseroan (RS Murni Teguh Memorial Hospital) sebagai pihak pertama (“Pihak Pertama”)

b. PT Amindy Barokah Sumut sebagai pengangkut limbah medis (“Pihak Kedua”) c. PT Wastec International sebagai pengolah limbah medis (“Pihak Ketiga”)

Isi Perjanjian 1. Pihak Pertama menunjuk Pihak Kedua untuk mengangkut limbah medis dengan transportasi yang dimiliki oleh Pihak Kedua untuk selanjutnya diserahkan hanya kepada Pihak Ketiga untuk diolah dan/atau dimusnahkan sesuai dengan perizinan yang dimiliki oleh masing-masing Pihak dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Pengangkutan, penyimpanan, pengolahan dan/atau pemusnahan limbah medis dilaksanakan berdasarkan surat perintah kerja yang dikeluarkan Pihak Pertama kepada masing-masing Pihak yang ditunjuk dengan sebaik-baiknya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Pihak Pertama.

3. Pihak Kedua dan Pihak Ketiga akan melaksanakan pekerjaan jasa kepada Pihak Pertama berdasarkan perhitungan biaya pada saat limbah medis diterima di fasilitas Pihak Ketiga.

Jangka Waktu dan Perpanjangan

Sampai dengan 11 April 2022.

Pembatasan Perjanjian Pengolahan Limbah Medis ini tidak dapat dialihkan, ditransfer atau dialihkan oleh salah satu pihak tanpa persetujuan tertulis dari pihak lainnya.

Pengakhiran 1. Perjanjian Pengelolaan Limbah berakhir dengan sendirinya jika masing-masing Pihak dinyatakan pailit dan/atau dibubarkan.

2. Perjanjian Pengelolaan Limbah dapat berakhir baik karena jangka waktu Perjanjian Pengelolaan Limbah telah berakhir atau terjadinya kejadian kelalaian (wanprestasi).

Berakhirnya Perjanjian Pengelolaan Limbah tersebut tidak menyebabkan hapusnya kewajiban dari masing-masing Para Pihak kepada Pihak lainnya yang timbul sebelum berakhirnya Perjanjian Pengelolaan Limbah.

3. Para Pihak dapat mengakhiri Perjanjian Pengelolaan Limbah sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian Pengelolaan Limbah dengan memberikan pemberitahuan tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 14 hari sebelum tanggal efektif berakhirnya Perjanjian Pengelolaan Limbah yang diinginkan dan pihak yang mengakhiri Perjanjian Pengelolaan Limbah tidak perlu memberitahukan alasan pengakhiran Perjanjian Pengelolaan Limbah dalam pemberitahuan tertulis tersebut.

4. Apabila masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan oleh salah satu Pihak kepada pihak lainnya, maka semua ketentuan dalam Perjanjian Pengelolaan Limbah tetap berlaku dan mengikat sampai dengan dilaksanakannya seluruh kewajiban masing-masing pihak tersebut.

3. Nama Perjanjian Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan No. 098/MTMH/PKS/XII/2021 tanggal 20 Desember 2021 Para Pihak a. BPJS Kesehatan Cabang Medan (“Pihak Pertama”); dan

b. Perseroan (RS Murni Teguh Memorial Hospital) (“Pihak Kedua”).

Isi Perjanjian Melakukan kerja sama yang setara dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta program jaminan Kesehatan berupa upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub-spesialistik yang terdiri dari rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus.

Jangka waktu dan perpanjangan

1. PKS BPJS ini berlaku untuk 1 (satu) tahun dan secara efektif berlaku sejak 1 Januari 2022 dan berakhir pada 31 Desember 2022.

2. Selambat-lambatnya 6 bulan sebelum berakhirnya jangka waktu PKS BPJS, Para Pihak sepakat untuk saling memberitahukan maksudnya apabila hendak memperpanjang PKS BPJS ini melalui surat tertulis.

No. Perihal Uraian

Pembatasan Hak-hak dan kewajiban masing-masing Pihak dalam PKS BPJS ini tidak dapat dialihkan babak sebagian atau seluruhnya, kepada pihak lain kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih Para Pihak.

Pengakhiran PKS BPJS ini dapat dibatalkan dan atau diakhiri oleh salah satu Pihak sebelum habis jangka waktu PKS BPJS berdasarkan hal-hal berikut:

a. Persetujuan Para Pihak secara tertulis untuk mengakhiri PKS BPJS yang berlaku efektif pada tanggal dicapainya kesepakatan pengakhiran tersebut;

b. Salah satu Pihak melanggar ketentuan yang diatur dalam PKS BPJS dan tetap tidak memperbaikinya setelah menerima surat teguran maksimal sebanyak 3x dengan tembusan ke Dinas Kesehatan, PERSI dan BPRS setempat. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal surat pemberitahuan pengakhiran BPKS BPJS dari pihak yang dirugikan;

c. Izin operasional Pihak Kedua dicabut oleh pemerintah. Pengakhiran berlaku efektif pada saat pencabutan izin operasional Pihak Kedua oleh pemerintah;

d. Izin operasional Pihak Kedua berakhir. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal habis masa berlaku izin operasional, dikecualikan pada kondisi bencana nasional atau kedaruratan Kesehatan Masyarakat corona virus disease 2019. Selanjutnya, Pihak Kedua wajib menyampaikan salinan pernyataan komitmen penyelenggaraan/

operasional fasilitas pelayanan Kesehatan yang ditujukan kepada instansi yang berwenang memberikan izin. Salinan surat pernyataan komitmen tersebut, dan hasil konfirmasi dari instansi yang berwenang memberikan izin, dilampirkan sebagai bagian dari PKS BPJS ini;

e. Salah satu Pihak dinyatakan bangkrut atau pailit oleh pengadilan. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal dikeluarkannya keputusan bangkrut atau pailit oleh pengadilan;

f. Salah satu Pihak mengadakan atau berada dalam keadaan likuidasi. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal Pihak yang bersangkutan telah dinyatakan dilikuidasi secara sah menurut ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku;

g. Masa berlaku sertifikat akreditasi Pihak Kedua berakhir. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal habis masa berlakunya, dikecualikan pada kondisi bencana nasional atau kedaruratan Kesehatan Masyarakat corona virus disease 2019 (COVID 19). Selanjutnya, Pihak Kedua wajib menyampaikan salinan pernyataan komitmen untuk menjaga dan melakukan upaya peningkatan mutu yang ditujukan kepada Kementerian Kesehatan. Salinan surat pernyataan komitmen tersebut, dan hasil konfirmasi dari Kementerian Kesehatan, dilampirkan sebagai bagian dari PKS BPJS;

h. Salah satu Pihak menerima relaas gugatan perdata dari Pihak lainnya yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan PKS BPJS ini maka PKS BPJS dinyatakan berakhir pada saat relaas gugatan tersebut diterima.

Dalam hal salah satu Pihak bermaksud untuk mengakhiri PKS BPJS ini secara sepihak sebelum berakhirnya jangka waktu PKS BPJS, maka wajib memberikan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya mengenai maksudnya tersebut sekurang-kurangnya 3 bulan sebelumnya. Pengakhiran PKS BPJS ini dituangkan dalam berita acara kesepakatan pengakhiran PKS BPJS yang berlaku efektif sejak ditandatangani oleh Para Pihak. Apabila terdapat pelayanan life saving contohnya hemodialisa dan lainnya, untuk kesinambungan pelayanan maka Para Pihak membuat adendum PKS BPJS dalam jangka waktu yang disepakati bersama untuk keperluan pemindahan pelayanan dimaksud ke provider lain yang bekerja sama dengan Pihak Pertama.

4. Nama Perjanjian Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan No. 047/MTSW/PKS/IX/2021 tanggal 17 September 2021 Para Pihak a. BPJS Kesehatan Cabang Medan (“Pihak Pertama”); dan

b. Perseroan (RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley) (“Pihak Kedua”).

Isi Perjanjian Melakukan kerja sama yang setara dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta program jaminan Kesehatan berupa upaya pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat spesialistik atau sub-spesialistik yang terdiri dari rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, dan rawat inap di ruang perawatan khusus.

No. Perihal Uraian Jangka waktu dan

perpanjangan

1. PKS BPJS ini berlaku untuk 1 (satu) tahun dan secara efektif berlaku sejak 17 September 2021 dan berakhir pada 30 Juni 2022.

2. Selambat-lambatnya 6 bulan sebelum berakhirnya jangka waktu PKS BPJS, Para Pihak sepakat untuk saling memberitahukan maksudnya apabila hendak memperpanjang PKS BPJS ini melalui surat tertulis.

Pembatasan Hak-hak dan kewajiban masing-masing Pihak dalam PKS BPJS ini tidak dapat dialihkan babak sebagian atau seluruhnya, kepada pihak lain kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih Para Pihak.

Pengakhiran PKS BPJS ini dapat dibatalkan dan atau diakhiri oleh salah satu Pihak sebelum habis jangka waktu PKS BPJS berdasarkan hal-hal berikut:

a. Persetujuan Para Pihak secara tertulis untuk mengakhiri PKS BPJS yang berlaku efektif pada tanggal dicapainya kesepakatan pengakhiran tersebut;

b. Salah satu Pihak melanggar ketentuan yang diatur dalam PKS BPJS dan tetap tidak memperbaikinya setelah menerima surat teguran maksimal sebanyak 3x dengan tembusan ke Dinas Kesehatan, PERSI dan BPRS setempat. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal surat pemberitahuan pengakhiran BPKS BPJS dari pihak yang dirugikan;

c. Izin operasional Pihak Kedua dicabut oleh pemerintah. Pengakhiran berlaku efektif pada saat pencabutan izin operasional Pihak Kedua oleh pemerintah;

d. Izin operasional Pihak Kedua berakhir. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal habis masa berlaku izin operasional, dikecualikan pada kondisi bencana nasional atau kedaruratan Kesehatan Masyarakat corona virus disease 2019. Selanjutnya, Pihak Kedua wajib menyampaikan salinan pernyataan komitmen penyelenggaraan/

operasional fasilitas pelayanan Kesehatan yang ditujukan kepada instansi yang berwenang memberikan izin. Salinan surat pernyataan komitmen tersebut, dan hasil konfirmasi dari instansi yang berwenang memberikan izin, dilampirkan sebagai bagian dari PKS BPJS ini;

e. Salah satu Pihak dinyatakan bangkrut atau pailit oleh pengadilan. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal dikeluarkannya keputusan bangkrut atau pailit oleh pengadilan;

f. Salah satu Pihak mengadakan atau berada dalam keadaan likuidasi. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal Pihak yang bersangkutan telah dinyatakan dilikuidasi secara sah menurut ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku;

g. Masa berlaku sertifikat akreditasi Pihak Kedua berakhir. Pengakhiran berlaku efektif pada tanggal habis masa berlakunya, dikecualikan pada kondisi bencana nasional atau kedaruratan Kesehatan Masyarakat corona virus disease 2019 (COVID 19). Selanjutnya, Pihak Kedua wajib menyampaikan salinan pernyataan komitmen untuk menjaga dan melakukan upaya peningkatan mutu yang ditujukan kepada Kementerian Kesehatan. Salinan surat pernyataan komitmen tersebut, dan hasil konfirmasi dari Kementerian Kesehatan, dilampirkan sebagai bagian dari PKS BPJS;

h. Salah satu Pihak menerima relaas gugatan perdata dari Pihak lainnya yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan PKS BPJS ini maka PKS BPJS dinyatakan berakhir pada saat relaas gugatan tersebut diterima.

Dalam hal salah satu Pihak bermaksud untuk mengakhiri PKS BPJS ini secara sepihak sebelum berakhirnya jangka waktu PKS BPJS, maka wajib memberikan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya mengenai maksudnya tersebut sekurang-kurangnya 3 bulan sebelumnya. Pengakhiran PKS BPJS ini dituangkan dalam berita acara kesepakatan pengakhiran PKS BPJS yang berlaku efektif sejak ditandatangani oleh Para Pihak. Apabila terdapat pelayanan life saving contohnya hemodialisa dan lainnya, untuk kesinambungan pelayanan maka Para Pihak membuat adendum PKS BPJS dalam jangka waktu yang disepakati bersama untuk keperluan pemindahan pelayanan dimaksud ke provider lain yang bekerja sama dengan Pihak Pertama.

No. Perihal Uraian

5. Nama Perjanjian Perjanjian Kerja Sama Pinjam Pakai Mesin Coagulasi Analyzer Stago “STA-Compact Max’ No. 024/MTMH/PKS/III/2020 tanggal 16 Maret 2020

Para Pihak a. Perseroan cq. RS Murni Teguh Memorial Hospital (“Pihak Pertama”) b. PT Akarim Jaya Farma (“Pihak Kedua”)

Isi Perjanjian 1. Pihak Kedua dengan ini bersedia untuk meminjamkan kepada Pihak Pertama alat laboratorium yakni STA Compact Max Stago untuk dipergunakan di Laboratorium Murni Teguh Memorial Hospital.

2. Atas peminjaman tersebut, Pihak Pertama wajib membeli reagent atas alat tersebut dari Pihak Kedua dengan harga yang sesuai dengan harga yang berlaku saat pembelian, untuk menunjang pemeriksaan darah pada laboratorium Murni Teguh Memorial Hospital

Jangka waktu dan perpanjangan

PKS Akarim ini berlaku untuk seterusnya dan berakhir dalam jangka waktu 5 (lima) tahun Pembatasan 1. Pihak Pertama tidak diperkenankan untuk memakai reagent dari pihak lain selain

dari Pihak Kedua. Apabila Pihak Pertama memaksakan pemakaian reagent dari pihak lain dan terjadi kerusakan maka segala biaya perbaikan menjadi beban Pihak Pertama.

2. Tanggung jawab dalam melaksanakan PKS Akarim ini tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain baik secara keseluruhan maupun sebagian tanpa persetujuan dari masing-masing Pihak.

Pengakhiran

-6. Nama Perjanjian Perjanjian Kerjasama Pelayanan Kesehatan No. 007/PKS/MTMH/II/2021, tertanggal 26 Februari 2020 (“PKS Yankes Pertamina”)

Para Pihak a. Perseroan cq. RS Murni Teguh Memorial Hospital (“Pihak Kedua”) b. Yayasan Kesehatan Pertamina (“Pihak Pertama”)

Isi Perjanjian 1. Pihak Pertama menunjuk Pihak Kedua dan Pihak Kedua sanggup dan menerima penunjukan dari Pihak Pertama untuk memberikan pelayanan kesehatan yang profesional kepada peserta meliputi pelayanan instalasi gawat darurat dan PPK tingkat lanjutan dengan lingkup sebagaimana tercantum dalam lampiran PKS Yankes Pertamina berdasarkan prinsip managed care dan prinsip lazim, layak dan wajar serta sesuai dengan standar pelayanan medis.

2. Pelayanan kesehatan oleh Pihak Kedua kepada peserta berdasarkan PKS Yankes Pertamina menjadi tanggung jawab dan dibayar oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sesuai dengan PKS Yankes Pertamina dan peserta dibebaskan dari kewajiban untuk membayar pelayanan Kesehatan tersebut sesuai dengan manfaat yang diatur dalam lampiran PKS Yankes Pertamina.

Jangka waktu dan perpanjangan

PKS Yankes Pertamina berlaku sejak 1 Maret 2021 sampai dengan 28 Februari 2023 dan dapat diperpanjang secara otomatis sesuai dengan kesepakatan Para Pihak melalui pemberitahuan secara tertulis oleh salah satu pihak ke pihak lainnya paling lambat 60 (enam puluh) Hari Kalender sebelum PKS Yankes Pertamina berakhir.

Pembatasan

-No. Perihal Uraian

Pengakhiran 1. Pihak Pertama berhak untuk mengakhiri PKS Yankes Pertamina secara sepihak dan seketika tanpa kewajiban untuk memberikan ganti rugi kepada Pihak Kedua, dengan pemberitahuan tertulis jika:

a. Pihak Kedua melakukan kesengajaan dan/atau kelalaian atas hal-hal yang telah ditentukan dalam PKS Yankes Pertamina dengan catatan bahwa Pihak Pertama dapat (namun tidak wajib) secara tertulis memberikan kesempatan kepada Pihak Kedua untuk memperbaiki akibat yang timbulkan atau memulihkan keadaan yang timbul dari kesengajaan dan/atau kelalaian tersebut dan PKS Yankes Pertamina putus jika, menurut pandangan Pihak Pertama, perbaikan atau pemulihan itu tidak berhasil dilakukan oleh Pihak Kedua sesuai periode waktu yang diberikan Pihak Pertama; atau

b. Telah dimulainya proses kepailitan, likuidasi, pembubaran, pengurusan oleh pihak ketiga atau telah diajukannya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang sesuai ketentuan yang berlaku terhadap Pihak Kedua;

atau

c. Dijatuhkannya sanksi administratif dari Pihak Pertama terhadap Pihak Kedua yang dapat mempengaruhi pelaksanaan PKS Yankes Pertamina; atau d. Pihak Kedua atau afiliasinya telah atau sedang memperkarakan Pihak

Pertama atau afiliasinya secara hukum mengenai suatu hal, meskipun tidak berkaitan dengan PKS Yankes Pertamina.

2. Pemutusan PKS Yankes Pertamina berlaku sejak tanggal surat pemberitahuan tertulis Pihak Pertama atau suatu tanggal lain yang disebut dalam surat pemberitahuan tertulis itu.

3. Salah satu Pihak dapat memutuskan PKS Yankes Pertamina apabila terjadi kejadian kahar yang berlangsung lebih dari 7 (tujuh) Hari Kalender.

4. Pihak Pertama berdasarkan alasan dan/atau pertimbangannya sendiri berhak untuk setiap waktu secara sepihak memutuskan PKS Yankes Pertamina dengan pemberitahuan tertulis kepada Pihak Kedua, paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum tanggal putusnya PKS Yankes Pertamina.

5. Jika terjadi pemutusan PKS Yankes Pertamina, Para Pihak tetap wajib melaksanakan seluruh ketentuan PKS Yankes Pertamina yang telah timbul dan belum diselesaikan pada tanggal putusnya PKS Yankes Pertamina sebagaimana diatur di atas.

6. Nama Perjanjian Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Perawatan Kesehatan dan Pengobatan No. 042/

MTMH/PKS/V/2021 tanggal 12 Juli 2021 (“PKS Sequis Life”) Para Pihak a. PT Asuransi Jiwa Sequis Life (“Sequis”);

b. Perseroan (“MS”);

c. SSMH;

d. MAU;

e. RR; dan

f. MSKA (bersama-sama dengan MS, SSMH, MAU dan RR selanjutnya disebut sebagai “Provider”)

No. Perihal Uraian

Isi Perjanjian 1. Sequis sepakat untuk melakukan kerja sama dengan Provider dalam hal memberikan pelayanan kesehatan di RS sesuai dengan batas/limit santunan yang meliputi pelayanan kesehatan rawat inap, rawat jalan, rawat jalan setelah rawat inap, rawat gigi, one day surgery dan rawat kecelakaan darurat, baik secara preventif, kuratif dan/atau rehabilitatif kepada setiap pasien Sequis dan/atau Sequis grup.

2. Jenis kelas perawatan dan fasilitas lainnya yang menjadi hak dari pasien adalah mengacu dan sesuai dengan ketentuan serta batasan yang tercantum dalam masing-masing polis dan kartu peserta asuransi sebagaimana ditentukan dalam masing-masing polis.

3. Sequis yang telah bekerja sama dengan admedika, akan menyediakan alat mesin EDC di RS, yang berfungsi sebagai alat verifikasi kartu dan data atas pasien yang akan melakukan perawatan kesehatan dan pengobatan di RS.

4. Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Provider kepada Sequis akan diberikan kepada setiap pasien yang membawa kartu peserta asuransi tanpa membebankan pasien untuk melakukan pembayaran biaya, di mana sebelumnya pihak Provider telah mendapatkan verifikasi data atas status polis dari setiap kartu peserta asuransi melalui mesin EDC dan telah mendapatkan surat jaminan dari Sequis melalui admedika

Jangka waktu dan perpanjangan

PKS Sequis Life berlaku selama periode 3 (tiga) tahun sejak 12 Juli 2021 sampai dengan

PKS Sequis Life berlaku selama periode 3 (tiga) tahun sejak 12 Juli 2021 sampai dengan