BIOGRAFI PELANTUN
3.1.1 Perkembangan Emosional
Kompetensi emosional merupakan kompetensi untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Kemampuan ini bisa diasah melalui sastra. Kemampuan untuk memahami orang lain memungkinkan peserta didik untuk bekerja sama dengan orang lain secara multikultural dengan baik.(Siswanto, 2008: 172)
Emosi terbagi atas rasa senang, sedih, takut, gembira, marah, cinta, terkejut, malu dan msih banyak perasaan emosi lainnya. Dalam mengkaji tentang perkembangan emosional dalam syair lagu
ﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ
/ yā ṭaibat / yaitu meneliti perasaan emosi si anak. Berikut ini penggalan syair lagu tersebut:ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ
َﻮ َﺪ ﺎَﻴ
ﺎَﻨﺎَﻴَﻌْﻠﺍﺀﺍ /
yā ṭayyibat yā ṭayyibat yā da wā al’ayā nā /. ‘Wahai yang baik hati, Wahai pengobat mata.’Secara teks bebasnya berarti “ Wahai sang penawar derita, kami merindukanmu.”
Kalimat “Wahai sang penawar derita” dari potongan syair lagu anak arab ﺔﺒﻴﻁ ﺎﻳ
/
yā ṭayyibat / artinya adalah rasul sebagai manusia yang berhati mulia, semua kebaikan ada pada diri rasul. Kemuliaan yang rasul miliki menjadikan rasul sebagai sang penawar derita bagi umatnya dikala umatnyamengalami kebingungan atau goyah dari pegangan hidup. Dapat juga dikatakn rasul sebagai penawar derita ketika umatnya dalam kelemahan menghadapi kekejaman kaum Quraisyi yang kafir, rasul dapat membangkitkan harapan umatnya untuk menghilangkan rasa takut mereka, karena Allah SWT akan melindungi orang-orang lemah dan menyukai orang-orang yang sabar. Rasulullah Saw tidak hanya sekedar memberikan harapan tetapi juga benar-benar menolong mereka (dengan izin Allah Swt) dengan perbuatannya bahkan rasul rela berperang demi melawan kejahatan mereka. Potongan bait ini “ Wahai yang baik hati, Wahai pengobat mata” juga merupakan bentuk perasaan yang ingin disampaikan untuk rasul bahwa umatnya memuji dengan begitu tulus.
Lalu dilanjutkan lagi dengan kalimat “kami merindukanmu” yang maksudnya adalah semua umat rasulullah Saw yang mencintai rasul pasti akan sangat merindukan rasul. Kalimat “kami merindukanmu” jika diartika secara harfiah maka maknanya adalah “wahai pengobat mata” dimana Rasulullah Saw menjadi pengobat mata untuk umatnya di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya. Maka lahirlah sosok rasulullah Saw yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Rasulullah Saw dari keluarga sederhana dan merupakan keturunan para nabi yang sebelumnya, Rasulullah lahir di Mekkah. Rasulullah lahir dalam keadaan yatim, Ayahnya yang bernama Abdullah meninggal ± 7 bulan sebelum beliau lahir. Kehadiran rasulullah disambut oleh kakeknya Abdul muṭalib dengan penuh kasih sayang dan kemudian saat rasullullah masih bayi, beliau dibawa oleh kakeknya ke kaki ka’bah. Di tempat suci inilah beliau diberi nama Muhammad, yaitu suatu nama yang belum pernah ada sebelumnya. (Rahimsyah, t.th: 98).
Dari syair lagu tersebut secara tidak langsung para guru menceritakan sedikit banyaknya mengenai silsilah atau kelahiran rasulullah SAW. Dengan membiasakan mendendangkan lagu tersebut kepada anak secara terus-menerus maka kedekatan hati dan perasaan si anak dengan rasulnya mulai ditumbuhkan.
ﻚِﻟ ﺎَﻨْﻘَﺘْﺸﺇ )
x ﺎﻨﺍَﺪَﻨ ﻯَﻭَﻬْﻟﺍَﻭ ٦
( // isytaqnā lik ( wa al-hawā nā dānā 2x ) //. Yang merindukanmu ( dan kemegahanmu serulah kami 2x ).
Kata rindu dari kalimat “Yang merindukanmu” disini termasuk salah satu bentuk emosi. Perasaan rindu kepada rasulullah berbeda dengan perasaan rindu kepada saudara atau kepada sesuatu yang kita sukai. Pada lagu anak arab ﺔﺒﻴﻁ ﺎﻳ / yā ṭaibaT / ini menunjukkan kerinduan yang amat sangat. Kerinduan dan kecintaan yang begitu kuat kepada rasul dan ingin disampaikan kepada siapa saja yang mendengar.
Emosi yang ditimbulkan pada bait-bait berikutnya adalah perasaan mendalam yang ditujukan kepada rasul, baik itu kerinduan, kesedihan karena begitu merindukan rasul, dan juga pujian yang tulus untuk rasul. Maka, dapat disimpulkan bahwa syair lagu anak arab ﺔﺒﻴﻁ ﺎﻳ / yā ṭaibat /ini terdapat perkembangan emosional dalam nilai personal.
3.1.2 Perkembangan Intelektual
Kompetensi intelektual antara lain berupa kemampuan berfikir dan bernalar, kemampuan kreatif dan inovatif (memperbarui, meneliti, dan menemukan), kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan mengambil keputusan strategis yang mendukung kehidupan global. kemampuan anak akan hal ini bisa diasah melalui pembelajaran sastra. (Siswanto, 2008: 172)
Pada tahap ini anak-anak/pendengar diajak untuk berpikir tentang hubungan sebab-akibat, dan mencermati isi syair lagu pada bait satu dengan bait yang lain, begitu pula tentang alur dari syair lagu yang penulis teliti.
Berikut ini adalah potongan bait syair lagu
ﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ
/ yā ṭaibat : ﻚِﻟ ﺎَﻨْﻘَﺘْﺸﺇ) x ﺎﻨﺍَﺪَﻨ ﻯَﻭَﻬْﻟﺍَﻭ ٦
( / isytaqnā lik ( wa al-hawā nā dānā 2x ) /. Yang merindukanmu ( dan kemegahanmu serulah kami 2x ).
Kata kemegahanmu dari kalimat “dan kemegahanmu serulah kami” dapat dikaji melalui perkembangan intelektual. Kata megah dalam Kamus-Besar-Bahasa-Indonesia adalah 1 tampak mengagumkan (besarnya, indahnya, dsb); gagah; kuat; mulia; masyhur: Gunung Singgalang tampak
berdiri dng --nya; 2 bangga: ia merasa --ketika duduk di dl mobilnya yang baru; bermegah 1 mempunyai sifat megah; mengagumkan; 2 membanggakan (membesarkan, menyombongkan) diri; berlaku ingin lebih megah dp yang lain: perkakas rumah dan perhiasan yg semata-matauntuk ~ memegahkan membanggakan; kemegahan hal (keadaan) megah; kemuliaan; kemasyhuran; kebesaran 2 megah ark a berani; tidak takut-takut; sangat angkuh.
Kata megah diperlukan intelektual seseorang untuk memahaminya karena tidaklah mudah mengartikan kata megah yang sebenarnya.. Kata megah disini mengandung arti yan begitu luas. Pujian kepada rasul dari hati yang tulus, tidak sekedar dibuat-dibuat. Dan menginginkan panggilan rasul kepada umatnya di akhirat kelak. Itulah maksud dari kata serulah kami yang berarti pangillah kami.
ْﺐِﻠﺎَﻄ ﻰِﺒﺃ َﻦْﺒﺍ ﻰِﻠَﻋ ﺎَﻴ
,
ْﺐِﻫﺍَﻮَﻤْﻠﺍ ُﺮَﺪْﺼَﻤ ُﻢُﻜْﻨِﻤ
//
yā ‘ali abna abī ṭālib,minkumu maṣdaru almawāhib //. Wahai ‘Ali ibnu abi thalib, darimu sumber keutamaan.
‘Ali ibnu abi thalib adalah salah seorang pemeluk
juga keluarga dari nabi
bahwa ia adalah
Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun
konse
sehingga Ali menjadi satu-satunya
adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan
ia menjadi menantu nabi SAW.
dibutuhkan intelektual/kecerdasan seseorang dalam mempelajari silsilah keluarga nabi.
Bait berikutnya dalam syair lagu ini mengatakan ْﺐِﺠﺎﺤ ﻲﻠ ﻯَﺭُﺃ ْﻞَﻫ ﻯَﺭُﺘﺎَﻴ , ﻢﻜ َﺪْﻨِﻋ ) َﻦﺎَﻤْﻠِﻐْﻠَﺃ ْﻞَﺿْﻓَﺃ ۲ x
2x) /. Wahai yang hebat apakah aku dapat melihatmu, disisimu ( sebaik-baik pemuda 2x ).
Kata hebat dari kalimat “Wahai yang hebat apakah aku dapat melihatmu, disisimu ( sebaik-baik pemuda 2x ) ini tidaklah hanya sekedar hebat saja, jika dilihat pada Kamus-Besar-Bahasa-Indonesia.pdf arti kata hebat adalah terlampau; amat; sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dsb). Namun jika di telaah lagi dengan ke-intelektual-an seseorang, kata hebat disini mengandung makna yang lebih dari sekedar hebat dalam kekuatan, tetapi juga hebat dalam tingkah laku dan berfikir. Jika dilihat lagi sejarah rasulullah pada buku Kisah 25 Nabi, beliau adalah makhluk Allah yang memang dipilih untuk menjadi contoh yang baik untuk seluruh hambaNya. Beliau tidak hanya pandai dalam berdagang, perang, dan bersosial kepada sesama, tetapi beliau juga sangat pandai memilih kata-kata yang baik untuk menegur umatnya apabila umatnya melakukan kesalahan sehingga umatnya tidak tersinggung dan paham akan kesalahan yang ia perbuat. Rasulullah bersabda, "Setiap keturunan anak Adam melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat". (HR.Ath-Tirmidzi). Hadits ini menerangkan bahwa rasul tidak langsung menghakimi umatnya yang melakukan kesalahan tetapi juga tidak memberikan peluang kepada umatnya untuk melakukan kesalahan. Begitulah hebatnya rasul menegur umatnya, memberikan nasihat tanpa harus menyakiti hati umatnya. Hadits ini menjelaskan bahwa manusia pasti pernah melakukan kesalahan bahkan nabi pun pernah melakukan kesalahan namun jika manusia itu mau bertaubat dan tidak mengulang perbuatannya maka ia termasuk manusia yang sebaik-baiknya manusia. Dan masih banyak kehebatan-kehebatan rasul lainnya.
ِﻦْﻴَﺴُُﺤْﻟﺍَﻭ ْﻦَﺴَﺤﻟﺍ ﻱِﺪ ﺎَﻴْﺴَﺃ
,
ﺍ ﻰَﻟِﺇ
ﻦْﻴَﻋ ْﺓَّﺮُﻗ ﻰِﺒّﻧَﻟ
ِ◌
/ asyā dī alhasan waalhusain , ila annabī qurat ‘aini /. Yang dimuliakan Hasan dan Husain, buah hati nabi.
Hasan dan Husain adalah kedua cucu nabi, diperlukan intelektual seorang anak untuk bisa mengetahui siapa kedua pemuda ini. Tentunya
dengan bertanya kepada guru atau orang tua atau mencari informasi dengan membaca buku dan lain-lain.
Maka dapat disimpulkan bahwa bait dari lagu anak arab ﺔﺒﻴﻁ ﺎﻳ
/
yāṭaibat ini terdapat perkembangan intelektual dalam nilai personal.
3.1.3 Perkembangan Imajinasi
Imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. (Ufile://localhost/I:/Imajinasi%20%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,%2 0ensiklopedia%20bebas.htmU )
Jadi, Imajinasi disini adalah anak-anak dituntun untuk dapat membayangkan hal-hal yang sudah, sedang ataupun yang akan terjadi namun belum/tidak pernah mereka rasakan di kehidupan mereka, dalam hal ini imajinasi tiap anak pasti berbeda-beda dan secara tidak langsung kreativitasnya akan berkembang pula. Misalnya tentang penerapan imajinasi ke dalam sebuah prosa atau bentuk karya sastra yang lain.
Berikut adalah potongan syair lagu
ﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ /
yā ṭayyibat:
ﺎَﻨﺎَﻴَﻌْﻠﺍﺀﺍَﻮ َﺪ ﺎَﻴ ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ
/
yā ṭayyibat yā ṭayyyibat yā da wā al’ayā nā / Wahai yang baik hati, Wahai pengobat mata.Kalimat yang menyatakan Wahai yang baik hati, Wahai pengobat mata memerlukan imajinasi seorang anak untuk membayangakan bagaimana baiknya sosok rasul sehingga beliau menjadi pengobat bagi siapa saja yang membutuhkan kehadiran rasul disaat sedih, bingung maupun terpuruk.
ﻚِﻟ ﺎَﻨْﻘَﺘْﺸﺇ )
x ﺎﻨﺍَﺪَﻨ ﻯَﻭَﻬْﻟﺍَﻭ ٦
( // isytaqnā lik ( wa al-hawā nā dānā 2x ) //. Yang merindukanmu ( dan kemegahanmu serulah kami 2x ).
Seperti yang dijelaskan pada perkembangan intelektual, kata megah menjadi hal yang luar biasa yang ditujukan kepada rasul. Hal ini pun menuntun perkembangan imajinasi seorang anak tentang arti kata megah itu
sendiri, anak akan mulai meng-imajinasi-kan bagaimana kata megah yang biasanya diperuntukkan untuk hal-hal yang mewah kali ini kata megah ini ditujukan kepada rasulullah SAW. Hal ini bukan berarti megah dalam kehidupan rasul karena rasul termasuk manusia yang hidup dengan kesederhanaa. Kata megah yang ditujukan kepada rasul lebih kepada perangai, sikap, dan karisma yang dimiliki oleh rasul. Tentu butuh imajinasi untuk membayangkan hal ini.
ْﺐِﻠﺎَﻄ ﻰِﺒﺃ َﻦْﺒﺍ ﻰِﻠَﻋ ﺎَﻴ
,
ﺐِﻫﺍَﻮَﻤْﻠﺍ ُﺮَﺪْﺼَﻤ ُﻢُﻜْﻨِﻤ
ْ◌ //
yā ‘ali abna abīṭālib, minkumu maṣdaru almawāhib //. Wahai ‘Ali ibnu abi thalib, darimu sumber keutamaan.
Pada bait ini di sebutkan nama ‘Ali ibnu abi thalib, beliau adalah pemeluk islam pertama dan kemudian menjadi menantu nabi Muhammad SAW. Anak –anak tentu saja akan membayangkan sosok ‘Ali ibnu abi thalib. Bagaimana ia menjadi orang pertama yang memeluk islam dan seperti apa perangai dari sosok ‘Ali ibnu abi thalib.
ْﻦَﺴَﺤﻟﺍ ﻱِﺪ ﺎَﻴْﺴَﺃ
ِﻦْﻴَﺴُُﺤْﻟﺍَﻭ
,
ﻦْﻴَﻋ ْﺓَّﺮُﻗ ﻰِﺒّﻧَﻟﺍ ﻰَﻟِﺇ
ِ◌ / asyā dī alhasan wa
alhusain , ila annabī qurat ‘aini /. Yang dimuliakan Hasan dan Husain, buah hati nabi.
Hasan dan Husain adalah nama kedua cucu nabi. Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’di dari Imran bin Sulaiman dia berkata : Hasan dan Husain dua nama dari nama ahli surga, dan bangsa Arab Jahiliyyah tak pernah memakai nama tersebut. Berkata abu Ahmad Alaskary: nama tersebut tak pernah di kenal di masa Jahiliyyah. Berkata al Mufaddhal Allah Swt menyembunyikan nama Hasan dan Husain sampai nabi Muhammad Saw menamakan cucunya dengan nama tersebut. Pada awalnya imam Ali Radiyallahu Anhu tidak menamai anaknya dengan nama Hasan begitu pula Husain tetapi rasul sendirilah yang langsung memberikan nama tersebut, ini sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad rahimahullah dalam musnadnya dari imam Ali radiyallahu anhu dia berkata: Tatkala Hasan lahir maka aku menamainya dengan Hamzah, dan tatkala Husain dilahirkan maka
dinamai dengan pamannya ja’far. Kemudian beliau berkata: Rasulullah memanggilku dan bersabda kepadaku “ aku memerintahkan untuk mengganti nama keduanya “ maka aku berkata Allah dan rasulnya lebih mengetahui. Senada dengan riwayat Imam Tabrani dan jalan Abdullah bin Aqil dari Muhammad bin Ali dari Ali radiyallahu anhu bahwa beliau menamai anak sulungnya dengan Hamzah, dan menamai Husain dengan nama Ja’far dengan nama pamannya, lalu rasulullah menamai keduanya dengan Hasan dan Husain.
Hal ini tentu mengasah perkembangan imajinasi anak mengenai cerita silsilah dari keturunan nabi Muhammad Saw.
Bait selanjutnya dapat kita lihat sebagai berikut: ِﻦْﻴﺗﱠﻧَﺠْﻟﺍ َﺐﺎَﺒَﺸﺎﻴ , ْﻢُﻜ ُّّﺪَﺠ ) x َﻦﺁْﺮُﻘْﻠﺍ ُﺐِﺤﺎَﺼ ۲ ( /Yā syabā aljannataini ,
jaddu kum (ṣā hibu alqurāna 2x). / Wahai dua pemuda penghuni sorga, kakekmu pendamping Al-qur’an.
Secara teks bebas berarti: “Wahai penghulu pemuda sorga, kakekmu penyampai firman Allah, Al-qur’an”.
Anak-anak dituntun imajinasinya untuk membayangkan hal-hal yang terjadi pada masa kerasulan, misalnya membayangkan sosok seorang rasul yang mulia sehingga beliau diberikan mu’jizat yaitu kitab suci Al-qur’an. Karena tidakla mudah untuk menyebarkan agama Allah yaitu islam melalui apa yang diajarkan oleh Al-qur’an. Banyak rintangan yang rasul hadapi misalnya perjuangan rasul menghadapi musuh-musuhnya kaum quraisyi yang ingin menghalangi rasul menyebarkan agama Allah melalui dakwah dan jihad, yang tentunya hal tersebut melalui proses pembelajaran yang diajarkan oleh para guru.
Pertumbuhan rasa sosial adalah dimana kesadaran anak-anak/pendengar dibangun untuk hidup bermasyarakat dan bersosial.
Hal ini ditunjukkan pada potongan syair lagu tersebut: ْﺐِﺠﺎﺤ ﻲﻠ ﻯَﺭُﺃ ْﻞَﻫ ﻯَﺭُﺘﺎَﻴ , ﻢﻜ َﺪْﻨِﻋ ) َﻦﺎَﻤْﻠِﻐْﻠَﺃ ْﻞَﺿْﻓَﺃ ۲ x
( /Yā turā hal ura lī hā jib, ‘indakum ( afḍal algilmān 2x) /. Wahai yang hebat apakah aku dapat melihatmu, disisimu ( sebaik-baik pemuda 2x ).
"Sebaik-baik pemuda”, Kata ini menyiratkan kebaikan rasulullah SAW dalam segala hal, salah satunya adalah baik dalam bergaul dan bersosial kepada sesama. Bahkan beliau baik kepada kaum Nasrani dan juga Yahudi pada masanya. Pernah suatu hari beliau ingin berangkat ke masjid lalu ada seorang yahudi yang selalu meludahi beliau. Namun beliau tidak pernah marah. Sampai suatu hari tidak didapatinya lagi seorang yahudi tersebut meludahinya lalu beliau mengetahui bahwa orang tersebut sakit dan beliau dengan senang hati menjenguk orang tersebut. Seperti inilah rasa sosial yang beliau tanamkan kepada umatnya agar jangan pernah membenci makhluk Allah SWT karena tidak patut rasanya membenci apapun yang Allah ciptakan, yang boleh tidak kita sukai hanya perangai yang tidak baik saja bukan personalnya. Dan Syair lagu tersebut juga secara tidak langsung mengenalkan kepada anak bagaimana sosok rasul sebagai pembela kaum yang tertindas dan lemah. Oleh karena itu, pada puisi lagu ini disebutlah sanah rasul sebagai penawar derita. Begitu tingginya rasa kemanusiaan dan sosial rasullullah SAW sehingga ia berani membela dan menolong kaum yang lemah. Maka dapat disimpulkan bahwa syair lagu anak arab ﺔﺒﻴﻁ ﺎﻳ
/
yāṭayyibat dalam bait ini terdapat pertumbuhan rasa sosial dalam nilai personal.
3.1.5 Pertumbuhan Rasa Etis dan Religius
Syair lagu ini menerapkan sisi religius yang diajarkan kepada anak-anak. Yaitu bagaimana si anak di perkenalkan siapa rasulnya yaitu nabi besar Muhammad SAW.
Terlihat pada sebagian bait syair lagu sebagai berikut:
ﺍَﻮ َﺪ ﺎَﻴ ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ ْﺔَﺒْﻴَﻂﺎَﻴ
ﺎَﻨﺎَﻴَﻌْﻠﺍﺀ
/
yā ṭayyibat yā ṭayyibat yā da wā al’ayā nā / Wahai yang baik hati, Wahai pengobat mata.ﻚِﻟ ﺎَﻨْﻘَﺘْﺸﺇ
)
x ﺎﻨﺍَﺪَﻨ ﻯَﻭَﻬْﻟﺍَﻭ
٦
( / isytaqnā lik ( wa al-hawā nā dānā 2x ) /. Yang merindukanmu ( dan kemegahanmu serulah kami 2x ).
ﻱِﺪ ﺎَﻴْﺴَﺃ
ِﻦْﻴَﺴُُﺤْﻟﺍَﻭ ْﻦَﺴَﺤﻟﺍ
,
ﻦْﻴَﻋ ْﺓَّﺮُﻗ ﻰِﺒّﻧَﻟﺍ ﻰَﻟِﺇ
ِ◌ / asyā dī alhasan wa
alhusain , ila annabī qurat ‘aini/ . Yang dimuliakan Hasan dan Husain, buah hati nabi.
ِﻦْﻴﺗﱠﻧَﺠْﻟﺍ َﺐﺎَﺒَﺸﺎﻴ
,
ْﻢُﻜ ُّّﺪَﺠ
)
x َﻦﺁْﺮُﻘْﻠﺍ ُﺐِﺤﺎَﺼ
۲
(
/Yā syabā aljannataini ,jaddu kum (ṣā hibu alqurāna 2x). / Wahai dua pemuda penghuni surga, kakekmu pendamping Al-qur’an.
Kata Wahai dalam sayair ini adalah bentuk rasa etis atau etika yang baik saat menyebutkan mengandaikan rasul sebagai sosok yang baik hati.
Pada potongan syair lagu tersebut di bait pertama, terdapat kerinduan kepada rasul kita, bait kedua memperkenalkan kedua cucu nabi yang akhlaknya baik untuk ditiru oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun. Pada bait ketiga syair lagu ini menunjukkan bahwasanya kakek Hasan dan Husain yaitu rasul adalah seorang nabi dengan mu’jizat yang diberikan Allah SWT berupa kitab suci al-qur’an, dan arti kata lain dari pendamping dapat juga kita katakan sebagai sahabat Al-qur’an, yang artinya rasul tidak hanya hafal mengenai isi al-qur’an tetapi juga rasul dapat mengerti betul isi kandungan al-qur’an dan dapat mengamalkannya di kehidupan sehari-hari rasul.
Potongan syair berikutnya menyatakan “Yang dimuliakan Hasan dan Husain, buah hati nabi. Hasan dan Husain memiliki etika yang baik. Akhlak mereka sepatutnya dicontoh oleh anak-anak zaman sekarang ini. Ingatkah kita pada sebuah cerita dimana ketika saat Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain (yang saat itu masih anak-anak) melihat seorang kakek yang sedang berwudhu dengan cara yang salah. Muncullah keinginan dari dua cucu Rasulullah SAW ini untuk bisa mengingatkan orang tua tersebut, agar amal ibadahnya benar tanpa menyinggung perasaanya.
Kemudian Sayyidina Hasan bersepakat dengan Sayyidina Husain untuk berlomba berwudhu dan menjadikan sang kakek sebagai juri yang akan menilai kebenaran wudhu mereka. Lomba berwudhupun dimulai. Dan di akhir perlombaan tersebut, sang kakekpun tersadar bahwa wudhu Sayyidina Hasan dan Husain lebih benar dan sempurna dari wudhunya sendiri.
Ini adalah pelajaran dakwah dari cucu Rasulullah Saw, dengan menyertakan kemuliaan akhlak dan tatakrama dalam mengingatkan orang lain khususnya yang lebih tua. Mengingatkan orang lain artinya mengajak orang lain agar bisa lebih baik dan benar, bukan untuk menghukuminya sebagai yang salah dan terhinakan. Melihat orang lain dengan penuh kasih sayang dan menghargainya adalah pancaran ketulusan seorang penyeru kebaikan. Dari situlah kejayaan dihadapan Allah akan di peroleh.
Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain dalam usianya yang masih amat dini ini sangat paham makna hikmah berdakwah karena mereka adalah cucu dari sumber hikmah Rasulullah Saw. Beliau berdua tidak ingin menyakiti hati orang tua tersebut dengan “salah menegur” saat sang kakek salah didalam berwudhu. Maka dengan ketulusan dan kerendahan hati, mereka berperan sebagai orang yang ingin benar didalam berwudhu padahal sebenarnya mereka ingin membenarkan wudhu orang lain.
Alangkah mulianya akhlak cucu rasulullah Saw. Dan alangkah indahnya siapapun yang ingin mengajak kebaikan lalu mengajak dengan penuh kasih sayang.
Posted on September 22, 2012. Ihya Ulumuddin, Menghidupkan Ilmu-Ilmu Islam.
Hal ini menunjukkan sikap etis dan religius yang harus ditanamkan kedalam diri anak-anak sejak dini. Sebagaimana yang tertera pada puisi lagu tersebut jika ingin menjadi penghuni surga maka jadilah anak-anak yang baik seperti kedua cucu nabi yaitu Hasan dan Husain. Dan bagaimana
hebatnya sosok kakek kedua pemuda tersebut yaitu rasulullah yang dimuliakan oleh Allah SWT.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN