Kerugian atas penjualan dan penyitaan
35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), entitas anak PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), subsidiaries
Utang bank 26.386.510.000 176.482.069.206 - - 202.868.579.206 Bank loan
Utang usaha 67.093.899.778 - - - 67.093.899.778 Trade payables
Utang Lain-lain 56.078.388.214 - - - 56.078.388.214 Other payables
Utang Sewa
pembiayaan 16.964.461.626 104.341.254.911 - - 121.305.716.537 Finance lease
Biaya masih
harus dibayar 157.271.478 - - - 157.271.478
Accrued Expense Utang kontraktor
- jangka panjang 43.673.003.605 131.019.010.816 - - 174.692.014.421
Long term contractor payables Utang pihak
berelasi 16.302.754.126 - - - 16.302.754.126
Due to related Parties Jumlah 226.656.288.827 411.842.334.933 - - 638.498.623.760 Total
d. Risiko suku bunga d. Interest rate risk
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Perusahaan mengupayakan agar seluruh pinjaman dari bank menggunakan suku bunga tetap, eksposur atas risiko ini terutama terkait dengan utang bank yang akan berdampak secara langsung terhadap arus kas kontraktual Grup di masa datang. Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing saldo utang bank mencerminkan sekitar 27,70% dan 29,91% jumlah liabilitas.
Interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rate. The Company attempts that its bank loan shall bear fixed interest rate, this risk exposure mainly arise from bank loans would directly influence the future contractual cash flows of the Group. As of December 31, 2020 dan 2019 the outstanding balance of bank loan represents 27,70% and 29,91% of total liabilities, respectively.
Kebijakan Grup adalah untuk meminimalkan eksposur suku bunga atas pinjaman yang digunakan untuk ekspansi usaha dan kebutuhan modal kerja. Guna mencapai tujuan tersebut, Grup secara teratur menilai dan memantau saldo kas dengan mengacu pada rencana bisnis dan operasi sehari-hari.
The Group’s policy is to minimize interest rate exposure while obtaining sufficient funds for business expansion and working capital needs. In order to achieve this objective, the Group regulary assesses and monitors its cash with reference to its business plans and day-to-day operations.
35. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING 35. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND COMMITMENTS PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), entitas anak PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), subsidiaries a. Perjanjian penjualan batu bara a. Coal sales agreements
BOSS menandatangani beberapa perjanjian penjualan batu bara dengan beberapa pelanggan berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam masing-masing perjanjian-perjanjian antara lain sebagai berikut:
BOSS entered into several coal sales agreement with various customers and based on the provision stated in each of the agreements, among others, as follows:
67 PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), entitas anak
(lanjutan) PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), subsidiaries
(continued)
a. Perjanjian penjualan batu bara (lanjutan) a. Coal sales agreements (continued)
Pelanggan / Tanggal perjanjian/ Jangka waktu
The agreement of both parties with the pricing refers to the price of GCNEWC Index
February 14-23, 2020 17.500 MT
PT Tri Sapta Sejahtera 16 September 2016 / September 16, 2016
February 2020 7.000 MT USD 50.75/MT
19 November 2015 /
November 19, 2015 1 -10 Desember 2015 /
December 1 – 10, 2015 10.000 MT USD 53/MT
PT Adimitra Baratama Niaga 23 Januari 2020 /
January 23, 2020 Februari 2020 /
February, 2020 2.500 MT s/d 30.000
MT IDR 702.125 /MT
PT Mahakam Makmur Lestari 18 September 2020 / September 18, 2020
Perjanjian ini berlaku efektif sejak ditandatangani hingga
masing-masing pihak menyelesaikan hak dan
kewajibannya/
This agreement is effective from the time it is signed until each party completes
its rights and obligations
6.000 MT IDR 390.000/MT
PT Bumi Nusantara Jaya 20 April 2020 /
April 20, 2020 24 – 29 April 2020 /
April 24 – 29, 2020 7.500 MT USD 55/MT
China Coal Solution Pte. Ltd 21 Oktober 2019 /
October 21, 2019 15 – 16 November 2019 /
November 15 – 16, 2019 36.000 MT USD 67/MT
68 PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), entitas anak
(lanjutan) PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), subsidiaries
(continued)
a. Perjanjian penjualan batu bara (lanjutan) a. Coal sales agreement (continued)
Pelanggan / Tanggal perjanjian/ Jangka waktu perjanjian/ Jumlah pesanan/ Harga jual/
Customers Date of agreements Term of agreements Order quantity Selling price
Itochu Corporation 8 Februari 2019 /
February 8, 2019 23 Feb - 4 Maret 2019/ Feb
23 – March 4, 2019 10.500 MT USD 102/MT
PT Indominco Mandiri Mei 2017 /
May 2017
1 Juli 2017 – 31 Mei 2018
100.000 MT Kesepakatan kedua belah pihak dengan penentuan harga mengacu pada harga GCNEWC Index/
The agreement of both parties with the pricing refers to the price of
GCNEWC Index
PT Trubaindo Coal Minning July 1, 2017 – May 31, 2018
PT Bharinto Ekatama 25 Maret 2019 /
March 25, 2019
1 April 2019 – 31 Desember 2019 / April 1, 2019 – December
31, 2019
50.000 MT
Glencore International AG 18 Oktober 2016 /
31 Desember 2017/ 100.000 MT
Kesepakatan kedua belah pihak dengan penentuan harga mengacu pada harga GCNEWC Index/
October 18, 2016
December 31, 2017 The agreement of both parties with the pricing refers to the price of GCNEWC Index
Trans Asia Coal Trading
Limited 2 Maret 2016 /
March 2, 2016
20 – 29 Maret 2016 /
March 20 – 29, 2016 14.000 MT USD 48.8/MT
b. Perjanjian kerjasama b. Partnership agreements
1) Pada tanggal 10 Maret 2016, BOSS dan PB memiliki Joint Exploration Support Agreement (JESA) dengan Japan Oil, Gas and Metal National Corporation p(JOGMEC), pihak ketiga. Berdasarkan perjanjian tersebut BOSS dan PB akan menerima program dukungan teknis eksplorasi batu bara yang terletak di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dengan jumlah investasi sebesar $AS 3.000.000 dan target produksi 2.000.000 ton. Investasi tersebut akan diberikan dalam 3 tahap:
1) As of 10 March 2016, BOSS and PB has Joint Exploration Support Agreement (JESA) with Japan Oil, Gas and Metal National Corporation (JOGMEC), third party. Based on agreement BOSS and PB will receive a coal exploration technical support program located in Kutai Barat District, East Kalimantan with an investment of US$ 3,000,000 and a production target of 2,000,000 tons. The investment will be provided in 3 stages:
• Tahap pertama, sebesar $AS 513.000 dengan
target produksi 342.000 ton. • The first phase, amounting to US$ 513,000 with a production target of 342,000 tons.
• Tahap kedua sebesar $AS 1.500.000 dengan target
produksi 1.342.000 ton. • The second phase of US$ 1,500,000 with a
production target of 1,342,000 tons.
• Tahap ketiga sebesar $AS 987.000 dengan target produksi sampai dengan 2.000.000 ton, setelah tahap pertama dan kedua.
• The third phase of US$ 987,000 with a production target of up to 2,000,000 tonnes, after the first and second stages.
Investasi tahap pertama telah diterima pada tanggal 30 Maret 2016, selanjutnya investasi tahap kedua dan ketiga telah diberikan pada berbagai tanggal selama tahun 2016 – 2017.
First-stage investments have been received on March 30, 2016, and second and third tranche investment has been provided on various dates during 2016 - 2017.
69 PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), entitas anak
(lanjutan) PT Bangun Olahsarana Sukses (BOSS), subsidiaries
(continued)
b. Perjanjian kerjasama (lanjutan) b. Partnership agreements (continued) Berdasarkan perjanjian diatas PB dan BOSS memiliki hak
untuk mendapatkan pendanaan dari JOGMEC untuk membiayai pelaksanaan kegiatan eksplorasi selama periode investasi. Kewajiban PB dan BOSS terkait dengan perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
Based on the above agreement PB and BOSS have the right to obtain funding from JOGMEC to finance the implementation of exploration activities during the investment period. The obligations of PB and BOSS related to the agreement are as follows:
• Melaksanakan peranan dan tanggung jawab mereka
secara professional. • Implement their roles and responsibilities professionally.
• Menjaga aset, persediaan dan infrastruktur lainnya di
dalam wilayah IUP. • Maintain assets, supplies and other infrastructure within IUP areas.
• Memelihara pembukuan dan catatan akuntansi yang selayaknya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum dalam usaha pertambangan di Indonesia.
• Maintain accounting records and records that are in line with generally accepted accounting principles in mining operations in Indonesia.
• Memberikan laporan perkembangan kepada Komite
Pelaksana pada setiap bulan dan/atau tahun. • Provide progress reports to the Implementing Committee at each month and / or year.
• Melakukan seluruh tindakan yang diperlukan untuk memelihara agar IUP PB dan IUP BOSS tetap sah dan berlaku.
• Conduct all necessary actions to maintain that IUP PB and BOSS IUP remain valid and enforceable.
Selanjutnya, JOGMEC memiliki hak untuk menentukan Agen Pemasaran yang akan ditunjuk ataupun dilakukan oleh JOGMEC. Kewajiban JOGMEC di dalam perjanjian ini adalah Memberikan pendanaan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan eksplorasi selama periode investasi.
Furthermore, JOGMEC reserves the right to determine which Marketing Agent will be appointed or conducted by JOGMEC. JOGMEC's obligation under this agreement is to provide funding to finance the conduct of exploration activities during the investment period.
Perjanjian ini akan berlaku sampai dengan 7 tahun sejak tanggal perjanjian, jika sampai dengan jangka waktu perjanjian BOSS dan PB belum mencapai target produksi, atau terjadi penyelesaian kerjasama, maka BOSS dan PB diwajibkan untuk mengembalikan investasi sebesar $AS 1,50/ton atas jumlah produksi yang belum mencapai target produksi. Investasi yang akan diperhitungkan terhadap penjualan batu bara di masa berikutnya dicatat sebagai “Pendapatan ditangguhkan”.
This agreement will be valid for up to 7 years from the date of the agreement, if until the BOSS and PB agreement period has not reached the production target, or the settlement of cooperation, BOSS and PB are required to return the investment of US$ 1.50/ton on the production amount which has not reached the production target. The investment to be accounted for in the future sale of coal is recorded as "Deferred revenue".
2) Pada tanggal 20 Juni 2016, BOSS dan PB memiliki Perjanjian Keagenan Pemasaran dengan PT Itochu Indonesia (Itochu), pihak ketiga, di mana Itouchu telah ditunjuk sesuai dengan JESA untuk menjadi Agen Pemasaran. Berdasarkan perjanjian tersebut Itochu akan memeberikan jasa sebagai agen ekslusif dan penyedia informasi untuk BOSS dan PB, dengan komisi sebagai berikut:
2) As of June 20, 2016, BOSS and PB has Marketing Agency Agreement with Altair PT Itochu Indonesia (Itochu), third party. where Itouchu has been appointed in accordance with JESA to be an agent of Marketing.
Based on the agreement Itochu will provide services as exclusive agent and information provider for BOSS and PB, with the following commissions:
• Untuk produk yang terjual di Jepang, komisi sebesar
AS$ 3.05/ton; • For products sold in Japan, a commission of US$
3.05/ton;
• Untuk produk yang terjual di dalam teritori selain
Jepang, komisi sebesar AS$ 2.55/ton; • For products sold in territories other than Japan, commissions of US$ 2.55/ton;
70
b. Perjanjian kerjasama (lanjutan) b. Partnership agreements (continued)
• Untuk produk yang terjual, baik di dalam teritori atau pasar domestic Indonesia, komisi sebesar AS$
2.05/ton.
• For products sold, either within Indonesian territory or domestic market, a commission of US$ 2.05/ton.
Namun dengan ketentuan bahwa, dalam hal target jumlah produk yang belum terjual berdasarkan kontrak-kontrak penjualan sampai dengan tanggal berakhirnya periode tujuh tahun sejak tanggal perjanjian JESA, maka seluruh besaran komisi yang disebutkan akan dikurangi sebesar AS$
1,50/ton. BOSS dan PB mencatat biaya komisi dimaksud sebagai bagian dari “Beban Penjualan”.
However, provided that, in the event of a targeted number of unsold products under the sales contracts up to the expiration date of the seven year period from the date of the JESA agreement, the total amount of the stated commission will be reduced by US$ 1.50/ton. BOSS and PB record the commission fees as part of "Selling Expenses".
c. Perjanjian penambangan batu bara c. Coal mining agreements - Pada tanggal 6 Mei 2019, Perusahaan menandatangani
Perjanjian Kerjasama Usaha Pertambangan Batu Bara dengan PT Putra Perkasa Abadi, pihak ketiga, sebagai kontraktor jasa pertambangan di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Perjanjian ini berlaku selama satu tahun sejak perjanjian tersebut ditandatangani.
- On May 6, 2019, BOSS entered into a Coal Mining Business Cooperation Agreement with PT Putra Perkasa Abadi, third party, as mining services contractor in Muara Pahu Sub-district, Kutai Barat District, East Kalimantan. The agreement is valid for one year since the agreement was signed.
- Pada tanggal 24 November 2016, BOSS menandatangani Perjanjian Kerjasama Usaha Pertambangan Batu Bara dengan PT MCC Extraction Solutions, pihak ketiga, sebagai kontraktor jasa pertambangan di Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Perjanjian ini berlaku selama dua tahun sejak perjanjian tersebut ditandatangani.
- On November 24, 2016, BOSS entered into a Coal Mining Business Cooperation Agreement with PT MCC Extraction Solutions, third party, as mining services contractor in Muara Pahu Sub-district, Kutai Barat District, East Kalimantan. The agreement is valid for two year since the agreement was signed.
d. Liabilitas pengelolaan lingkungan hidup d. Environmental obligations Kegiatan usaha terkait pertambangan di masa mendatang
mungkin, dipengaruhi oleh perubahan- perubahan dalam peraturan pengelolaan lingkungan hidup. Kebijakan Grup adalah berusaha untuk memenuhi semua ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan menerapkan ukuran yang secara teknis dapat dibuktikan dan secara ekonomis memungkinkan.
The operations related with mining in the future might be, affected from time to time by changes in environmental regulations. The Group’s policy is to comply with all applicable regulations issued by the Government of the Republic of Indonesia, by applying technically proven and economically feasible measures.
Grup telah membentuk provisi untuk pengelolaan dan
reklamasi lingkungan hidup. The Group has recognized provision for environmental and reclamation costs.
e. Royalti e. Royalty
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45/2003, seluruh perusahaan yang memiliki kuasa pertambangan (sekarang Izin Usaha Pertambangan) diwajibkan untuk membayar iuran eksplorasi/iuran eksploitasi/royalti sebesar 7% dari harga jual (kadar kalori > 6.100) untuk jenis bahan galian/mineral berupa batu bara. BOSS mencatat biaya royalti dimaksud sebagai bagian dari “Beban Pokok Penjualan”.
Based on Government Regulation No. 45/2003, all companies holding mining rights (currently mining business license) will have an obligation to pay an exploration fee/exploitation fee/royalty for coal minerals, computed at 7%
(Calorie > 6,100) of sales price. BOSS recorded the royalty fee as part of “Cost of Sales”.
71
f. Jaminan reklamasi f. Reclamation guarantee
Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan terkait dengan aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUP-Operasi Produksi.
Pemegang IUP-Eksplorasi, ketentuannya antara lain, harus memuat rencana reklamasi di dalam rencana kerja dan anggaran biaya eksplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah sedangkan pemegang IUP-Operasi Produksi, ketentuannya antara lain, harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan; (2) rencana pascatambang; (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah, bank garansi, atau cadangan akuntansi (bila memenuhi persyaratan); dan (4) menyediakan jaminan pascatambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah.
Government of Indonesia released regulation related reclamation and post-mining activities for both Exploration and Production Operation holders. An IUP-Exploration holder, among other requirements, must include a reclamation plan in its exploration work plan and budget and provide a reclamation guarantee in the form of a time deposit placed at a state- owned bank whereas, An IUP-Production Operation holder, among other requirements, must (1) prepare a five-year reclamation plan; (2) prepare a post-mining plan; (3) provide a reclamation guarantee which may be in the form of a joint account or time deposit placed at a state-owned bank, a bank guarantee, or an accounting provision (if it meets the requirements); and (4) provide a post-mine guarantee in the form of a time deposit at a state-owned bank.
Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pascatambang.
The requirement to provide a reclamation guarantee and a post-mining guarantee does not release the IUP holder from the requirement to perform reclamation and post-mining activities.
Berdasarkan Surat Penetapan Jaminan Reklamasi No.503/504/RR/DPMPTSP/IX/2018 tanggal 3 September 2018. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terdapadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, Samarinda menetapkan jaminan reklamasi sebesar Rp2.564.920.410 untuk tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Dan Surat
Penetapan Jaminan Pasca Tambang
No.540/459/Distamben-IU-P /111 / 2013 tanggal 14 Maret 2013, Bupati Kutai Barat menetapkan jaminan pasca tambang sebesar Rp4.659.352.608 untuk tahun 2013-2015.
Based on the Reclamation Guarantee Statement Letter No.503/504/RR/DPMPTSP/IX/2018 dated September 3, 2018. The Office of Investment and One Stop Integrated Services (DPMPTSP) of East Kalimantan, Samarinda provides a reclamation guarantee of Rp2,564,920,410 for 2018 until 2022. And Post-Mining Guarantee Letter No.540 / 459 / Distamben-IU-P / 111/2013 dated March 14, 2013, the West Kutai Regent provided a post-mining guarantee of Rp4,659,352,608 for 2013-2015.
36. KOMPARASI 36. COMPARISON
Untuk kepentingan penyajian dengan figur laporan keuangan tahun 2020, maka beberapa akun pada laporan keuangan tahun 2019 direkalsifikasi sebagai berikut:
For the sake of presentation with financial statements figure of 2020, there are several accounts on financial statements year 2019 that reclassified as follows:
31 Desember 2019 / December 31, 2019 Sebelum
perlengkapan 9.363.823.787 3.495.818.778 12.859.642.565 Equipment and
supplies
Alat penambangan 3.495.818.778 (3.495.818.778) - Mining equipment
72
31 Desember 2019 / December 31, 2019 Sebelum
reklasifikasi / Before reclassification
Reklasifikasi / Reclassification
Setelah reklasifikasi / After reclassification
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Peralatan dan
perlengkapan 5.980.107.934 206.366.480 6.186.474.414 Equipment and
supplies
Alat penambangan 206.366.480 (206.366.480) - Mining equipment
Liabilitas jangka pendek Short-term liabilities
Utang usaha Trade payables
Pihak ketiga 83.001.322.447 (15.907.422.669) 67.093.899.778 Third parties
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga 56.273.254.584 (1.057.038.957) 55.216.215.627 Third parties Utang sewa pembiayaan - 16.964.461.626 16.964.461.626 Financial lease payables
Liabilitas jangka panjang Long-term liabilities
Utang lain-lain Other payables
Pihak ketiga 104.341.254.911 (104.341.254.911) - Third parties
Utang sewa pembiayaan - 104.341.254.911 104.341.254.911 Financial lease payables 37. PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG (PKPU) 37. SUSPENSION OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS (PKPU)
PT Bangun Olahsarana Sukses (entitas anak) PT Bangun Olahsarana Sukses (subsidiaries) - PT Bangun Olahsarana Sukses (entitas anak) telah diajukan
Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“Permohonan PKPU”) oleh kreditornya yaitu PT Sinergi Mitrajaya Abadi bersama kuasa hukumnya Simanungkalit Sihombing dan Rekan dengan register perkara 185/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 14 Agustus 2020 di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
- Pada tanggal 25 Juni 2020, PT Sinergi Mitrajaya Abadi (selanjutnya disebut Permohon PKPU) mengirim surat teguran (somasi) dengan nomor surat 012/JS-US/SNR/L/VI/2020 kepada PT Bangun Olahsarana Sukses (Entitas Anak) (selanjutnya disebut Termohon PKPU) atas utang Termohon PKPU sebesar Rp400.018.002 (empat ratus juta delapan belas ribu dua rupiah) (catatan 14).
- PT Bangun Olahsarana Sukses (subsidiaries) has submitted an Application for Suspension of Debt Payment Obligations (“PKPU Application”) by its creditor, namely PT Sinergi Mitrajaya Abadi with their legal counsel Simanungkalit Sihombing and Partners with case register 185/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst on August 14, 2020 at the Commercial Court at the Central Jakarta District Court.
- On June 25, 2020, PT Sinergi Mitrajaya Abadi (hereinafter referred to as PKPU Applicant) sent a letter of legal notice with letter number 012/JS-US/SNR/L/VI/2020 to PT Bangun Olahsarana Sukses (subsidiaries) (hereinafter referred to as PKPU Defendant) for the debt of PKPU Defendant in the amount of Rp400,018.002 (four hundred million eighteen thousand and two rupiah) (note 14).
73 PT Bangun Olahsarana Sukses (entitas anak)
(lanjutan) PT Bangun Olahsarana Sukses (subsidiaries) (continued)
- Atas surat tersebut, pada tanggal 15 Juli 2020 entitas anak melakukan penyetoran dana ke rekening PT Bank Mandiri (Persero) atas nama PT Sinergi Mitrajaya Abadi nomor 115000410731 senilai Rp400.018.002 (empat ratus juta delapan belas ribu dua rupiah) namun rekening tersebut tidak dapat menerima setoran dana.
- Selain itu, terdapat kreditor lain yaitu PT Max Extraction Solutions Asia (dahulu bernama PT MCC Extraction Solutions) yang menagihkan utang sebesar Rp188.921.883.742. Atas utang ini, PT Max Extraction Solutions Asia menyatakan bahwa Termohon PKPU telah beberapa kali melakukan pembayaran sehingga sisa utang kepada PT Max Extraction Solutions Asia adalah sebesar Rp95.090.210.782. Atas tagihan ini Termohon PKPU telah beberapa kali melakukan pembayaran dengan jumlah sebesar Rp193.982.573.737 kepada PT Max Extraction Solutions Asia dan pembayaran PPh 23 sebesar Rp3.115.160.518. Sehingga jumlah yang dibayarkan Termohon PKPU kepada PT Max Extraction Solutions Asia sebesar Rp197.097.734.255 melebihi dari total yang ditagihkan sebesar Rp188.921.883.742.
- Atas permohonan PKPU tersebut diatas, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengabulkan permohanan PKPU dan memberikan PKPU sementara terhadap PT Bangun Olahsarana Sukses (entitas anak) sebagaimana Putusan No. 185/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst (Putusan PKPU) yang diucapkan dalam persidangan tanggal 14 Agustus 2020, dengan putusan sebagai berikut:
i. mengabulkan permohonan PKPU Pemohon PKPU terhadap Termohon PKPU; dan
ii. menetapkan PKPU sementara selama 42 hari terhitung sejak tanggal putusan dibacakan.
- Berdasarkan putusan No. 185/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.
Niaga.Jkt.Pst tertanggal 24 September 2020, PT Bangun Olahsarana Sukses (entitas anak) telah diberikan PKPU tetap selama 110 (seratus sepuluh) hari terhitung sejak tanggal 24 September 2020 sampai dengan tanggal 11 Januari 2021.
- Berdasarkan putusan No. 185/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.
Niaga.Jkt.Pst tanggal 11 Januari 2021, PT Bangun Olahsarana Sukses (Entitas Anak) telah diberikan PKPU tetap selama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan tanggal 9 Februari 2021.
- Based on the letter, on July 15, 2020, the subsidiaries made a deposit to the account of PT Bank Mandiri (Persero) on behalf of PT Sinergi Mitrajaya Abadi number 115000410731 amounted to Rp400,018.002 (four hundred million eighteen thousand two rupiah) but the account could not receive the deposit fund.
- Furthermore, there is another creditor, namely PT Max Extraction Solutions Asia (formerly PT MCC Extraction Solutions) which claim a debt amounted to Rp188,921,883,742. Regarding this debt, PT Max Extraction Solutions Asia stated that PKPU Defendant has made several payments amounted to Rp95,090,210,782. For this claim, PKPU Defendant stated they have made several payments amounted to Rp193,982,573,737 to PT Max Extraction Solutions Asia and payment of tax art 23 amounted to Rp3,115,160,518. The total amount paid by
- Furthermore, there is another creditor, namely PT Max Extraction Solutions Asia (formerly PT MCC Extraction Solutions) which claim a debt amounted to Rp188,921,883,742. Regarding this debt, PT Max Extraction Solutions Asia stated that PKPU Defendant has made several payments amounted to Rp95,090,210,782. For this claim, PKPU Defendant stated they have made several payments amounted to Rp193,982,573,737 to PT Max Extraction Solutions Asia and payment of tax art 23 amounted to Rp3,115,160,518. The total amount paid by