BAB II. PERENCANAAN KINERJA
2.4. Perjanjian Kinerja Tahun 2019
Perjanjian kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. Perjanjian Kinerja perubahan Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 2.5.
Tabel 2.5. Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2019
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
1. Meningkatnya produksi perikanan
1. Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap
2. Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya
1,00 % 19.749,76
Ton
2,00 % 803,34
Ton
2. Meningkat nya SDM pelaku usaha perikanan yang mandiri dan berdaya saing
3. Persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha
perikanan
1,00 % 3 Kelompok
Tabel 2.6 Lampiran Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2019
No Program Anggaran Keterangan
(1) (2) (3) (4)
1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
Rp. 1.238.355.800,00 APBD / APBN
2. Program Pengembangan Perikanan Tangkap
Rp. 817.785.000,00 APBD / APBN
3. Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Tawar dan Air Tawar
Rp 688.500.000,00 APBD / APBN
4. Program Pelayanan Usaha, Informasi dan Kelembagaan Perikanan
Rp 235.000.000,00 APBD
Jumlah Rp. 2.979.640.800,00
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas Kinerja dalam format Laporan Kinerja Instansi Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan tidak terlepas dari rangkaian mekanisme fungsi perencanaan yang sudah berjalan mulai dari Perencanaan Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) serta Perjanjian Dinas Perikanan Tahun 2019. Pelaksanaan pembangunan itu sendiri sebagai fungsi actuating dari berbagai piranti perencanaan yang sudah dibuat tersebut, hingga kemudian sampailah pada saat pertanggung jawaban pelaksanaan pembangunan yang mengerahkan seluruh sumber daya manajemen pendukungnya.
Pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan pembangunan sifatnya terukur, terdapat standar pengukuran antara yang diukur dengan piranti pengukurannya. Pertanggung jawaban pengukuran yang diukur adalah kegiatan, program, dan sasaran, yang prosesnya adalah sejauh mana kegiatan, program, dan sasaran dilaksanakan tidak salah arah dengan berbagai piranti perencanaan yang telah dibuat.
3.1. Pengukuran Kinerja Tahun 2019
Kerangka Pengukuran kinerja Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan menggunakan peraturan yang ada, pertama, untuk melakukan pengukuran dan evaluasi capaian kinerja menggunakan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 dan secara teknis berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, yaitu membandingkan antara target kinerja indikator sasaran strategis dan/atau indikator kinerja utama (IKU) yang sudah dituangkan dalam Perjanjian Kinerja. Berikutnya, kedua, dalam melakukan penarikan simpulan terhadap kategori capaian kinerja dengan mengacu pada Keputusan Kepala LAN Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Adapun pengukuran kinerja tersebut dengan rumus sebagai
1. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, maka digunakan rumus :
Realisasi
Capaian Indikator Kinerja = --- x 100%
Rencana
2. Jika ukurannya sebaliknya, yaitu apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus :
Realisasi – (Realisasi – Rencana)
Capaian Indikator Kinerja = --- x 100%
Rencana
Penilaian capaian kinerja untuk setiap indikator kinerja sasaran menggunakan interprestasi penilaian dengan pengukuran dengan skala ordinal yaitu :
Skala Ordinal Predikat/Kategori
> 85 Sangat Berhasil
70 < X ≥ 85 Berhasil
55 < X ≤ 70 Cukup Berhasil
< 55 Tidak Berhasil
Untuk capaian masing-masing indikator kinerja sasaran disimpulkan berdasarkan “Metode Rata-rata Tertimbang Kelompok Indikator Kinerja untuk Setiap Sasaran Strategis”. Penyimpulan capaian kinerja sasaran strategis dengan tetap mengacu pada kategori di atas. Formula yang digunakan sebagai berikut :
Total Nilai Capaian Kelompok Indikator
Capaian Kinerja Sasaran =---x 100 % Jumlah Indikator Kinerja Sasaran
Capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih dititikberatkan pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat bagi masyarakat, pemerintah maupun stakeholders lainnya, dengan indikator kinerja yang ditetapkan secara mandiri. Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan tujuan Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan.
Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan, keluaran dan hasil. Sedangkan hasil pencapaian kinerja sasaran ditentukan oleh indikator kinerja sasaran yang meliputi indikator makro dan indikator mikro penetapan indikator – indikator ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang terorganisasi, sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan.
Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup :
1) Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing – masing kelompok indikator kegiatan;
2) Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing – masing indikator sasaran yang telah ditetapkan, sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.
Upaya pengukuran kinerja diakui tidak selalu mudah karena hasil capaian suatu indikator tidak semata – mata merupakan output dari suatu program atau sumber dana, tetapi merupakan akumulasi, korelasi, dan sinergi antara berbagai program. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak dapat diklaim sebagai hasil dari suatu sumber dana atau oleh suatu pihak saja.
3.2 Capaian Kinerja Organisasi
3.2.1 Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun ini
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja tahun 2019, tingkat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Tahun 2019 seperti pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2019
Berdasarkan data tabel diatas capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Tahun 2019 dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan produksi perikanan tangkap tahun 2019 sebesar 1,086 % dengan capaian kinerja sebesar 108,60 % dari target yang telah ditetapkan yaitu 1,00 %. Adapun capaian jumlah produksi perikanan tangkap tahun 2019 sebesar 21.886,10 ton.
2. Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan produksi perikanan budidaya tahun 2019 sebesar 2,259 % dengan capaian kinerja sebesar 112,95 % dari target yang telah ditetapkan yaitu 2,00 %. Adapun jumlah produksi perikanan budidaya tahun 2019 sebesar 934,08 ton.
3. Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan tahun 2019 sebesar 1,237 % dengan capaian kinerja sebesar 123,70 % dari target yang telah ditetapkan yaitu 1,00 %. Adapun jumlah kelompok pelaku usaha perikanan yang naik kelas tahun 2019 sebanyak 5 kelompok.
Dalam rangka mendukung tercapainya tujuan ke 2 RPJMD Kabupaten Pamekasan tahun 2018 – 2023 yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mendukung kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, maka Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan menetapkan tujuan sebagai berikut : “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perikanan” dengan tujuan indikator Nilai Tukar Pelaku Usaha Perikanan (NTN) yang dijabarkan dalam 2 (dua) sasaran strategis dengan 3 (tiga) indikator kinerja utama. Sasaran strategis kesatu adalah
“meningkatnya produksi perikanan” diukur melalui 2 (dua) indikator yaitu : (1) Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap, (2) Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya. Sasaran strategis kedua adalah
“meningkatnya SDM pelaku usaha perikanan yang mandiri dan berdaya saing”
diukur melalui 1 (satu) indikator yaitu : (1) Persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan.
Perbandingan target dan realisasi kinerja pada setiap sasaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Perikanan Tahun 2019 dijabarkan berdasarkan jenis sasaran yang merupakan indikator kinerja utama pada Dinas Perikanan sebagaimana berikut :
Tabel 3.2. Pengukuran Realisasi Kinerja Berdasarkan Tujuan dan Sasaran Kesatu
Tujuan Sasaran
Strategis 1 Indikator Kinerja
(1) (2) (3)
Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat Perikanan
Meningkatnya produksi perikanan
1. Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap 2. Persentase peningkatan
produksi perikanan budidaya
Adapun capaian kinerja berdasarkan sasaran ke satu tahun 2019 disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.3. Capaian Kinerja Berdasarkan Sasaran Kesatu Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Tahun 2019
Target Realisasi Capaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Meningkatnya produksi perikanan
Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap
1,00 1,086 108,60
Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya
2,00 2,259 112,95
Rata - rata persentase pencapaian sasaran 110,77
Berdasarkan hasil pengukuran indikator kinerja sasaran meningkatnya produksi perikanan, diperoleh kesimpulan bahwa capaian kinerja pada sasaran kesatu adalah sangat baik, dengan rata - rata persentase capaian sasaran sebesar 110,77 % (sangat berhasil). Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan produksi perikanan tangkap sebesar 1,086 % dari target yang ditetapakan yaitu 1,00 % dengan capaian kinerja sebesar 108,60 %.
Sedangkan Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 2,259 % dari target yang ditetapkan yaitu 2,00 % dengan capaian kinerja 112,95 %. Untuk mencapai indikator kinerja tersebut, didukung oleh Program Pengembangan Perikanan Tangkap, Pengembangan Budidaya Perikanan dan Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar.
Indikator persentase peningkatan produksi perikanan tangkap merupakan penghitungan besarnya produksi perikanan tangkap pada tahun yang dievaluasi dengan tahun sebelumnya. Realisasi produksi perikanan tangkap tahun 2019 sebesar 21.886,10 Ton dari target produksi tahun 2019 sebesar 19.749,64 ton dengan capaian kinerja 108,60 %. Sedangkan indikator persentase peningkatan produksi perikanan budidaya merupakan penghitungan besarnya produksi perikanan budidaya pada tahun yang dievaluasi dengan tahun sebelumnya. Realisasi produksi produksi perikanan budidaya pada tahun 2019 sebesar 934,08 ton dari target yang telah ditetapkan yaitu 803,34 ton dengan capaian kinerja 112,95 %.
Tabel. 3.4. Pengukuran Realisasi Kinerja Berdasarkan Tujuan dan Sasaran Kedua
Tujuan Sasaran Strategis 2 Indikator Kinerja
(1) (2) (3)
Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat Perikanan
Meningkatnya SDM pelaku usaha perikanan yang mandiri dan berdaya saing
Persentase
peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan
Keberhasilan sasaran ini diukur melalui indikator kinerja yaitu persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan dengan target yang diharapkan pada tahun 2019 adalah sebesar 1,00 % (3 kelompok).
Perkembangan indikator kinerja, target dan realisasi kinerja dari sasaran kedua ini sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.5. Capaian Kinerja Berdasarkan Sasaran Kedua
Sasaran strategis Indikator Kinerja Tahun 2019
Target Realisasi Capaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Meningkatnya SDM pelaku usaha
perikanan yang mandiri dan berdaya saing
Persentase
peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan
1,00 1,237 123,70
Rata - rata persentase pencapaian sasaran
123,70
Indikator kinerja ini merupakan jumlah kelompok pelaku usaha perikanan yang meningkat kelasnya setelah mendapatkan pelatihan atau penyuluhan, berdasarkan Kepmen KP No. 14 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan. Kelembagaan pelaku utama perikanan (nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, masyarakat pengawas dan usaha garam rakyat) diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas dengan memperhatikan pada penguasaan teknologi, pengorganisasian, skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerjasama, dan akses informasi pasar.
Kelas kelompok perikanan terdiri atas 1). Kelas Pemula yaitu kelas kelompok pelaku utama perikanan dengan nilai terbawah dan terendah pada batas skoring penilaian dari 0 sampai dengan 350 dari segi kemampuannya dalam penguasaan teknologi, pengorganisasian, skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerja sama, dan akses informasi pasar, serta diberikan piagam pengukuhan yang ditandatangani oleh Kepala Desa / Lurah; 2). Kelas
Madya, merupakan kelas kelompok pelaku utama perikanan dengan nilai menengah pada batas skoring penilaian dari 351 sampai dengan 650 dari segi kemampuannya dalam penguasaan teknologi, pengorganisasian, skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerjasama, dan akses informasi pasar, serta sudah melakukan kegiatan perencanaan meskipun masih terbatas, dan diberikan piagam pengukuhan yang ditandatangani oleh Camat dan 3). Kelas Utama yaitu kelas kelompok pelaku utama perikanan dengan nilai tertinggi pada batas skoring penilaian dari 651 sampai dengan 1.000 dari segi kemampuannya dalam penguasaan teknologi, pengorganisasian, skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerjasama, dan akses informasi pasar, serta sudah melakukan kegiatan dalam perencanaan sampai pelaksanaan meskipun masih terbatas, dan diberikan piagam pengukuhan yang ditandatangani oleh Bupati.
Berdasarkan hasil pengukuran indikator kinerja sasaran meningkatnya SDM pelaku usaha perikanan yang mandiri dan berdaya saing, diperoleh kesimpulan bahwa capaian kinerja pada sasaran tersebut sangat berhasil, dengan rata - rata persentase capaian sasaran sebesar 123,70 %. Realisasi indikator kinerja persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan sebesar 1,237 % dari target yang ditetapkan yaitu 1,00 % dengan capaian kinerja sebesar 123,70 %. Untuk mencapai indikator kinerja tersebut, didukung oleh Program Pelayanan Usaha informasi dan Kelembagaan Perikanan Indikator persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan merupakan penghitungan banyaknya kelompok pelaku usaha perikanan yang naik kelas yaitu dari kelas pemula menjadi kelas madya dan kelas madya menjadi kelas utama pada tahun yang dievaluasi dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 realisasi kelompok pelaku usaha perikanan yang naik kelas sebanyak 5 kelompok dari target sebanyak 3 kelompok yang naik kelas atau capaian kinerjanya sebesar 123,70 %.
3.2.2 Perbandingan antara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2019 dengan Tahun Lalu dan Beberapan Tahun Terakhir
Perbandingan capaian kinerja tahun 2019 dengan tahun lalu serta beberapa tahun terakhir dilakukan untuk mengetahui trend pergerakan nilai capaian indikator kinerja utama yang telah ditetapkan sesuai dengan sasaran strategis Dinas Perikanan. Adapun perbandingan capaian indikator kinerja utama tahun 2015-2019 dapat dilihat pada gambar dan tabel dibawah ini
Tabel 3.6. Perbandingan Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2019 dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun Terakhir
SasaranStrategis1 IndikatorKinerja Target2015 Realisasi 2015 Capaian2015 Target2016 Realisasi 2016 Capaian2016 Target2017 Realisasi 2017 Capaian2017 Target2018 Realisasi 2018 Capaian2018 Target2019 Realisasi 2019 Capaian2019
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
Dari tabel dan gambar diatas dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai sasaran strategis “meningkatnya produksi perikanan” diukur melalui 2 (dua) indikator yaitu : Persentase peningkatan produksi perikanan tangkap dan persentase peningkatan produksi perikanan budidaya. Trend perkembangan capaian kinerja peningkatan produksi perikanan tahun 2015 – 2019 sebagai berikut :
• Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap
Realisasi produksi tahun 2015 sebesar 24.391,90 ton dari target kinerja sebesar 10,00 % dengan realisasi kinerja 9,848 %. Pada tahun 2016 realisasi produksi sebesar 23.190,15 ton dari target kinerja sebesar 10,00 % dengan realisasi kinerja 8,643 %, sedangkan tahun 2017 realisasi produksi sebesar 21.608 ton dari target produksi 23.885,85 ton dengan realisasi kinerja 2,401 % dari target kinerja sebesar 3,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 80,30 %.
Realisasi produksi tahun 2018 sebesar 19.554,10 ton dari target produksi 24.551,53 ton dengan realisasi kinerja sebesar 2,626 % dari target kinerja sebesar 3,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 87,53 %. Pada Tahun 2019 realisasi produksi perikanan tangkap sebesar 21.866,10 dari target produksi yang ditetapkan 19.749,64 ton dengan realisasi kinerja 1,086 % dari target kinerja sebesar 1,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 108,60 %. Dari trend capaian produksi perikanan tangkap tahun 2015-2019 dapat disimpulkan bahwa produksi perikanan tangkap tiap tahunnya tidak menentu dan tidak dapat diprediksi karena sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.
• Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya
Realisasi produksi perikanan budidaya tahun 2015 sebesar 1.490,52 ton dari target kinerja sebesar 9,00 % dengan realisasi kinerja 9,070 %. Pada tahun 2016 realisasi produksi sebesar 1.242,41 ton dari target kinerja 9,00 % dengan realisasi kinerja 9,070 %. Sedangkan tahun 2017 realisasi produksi sebesar 1844,12 ton dari target produksi 1.304,55 ton dengan realisasi kinerja 6,747 % dari target sebesar 5,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 134,94 %.
Realisasi produksi tahun 2018 sebesar 787,59 ton dari target produksi 1369,76
ton dengan realisasi kinerja sebesar 2,034 % dari target kinerja sebesar 3,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 40,68 %. Pada Tahun 2019 realisasi produksi perikanan budidaya sebesar 934,08 Ton dari target produksi yang ditetapkan 803,34 ton dengan realisasi kinerja 2,259 % dari target kinerja sebesar 2,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 112,95 %. Dari trend capaian produksi perikanan budidaya tahun 2015-2019 dapat disimpulkan bahwa produksi perikanan budidaya tiap tahunnya fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Sedangkan penurunan produksi perikanan budidaya tahun 2018 di setiap wadah budidaya baik itu laut, tambak, kolam disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem, masih terjadinya kematian massal khususnya budidaya udang serta masih banyaknya hama dan penyakit pada budidaya rumput laut.
• Peningkatan Kelas Kelompok Pelaku Usaha Perikanan
Sedangkan untuk mencapai sasaran strategis “meningkatnya sumberdaya manusia pelaku usaha perikanan yang berdaya saing dan mandiri”
diukur melalui 1 (satu) indikator yaitu : (1) Persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan. Peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan tahun 2015 – 2016 belum dilakukan pengukuran kinerja, karena pada tahun tersebut yang menjadi indikator dinas adalah jumlah kelompok yang aktif dan tertib administrasi. Pada tahun 2017 realisasi kelompok yang naik kelas adalah 6 kelompok dari target yang ditetapkan 7 kelompok dengan realisasi kinerja 1,500 % dari target kinerja 2,00 % atau capaian kinerjanya 75,00 %. Pada tahun 2018 kelompok pelaku usaha perikanan yang meningkat kelasnya adalah 4 kelompok dari target 2 kelompok dengan realisasi kinerja sebesar 1,320 dari target kinerja 1,00 % atau capai kinerjanya mencapai 132,00 %. Sedangkan pada tahun 2019 kelompok pelaku usaha perikanan yang naik kelas adalah 5 kelompok dari target 3 kelompok dengan realisasi kinerja sebesar 1,237 % dari terget kinerja 1,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 123,70 %.
Capaian positif peningkatan kelas kelompok ini tidak terlepas dari proses pendampingan dan pembinaan yang intensif kepada kelompok dengan memperhatikan pada penguasaan teknologi, pengorganisasian, skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerjasama dak akses informasi pasar.
Selain itu juga adanya pedoman kerja penyuluh perikanan yang ditetapkan oleh Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dalam rangka untuk melaksanakan pendampingan pengembangan kelas kelompok.
3.2.3 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Target Jangka Menengah Dokumen Rencana Strategis
Berdasarkan Tabel 3.7 dapat digambarkan bahwa ketiga capaian indikator kinerja utama tahun 2019 terhadap target kinerja akhir renstra tahun 2023 sebagai berikut :
1. Realisasi kinerja indikator persentase peningkatan produksi perikanan tangkap tahun 2019 sebesar 1,086 % atau telah mencapai 54,30 % dari target kinerja 2,00 % akhir renstra tahun 2023.
2. Realisasi kinerja indikator persentase peningkatan produksi perikanan budidaya tahun 2019 sebesar 2,259 % atau telah mencapai 56,48 % dari target kinerja 4,00 % akhir renstra tahun 2023.
3. Realisasi kinerja indikator persentase peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan tahun 2019 sebesar 1,237 % atau telah mencapai 61,85 % dari target kinerja 2,00 % akhir renstra tahun 2023.
Tabel 3.7. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Target Akhir Periode Renstra
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Realisasi 2019
1. Meningkatnya produksi
3.2.4 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Standar Nasional Tabel 3.8. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2019 dengan Realisasi
Nasional
Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa perbandingan realisasi kinerja tahun ini dan realisasi nasional menggunakan pembanding tahun 2018 karena produksi perikanan nasional tahun 2019 baik perikanan
tangkap dan budidaya masih angka sangat sementara triwulan III tahun 2019.
Jumlah produksi perikanan nasional merupakan gabungan produksi perikanan budidaya dan produksi perikanan tangkap. Jumlah hasil produksi perikanan budidaya merupakan produksi yang dihasilkan oleh seluruh kabupaten/kota yang meliputi perikanan tawar, payau dan laut (termasuk rumput laut), sedangkan untuk jumlah produksi perikanan tangkap berasal dari produksi perikanan tangkap laut dan perairan umum daratan. Dengan demikian realisasi kinerja Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan turut berkontribusi pada realisasi nasional.
Realisasi produksi perikanan tangkap nasional tahun 2018 sebesar 7.248.297 ton dari target produksi yang ditetapkan sebesar 9.450.000 ton dengan realisiasi kinerja 7,25 % dari target kinerja sebesar 9,46 % atau capaian kinerja 76,64 %. Sedangkan realisasi produksi perikanan tangkap Kabupaten Pamekasan tahun 2019 sebesar 21.866,10 dari target produksi yang ditetapkan 19.749,64 ton dengan realisasi kinerja 1,086 % dari target kinerja sebesar 1,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 108,60 %. Realisasi produksi perikanan budidaya nasional tahun 2018 sebesar 17.240.000 ton dari target produksi yang ditetapkan sebesar 24.080.000 ton dengan realisasi kinerja 17,25 % dari target kinerja 24,08 % atau capaian kinerjanya sebesar 71,63 %.
Sedangkan realisasi produksi perikanan budidaya tahun 2019 Kabupaten Pamekasan sebesar 934,08 ton dari target produksi yang ditetapkan 803,34 ton dengan realisasi kinerja 2,259 % dari target kinerja sebesar 2,00 % atau capaian kinerjanya sebesar 112,95 %.
Sedangkan Realisasi kelompok pelaku usaha perikanan yang meningkat kelas naik kelas nasional tahun 2018 sebanyak 1.522 kelompok dari target kelompok yang naik kelas 1.000 kelompok atau mencapai 152,50 %.
Sedangkan tahun 2019 Kabupaten Pamekasan berkonstribusi kenaikan kelas kelompok sebanyak 5 kelompok dari target sebanyak 3 kelompok. Dari 5 kelompok yang naik kelas dari kelas pemula ke kelas madya.
3.2.5 Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan Kinerja dan Alternatif Solusi yang telah dilakukan
Capaian kinerja yang tergolong sangat berhasil tersebut dapat tercapai karena beberapa hal, diantaranya:
1. Komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan anggaran berbasis kinerja terutama dalam pencapaian indikator sasaran RPJMD Kabupaten yaitu Kontribusi Persentase PDRB Kategori Pertanian dan Perikanan. Dinas Perikanan berperan aktif untuk mencapai indikator tersebut melalui Indikator Kinerja Utama Dinas “Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya”. Kegiatan Dinas Perikanan tahun 2019 dari dana APBD Kabupaten mengacu pada pencapaian output /outcome.
2. Selain dukungan dari dana APBD Kabupaten indikator sasaran dinas juga didukung dari dana DAK dan APBN terhadap pelaksanaan program kegiatan tahun 2019 , antara lain
• Peningkatan produksi perikanan tangkap tahun 2019 juga didukung dari Dana Alokasi Khusus (DAK Reguler) berupa kegiatan paket alat bantu penangkapan ikan (GPS, coolbox diatas kapal dan life jacket)
• Peningkatan produksi perikanan budidaya tahun 2019 juga didukung dari DAK reguler berupa kegiatan Rehabilitasi kolam induk di BBI, paket percontohan budidaya lele, paket percontohan polikultur, pengembangan jalan produksi disentra budidaya dan paket pengukuran dan pemeriksaan kesehatan ikan. Sedangkan dari dana APBN berupa program bioflok dan pakan mandiri, terutama untuk komoditas lele.
• Peningkatan kelas kelompok pelaku usaha perikanan juga didukung oleh APBD Provinsi berupa pendampingan / pembinaan penguasaan teknologi, pengorganisasian skala usaha, kemampuan permodalan, kemitraan/kerjasama, dan akses informasi pasar terhadap kelompok pelaku usaha yang diusulkan naik kelas serta adanya bantuan hibah sarana dan prasarana perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Namun di sisi lain, masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu menjadi bahan perhatian, diantaranya:
1. Adanya beberapa kegiatan tahun 2019 tidak berdampak langsung untuk peningkatan produksi perikanan sehingga diperlukan perencanaan yang terintegrasi dengan penganggaran.
2. Produksi perikanan tidak menentu dan tidak dapat diprediksi karena sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca atau perubahan cuaca yang ekstrem, masih terjadinya kematian massal khususnya budidaya udang serta masih adanya
2. Produksi perikanan tidak menentu dan tidak dapat diprediksi karena sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca atau perubahan cuaca yang ekstrem, masih terjadinya kematian massal khususnya budidaya udang serta masih adanya