BAB III BECAK MOTOR VESPA DI KOTA PADANGSIDEMPUAN
3.2 Perkembangan Becak Motor Vespa di Kota Padangsidempuan
Dalam perjalanan keberadaan becak di Padangsidempuan, juga mengalami peningkatan jumlah. Pada awal tahun 1980-an jumlah becak yang beroperasi lebih kurang 25 unit, namun seiring bertambahnya waktu jumlah ini mengalami pertumbuhan yang cukup drastis. Dimana pada masa keemasannya yaitu era 1990-an mencapai 1620 unit.16 Pertumbuhan jumlah becak ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perluasan wilayah kota Padangsidimpuan itu sendiri.
Becak vespa seakan tidak terlepas dari mobilitas masyarakat Padangsidimpuan.
16 Akhir Matua Harahap, Sejarah Becak Vespa Padang Sidempuan : Suatu Inovasi Sosial- Ekonomi Alat Transportasi, http://akhirmh.blogspot.com.
Sehingga pada saat ini kita terbiasa pada subuh hari hingga pagi hari becak vespa banyak beraktivitas melayani kebutuhan masyarakat yang akan berbelanja dipasar – pasar tradisional seperti pasar Batu, Pasar Pagi Batu Nadua, Pasar Sagumpal Bonang Pasar Buah yang ada di pusat kota. Kemudian pada jam – jam sekolah, dapat di lihat banyaknya becak vespa yang hilir mudik mengantar anak anak ke sekolah. Kemudian pada saat siang hari, becak vespa juga banyak yang berlalu lalang memberikan pelayan transportasi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka di pusat kota Padangsidimpuan. Sedangkan pada saat malam hari, becak vespa tetap akan setia untuk menunggu penumpang mengantarkan masyarakat yang baru selesai bekerja. Banyaknya becak yang beroperasi dikota menjadikan kota ini terkenal akan becak vespanya terutama dikarenakan motor penggeraknya yang unik.
Bentuk kabin penumpang dari becak vespa di kota Padangsidimpuan juga telah beberapa kali mengalami perkembangan dan modifikasi. Hal ini dilakukan oleh pemiliknya untuk manjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakannya. Dari informasi yang diperoleh, kabin penumpang yang pertama sekali yaitu berbentuk Petak, kemudian bak artis, bak jumbo, bak espass, bak pitara hingga sampai saat ini yang terkenal dan banyak digunakan adalah bak kapsul.
3.2.1 Bidang Ekonomi
Keberadaan becak vespa bukan hanya sekedar transportasi semata melainkan untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang segi materi ataupun dalam bidang ekonomi, dengan keberadaan becak vespa, masyarakat dapat memanfaatkan becak vespa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti, transportasi ke sekolah,kekantor, kesuatu daerah yang masih berada di wilayah kota Padangsidempuan. Menurut wawancara saya kepada Bapak L. Harahap, beliau sudah menjalani profesi sebagai tukang becak selama 25 tahun. Menurut beliau, dari pusat kota ke pemukiman masyarakat yang berjarak kurang lebih 1 km biaya ongkos Rp.2500,-. Dengan kebiasaan perharinya beliau dapat mengantarkan penumpangnya berkisar 5-6 orang perharinya, dapat disimpulkan penghasilan beliau perharinya berkisar Rp.12500,-.17
Sedangkan menurut Bapak S. Nasution, untuk mendapatkan penumpang, banyak penarik becak yang menunggu pelanggannya ditempat-tempat seperti, pusat ekonomi, sekolah, dan kantor-kantor ataupun tempat ramai lainnya. Ada juga para penarik becak yang sambil berkeliling kota untuk mendapatkan penumpangnya.18
17 Wawancara dengan L. Harahap, pada 12 November 2016, di Padangsidempuan.
18 Wawancara dengan S. Nasution, pada 12 November 2016, di Padangsidempuan.
3.2.2 Peningkatan Jumlah Unit
Peningkatan keberadaan becak vespa di kota Padangsidimpuan dikarenakan tingginya permintaan akan moda transportasi. Hal ini memicu banyak masyarakat kota Padangsidimpuan berburu vespa kewilayah sumatera bahkan sampai ke pulau Jawa. Dengan masuknya motor – motor vespa bekas ini kian menambah populasi becak.
Pada 1980-1990, banyak masyarakat Padangsidimpuan yang mulai mencari vespa keluar kota Padangsidimpuan. Kota-kota yang menjadi tempat pencarian adalah: Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Siantar, Balige, Sibolga, Tarutung. Banyaknya vespa-vespa yang ditemukan di sekitar Sumatera Utara dikarenakan adanya kesamaan dalam penggunaan vespa sebagai moda transportasi di daerah tersebut, selain itu dibeberapa kota besar, penggunaa vespa mulai digantikan dengan hadirnya sepeda motor produksi Jepang sehingga banyak pemilik vespa kemudian menjual vespanya dan menggantikannya dengan sepeda motor keluaran terbaru. Untuk dapat beroperasi, beberapa dari vespa ini harus dilakuka perbaikan terlebih dahulu barulah dibuatkan kabin untuk penumpangnya.
Dengan bertambahnya tukang becak membawa pengaruh timbulnya organisasi-organisasi paguyuban tukang becak. Seperti organisasi Adu Nasib ( organisasi becak vespa tertua ), Abadi, Bintang Mas, Karya Bersama, Koperrasi Becak Harapan, Rajawali, Rastra dan Sejahtera Jayama. Biasanya para tukang
becak akan meletakan nama organisasi yang mewadainya di selembar plat besi dan digantung dibawah bak penumpang. Organisasi-organisasi ini menjadi media interaksi sosial sesama penarik becak.Dengan penyebaran becak yang hampir merata di wiliyah Kota Padangsidempuan, tentunya hal ini sangat berperan dalam membantu pergerakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.Pada masa inilah becak mendominasi jalan-jalan di Kota Padangsidempuan. Becak akan hilir mudik selama 24 Jam penuh dalam melayani masyarakat.
Pada dekade 1990-an, dapat di lihat banyak becak vespa yang mangkal di setiap persimpangan yang ada. Untuk kawasan pusat kota becak vespa banyak tersebar di simpang-simpang yang berujung di Jl. Sisingmangaraja, seperti di simpang Jl. Teuku Umar, Jl. Kartini, Jl. Merdeka dan tugu Salak. Becak vespa juga banyak di sekeliling pasar Batu, dan pasar Sagumpal Bonang yang merupakan dua pasar terbesar di kota Padangsidimpuan. Selain itu becak vespa juga mangkal di fasilitas-fasilitas publik seperti rumah sakit umum, sekolah, kampus, stadion Naposo, terminal bus, maupun disetiap simpang-simpang jalan utama di kelurahan-kelurahan.
Dengan penyebaran becak vespa yang hampir merata di wilayah kota Padangsidimpuan tentunya hal ini sangat berperan dalam membantu pergerakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Pada masa inilah becak mendominasi jalan-jalan yang ada dikota Padangsidimpuan. Keberadaan becak vespa yang terus
meningkat dari tahun 1980-2000 tidak terlepas dari perkembangan kota Padangsidimpuan itu sendiri. Sebagai kota yang terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya menjadikan transportasi sebagai salah satu unsur terpenting dalam pertumbuhan kota ini. Terjadinya aktivitas pergerakan dengan ditunjukkannnya peningkatan mobilitas pergerakan manusia dan barang diperkotaan adalah sebagai konsekuensi dari meningkatnya perekonomian kota.
Tabel 4. Peningkatan jumlah unit becak vespa.
NO. TAHUN JUMLAH UNIT
1 1970 18
2 1980 25
3 1990 1620
4 2000 1876
Sumber : BPS Kota Padangsidempuan Tahun 2000
Keberadaan becak vespa di kota Padangsidimpuan jelas untuk memberikan jasa pelayanan transportasi umum. Pertumbuhan becak berjalan seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perluasan wilayah kota Padangsidimpuan. Pada tahun 1980 becak vespa mulai beroperasi di kota Padangsidimpuan dalam jumlah yang cukup banyak. Pada saat ini penyebaran becak hanya terkonsentrasi didaerah pusat kota. Namun seiring perluasan wilayah administrasi kota Padangsidimpuan
di tahun 2001, penyebaran becak vespa tidak hanya di pusat kota tetapi merambah hingga tingkat kecamatan hingga kelurahan. Hal ini menunjukkan keberadaan alat transportasi sangat dibutuhkan terutama bagi daerah-daerah di kecamatan Padangsidimpuan. Daerah tersebut tentunya belum disentuh oleh trayek angkutan kota sehingga keberadaan becak vespa sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka yang kebanyakan terdapat dipusat kota.
Menurut Bapak Andar Rambe, “Becak vespa adalah moda transportasi khas kota Padangsidempuan. Becak vespa sudah bertahan puluhan tahun dan belum mampu digeser oleh transportasi modern yang banyak berkembang. Dulu sempat masuk, becak dengan penarik sepeda motor seperti motor honda, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.”19
3.2.3 Sebagai Lapangan Pekerjaan
Keberadaan becak vespa di Kota Padangsidempuan memudahkan masyarakat untuk beraktivitas karena mudah dan praktis. Dengan adanya becak vespa ini maka masyarakat di Kota Padangsidempuan lebih banyak memilih moda transportasi ini untuk mencari nafkah, karena dengan bentor maka ada uang pemasukkan setiap harinya di bandingkan dengan pekerjaan yang lainnya yang dengan mendapatkan uang hanya perbulannya saja.
19 Wawancara dengan Andar Rambe, pada 14 November 2016, di Padangsidempuan.
Adanya becak vespa ini maka kehidupan ekonomi pengemudi bentor di Kota Padangsidempuan bisa terpenuhi bahkan mereka bisa menyisikan sebagian hasilnya untuk disimpan. Pendapatan yang di hasilkan oleh pengemudi becak vespa setiap harinya tidak menentu tetapi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari meraka. Sebagian besar pengemudi bentor melakukan aktifitas mencari nafkah dimulai dari pagi hari hingga malam hari bahkan baru setengah hari mereka berkeliling sudah mendapatkan hasil yang lumayan, sebab sebagian besar sudah banyak antrian di pertokoan-pertokoan bahkan sekolah untuk menunggu penumpang yang akan menggunakan becaknya.
Dalam usaha memenuhi kebutuhan berbagai kebutuhan hidup setiap orang harus melakukan berbagai upaya untuk memperoleh penghasilan yang layak.
Tetapi menjadi permasalahan bahwa kecenderungan akhir-akhir ini semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang di inginkan dan karena itu terpaksa hidup dalam belas kasihan lingkungan atau berupaya menyambung hidup di sektor informal. Sektor informal tidak akan berkisar pada aspek produksi tetapi berupa pencarian untuk memperjuangakan pekerjaan dan standar hidup yang manusiawi.20
Becak vespa merupakan moda transportasi andalan untuk menjelajahi jalan-jalan di Kota Padangsidempuan. Moda transportasi ini di klaim sebagai
20 Abdyaskar Tasrum.,Strategi Adaptip Tukang Becak Dalam Bertahan Hidup.di Kota Palopo.
Universitas Hasanuddin. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Antropologi, 2013,hal.27
karya inovatif masyarakat, menggantikan sado yang di tarik kuda. Becak vespa merupakan kendaraan khas di Kota Padangsidempuan. Keberadaan moda transportasi ini mampu menyaingi mobil angkot, yang dimana angkot terbatasi oleh rutenya. Bahkan, untuk menuju sebuah lokasi dan pusat pembelanjaan, masyarakat di Kota Padangsidempuanlebih dominan menggunakan becak vespa, karena mudah memasuki akses yang sulit di masuki mobil angkot.
Transportasi ini merupakan salah satu unsur yang penting dalam mendukung kegiatan dan perputaran roda pembangunan nasional khususnya kegiatan dalam bidang perekonomian. Seperti kegiatan perdagangan dan kegiatan industri transpotasi secara umum dapat di artikan sebagai kegiatan perpindahan barang dan atau manusia dari tempat asal ke tempat tujuan .21
Dari pendapatan per harinya pengemudi becak vespa ini mampu menyekolahkan anak-anak mereka bahkan ada yang memiliki lima orang anak dan semuanya itu sekolah serta dibiayai dari hasil pendapatan per harinya mengemudi becak vespa. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maka pengemudi becak vespa lebih rajin berkeliling mencari penumpang sehingga lebih banyak lagi yang bisa mereka sisihkan untuk disimpan. Keberadaan becak vespa ini sangat membantu mereka-mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan karena di zaman sekarang sangat sulit untuk mencari pekerjaan. dan hasil
21 Uyan Yunus. Motivasi sebagian masyarakat memilih pekerjaan sebagai pengemudi bentor.Pendidikan Ekonomi.2009,hal 2
bulanannya saja belum bisa mencukupi kebutuhan per harinya karena hanya mengharapkan gaji bulanan sehingga mereka lebih memilih menjadi penarik becak vespa, sebab lebih praktis dan mudah dilakukan serta ada uang pemasukan perharinya.
Dari pengamatan ini menunjukkan bahwa menarik becak bukanlah pekerjaan yang dianggap rendah. Apabila di daerah-daerah lain di Indonesia yang menggunakan becak manual, tukang becak merupakan pekerjaan yang dianggap tidak manusiawi karena harus mendayung dan terkesan mengeksploitasi tenaga manusia. Tetapi di kota ini hal tersebut tidak terlihat karena para tukang becak menggunakan mesin vespa sehingga tenaga manusia dapat diminimalisir penggunaannya.
Dengan bertambahnya jumlah becak, juga mempengaruhi bertambahnya bengkel becak di kota Padangsidimpuan. Mulai tahun 1990-an, bengkel-bengkel becak mulai berkembang di wilayah Padangsidimpuan seperti bengkel-bengkel di jalan Kantin, Batu Na Dua, Padang Matinggi dan Siborang dan banyak lagi bengkel-bengkel lain yang menyebar di kota Padangsidimpuan yang tentunya berimbas pada terbukanya lapangan pekerjaan. Semua ini menunjukkan tanpa disadari ternyata kemunculan becak vespa mampu menjadi pilihan pekerjaan informal dan merupakan lapangan pekerjaan yang nyata bagi sebagian masyarakat di kota Padangsidimpuan.
BAB IV
PERANAN BECAK VESPA
4.1 Sarana Transportasi
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial atau dapat dikatakan proses sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.22 Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok-kelompok manusia.23 Suatu bentuk terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak merupakan mengadakan hubungan langsung maupun tidak langsung bertemu terhadap manusia lain, sedangkan komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran kepada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin di sampaikan.24
Melakukan suatu interaksi tidak selalu dalam satu tempat saja, akan tetapi dapat di tempat lain. Selain itu manusia juga memiliki struktur kekerabatan dalam kehidupan, yakni saudara keturunan dari ayah maupun saudara keturunan dari ibu.
22 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2009, hal.55
23Ibid,, hal 69
24Ibid.,hal. 60
Sebelum hadirnya kemajuan teknologi seperti saat ini, untuk melakukan interaksi terhadap saudara dalam struktur kekerabatan manusia harus berpindah dari tempat asalnya ke tempat lain atau tujuannya yang merupakan tempat dari saudara dalam struktur kekerabatan.
Selain berpindah tempat untuk melakukan interaksi terhadap saudara dalam struktur kekerabatan, manusia juga berpindah tempat untuk melakukan perdagangan maupun merantau. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merantau berasal dari kata “rantau”, yakni daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; dan “merantau” adalah pergi ke negeri lain (untuk mencari penghidupan, ilmu, dsb).25 Untuk melakukan perpindahan tempat tersebut manusia membutuhkan transportasi.
Setiap kota memiliki alat transportasi yang bebeda tergantung kemajuan dan kondisi alam kota itu. Begitupun dengan becak, alat transportasi ini juga biasa kita jumpai di kota-kota di Indonesia. Sebagai moda transportasi perkotaan becak ikut mewarnai geliat mobilitas masyarakat. Model becak di tiap kota bisa saja berbeda. Pada kota-kota yang berada di pesisir tidak jarang kita temukan becak di kayuh oleh manusia seperti di Medan, dan Yogyakarta. Namun di kota-kota yang memiliki ketinggian diatas 400 Mdpl dan memiliki topografi perbukitan kita akan menjumpai becak-becak yang di tarik oleh sepeda motor contohnya
25 http://www.kbbi.web.id/ di akses pada rabu, 22 November 2016
Padangsidempuan dengan becak Vespanya ataupun Pematangsiantar dengan becak BSAnya.
Sebagai sarana transporatsi perkotaan tentunya becak memiliki karakteristik tersendiri dalam memberikan pelayanan dari alat transportasi lainnya. Tabel di bawah menjelaskan jenis-jenis transportasi yang terdapat di perkotaan dan membaginya dalam beberapa jenis.26
26 Ofyar Z. Tamin, “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”, Bandung: ITB, 1997, hal.46
Tabel 5. Jenis Dan Macam Moda Transportasi Kota Menurut Karakteristik Dan Tipe Penggunaanya
Sumber : Ofyar Z Tamin
Karakteristik Tipe Penggunaan (Peruntukan)
Sebutan Pribadi Disewakan Umum
Kendaraan Pribadi Para Transit Mass Transit Tipe Moda (Bentuk
Jalan Raya dan Tempat Parkir
Jalan raya, rel, jalan
bawah tanah,
Padangsidimpuan sebagai kota tentunya juga memiliki alat transportasi untuk menunjang kegiatan warganya. Transporatsi yang ada di Padangsidimpuan terdiri dari jenis para transit yaitu, becak, angkot dan bus. Setiap sudut persimpangan akan terlihat beberapa unit becak mangkal, begitupun di fasilitas-fasilitas publik lainnya seperti pajak (pasar), rumahsakit, sekolah, tidak terlepas dari keberadaan becak Dimana ada aktifitas masyarakat kota Padangsidimpuan disitu pasti ada becak siap menunggu. Terutama dalam menjangkau daerah-daerah yang belum terjamah trayek mopen.
4.2 Keunggulan Becak Motor Vespa di antara Transportasi Umum Lainnya
Becak motor di kota Padangsidempuan menggunakan motor vespa produkan dari Itali, hal ini menjadikan becak motor vespa sebagai salah satu icon/ciri khas yang mewakili kota Padangsidempuan. Ada berbagai macam jenis transportasi yang ada di Padangsidempuan dan salah satunya yaitu becak motor vespa.
Becak motor vespa dirancang khusus untuk dijadikan transportasi umum roda tiga. Topografi dari kota Padangsidempuan yang berbukit-bukit rendah menjadi alasan kuat mengapa motor vespa mulai digunakan untuk transportasi umum. Keunggulan dari becak motor vespa ini yang menjadikannya sebagai kendaraan satu-satunya yang mampu berjalan di rute menanjak dan menurun. Hal tersebut tentu tidak dimiliki oleh transportasi umum lainnya. selain keunggulan
tersebut, ada beberapa kelebihan yang dimiliki becak motor vespa sehingga mampu bersaing dengan angkutan umum lainnya sampai saat ini. Keunggulan tersebut diantaranya yaitu :
4.2.1 Efisien Waktu
Bagi beberapa masyarakat, menggunakan transportasi yang hemat waktu adalah alasan utama untuk segera sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Becak motor vespa memiliki rute mencakup seluruh daerah yang ada di kota Padangsidempuan. Tetapi tidak harus melewati jalan-jalan tertentu seperti angkutan umum. Seperti yang di ungkapkan Ibu M. br Pulungan yang sehari-hari berdagang di Pasar Sangkumpal Bonang :
“Saya lebih baik naik becak, karena sayasetiap hari bawa barang banyak untuk jualan, jadi lebih enak naek becak karena barang tidak perlu dipangku. Terkadang dalam satu hari saya bisa 2 bahkan sampai 3 kali naik becak. Kalau naik angkot sedikit payah, lagian jauh dari rumah saya, mesti jalan kaki sejauh 300 meter terus barang bawaan sulit diletakkan didalam angkot”. 27
Berbeda dengan angkutan lainnya seperti angkutan umum yang harus melalui rute yang rumit atau terkesan lebih lama. Hal tersebut dikarenakan angkutan umum sudah memiliki peraturan untuk melewati rute yang ditentukan
27 Wawancara dengan M.br.Pulungan, pada 14 November 2016, di Padangsidempuan.
oleh perusahan mereka. Ini juga menyebabkan masyarakat sedikit menggunakan angkutan roda empat.
Dalam hal ini ada terjadi perbedaan waktu diantara kedua jenis transportasi tersebut. Becak motor vespa memiliki waktu yang singkat untuk mencapai suatu tujuan. Sementara angkutan umum roda empat memiliki waktu yang sedikit lama dikarenakan rute yang dilewati harus berkeliling terlebih dahulu.
4.2.2 Kenyamanan
Becak motor vespa dirancang hanya untuk memuat penumpang sebanyak dua orang. Penumpang tidak perlu harus berdesakan antara satu sama lain. Sangat berbeda dengan angkutan umum yang mempunyai kapasitas penumpang lebih banyak. Namun hal tersebut menjadi kendala ketika situasi didalam angkot dipenuhi penumpang. Orang-orang harus berdesakan atau berhimpitan untuk mendapatkan tempat duduk didalam angkutan mini bus. Dalam kondisi seperti ini para penumpang terkendala untuk meletakkan barang bawaan yang dimiliki, dikarenakan ruang yang tersedia sangat terbatas. Hanya tersedia untuk tempat duduk para penumpang saja.
4.2.3 Transportasi 24 Jam
Becak motor vespa memiliki rute mencakup seluruh kota Padangsidempuan dan daerah perbatasan dengan kabupaten Tapanuli Selatan.
Moda transportasi ini tidak mengenal istilah waktu, bahkan sampai larut malam dapat kita jumpai becak motor vespa. Ada beberapa lokasi pangkalan yang dapat kita jumpai becak vespa sampai malam hari diantaranya : Pasar Sangkumpal Bonang, Rumah Sakit Inanta, RSU Padangsidempuandan di persimpangan kota.
Para penarik becak biasanya berada pada pangkalan dimulai pada pukul 20:00 hingga 05:00 WIB. Masyarakat tersebut menggunakan becak vespa dikarenakan tidak adanya mopen pada malam hari. Tetapi penumpang pada malam hari tidaklah seramai pada siang dan pagi hari. Hanya beberapa orang saja yang menggunakan becak pada malam hari. Seperti hasil wawancara dengan Bapak K.
Matondang yang pernah bekerja menarik becak pada malam hari :
“Dulu saya sempat narik becak pada malam hari, biasanya penumpang adalah orang-orangnya yang baru pulang dari luar kota, dan itu sampainya malam, karena malam tidak ada angkot lagi jadi mereka naik becak. Kalau ongkos ya tetap”. 28
Berbeda dengan angkutan umum roda empat yang hanya beroperasi dimulai pukul 06:00 sampai dengan 19:00 WIB.hal ini dikarenakan pada malam hari tidak ada lagi penumpang/masyarakat yang beraktivitas ataupun bepergian menggunakan transportasi umum, kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.
28 Wawancara dengan K.Matondang, pada 14 November 2016, di Padangsidempuan.
Becak sebagai moda transportasi memiliki ciri-ciri operasional pelayanan.
Dalam tesisnya Erwin Syah Lubis, menggambarkan ciri-ciri operasional pelayan becak vespa di Kota Padangsidempuan. Ciri-ciri operasional pelayanannya adalah sebagai berikut29 :
1. Penggerak becak ini adalah motor Vespa yang bertenaga 125 - 150 cc, dengan bak penumpang berada disebelah kiri dari motor.
2. Operasional tidak terjadwal, becak akan tetap beroperasi selama masih ada penumpang yang menggunakannya baik di pagi hari, siang hari, sore hari ataupun malam hari.
3. Jenis layanan dari pintu ke pintu (door to door service), becak tidak memiliki trayek yang ditetapkan dan bebas untuk melalui seluruh jalan di kota ini, dan masuk ke gang-gang yang ada.
4. Angkutan dapat menampung maksimal 2 orang dewasa.
5. Ongkos/tarif akan disesuaikan jarak tempuh, hal ini dikarenakan tidak adanya besaran yang ditetapkan pemerintah.
6. Jarak perjalanan, jarak perjalan sebatas sekitaran wilayah kota Padangsidempuan.
29 Erwin Syah Lubis , “ Analisis Kwantitas Ideal Moda Transportasi Studi kasus: Beca Motor Di Kota Padang Sidempuan “ Tesis Magister, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara, Medan, 2008, hal. 59.
Dengan melihat hal diatas becak mampu menjadi primadona moda transportasi di Padangsidimpuan dikarenakan kelebihan pelayanan yang diberikannya. Seperti memberikan pelayanan dari pintu-kepintu, waktu operasionalnya yang tidak terjadwal menjadikan becak dapat ditemukan selama 24 jam. Becak vespa ada untuk melayani pergerakan masyarakat di kota Padangsidempuan dalam memenuhi kebutuhan. Kebutuhan ini bisa dalam bidang ekonomi ,kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan banyak hal lainnya. Dalam
Dengan melihat hal diatas becak mampu menjadi primadona moda transportasi di Padangsidimpuan dikarenakan kelebihan pelayanan yang diberikannya. Seperti memberikan pelayanan dari pintu-kepintu, waktu operasionalnya yang tidak terjadwal menjadikan becak dapat ditemukan selama 24 jam. Becak vespa ada untuk melayani pergerakan masyarakat di kota Padangsidempuan dalam memenuhi kebutuhan. Kebutuhan ini bisa dalam bidang ekonomi ,kesehatan, pekerjaan, pendidikan, dan banyak hal lainnya. Dalam