• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam rangka mencapai tujuan strategis yang ditetapkan, LPMP Provinsi D.I Yogyakarta menetapkan target tahunan/target kinerja yang akan dicapai melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Adapun ringkasan Perjanjian Kinerja LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta Tahun 2020 seperti dicantumkan dalam Tabel II-2.

Tabel II-2. Perjanjian Kinerja LPMP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2020 No Sasaran

Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan

Target Kinerja Anggaran 1 Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan

1.1. Persentase satuanPendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB) yang memiliki kinerja sekoiah (indeks mutu) minimal 75

26,5 % 204.210.000,00

1.2. Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survei Karakter antara sekoiah dengan kinerja terbaik dan kinerja terburuk

5,0 % 2.437.496.000,00

1.3. Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan dan berkeianjutan

95 % 617.900.000,00

2 Terwujudnya Tata Kelola LPMP yang baik

2.1. Predikat SAKIP LPMP D.I. Yogyakarta BB

20.608.018.000,00

2.2. Rata-rata nilai kinerja anggaran atas

Pelaksanaan RKAKL 81

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN (IKK) TAHUN 2020

Perjanjian kinerja LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 2020 telah menetapkan 2 (dua) sasaran dengan 5 (lima) Indikator Kinerja Kegiatan yaitu :

Kode Sasaran Kegiatan Kode Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)

Target Kinerja Tahun 2020 SK-1 Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen

IKK 1.1

Persentase satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB yang memiliki indeks capaian siswa minimal 75

26,50%

IKK 1.2

Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk

5%

IKK 1.3

Persentase kab/kota yang data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan, dan berkelanjutan

95%

SK-2

Meningkatnya tata kelola dan sistem pengendalian di LPMP DIY

IKK 2.1 Rata-rata predikat SAKIP LPMP DIY. BB

IKK 2.2 Rata-rata nilai kinerja anggaran atas

Pelaksanaan RKAKL LPMP DIY 81

Capaian kinerja untuk setiap Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dapat diuraikan dalam paparan berikut.

1. Sasaran Kinerja SK-1 : Meningkatnya penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang pendidikan

Keberhasilan penjaminan mutu pendidikan diukur dari nilai capaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (indeks mutu) dari setiap satuan pendidikan. Untuk mengukur pencapaian pencapaian Sasaran kinerja tersebut ditetapkan 3 (Tiga) Indikator Kinerja Kegiatan yaitu persentase satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75 (IKK 1.1), persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk (IKK 1.2), dan persentase kab/kota yang data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan, dan berkelanjutan (IKK 1.3).

a. Capaian Kinerja IKK 1.1 : Persentase Satuan Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75 (Kategori Tinggi)

Capaian Kinerja IKK 1.1. diukur dengan menggunakan data pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh LPMP D.I. Yogyakarta menggunakan aplikasi pemetaan mutu pendidikan. Tabel III-1 dan Gambar 3.1 memperlihatkan capaian kinerja untuk IKK 1.1.

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

9 Tabel III-1. Capaian Kinerja IKK 1.1 : Persentase Satuan Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan

SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75 (Skor pemetaan lebih besar 6,59 dengan skala 7) Tahun 2020 Dibandingkan dengan Target Kinerja dan Renstra LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta (Sumber data : http://pmp.kemdikbud.go.id/ per 8 januari 2021).

Jenjang TAHUN 2020 Target Renstra Tahun 2024 Persentase Realisasi Terhadap Target Akhir

Renstra 2024 Target Kinerja Realisasi % Realisasi Terhadap Target sek sek (>6,59) % sek (>6,59) SD 26,5% 1839 1227 66,7% 252,6% 30,1% 222,4% SMP 26,5% 444 314 71,4% 269,3% 30,1% 237,1% SMA 26,5% 160 118 73,3% 276,6% 30,1% 243,5% TOTAL 26,5% 2443 1659 68,2% 257,2% 30,1% 226,4% Keterangan :

sek = jumlah sekolah total sek (>6,59) = jumlah sekolah dengan nilai capaian SNP lebih dari 6,59

Gambar 3.1. Capaian Kinerja IKK 1.1 : Persentase Satuan Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan

SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75 Tahun 2020 Dibandingkan dengan Target

Kinerja dan Renstra LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta (Sumber data : http://pmp.kemdikbud.go.id/ per 8

Januari 2021)

Berdasarkan data yang disajikan dalam Tabel III-1 dan Gambar 3.1 dapat ditunjukkan bahwa untuk capaian indikator kinerja kegiatan IKK 1.1 : Persentase Satuan Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75, telah melebihi target kinerja yang ditetapkan. Jika dibandingkan dengan nilai capaian pada tingkat nasional maupun dengan provinsi lain (Gambar 3.2), nilai capaian IKK1.1. oleh LPMP D.I. Yogyakarta tertinggi. Namun demikian untuk jenjang SLB capaian IKK ini belum dapat diinformasikan karena pemetaan mutu belum menyentuh jenjang SLB.

0% 50% 100% 150% 200% 250% 300% SD SMP SMA TOTAL Target Kinerja 2020 Realisasi 2020

% Realisasi Terhadap Target 2020

Target Renstra Tahun 2024

Persentase Realisasi Terhadap Target Akhir Renstra 2024

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Gambar 3.2. Capaian Kinerja IKK 1.1 : Persentase Satuan Pendidikan Jenjang SD, SMP, SMA, dan

SLB yang memiliki indeks capaian sekolah minimal 75 Tahun 2020 oleh LPMP Provinsi D.I.

Yogyakarta Dibandingkan dengan Capaian Nasional Maupun Provinsi Lain (Sumber data : Paparan Tim

Perencanaan dan Anggaran Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen)

Upaya-upaya yang dilakukan oleh LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta sehingga IKK ini dapat tercapai adalah :

1) Pemetaan mutu pendidikan : kegiatan untuk memetakan capaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mengidentifikasi aspek implementasi SNP yang sudah tercapai maupun yang masih memerlukan perbaikan.

2) Supervisi penjaminan mutu pendidikan : pembimbingan dan pendampingan oleh LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah untuk menindaklanjuti hasil pemetaan mutu. Kegiatan ini berupa pembimbingan satuan pendidikan mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) untuk memperbaiki aspek-aspek implementasi SNP yang perlu perbaikan.

3) Fasilitasi peningkatan mutu pendidikan : Fasilitasi terhadap sekolah binaan (sekolah model) oleh LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah, sehingga praktek-praktek pengelolaan manajemen sekolah maupun pelaksanaan pembelajaran dapat diadaptasi/diimbaskan kepada sekolah disekitarnya.

0,00% 25,00% 50,00% 75,00% 100,00%

Prov. Aceh Prov. Bali Prov. Banten Prov. Bengkulu Prov. D.I. Yogyakarta Prov. D.K.I. Jakarta Prov. Gorontalo Prov. Jambi Prov. Jawa Barat Prov. Jawa Tengah Prov. Jawa Timur Prov. Kalimantan Barat Prov. Kalimantan Selatan Prov. Kalimantan Tengah Prov. Kalimantan Timur Prov. Kalimantan Utara Prov. Kepulauan Bangka Belitung Prov. Kepulauan Riau Prov. Lampung Prov. Maluku Prov. Maluku Utara Prov. Nusa Tenggara Barat Prov. Nusa Tenggara Timur Prov. Papua Prov. Papua Barat Prov. Riau Prov. Sulawesi Barat Prov. Sulawesi Selatan Prov. Sulawesi Tengah Prov. Sulawesi Tenggara Prov. Sulawesi Utara Prov. Sumatera Barat Prov. Sumatera Selatan Prov. Sumatera Utara Nasional

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

11

Pemetaan Mutu Pendidikan

Pada tahun 2020 LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta juga melaksanakan pemetaan mutu pendidikan untuk melihat implementasi 8 (delapan Standar Nasional Pendidikan)di satuan pendidikan. Pemetaan dilakukan untuk seluruh sekolah dengan menggunakan instrumen pemetaan mutu pendidikan yang disematkan pada aplikasi PMP. Tabel III-2 memperlihatkan progress pengisian instrumen dan analisis hasil pemetaan menjadi rapor mutu satuan pendidikan.

Tabel III-2. Rekapitulasi Progress Pemetaan Mutu Sekolah Tahun 2020 Provinsi D.I. Yogyakarta

Menggunakan Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan.

Wilayah Sekolah Sekolah mengisi instrumen % Sekolah mengisi instrumen Sekolah punya Raport mutu % Sekolah punya Raport mutu*) Kota Yogyakarta 271 271 100,0% 208 76,8% Kab. Bantul 511 511 100,0% 456 89,2% Kab. Sleman 701 700 99,9% 627 89,4%

Kab. Kulon Progo 427 427 100,0% 389 91,1%

Kab. Gunungkidul 612 610 99,7% 451 73,7%

Prov. D.I. Yogyakarta 2522 2519 99,9% 2131 84,5%

Sumber = http://manajemen.pmp.kemdikbud.go.id/beranda *) Data per 20 Desember 2020

Berdasarkan data pada Tabel III-2 dapat ditunjukkan bahwa 99,9% dari 2.522 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB sudah mengisi instrumen pemetaan mutu pendidikan dann mengirimkan ke http://pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id, serta hasil pemetaan dari 2.131 sekolah (84,5%) telah dianalisis menjadi rapor mutu yang dapat diunduh dan digunakan sekolah sebagai salah satu data untuk menyusun program perbaikan mutu pendidikan. Perkembangan capaian mutu implementasi SNP tahun 2016 sampai 2020 sebagai berikut.

Gambar 3.3. Capaian Mutu Implementasi Standar Nasional Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan

Jenjang SD, SMP, dan SMA di Provinsi D.I. Yogyakarta dengan nilai maksimal 7 (Sumber =

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Capaian mutu pendidikan pada tahun 2020 menurun dibandingkan tahun 2019 dimungkinkan karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan layanan pendidikan tidak optimal.

Progress pengiriman data dan analisis hasil pemetaan menjadi rapor mutu di Provinsi D.I Yogyakarta tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, seperti diperlihatkan pada Gambar 3.4.

(a) Progress pengisian dan pengiriman data (b) Progress analisis hasil pemetaan menjadi

rapor mutu

Gambar 3.4. Progress pengisian, pengiriman, dan analisis hasil pemetaan menjadi rapor mutu

sekolah seluruh provinsi se-Indonesia (Sumber = http://manajemen.pmp.kemdikbud.go.id/beranda)

Meskipun pemetaan mutu pendidikan di Provinsi D.I. Yogyakarta relatif lebih berhasil dibandingkan wilayah lain, namun masih terdapat hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam upaya peningkatan indeks mutu antara lain :

a) Instrumen pemetaan mutu belum tersedia untuk jenjang SLB

b) Aplikasi pemetaan dan penjaminan mutu pendidikan dari pusat dalam hal ini satgas penjaminan mutu pendidikan di Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen baru siap digunakan pada bulan September.

c) Adanya wabah pandemi Covid-19 yang menghambat pelaksanaan supervisi dan fasilitasi penjaminan mutu pendidikan

Beberapa langkah antisipasi yang dilakukan agar target indikator kinerja dapat tercapai antara lain:

84,50% 41,38%

0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% Prov. D.I. Yogyakarta

Prov. D.K.I. Jakarta Prov. Sulawesi Selatan Prov. Bali Prov. Lampung Prov. Aceh Prov. Jawa Timur Prov. Sumatera Barat Prov. Jawa Barat Prov. Sulawesi Tenggara Prov. Kepulauan Riau Prov. Nusa Tenggara Barat Prov. Kepulauan Bangka Belitung Prov. Sumatera Selatan Prov. Riau Prov. Kalimantan Selatan Prov. Banten Prov. Kalimantan Barat Prov. Gorontalo Prov. Sulawesi Tengah Prov. Maluku Prov. Bengkulu Prov. Sulawesi Barat Prov. Kalimantan Utara Prov. Kalimantan Tengah Prov. Jawa Tengah Prov. Kalimantan Timur Prov. Sulawesi Utara Prov. Sumatera Utara Prov. Maluku Utara Prov. Papua Barat Prov. Jambi Prov. Nusa Tenggara Timur Prov. Papua Nasional

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

13 Membentuk Sekretariat pemetaan mutu dan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan di

Tingkat Provinsi D.I. Yogyakarta dan setiap kabupaten/kota dengan anggota terdiri dari pejabat struktural Dinas Pendidikan dan LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta. Upaya ini berhasil mendorong satuan pendidikan melaksanakan siklus penjaminan mutu pendidikan.

Melaksanakan kegiatan dengan metode daring/jarak jauh (melalui video conference) dikombinasikan dengan pendampingan secara luring oleh pengawas sekolah dan monitoring oleh LPMP Provinsi D.I. Yogyakarta.

Supervisi dan Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Supervisi dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh LPMP D.I Yogyakarta pada tahun 2020 difokuskan pada upaya membantu satuan pendidikan menyelenggarakan proses belajar mengajar pada masa pandemi covid-19. Muatan supervisi dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan mencakup perencanaan pembelajaran menggunakan kondisi khusus, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (tatap muka maya/ synchrounous e-learning maupun pemanfaatan kelas maya/ansynchrounous e-learning), maupun mempersiapkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka pada era kebiasaan baru (new normal). Supervisi dilaksanakan untuk seluruh SD, SMP, SMA, dan SMK se-D.I. Yogyakarta, sedangkan fasilitasi/pendampingan hanya dilakukan pada 100 sekolah binaan dan 500 sekolah imbasnya.

Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan

Fasilitasi yang dilaksanakan oleh LPMP D.I. Yogyakarta difokuskan pada pendampingan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dengan tujuan membantu guru melaksanakan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 dan memberikan alternatif model pembelajaran. Desain fasilitasi seperti gambar berikut.

Gambar 3.5. Desain Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP D.I. Yogyakarta Tahun 2020

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Desain kegiatan diatas memberikan bekal ketrampilan kepada guru untuk praktek melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Adapun materi yang didampingkan kepada guru seperti dicantumkan dalam Tabel III-3.

Tabel III-3. Materi Pendampingan Fasilitasi Peningkatan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh untuk

Sekolah Binaan LPMP D.I. Yogyakarta Tahun 2020

NO MATERI OUTPUT In Service Learning 1 melalui Zoom meeting (3 Hari) Hari Pertama 1. Kebijakan SPMI 2. Implementasi SPMI 3. Orientasi pendampingan 4. Pembelajaran Jarak Jauh 5. Best Practice

Hari Kedua

1. Analisis kompetensi 2. Model pembelajaran 3. LK dan modul pembelajaran 4. Evaluasi pembelajaran

5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Hari Ke tiga

1. Implementasi Google Classroom 2. Google Meet

3. Rencana Tindak Lanjut

 Peserta memahami konsep penjaminan mutu pendidikan

 Peserta memahami prinsip penjaminan mutu pendidikan

 Peserta memahami komponen penjaminan mutu akademik

 Peserta memahami konsep dan cara penerapan pembelajaran jarak jauh  Peserta memahami moda

pembelajaran jarak jauh

 Peserta dapat menyusun perangkat pembelajaran moda pembelajaran jarak jauh.

 Peserta dapat mempresentasikan, menelaah, dan revisi perangkat pembelajaran.

 Peserta dapat melaksanakan pembelajaran

 Peserta dapat melalkukan refleksi pembelajaran

 Peserta memahami komponen yang perlu dievaluasi

 Peserta dapat mengembangkan instrumen evaluasi

Asinkronous via Google

Classroom

1. Menyiapkan KD-KD yang akan diajarkan pada praktek pembelajaran 2. Mengisi lembar kegiatan analisis

kompetensi dasar

3. Mengirim lembar kerja ke google classroom sebelum digunakan untuk praktek pembelajaran

 Tersusunnya Kompetensi dasar  Lembar Kegiatan analisi kompetensi

Dasar

 Terkirimnya Lembar Kerja melalui Google Class Room

ON JOB LEARNING 1 (7 hari)

1. Analisis Kompetensi

2. Penetapan Model Pembelajaran 3. Instrumen Penilaian

4. Menyusun RPP dan Kelengkapannya 5. Diskusi/Umpan Balik

 Peserta dapat menyusun analisis kompetensi

 Peserta dapat Menetapkan model pembelajaran  Instrumen Penilaian  RPP Asinkronous via Google Classroom (2 minggu)

1. Peserta melengkapi dan mengirimkan draft RPP, model pembelajaran, lembar kegiatan dan instrumen penilaian dari KD-KD yang akan diajarkan pada praktek pembelajaran melalui Google Class Room.

2. Narasumber memberikan umpan balik di google classroom

Draft RPP

In Service 2 (1 hari) melalui zoom meeting

Presentasi RPP yang akan digunakan untuk praktek pembelajaran

RPP yang baku

Asinkronus GC Guru memgimplementasikan RPP yang telah dibuat

Real Teaching ON JOB

LEARNING 2

1. Pre Observation Conference 2. Pembelajaran

3. Post Obeservation Conference 4. Diskusi/Umpan Balik

Evaluasi Implementasi RPP

Inservice 3 (zoom meeting)

Presentasi Laporan Proses Belajar Mengajar dalam bentuk Best Pracitice

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

15

Supervisi Penjaminan Mutu Pendidikan

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan sosial masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya, LPMP D.I. Yogyakarta melakukan pemetaan pelaksanaan Belajar Dari rumah (BDR) dan Implementasi Kurikulum Darurat serta melakukan supervisi persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa pembiasaan baru (new normal). Supervisi dilaksanakan bermitra dengan pengawas sekolah pembina dengan model supervisi online melalui zoom meeting dan monitoring langsung ke sekolah oleh pengawas sekolah pembina. Pengukuran pra dan pasca supervisi pada komponen pemahaman prinsip dan pelaksanaan BDR serta implementasi kurikulum pada kondisi khusus seperti gambar berikut.

Gambar 3.6. Perkembangan Pemahaman Kepala Sekolah dan Guru Terhadap Prinsip Belajar Dari Rumah (BDR) dan Strategi Pelaksanaan BDR

Gambar 3.6 di atas menunjukkan supervisi yang dilakukan mampu meningkatkan kepala sekolah dan guru dalam memenuhi prinsip dan pelaksanaan BDR menggunakan kurikulum kondisi khusus. Disamping mensupervisi danmendampingi guru melaksanaan prinsip BDR, supervisi juga dilakukan untuk membimbing sekolah mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Saat New Normal. Hasil supervisi dapat dilihat dengan membandingkan hasil pengukuran indikator persiapan PTM pada saat pra dan pasca supervisi.

Keterangan :

Range tingkat pemenuhan indikator:

<41 : sekolah memenuhi kurang dari 41 indikator 41-45 : sekolah memenuhi antara 41-45 indikator 45-49 : Sekolah memenuhi antara 45-49 indikator

50 :Sekolah telah memenuhi semua indikator

Gambar 3.7. Peningkatan Pemenuhan Indikator Persiapan Sekolah Melaksanakan Pembelajaran

Tatap Muka (PTM) pada masa pembiasaan baru (new normal)

34% 5% 39% 11% 20% 17% 22% 15% 41% 7% 15% 5% 13% 11% 30% 6% 11% 17% 8% 7% 30% 38% 22% 33% 50% 32% 45% 39% 31% 37% 21% 52% 26% 45% 0% 45% 22% 29% 20% 49% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Pra Pasca Pra Pasca Pra Pasca Pra Pasca Pra Pasca

SD SMP SMA SMK Semua

Jenjang (SD – SMK) <41 41-45 45-49 50 tingkat pemenuhan

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Hasil pengukuran pra dan pasca supervisi seperti dalam Gambar 3.7, memperlihatkan supervisi yang dilaksanakan oleh LPMP DIY bersama pengawas sekolah mampu meningkatkan sekolah dalam memenuhi indikator-indikator yang dipersyaratkan untuk melaksanakan PBM tatap muka. Hal ini ditunjukkan dari jumlah persentase sekolah yang memenuhi indikator persyaratan ptm di era pembiasaan baru setelah (pasca) supervisi lebih besar dari pada saat pengukuran sebelum (pra) supervisi.

b. Capaian Kinerja IKK 1.2 : Persentase kesenjangan hasil AKM dan Survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengganti Ujian Nasional dengan Assesmen Nasional. Asesmen Nasional sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Tujuan utamanya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yakni: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) baru akan dilaksanakan pada tahun 2021. Kegiatan pada tahun anggaran 2020 yang berkaitan dengan AKM adalah sosialisasi tentang kebijakan AKM pada kegiatan LPMP D.I. Yogyakarta dan pengukuran awal kompetensi minimum menggunakan hasil pemetaan mutu SNP. Hasil yang diperoleh sebagai baseline capaian renstra sampai tahun 2024. Untuk mengukur capaian IKK 1.2 : Persentase kesenjangan hasil AKM dan survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk dihitung menggunakan rapor mutu hasil kegiatan pemetaan mutu pendidikan, yaitu dengan mencari nilai persentil 2,5% batas bawah (p0,025) dan persentil 97,5% batas atas (p0,975).

Tabel III-4. Perhitungan Capaian Kesenjangan Nilai Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) Antara

Sekolah Berkinerja terburuk (berada pada nilai di bawah percentil 0,025) dan Sekolah dengan kinerja terbaik (berada diatas nilai percentil p0,975)

TAHUN 2020 Target Renstra Tahun 2024 Persentase Realisasi Terhadap Target Akhir Renstra 2024 Target Kinerja Realisasi % Realisasi Terhadap Target Nilai p0,025 Nilai P0,975 % Kesenjangan = (P0,975 – P0,025)/nilai maks 5% 6,32 6,79 6,69% 72,63% 5% 72,63%

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

17 Berdasarkan hasil perhitungan yang ditampilkan pada tabel III-4 dapat ditunjukan kesenjangan nilai sekolah berkinerja terburuk dan terbaik sebesar (6,79 – 6,32) = 0,47. Maka persentase kesenjangan adalah 0,47

𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙𝑥100% =0,47

7 𝑥 100% =6,69%. Nilai capaian ini masih lebih tinngi dari pada target kinerja yang ditetapkan sebesar 5,0%. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara sekolah dengan mutu terbaik dan sekolah dengan mutu terburuk masih cukup jauh.

Untuk mengukur capaian kesenjangan survey karakter antara sekolah kinerja terbaik dan sekolah berkinerja terburuk, digunakan hasil Pemetaan mutu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mencakup aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan Ketrampilan. Kompetensi sikap yang dipetakan meliputi beriman dan bertakwa, berkarakter, jujur, disiplin, santun, peduli, percaya diri, bertanggung jawab, serta pembelajaran sepanjang hayat. Kompetensi Ketrampilan yang dipetakan mencakup kreatifitas, produktifitas kerja sama, komunikatif, kritis, dan mandiri. Berdasarkan penjelasan ini maka untuk menghitung kesenjangan survey karakter, dapat digunakan rapor mutu pada Standar Kompotensi Lulusan, dengan menggunakan rumus perhitungan seperti yang dilakukan untuk menghitung kesenjangan AKM.

Tabel III-5. Perhitungan Capaian Kesenjangan Survey Karakter Antara Sekolah Berkinerja terburuk

(berada pada nilai di bawah percentil 0,025) dan Sekolah dengan kinerja terbaik (berada diatas nilai percentil p0,975) TAHUN 2020 Target Renstra Tahun 2024 Persentase Realisasi Terhadap Target Akhir Renstra 2024 Target Kinerja Realisasi % Realisasi Terhadap Target Nilai p0,025 Nilai P0,975 % Kesenjangan = (P0,975 – P0,025)/nilai maks 5% 6,80 6,99 2,86% 175% 5% 175%

Berdasarkan hasil perhitungan yang ditampilkan pada tabel III-5 dapat ditunjukan kesenjangan nilai sekolah berkinerja terburuk dan terbaik sebesar (6,99 – 6,80) = 0,19. Maka persentase kesenjangan adalah 0,19

𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙𝑥100% =0,197 𝑥 100% = 2,86%. Nilai capaian ini lebih baik dari pada target kinerja yang ditetapkan sebesar 5,0%. Hal ini menunjukkan kesenjangan survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan sekolah dengan terburuk semakin menyempit. Artinya karakter siswa sudah relatif sama. Hambatan dalam pencapaian IKK 1.2 : Persentase kesenjangan hasil AKM dan survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk adalah :

1. Pemahaman satuan pendidikan dan stakeholder pendidikan terhadap konsep AKM dan Survey karakter beragam terutama berkaitan dengan tujuan, manfaat, dan dampak AKM terhadap prestasi sekolah antara sekolah yang mengikuti AKM dan yang tidak.

LAPORAN KINERJA 2020| LPMP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

2. Budaya sekolah yang terbiasa menilai secara individual peserta didik, daripada evaluasi

penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan

Upaya antisipasi yang dilakukan untuk meningkatkan capaian kinerja IKK 1.2 : Persentase kesenjangan hasil AKM dan survey karakter antara sekolah dengan kinerja terbaik dan terburuk adalah :

1. Sosialisasi secara masif terkait konsep Assesmen Nasional : Assesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar

2. Bimbingan teknis dan pendampingan satuan pendidikan untuk dapat melaksanakan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar yang mengarah pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

3. Advokasi kepada pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan Assesmen Nasional, terutama Assesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter.

a. Capaian Kinerja IKK 1.3 : Persentase kab/kota yang memiliki data pokok pendidikan dasar dan menengah akurat, terbarukan, dan berkelanjutan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 79 Tahun 2015 tentang Data Pokok Pendidikan menjadi dasar dimulainya era pendataan yang lebih terstruktur, massif, dan berkualitas. Kegiatan pendataan sekolah di lingkungan Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen terintegrasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen yang mencakup pendidikan jenjang PAUD, PKBM/SKB, SD, SMP, SMA, dan SLB. Saat ini, Dapodik telah digunakan sebagai basis data untuk program-program unggulan Kemendikbud seperti Bantuan Operasional Sekolah, penyaluran tunjangan guru, Program Indonesia Pintar, Ujian Nasional, Akreditasi Sekolah dan program bantuan ke sekolah. Mengingat pentingnya data pokok pendidikan, maka data pokok pendidikan harus mudah diakses, lengkap, akurat dan terbarukan secara berkelanjutan, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi kinerja program-program pendidikan dapat terukur, efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tabel III-6 dan Gambar 3.8 menyajikan capaian indikator ini

Tabel III-6. Capaian Kinerja IKK 1.3 : Persentase SD, SMP, SMA, dan SLB yang Memiliki data Pokok

Pendidikan yang terbarukan Dibandingkan dengan Target Kinerja dan Renstra LPMP Provinsi D.I.

Yogyakarta (Sumber data = http://manajemen.pmp.kemdikbud.go.id/progres-pengiriman/1/040000)

Jenjang TAHUN 2020 Target Renstra Tahun 2024 Persentase Realisasi Terhadap Target Akhir Renstra 2024 Target Kinerja Realisasi % Realisasi Terhadap Target sek sek update

Dokumen terkait