• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKARA HUKUM (lanjutan) LAWSUITS (continued)

LIABILITAS JANGKA PANJANG LAINNYA

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) LAWSUITS (continued)

b) b)

c) c)

Gugatan dari Sdr. Bakri Abdullah kepada Perusahaan Cabang Teluk Bayur Nomor Perkara 95/PDT.G/2010/PN.PDG Jo. Nomor Perkara 10/PDT/2012.PT.PDG

Lawsuit Filed by Bakri Abdullah against Company - Teluk Bayur Branch with Case Number 95/PDT.G/2010/PN.PDG Jo. Case Number 10/PDT/2012.PT.PDG

Sdr. Bakri Abdullah (Penggugat) telah menuntut ganti rugi atas pemutusan kontrak penggunaan lahan di jalan By Pass Padang seluas 5.000 m2 berdasarkan Perjanjian Nomor HK.56/4/4/C.Tbs-2005 tanggal 25

Oktober 2005 dan lahan seluas 10.000 m2

berdasarkan Perjanjian Nomor

HK.56/4/4/C.Tbs-2005 tanggal 25 Oktober HK.56/4/4/C.Tbs-2005 dan lahan seluas

10.000 m2 berdasarkan Perjanjian Nomor

HK.56/5/15 C.Tbs-2005 antara Perusahaan Cabang Teluk Bayur dengan Puskoppolda Sumatera Barat Jo. Surat Perjanjian Kerja Sama Nomor Kop: B/03.A/35.1/XII/2005/Puskoppol tanggal 5 Desember 2005, dibuat antara Sdr. Bakri Abdullah dan Sdr. Darmansyah dengan Puskoppolda Sumatera Barat, yang diklaim telah menimbulkan kerugian kepada Penggugat. Disamping itu Penggugat menuntut ganti rugi atas terjadinya kerusakan aset milik Penggugat di lahan obyek sengketa sebesar Rp1.840.000.000.

Bakrie Abdullah (the Plaintiff) claimed for compensation due to termination of a contract regarding the use of land at By Pass road in Padang with area of 5.000 m2 pursuant to Agreement No. HK.56/4/4/C.Tbs-2005 dated October 25, 2005 and a land area of 10.000 m2 pursuant to Agreement No. HK.56/5/15 C.Tbs-2005 between Port of Teluk Bayur branch and Puskoppolda of West Sumatera Jo. Cooperation Agreement No. Kop: B/03.A/35.1/XII/2005/ Puskoppol dated December 5, 2005 entered into between Bakri Abdullah as well as Darmansyah and Puskoppolda of West Sumatera, which has been claimed to have created losses to the Plaintiff. In addition to above, the Plaintiff claimed for compensation due to the damage of assets owned by the Plaintiff on the disputed land amounting of Rp1.840.000.000.

Dalam Putusan Banding Pengadilan Tinggi Padang Nomor 126/Pdt/2012/PT.PDG tanggal 17 September

2012 Pengadilan Tinggi Padang kembali

membatalkan putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 95/Pdt.G/2010/PN.PDG tanggal 23 Mei 2012, dengan amar putusan yang menyatakan bahwa Gugatan Penggugat tidak dapat diterima karena Ne Bis in Idem.

In a decision on appeal issued by Padang High Court No. 126/Pdt/2012/PT.PDG dated September 17, 2012, the Padang High Court revoked the decision issued by Padang District Court No. 95/Pdt.G/2010/PN.PDG dated May 23, 2012 with a dictum that the Plaintiff’s lawsuit was not acceptable due to Ne Bis in Idem.

Perkara ini sedang dalam proses Kasasi di

Mahkamah Agung.

This case is now in the cassation process at the Supreme Court.

Gugatan dari Sdr. Syamsul Bachri. CS (131 Orang) eks Warga Koja Utara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Nomor 293/PDT.G/2011/PN.JKT.UT.

Lawsuit Filed by Syamsul Bachri and Group (131 People) (the plaintiffs) Ex Northern Koja Residents at District Court of Northern Jakarta with a Case No. 293/PDT.G/2011/PN.JKT.UT.

Penggugat mengklaim sebagai pemilik tanah yang dikosongkan oleh Perusahaan antara tahun 1993 -1997 untuk pembangunan terminal petikemas Koja dan belum menerima ganti rugi.

The Plaintiffs claimed as the owner of lands that were cleared by the Company in 1993 - 1997 for construction of container terminal of Koja and have not received the relevant compensation.

Tuntutan ganti rugi pengosongan tanah yang

digunakan Perusahaan untuk Pembangunan

Terminal Petikemas Koja dengan total tuntutan sebesar Rp1,07 triliun.

The compensation claimed by the Plaintiffs due to land clearance area for construction of container terminal of Koja amountd to Rp1.07 trillion.

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) 43. LAWSUITS (continued)

c) c)

d) d)

Gugatan dari Sdr. Syamsul Bachri. CS (131 Orang) eks Warga Koja Utara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Nomor 293/PDT.G/2011/PN.JKT.UT. (lanjutan)

Lawsuit Filed by Syamsul Bachri and Group (131 People) (the plaintiffs) Ex Northern Koja Residents at District Court of Northern Jakarta with a Case No. 293/PDT.G/2011/PN.JKT.UT. (continued)

Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 293/Pdt.G/2011/PN.JKT-UT tanggal 28

Agustus 2012, eksepsi Perusahaan (Tergugat)

ditolak seluruhnya; mengabulkan gugatan Penggugat sebagian; menghukum Perusahaan (Tergugat) untuk membayar kekurangan pembayaran ganti rugi lahan Koja Utara kepada warga senilai Rp7 miliar.

Based on the Decision issued by North Jakarta District Court of No. 293/Pdt.G/2011/PN.JKT-UT dated August 28, 2012, the whole exception made by Company (defendant) has been rejected; partially granting thePlaintiff’s lawsuit; penalizing the Company (defendant) to pay the underpayment compensation for North Koja lands to the respective residents amounting to Rp7 billion.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 435/PDT/2013/PT.DKI tanggal 16 April 2014 yang amar putusannya menyatakan gugatan Syamsul Bachri ditolak.

Based on the Decision issued by high court of DKI Jakarta No. 435/PDT/2013/PT.DKI dated April 16, 2014 that the verdict stated that Syamsul Bachri lawsuit rejected.

Pada tanggal 14 Juli 2014, Syamsul Bachri

mengajukan permohonan kasasi atas Putusan

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut. Sampai saat ini, Perusahaan masih menunggu Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung RI.

On July 14, 2014, the Company has filed a cassation on the decision issued by high court of DKI Jakarta. Until now, the Company is still waiting for decision of the Supreme Court.

Mahkamah Agung RI telah memeriksa dan memutus permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi I Syamsul Bachri, dkk dan Pemohon Kasasi II Suaeb, dkk dimana pokok putusannya adalah menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh para pemohon kasasi. Salinan putusan belum diterima.

Supreme Court has examined and decided the cassation proposed by Syamsul Bachri cs as 1st plaintiff and Suaeb as the 2nd plaintiff whereas the cassation appeal is overruled. The copy of the decision is not yet to be published.

Gugatan dari Wiryanto Khong, Cs Kepada Kepala Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa dan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)

The lawsuit from Wiryanto Khong, Cs to the Head of Sunda Kelapa Port Branch and PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

The North Jakarta State Court No: 61/Pdt.G/2013/PN.JKT.Ut which was read on 19 March 2014 in principled declared that the lawsuit by the plaintiff (Wirjanto Khong) is unacceptable.

Sdr. Wirjanto Khong selaku Direktur Utama PT

Carvil Abadi menggugat PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Sunda Kelapa dan menyatakan bahwa tergugat telah wanprestasi terhadap perjanjian penyerahan penggunaan bagian tanah HPL dengan pemberian HGB No. HK.566/1/5/C-Pska-93 antara Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa dengan PT Putra

Jaya Giri dan menuntut untuk menerbitkan

rekomendasi penerbitan HGB selama 20 tahun (padahal tidak ada hubungan hukum antara Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa dengan PT Crvil Abadi) seta tidak melakukan pengosongan lahan yang digunakan oleh PT Carvil Abadi.

Mr. Wirjanto Khong as the President Director of PT Carvil Abadi sue PT Pelabuhan Indonesia II Sunda Kelapa Branch for unlawful conduct on their land dividing rights by givingHGB No. HK.566/1/5/C-Pska-93 between PT Pelindo II Sunda Kelapa Branch and PT Putra Jaya Giri and demanded the extension of HGB to 20 years (although there is no legal relation betweenPT Jaya Giri and Sunda Kelapa Port) and the eviction of the land used by PT Carvil Abadi.

Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara No:

61/Pdt.G/2013/PN.JKT.Ut yang dibacakan pada

tanggal 19 Maret 2014 pada pokoknya menyatakan bahwa gugatan yang diajukan oleh para penggugat (Sdr. Wirjanto Khong Cs) tidak tepat diterima.

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) 43. LAWSUITS (continued)

d) d)

e) e)

Gugatan dari Wiryanto Khong, Cs Kepada Kepala Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa dan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) (lanjutan)

The lawsuit from Wiryanto Khong, Cs to the Head of Sunda Kelapa Port Branch and PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). (Continued)

Terhadap Putusan Pengadilan Negeri tersebut Sdr. Wiryanto Khong telah menyatakan banding pada tanggal 22 Mei 2014 dan telah menyampaikan Memori Banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara

pada tanggal 21 Juli 2014. Kuasa Hukum

Perusahaan telah menyampaikan pula Kontra

Memori Banding terhadap Memori Banding tersebut.

Based on the State Court Decision, Wirjanto Khong has appealed on 22 May 2014 and has proposed the appeal memory to the North Jakarta State Court on 21 July 2014. The legal representative has proposed also the contra appeal memory.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa dan memutuskan permohonan banding yang diajukan oleh Pemohon Banding Wirjanto Khong, cs dimana

pokok putusannya adalah bahwa permohonan

banding tidak dapat diterima. Salinan putusan belum diterima.

Jakarta High Court has examined and decided that the appeal by Woryanto Khong whereas the decision is rejecting the appeal. The copy of the decisoon is not yet published.

Pemeriksaan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas dugaan pelanggaran Pasal 17 dan Pasal 15 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat terkait kewajiban penggunaan Gantry Luffing Crane di Pelabuhan Tanjung Priok.

The inspection conducted by Commission for the Supervision of Business Competition (KPPU) over the violation of Article 17 and Article Paaragraph 2 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business related to the mandatory usage of Gantry Luffing Crane in Tanjung Priok Port .

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) selaku Terlapor I dan PT Multi Terminal Indonesia selaku Terlapor II, diduga telah melakukan pelanggaran Pasal 17 (Monopoli) dan Pasal 15 ayat (2) (Perjanjian Tertutup) UU No. 5 Tahun 1999 karena mewajibkan pengguna jasa untuk menggunakan Gantry Luffing Crane untuk kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

PT Pelabuhan Indonesia II as the defendant I and PT Multi Terminal Idonesia as the defendant II, was alleged to have conducted a violation of Article 17 (Monopoly) and Article 15 Paragraph 2 (closed agreement) of Law No. 5/1999 due to the mandatory usage of Gantry Luffing Crane for Loading activity in Tanjung Priok

Pada tanggal 20 Maret 2015 KPPU telah

membacakan putusan yang pada pokoknya

menyatakan Perusahaan terbukti melanggar Pasal 15 ayat 2 namun tidak terbukti melanggar Pasal 17 UU No. 5 Tahun 1999, membtalakan surat-surat,

kesepakatan bersama yang mengatur

kewajibanpenggunaan alat bongkar muat darat Gantry Luffing Crane, mengumumkan pembatalan surat-surat dan kesepakatan bersama dimaksud pada 2 (dua) surat kabar harian nasional berbahasa Indonesia serta menyerahkan bukti pengumuman kepada KPPU.

On March 20th 2015, KPPU has published a decision which stated that the company is proven to have violated Article 15 Paragraph Two but does not proven to have violated Article 17 Law No. 5/1999, thus revoking any license or agreements which stipulates the mandatory usage of Gantry Luffing Crane and publishing aforementioned agreements on 2 (two) Indonesian public newspaper and submitting the proof of the publication to KPPU

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) 43. LAWSUITS (continued)

e) e)

f) f)

Abdul Aziz Bassam, cs (77 orang) menggugat Direksi, Dewan Komisaris, dan Menteri BUMN selaku pemegang saham PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) supaya pemberian PMB sebanyak 60x penghasilan diberlakukan juga bagi pensiunan pegawai tahun 2012, sehingga pensiunan pegawai tahun 2012 yang telah menerima pembayaran PMB

sebesar 40x dapat diberikan pembayaran

kekurangan PMB sebesar 20x.

Abdul Aziz Bassam, cs (77 People) has filed a lawsuit against thee Board of Directors, Board of Commisioners and the Minister of SOE as the stakeholder of PT Pelabuhan Indonesia II, demanding that the PMB validation which stipulates 60 times the earning, must also valid for the retiree of the year 2012. Currently, the retiree has already received 40 times and are now struggling for the rest of PMB 20 (twenty) time.

Tanggal 15 September 2014, Putusan PHI DKI Jakarta pada PN Jakarta Pusat menyatakan gugatan

tidak dapat diterima. Putusan tersebut telah

berkekuatan hukum tetap mengingat Sdr. Abdul Aziz Bassam cs tidak mengajukan upaya hukum Banding, melainkan mengajukan Gugatan Baru di PHI pada

PN Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara :

240/PDT.SUS.PHI/2014/PN.JKT.PST

On September 2014, DKI Jakarta High Court stated that the claim is denied. The decision has obtained force of law considering that Abdul Azis Bassam CS does not propose an appeal, but iproposing for a new claim on Central Jakarta High Court instead (Claim No 240/PDT.SUS.PHI/2014/PN.JKT.PST)

Abdul Aziz Bassam, dkk mengajukan gugatan baru

yang diregister dengan No.

240/PDT.SUS.PHI/2014/PN.JKT.PST.

Abdul Aziz Bassam cs. Filed a new lawsuit which has been registered under the No. 240/PDT.SUS.PHI/2014/PN.JKT.PST. Atas gugatan Abdul Aziz Bassam, dkk, Pengadilan

Hubungan Industrial DKI Jakarta (PHI DKI Jakarta) telah memeriksa dan memutus perkara sebagaimana Putusan PHI DKI Jakarta tertanggal 9 Februari 2015

yang dalam amar putusannya menyatakan

mengabulkan gugatan Sdr. Abdul Aziz Bassam cs sebagian, menyatakan Para Penggugat dan Tergugat terikat pada Addendum PKB, menghukum tergugat

(PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero)) untuk

membayar kekurangan pembayaran PMB sebesar Rp. 13.543.927.890,- serta menghukum Dewan

Based on Abdul Aziz Bassam cs. lawsuit, the DKI Jakarta Industrial Relations Dispute court has examined and come to a decision as what has been written on February 9th 2015 DKI Jakarta Industrial Relations Dispute court decision which granted partially the claim of Abdul Azziz Bassam CS, and stated that both the Plaintiff and the Defendant which binded to the PKB Addendum, Penalizing the defendant (PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero)) to compensate the loss of PMB payment in amount to Rp. 13.543.927.890 and Atas Putusan KPPU dimaksud, Perusahaan telah

mengajukan upaya hukum Keberatan di Pengadilan Negeri dan pada tanggal 30 Juni 2015 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara membacakan putusan yang pokoknya menyatakan Putusan KPPU Nomor 12/KPPU-I/2014 dibatalkan.

Based on KPPU decision, the company has appealed an objection motion in the State Court and on June 30th 2015 the North Jakarta High Court has read the decision stating that the KPPU Decision KPPU No. 12/KPPU-I/2014 is revoked.

Atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dimaksud, KPPU telah menempuh upaya hukum kasasi. Saat ini perkara dalam pemeriksaan di tingkat kasasi pada Mahkamah Agung.

Based on the decision above, KPPU has appealed to a cassation. Currently, the case is under cassation review under Supreme Court.

Perkara perselisihan hubungan industrial terkait pemberian Penghargaan Masa Bakti (PMB) kepada pensiunan pegawai PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tahun 2012

The Industrial Relations Dispute related to the Lifetime Achievement Award (PMB) for retired employee of PT Pelabuhan Indonesia in 2012. Pemeriksaan oleh Komisi Pengawas Persaingan

Usaha (KPPU) atas dugaan pelanggaran Pasal 17 dan Pasal 15 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat terkait kewajiban penggunaan Gantry Luffing Crane di Pelabuhan Tanjung Priok. (lanjutan)

The inspection conducted by Commission for the Supervision of Business Competition (KPPU) over the violation of Article 17 and Article Paaragraph 2 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business related to the mandatory usage of Gantry Luffing Crane in Tanjung Priok Port .(continued)

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) 43. LAWSUITS (continued)

f) f)

g) g)

h) h)

Perkara perselisihan hubungan industrial terkait pemberian Penghargaan Masa Bakti (PMB) kepada pensiunan pegawai PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tahun 2012

The Industrial Relations Dispute related to the Lifetime Achievement Award (PMB) for retired employee of PT Pelabuhan Indonesia in 2012.

Atas Putusan PHI DKI Jakarta, PT Pelindo II (Persero) melalui Kuasa Hukumnya telah menempuh upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung.

Based on the aforementioned Industrial Relations Dispute court decision, PT Pelindo II (Persero) through its legal representative has proposed cassation to the Supreme Court.

Saat ini perkara sedang dalam proses pemeriksaan di tingkat Kasasi pada Mahkamah Agung RI.

The case is currently under the examination on Cassation level in RI Supreme Court.

Perkara perselisihan hubungan industrial di Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta Pusat terkait pengunduran diri Machfudy, Cs (23 orang pekerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero))

The industrial Relations Dispute on DKI Jakarta Industrial Dispute Settlement Court related to the resignation of Machfudy Cs (23 employees of PT Pelabuhan Indonesia II)

Machfudy, cs (23 orang) menggugat keputusan manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang telah melakukan pengakhiran hubungan kerja dengan 23 orang pekerja dimaksud atas dasar surat pengunduran diri dari jabatan yang diajukan oleh para pekerja dimaksud.

Machfudy Cs (23 people) filed a lawsuit against PT Pelabuhan Indonesia II management decision which stipulated the employment termination of the aforementioned employees.

Tanggal 22 Juli 2014, Putusan PHI DKI Jakarta Pusat menyatakan gugatan diterima sebagian.

On July 22nd 2014, The DKI Jakarta High Court has granted partially the plaintiff claim.

Atas Putusan PHI DKI Jakarta pada PN Jakarta Pusat dimaksud di atas, Machfudy Cs dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sama-sama telah mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Based on the aformentioned decision, Machfudy CS has proposed cassation to the Supreme Court.

Mahkamah Agung telah memeriksa dan memutus perkara ditingkat kasasi dengan pokok Amar Putusan mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Machfudy, cs (23 orang) sehingga Putusan PHI DKI Jakarta pada PN Jakarta Pusat menjadi berkekuatan hukum tetap.

Supreme Court has examined and decided to deny the cassation appealed by PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) and denied the cassation appealed by Machfudy, cs (23 persons) and made the DKI Jakarta Industrial Dispute Settlement Court decision legally binding.

Perkara perselisihan hubungan industrial di pengadilan hubungan industrial pada PN Palembang terkait pengunduran diri Capt. Gerard Arthur Dungus sebagai pekerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

the Industrial Relations Dispute on Industrial Dispute Settlement, Palembang High Court related to the resignation of Gerard Arthur dungus as the employee of PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Capt. Gerard Arthur Dungus menggugat keputusan manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang telah melakukan pengakhiran hubungan kerja atas dasar surat pengunduran diri dari jabatan yang diajukannya.

Capt. Gerard Arthur Dungus has filed a lawsuit against the management decision of PT Pelabuhan Indonesia II which has conducted emplyment termination of the aforementioned employee.

Putusan PHI pada Pengadilan Negeri Palembang menyatakan hubungan kerja putus terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan, Tergugat harus memberikan segala hak pekerja yang masih belum

The Palembang High Court Industrial Dispute Settlement has stated that the employment is terminated by the time the decision is being published. The defendant (PT Pelabuhan

43. PERKARA HUKUM (lanjutan) 43. LAWSUITS (continued)

h) h)

i) i)

Based on this decision, the company has proposed cassation on the Supreme Court.

Mahkamah Agung telah memeriksa dan memutus perkara ditingkat kasasi dengan pokok Amar Putusan mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Perusahaan sehingga membatalkan Putusan PHI Jambi.

Supreme Court has examined and decided to gran the cassation appealed by the company and overruled the Jambi Industrial Dispute Settlement Court Decision

Perkara perselisihan hubungan industrial terkait pengunduran diri Drs. Abu Jai sebagai pekerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Industrial relations dispute related to the resignation of Drs. Abu Jai as the employee of PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Perkara perselisihan hubungan industrial di pengadilan hubungan industrial pada PN Palembang terkait pengunduran diri Capt. Gerard Arthur Dungus sebagai pekerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) lanjutan

the Industrial Relations Dispute on Industrial Dispute Settlement, Palembang High Court related to the resignation of Gerard Arthur dungus as the employee of PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) continued

Penggugat mengajukan Kasasi di Mahkamah Agung

dan saat ini sedang dalam pemeriksaan di

Mahkamah Agung.

The plaintiff has proposed cassation on the Supreme Court and is currently under examination.

Mahkamah Agung telah memeriksa dan memutus perkara ditingkat kasasi dengan pokok Amar Putusan

menolak perbaikan permohonan kasasi yang

diajukan oleh Capt Gerard Arthur Dungus sehingga

Putusan PHI pada PN Palembang menjadi

berkekuatan hukum tetap.

Supreme Court has examined and decided to deny the cassation review appealed by Capt Gerard Arthur Dungus and has made the Industrial Dispute Settlement Court and Palembang State Court Decision as legally binding.

Drs. Abu Jai mengajukan permohonan Mediasi kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Kabupaten Muaro Jambi dalam perselisihan

hubungan industrial terkait pengakhiran hubungan kerja oleh manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atas dasar surat pengunduran diri dari jabatan yang diajukannya.

Drs. Abu Jai has proposed a mediation to the Social, Labor and Transmigration Serviceof Muaro Jambi regency related to the employment terminationby PT Pelindo II based oh his own resignation letter.

PHI pada PN Jambi telah memeriksa dan memutus

perkara sebagaimana Putusan No.

13/G/2014/PHI,Jmb tanggal 20 Nopember 2014 yang intinya mengabulkan gugatan Penggugat untuk

sebagian; Pengunduran diri Penggugat tidak

bertentangan dengan UU No.13/2003 dan SK tertanggal 28 Maret 2005, No. HK.56/2/19/PI.II.05; Pemutusan hubungn kerja Penggugat tertanggal 30

Dokumen terkait