• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN ANAK DAN PEMBELAJARAN USIA DINI

Dalam dokumen Penuntun Hidup Sehat (Halaman 62-68)

Dalam banyak situasi, program anak usia dini, membantu orang tua dan anak mereka sejak bayi sampai dengan usia delapan tahun, yaitu meliputi masa transisi penting dari lingkungan rumah ke sekolah.

Semua anak mempunyai hak untuk dibesarkan dalam satu keluarga yang punya akses kepada perawatan kesehatan berkualitas, gizi yang baik, pendidikan, kegiatan bermain, dan perlindungan terhadap bahaya, pelecehan dan diskriminasi. Anak punya hak untuk tumbuh dalam satu lingkungan, di mana mereka dapat mencapai seluruh potensi dalam hidupnya.

Adalah tugas orang tua, pengasuh dan setiap anggota keluarga, masyarakat, masyarakat sipil dan pemerintah untuk memastikan bahwa hak-hak ini dihormati, dilindungi dan dipenuhi.

Anak belajar tentang bagaimana berperilaku (secara sosial dan emosional) dengan cara meniru perilaku orang yang paling dekat dengan mereka.

Memasuki sekolah dasar pada waktunya sangat penting bagi kelangsungan perkembangan anak. Dukungan orang tua, atau pengasuh, guru dan masyarakat merupakan hal yang sangat penting.

Semua anak tumbuh dan berkembang dalam pola yang sama, tetapi setiap anak berkembang sesuai dengan kemampuannya. Setiap anak memiliki minat sendiri, perangai sendiri, dan cara berinteraksi sosial serta pendekatan khas terhadap pembelajaran.

4

5

6

Usia dini, terutama usia tiga tahun pertama, masa yang sangat penting bagi

pembentukan otak bayi. Segala yang ia lihat, raba, cicipi, cium atau dengar

akan berpengaruh terhadap bagaimana otak berpikir, merasa, bergerak dan

belajar.

INFORMASI PENDUKUNG

1

PERKEMBANGAN ANAK DAN

PEMBELAJARAN USIA DINI

Pesan Utama

Informasi Pendukung

Perkembangan Anak dan

Pembelajaran Usia DIni

Otak seorang anak berkembang dengan cepat sampai dengan usia lima tahun, terutama usia 3 tahun pertama. Periode tersebut merupakan perkembangan yang cepat dari kemampuan pengenalan, bahasa, sosial, emosi dan gerak.Sebagai contoh, seorang anak belajar banyak sekali mengenal kata-kata sejak usia 15 – 18 bulan. Pembelajaran bahasa yang cepat ini berlangsung sampai dengan usia pra sekolah.

Otak anak tumbuh sejalan dengan apa yang ia lihat, rasakan, cicipi, cium atau dengar. Setiap saat anak menggunakan satu dari indra ini, maka akan terjalinlah sebuah hubungan syaraf dalam otak

anak tersebut. Pengalaman baru yang berulangkali akan menumbuhkan hubungan baru, yang nantinya akan membentuk cara anak berpikir, merasakan, berperilaku dan belajar pada masa kini dan yang akan datang.

Sebuah hubungan erat antara pengasuh dengan anak, merupakan cara terbaik untuk memupuk pertumbuhan otak anak. Jika seorang pengasuh bermain dan menyanyi, bicara, membaca atau menceriterakan dongeng kepada anak, memberi makan dengan makanan sehat, cinta dan kasih sayang, maka otak anak akan tumbuh.

Menjadi sehat, berinteraksi dengan pengasuh dan tinggal dalam sebuah lingkungan sehat serta aman, akan menimbulkan perbedaan yang sangat besar bagi pertumbuhan anak, perkembangan dan potensinya mendatang.

Bayi memerlukan banyak perawatan dan kasih sayang pada tahun-tahun pertama. Memegang, memeluk, dan bicara kepada bayi akan merangsang pertumbuhan otak, dan meningkatkan perkembangan emosi. Selalu dekat kepada ibu, dan memberikan ASI ketika bayi memerlukan, akan memberikan kepada rasa aman kepada anak. Bayi menyusu untuk kebutuhan gizi dan rasa nyaman.

Bagi anak, menangis merupakan bentuk komunikasi. Memberikan respon kepada tangisan bayi tersebut dengan cara memegang atau berkata dengan lemah lembut akan menumbuhkan rasa percaya dan aman kepada si bayi.

Keterikatan awal kepada ibu, ayah atau pengasuh akan membantu seorang anak untuk mengembangkan kemampuan yang luas untuk menggunakan dan membangun sepanjang hidupnya, dan ini meliputi kemampuan untuk :

• Belajar

• Percaya kepada diri sendiri dan memiliki rasa harga diri yang tinggi.

• Memiliki kemampuan sosial yang positif.

• Memiliki hubungan yang berhasil pada usia dewasa.

• Mengembangkan rasa empati.

Anak dapat berubah menjadi frustasi, jika mereka tidak dapat mengerjakan sesuatu atau tidak dapat memiliki sesuatu yang mereka kehendaki. Mereka sering menjadi takut kepada orang baru, situasi baru atau kegelapan. Anak yang ditertawakan karena reaksinya tersebut,atau mendapatkan hukuman, atau acuhkan mereka akan tumbuh menjadi pemalu dan tidak mampu mengekspresikan emosinya secara wajar. Jika seorang pengasuh merupakan seorang penyabar, dan bersikap simpatik ketika seorang anak mengekspresikan perasaannya dengan kuat, maka anak cenderung akan tumbuh dengan bahagia,aman dan harmonis.

Anak laki dan perempuan memiliki kebutuhan yang sama secara fisik, mental, emosi dan sosial. Keduanya memiliki kemampuan yang sama untuk belajar. Keduanya memiliki kebutuhan yang sama terhadap perhatian, cinta kasih dan persetujuan.

Anak akan mengalami stress yang hebat, jika mereka mendapatkan hukuman baik secara fisik,maupun emosi, atau jika mereka dipaparkan kepada kekerasan, atau iabaikan/terlantarkan, atau jika mereka tinggal bersama keluarga yang sakit jiwa, seperti depresi atau menggunakan obat terlarang. Stres ini akan mengganggu perkembangan otak dan dapat menimbulkan kelambatan pertumbuhan pengetahuan, sosial, dan emosi anak serta problem perilaku pada masa anak dan dewasa sepanjang hayatnya.

Anak yang mendapatkan hukuman baik fisik maupun mental, pada saat marah, maka mereka cenderung akan menjadi kasar juga.

Perkembangan Anak dan

Pembelajaran Usia DIni

Beberapa cara positif dan efektif untuk mengatasi perilaku anak, meliputi :

• Memberikan penjelasan yang jelas kepada anak tentang apa yang boleh dilakukan dan apa

yang tidak boleh dilakukan.

• Memberikan respon yang konsisten terhadap perilaku tertentu.

• Memberikan pujian untuk perilaku yang baik.

Berbagai respon orang tua maupun pengasuh, akan mendorong anak menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang produktif dan mampu menyesuaikan diri dengan baik.

Kedua orang tua, begitu juga anggota keluarga perlu dilibatkan dalam perawatan dan pengasuhan pertumbuhan, pembelajaran, dan perkembangan anak. Mereka harus menjadikan anak laki dan

Kasih sayang, perhatian dan stimulasi

Jiwa anak akan berkembang dengan cepat jika mereka iajak bicara, diraba, dipeluk, jika mereka mendengar dan melihat wajah serta suara yang mereka kenal, dan jika mereka memegang berbagai benda yang berbeda.

Anak akan belajar dengan cepat jika mereka merasa dicintai, dan merasa aman sejak lahir dan mereka bermain serta bergaul dengan anggota keluarga dan orang lain yang dekat dengan mereka. perempuan merasa diperlakukan sama pada saat mereka mendorong anak untuk belajar dan menjelajahi, ini merupakan persiapan penting menuju sekolah.

Ibu di seluruh dunia, biasanya mengambil peran utama untuk memenuhi hak dan kebutuhan anak. Mereka mencintai, memberi makan, menghibur, mengajar, bermain dan merawat anak mereka. Peran seorang ayah sama pentingnya dengan peran ibu dalam menghibur, merawat serta melindungi hak anak mereka. Seorang ayah harus menjadikan anak perempuan dan laki-laki mereka merasa sama penting. Sama seperti juga seorang ibu, maka seorang ayah dapat memenuhi kebutuhan anak terhadap kasih sayang, persetujuan, dorongan, dan stimulasi. Bersama-sama ayah dan ibu dapat menjamin bahwa anak akan menerima pendidikan, gizi yang baik dan perawatan kesehatan yang sama.

Bayi belajar dengan pesat sejak ia lahir. Mereka tumbuh dan belajar dengan

baik, jika kedua orang tua penuh perhatian, serta para pengasuh memberikan

perhatian, kasih sayang, dan rangsangan di samping gizi yang baik, perawatan

kesehatan yang memadai serta perlindungan.

2

Pesan Utama

Informasi Pendukung

Menyentuh, mendengar, mencium, melihat dan mencicipi adalah alat belajar yang digunakan anak untuk memahami dan menjelajahi dunia anak.

Semakin sering seorang ibu, ayah atau seorang pengasuh bermain, berbicara dan merespon anak, maka semakin cepat anak tersebut belajar.

Orang tua atau pengasuh lainnya harus konsisten mengajak berbicara, membaca, atau menyanyi kepada anak. Bahkan walaupun anak tersebut belum dapat mengerti kata-kata, “ngobrol” tahap awal ini dapat mengembangkan ketertampilan sosial dan bahasa serta kemampuan belajar anak. Orang tua dan pengasuh dapat membantu anak belajar, dan tumbuh dengan cara memberikan sesuatu yang baru, aman dan menarik untuk dilihat, didengar, dicium, dipegang dan bermain dengannya. Anak yang merasa aman dan disayangi, biasanya akan berprestasi baik di sekolah, lebih percaya diri, memiliki rasa hormat yang baik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan mudah.

Gizi yang baik

ASI Eksklusif yang diberikan selama enam bulan pertama, mengenalkan makanan bergizi dan aman secara berkala sejak usia enam bulan, serta melanjutkan pemberian ASI sampai usia dua tahun atau lebih akan menjadikan anak tumbuh dengan gizi optimal dan sehat. Bagi anak, waktu makan merupakan kesempatan untuk menerima perhatian, dan kontak dengan ibu, ayah atau pengasuhnya. Gizi yang baik penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Makanan seorang ibu hamil dan anak harus bervariasi dan bernilai gizi. Makanan ini harus mengandung berbagai bahan penting seperti protein, dan lemak untuk membantu tubuh anak tumbuh dan memiliki tenaga, vitamin A untuk membantu anak melawan penyakit, yodium untuk menjamin perkembangan yang sehat dari otak anak, dan zat besi untuk melindungi mental anak, serta kemampuan fisiknya.

Sementara seorang ibu punya peran utama dalam menyusui bayinya, ayahnya dapat membantu menyediakan menu bergizi untuk ibu, membantu mengerjakan pekerjaan rumah serta merawat anaknya yang lain, dan memberikan dukungan emosional bagi istrinya, bayinya, dan anaknya lain yang lebih besar serta anggota keluarga lainnya.

Perawatan kesehatan yang tepat

Petugas kesehatan harus memberi tahu para orang tua dan pengasuh tentang :

Perkembangan Anak dan

Mendorong anak untuk bermain dan melakukan penjelajahan, membantu

Dalam dokumen Penuntun Hidup Sehat (Halaman 62-68)