Pergerakan harga-harga dari triwulan ke triwulan terefleksi pada angka inflasi triwulanan (q.t.q). Laju inflasi pada triwulan laporan di Kota Ambon kembali mengalami deflasi sebesar -0,59% (q.t.q), sama seperti triwulan sebelumnya yang juga mengalami deflasi sebesar -0,78% (q.t.q).
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011
20
Berdasarkan kelompok komoditas, terjadinya deflasi pada triwulan laporan disumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar -6,82% (q.t.q). Adapun tujuh kelompok komoditas lainnya masih mengalami inflasi. Penurunan harga pada kelompok bahan makanan terutama disumbang oleh komoditas dari subkelompok sayur-sayuran antara lain kangkung, sawi hijau, kacang panjang, wortel dan terong panjang, sedangkan dari subkelompok ikan segar antara lain ikan layang, cakalang, selar, dan tuna.
Dua kelompok komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada triwulan IV-2011 adalah kelompok transport komunikasi & jasa keuangan, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 3,19% (q.t.q) pada triwulan IV-2011, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mengalami inflasi 13,19% (q.t.q). Penyumbang utama kenaikan harga pada subkelompok transport adalah tiket angkutan udara. Kenaikan harga tiket angkutan udara terkait dengan adanya beberapa momen dan hari besar pada triwulan IV-2011 serta puncaknya pada perayaan Natal dan Tahun Baru mendorong peningkatan harga tiket pesawat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Adapun kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar terutama disumbang oleh subkelompok biaya tempat tinggal antara lain kontrak rumah, sewa rumah, kayu balokan dan cat tembok.
Tabel II.1 Perkembangan dan Sumbangan Inflasi secara Triwulanan (q.t.q)
Kelompok sandang mengalami inflasi pada triwulan IV-2011 sebesar 0,71% (q.t.q), mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya yang sebesar 4,31% (q.t.q). Peningkatan
Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV
INFLASI TRIWULANAN
Bahan makanan 2,68 2,14 16,40 -8,41 -4,43 19,03 -15,53 -6,82
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 2,30 0,20 0,82 2,71 -0,09 1,11 1,04 0,06
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,66 1,12 0,85 1,21 0,49 0,19 0,65 0,70
Sandang 0,12 0,48 0,95 1,86 0,62 1,16 4,31 0,71
Kesehatan 0,33 0,40 -0,71 2,44 0,20 0,41 0,17 0,16
Pendidikan, rekreasi, & olahraga -0,04 -0,01 2,65 -0,04 -0,13 -0,58 0,86 -0,03
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 8,38 -2,82 0,46 11,24 -1,27 2,87 13,19 3,19
UMUM 2,84 0,26 4,70 0,76 -1,25 5,58 -0,78 -0,59
SUMBANGAN THD INFLASI TRIWULANAN
Bahan makanan 0,66 0,53 4,12 -2,35 -1,12 4,68 -4,30 -1,61
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 0,28 0,02 0,10 0,31 -0,01 0,13 0,12 0,01
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,16 0,26 0,20 0,28 0,11 0,04 0,14 0,16
Sandang 0,01 0,04 0,08 0,16 0,05 0,10 0,36 0,06
Kesehatan 0,01 0,02 -0,03 0,10 0,01 0,02 0,01 0,00
Pendidikan, rekreasi, & olahraga 0,00 0,00 0,13 0,00 -0,01 -0,03 0,04 0,00
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 1,72 -0,61 0,10 2,26 -0,28 0,64 2,85 0,79
UMUM 2,84 0,26 4,70 0,76 -1,25 5,58 -0,78 -0,59
Sumber : BPS Maluku (diolah)
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011
21
harga terbesar terjadi pada subkelompok barang pribadi dan sandang lain terutama pada komoditas emas perhiasan.
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau sandang mengalami inflasi sebesar 0,06% (q.t.q) pada triwulan IV-2011, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 1,04% (q.t.q). Peningkatan harga terbesar terjadi pada pada subkelompok minuman yang tidak beralkohol. Permintaan masyarakat yang tinggi terhadap subkelompok ini pada saat Natal dan Tahun Baru memicu kenaikan harga.
2.1.2 Inflasi Tahunan 2011
Pergerakan harga di Kota Ambon dari tahun ke tahun terangkum pada angka inflasi tahunan. Laju inflasi Kota Ambon selama tahun 2011 hanya mencapai 2,85% (y.o.y). Angka ini lebih rendah dibandingkan iahun sebelumnya yang menyentuh level 8,78% (y.o.y).
Berdasarkan kelompok komoditas, rendahnya angka inflasi yang terjadi pada Kota Ambon pada tahun 2011 disebabkan terjadinya penurunan harga pada kelompok bahan makanan sebesar -10,46%. Penyumbang utama penurunan harga tersebut adalah subkelompok ikan segar (a.l. ikan layang, selar, cakalang asap, cakalang, kembung/gembung, tuna), subkelompok bumbu-bumbuan (a.l. bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah), dan subkelompok sayur-sayuran (a.l. kacang panjang, sawi hijau, kangkung terong panjang, buncis). Penyebab utama adalah peningkatan pasokan ikan segar seiring dengan musim panas di Maluku. Hal ini juga didukung oleh musim ikan yang jatuh pada triwulan akhir 2011 ini. Selain itu, musim panas juga membuat produksi sayur-sayuran begitu melimpah dari sentra-sentra penghasil sayur di Ambon dan Buru, sedangkan penurunan harga daging dan hasil-hasilnya serta bumbu-bumbuan berasal dari impor antar pulau yang melimpah.
Sementara itu, enam kelompok kompoditas lainnya masih mengalami inflasi pada tahun 2011. Inflasi tertinggi tahun 2011 terjadi pada kelompok transport, komunikasi & jasa keuangan sebesar 18,63%. Kenaikan tersebut terjadi pada subkelompok transport khususnya tiket angkutan udara memberikan kontribusi yang besar pada inflasi kelompok ini. Tak dapat dipungkiri bahwa sepanjang tahun 2011 harga tiket angkutan udara terus merangkak naik. Faktor fundamental yang menyebabkan kenaikan harga tiket angkutan udara adalah peningkatan harga bahan bakar dan biaya operasi dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan faktor musiman yang turut mendongkrak permintaan tiket pesawat sepanjang triwulan IV-2011 sehingga disinyalir menaikkan harga antara lain Pertemuan Pemuda Dunia, Ambon Jazz Festival, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru Masehi 2012 terutama pada rute Jakarta, Ambon-Surabaya, dan Ambon-Makassar.
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011
22
Tabel II.2 Perkembangan dan Sumbangan Inflasi secara Tahunan (y.o.y)
Kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 6,93% (y.o.y) pada tahun 2011, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,44% (y.o.y). Peningkatan harga terbesar terjadi pada subkelompok barang pribadi dan sandang lain yaitu pada komoditas emas perhiasan. Peningkatan harga emas terus terjadi dibandingkan tahun sebelumnya. Emas menjadi alternatif investasi yang digemari sekaligus media spekulasi terkait dengan kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih.
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau mengalami inflasi sebesar 2,14% (y.o.y) pada tahun 2011, mengalami peningkatan tahun sebelumnya yang sebesar 6,14% (y.o.y). Peningkatan harga terutama terjadi pada subkelompok makanan jadi serta tembakau & minuman beralkohol. Perayaan hari Natal dan Tahun Baru dijadikan momen menaikkan harga oleh produsen.
2.1.3 Inflasi Bulanan 2011
Dilihat pergerakan harga dari bulan ke bulan selama tahun 2011, rendahnya inflasi yang terjadi di Kota Ambon dikarenakan terjadinya penurunan harga atau deflasi sebanyak enam kali yaitu pada bulan Januari (-0,83%), Maret (-0,46%), Juli (1,20%), September (0,40%), Oktober (0,67%), November (-0,34%). Secara umum, penyebab terjadinya deflasi pada bulan-bulan tersebut adalah penurunan harga pada kelompok bahan makanan terutama subkelompok ikan segar dan subkelompok sayur-sayuran. Melimpahnya pasokan dan faktor
Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV
INFLASI TAHUNAN
Bahan makanan 9,19 24,29 37,22 11,82 4,07 21,29 -11,99 -10,46
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 6,40 5,67 3,70 6,14 3,66 4,61 4,84 2,14
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 2,08 2,98 3,19 3,90 3,73 2,77 2,57 2,05
Sandang 1,92 2,66 2,69 3,44 3,95 4,66 8,14 6,93
Kesehatan 1,88 1,99 0,63 2,46 2,32 2,33 3,23 0,94
Pendidikan, rekreasi, & olahraga -0,96 -0,42 2,64 2,56 2,47 1,88 0,10 0,12
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 16,94 14,09 14,59 17,70 7,21 13,49 27,87 18,63
UMUM 7,08 10,04 13,15 8,78 4,45 10,00 4,24 2,85
SUMBANGAN THD INFLASI TAHUNAN
Bahan makanan 2,22 5,40 8,57 2,92 1,00 5,35 -3,35 -2,66
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 0,78 0,72 0,47 0,75 0,45 0,56 0,57 0,26
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,51 0,75 0,79 0,93 0,87 0,65 0,58 0,47
Sandang 0,18 0,25 0,25 0,31 0,35 0,41 0,69 0,59
Kesehatan 0,09 0,10 0,03 0,11 0,10 0,10 0,14 0,04
Pendidikan, rekreasi, & olahraga -0,05 -0,02 0,14 0,13 0,12 0,09 0,00 0,01
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 3,36 2,85 2,90 3,63 1,56 2,83 5,61 4,14
UMUM 7,08 10,04 13,15 8,78 4,45 10,00 4,24 2,85
Sumber : BPS Maluku (diolah)
2011
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011
23
iklim/cuaca yang mendukung menjadi pendorong terjadinya penurunan harga pada kedua kelompok komoditas tersebut.
Berdasarkan kelompok komoditas, penyumbang inflasi tertinggi inflasi bulanan selama tahun 2011 adalah kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan. Kenaikan harga kelompok transport, komunikasi, & jasa keuangan terutama disumbang oleh subkelompok transport terkait dengan kenaikan harga tiket pesawat terbang pada bulan Maret (0,31%), Mei (2,74%), Juni (1,06%), Juli (7,16%), Agustus (9,19%), Oktober (0,90%) dan Desember (3,04%).
Tabel II.3 Perkembangan dan Sumbangan Inflasi secara Bulanan
2.1.4 Inflasi Kumulatif Tahun Berjalan 2011
Pergerakan harga dari awal tahun 2011 sampai dengan akhir triwulan laporan tercatat pada inflasi tahun berjalan terlihat dari laju inflasi secara kumulatif (y.t.d). Selama empat triwulan pada tahun 2001, Kota Ambon mengalami deflasi sebanyak tiga kali yaitu pada triwulan I-2011 (-1,25%), triwulan III-2011 (-0,78%) dan triwulan IV-2011 (-0,59% (y.t.d). Hanya terjadi satu kali terjadi inflasi saja yaitu pada triwulan II-2011 sebesar 5,58%. Hal tersebut berbeda dengan kondisi pada tahun sebelumnya yang secara terus menerus mengalami inflasi masing-masing sebesar 2,84% pada triwulan I-2010, 0,26% pada triwulan II-2010, 4,70% pada triwulan III-II-2010, dan 0,76% pada triwulan IV-2010.
Berdasarkan kelompok komoditas, deflasi yang terjadi pada tiga triwulan tersebut disebabkan terjadinya deflasi pada kelompok bahan makanan terutama subkelompok ikan segar, subkelompok bumbu-bumbuan dan subkelompok sayur-sayuran. Faktor cuaca yang
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des
INFLASI BULANAN (% m.t.m)
Bahan makanan -2,63 0,43 -2,26 0,08 4,55 13,77 -9,82 -3,98 -2,46 -3,93 -1,89 -1,13
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau -0,16 0,02 0,06 -0,06 0,12 1,05 0,96 -0,01 0,09 0,05 -0,03 0,05 Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,08 0,24 0,18 0,17 -0,03 0,05 0,51 0,14 0,00 0,30 0,25 0,15
Sandang 0,74 -0,08 -0,04 0,43 0,89 -0,17 0,64 1,53 2,09 0,07 0,36 0,28
Kesehatan 0,06 0,04 0,10 0,06 0,05 0,31 0,18 -0,02 0,01 0,01 0,06 0,09
Pendidikan, rekreasi, & olahraga -0,08 0,00 -0,04 0,00 -0,06 -0,52 0,87 -0,01 0,00 0,00 -0,02 -0,01
Transport, komunikasi, & jasa keuangan -1,00 -0,52 0,24 -0,02 2,09 0,79 5,54 7,25 0,00 0,73 0,00 2,45
UMUM -0,83 0,04 -0,46 0,09 1,66 3,76 -1,20 0,83 -0,40 -0,67 -0,34 0,43
SUMBANGAN THD INFLASI BULANAN
Bahan makanan -0,67 0,11 -0,57 0,02 1,12 3,48 -2,72 -1,01 -0,59 -0,93 -0,43 -0,25
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau -0,02 0,00 0,01 -0,01 0,01 0,13 0,11 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,02 0,05 0,04 0,04 -0,01 0,01 0,11 0,03 0,00 0,07 0,06 0,03
Sandang 0,06 -0,01 0,00 0,04 0,08 -0,01 0,05 0,13 0,18 0,01 0,03 0,03
Kesehatan 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Pendidikan, rekreasi, & olahraga 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -0,03 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Transport, komunikasi, & jasa keuangan -0,22 -0,12 0,05 0,00 0,46 0,18 1,20 1,68 0,00 0,18 0,00 0,61
UMUM -0,83 0,04 -0,46 0,09 1,66 3,76 -1,20 0,83 -0,40 -0,67 -0,34 0,43
Sumber : BPS Maluku (diolah)
2011 Kelompok Komoditas
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011
24
mendukung dan musim panen ikan menyebabkan melimpahnya pasokan sayur-sayuran dan ikan segar. Disamping itu, penurunan harga daging dan bumbu-bumbuan terutama akibat melimpahnya pasokan yang berasal dari impor antar pulau.
Secara kumulatif, kelompok bahan makanan merupakan satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 10,46% (y.t.d), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,91% (y.t.d). Tren penurunan harga bahan makanan terjadi pada paruh kedua tahun 2011. Musim panas dan cuaca yang kondusif selama triwulan laporan membuat kegiatan penangkapan ikan berlangsung dengan baik sehingga pasokan ikan segar di pasar melimpah. Selain ikan segar, bahan makanan yang pasokannya melimpah adalah sayur-sayuran. Kondisi cuaca yang baik dan curah hujan yang cukup membuat produksi sayur-sayuran meningkat pesat. Sedangkan pasokan bumbu-bumbuan serta daging dan hasil-hasilnya berasal dari luar Provinsi Maluku dengan jumlah yang cukup banyak. Secara umum pasokan bahan makanan yang mampu melebihi permintaan masyarkaa tmembuat harga bahan makanan mengalami penurunan.
Tabel II.4 Perkembangan dan Sumbangan Inflasi Tahun Berjalan (y.t.d)
Secara kumulatif, kelompok transport, komunikasi, & jasa keuangan mengalami peningkatan harga tertinggi sebesar 18,63% (y.t.d) pada triwulan laporan, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 14,96% (y.t.d). Hal ini memperlihatkan bahwa selama tahun 2011 terjadi tren peningkatan harga tiket yang tajam terutama pada triwulan III-2011 dan triwulan IV-2011. Banyaknya kegiatan dan hari besar pada
Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV
INFLASI KUMULATIF (Y.T.D)
Bahan makanan 2,68 4,88 22,08 11,82 -4,43 13,76 -3,91 -10,46
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 2,30 2,50 3,34 6,14 -0,09 1,02 2,08 2,14
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,66 1,78 2,65 3,90 0,49 0,68 1,34 2,05
Sandang 0,12 0,60 1,56 3,44 0,62 1,79 6,17 6,93
Kesehatan 0,33 0,73 0,02 2,46 0,20 0,61 0,78 0,94
Pendidikan, rekreasi, & olahraga -0,04 -0,05 2,61 2,56 -0,13 -0,71 0,14 0,12
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 8,38 5,32 5,81 17,70 -1,27 1,56 14,96 18,63
UMUM 2,84 3,11 7,96 8,78 -1,25 4,27 3,45 2,85
SUMBANGAN THD INFLASI KUMULATIF
Bahan makanan 0,66 1,20 5,45 2,92 -1,12 3,50 -0,99 -2,66
Makanan jadi, minuman, rokok, & tembakau 0,28 0,31 0,41 0,75 -0,01 0,12 0,25 0,26
Perumahan, air, listrik, gas, & bahan bakar 0,16 0,42 0,63 0,93 0,11 0,15 0,30 0,47
Sandang 0,01 0,05 0,14 0,31 0,05 0,15 0,53 0,59
Kesehatan 0,01 0,03 0,00 0,11 0,01 0,03 0,03 0,04
Pendidikan, rekreasi, & olahraga 0,00 0,00 0,14 0,13 -0,01 -0,03 0,01 0,01
Transport, komunikasi, & jasa keuangan 1,72 1,09 1,19 3,63 -0,28 0,35 3,32 4,14
UMUM 2,84 3,11 7,96 8,78 -1,25 4,27 3,45 2,85
Sumber : BPS Maluku (diolah)
Kajian Ekonomi Regional Provinsi Maluku Triwulan IV-2011