• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INFLASI

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 38-42)

BAB II PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

2.1. PERKEMBANGAN INFLASI

37

BAB II PERKEMBANGAN INFLASI DAERAH

Inflasi tahunan Kota Manado pada triwulan III-2010 meningkat cukup tajam dibandingkan periode lalu. Secara tahunan inflasi meningkat dari 4,21% (yoy) pada triwulan II-2010 menjadi 7,38% (yoy) pada triwulan III-2010. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 5,80% (yoy). Secara triwulanan, inflasi Kota Manado juga menunjukkan peningkatan, dari 0,2% (qtq) pada triwulan II-2010 menjadi 3,81% (qtq) pada periode laporan. Tekanan inflasi pada periode laporan terutama berasal dari kenaikan harga beberapa bahan makanan yang bergejolak (volatile foods). Keterlambatan pasokan karena cuaca yang tidak menentu merupakan faktor utama kenaikan bumbu-bumbuan (seperti cabe merah dan bawang merah). Sementara itu, terbatasnya produksi seiring dengan terlambatnya masa panen padi dan serangan hama kepinding mendorong pula kenaikan harga beras.

2.1. PERKEMBANGAN INFLASI

2.1.1 INFLASI TAHUNAN (yoy)

Secara tahunan, inflasi Kota Manado pada triwulan III-2010 tercatat 7,38% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan triwulan II-2010 sebesar 4,21% (yoy) dan periode yang sama tahun lalu tercatat mengalami deflasi 0,01% (yoy). Kenaikan inflasi antara lain disebabkan oleh (i) meningkatnya konsumsi masyarakat bertepatan dengan pemilukada, panen raya cengkeh, pelaksanaan tahun ajaran baru dan perayaan hari raya Idul Fitri (ii)

Grafik 2.2.

Laju Inflasi Kota Manado vs Nasional (qtq) Grafik 2.1.

Laju Inflasi Kota Manado vs Nasional (yoy)

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara , diolah Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara , diolah -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 2008 2009 2010 yoy Manado yoy Nasional -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 2008 2009 2010 qtq Manado qtq Nasional

faktor cuaca yang tidak menentu dan (iii) kenaikan TDL. Selain itu, kenaikan harga emas dunia ditenggarai turut andil dalam pembentukan inflasi Kota Manado.

Berdasarkan kelompoknya, kenaikan inflasi kelompok bahan makanan dan sandang merupakan faktor utama meningkatnya tekanan inflasi pada periode laporan. Angka inflasi kelompok bahan makanan naik cukup tinggi dari 6,39% (yoy) pada triwulan II-2010 menjadi 18,14% (yoy) pada periode laporan. Meningkatnya harga bumbu-bumbuan, beras lokal premium dan daging sapi menyebabkan inflasi sub kelompok makanan meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya. Sementara, inflasi kelompok sandang meningkat tipis dari 6,84% pada triwulan II 2010 menjadi 7,02% pada periode laporan. Kenaikan inflasi tersebut mendorong kenaikan andil inflasi pada masing-masing kelompok, sehingga inflasi tahunan Kota Manado naik cukup tinggi pada periode laporan.

2.1.2 INFLASI TRIWULANAN (qtq)

Searah dengan inflasi tahunan, tekanan inflasi Kota Manado selama triwulan III-2010 cenderung meningkat bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan, inflasi Kota Manado pada triwulan III-2010 tercatat 3,81% (qtq), jauh lebih tinggi dibandingkan Triwulan II-2010 yang tercatat sebesar 0,2% (qtq), dan dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat 0,74% (qtq).

Sama halnya dengan inflasi tahunan, inflasi secara triwulanan terutama disumbangkan oleh kelompok bahan makanan 11,98% (qtq) dan sandang 1,09% (qtq). Permasalahan meningkat tajamnya harga cabai merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya inflasi pada kelompok bahan makanan. Peningkatan permintaan komoditas ini pada saat perayaan Idul Fitri tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup. Pasokan cabai dari Gorontalo masih rendah, sementara produksi lokal tidak optimal akibat serangan hama busuk buah dan layu batang serta faktor cuaca yang tidak menentu.

Tabel 2.1.

Inflasi Tahunan Kota Manado Menurut Kelompok Barang dan Jasa (%)

39 Grafik 2.4.

Inflasi dan Andil Inflasi Kota Manado Menurut Kelompok Barang & Jasa Juli 2010 Grafik 2.3.

Laju Inflasi Kota Manado vs Nasional (mtm)

2.1.3 INFLASI BULANAN (mtm)

Secara bulanan, inflasi Kota Manado sepanjang triwulan III-2010 cenderung turun. Pada Bulan Juli 2010, Kota Manado mencatat inflasi sebesar 2,1 % (mtm) , kemudian mengalami penurunan pada Agustus 2010 menjadi 1,22% (mtm) dan pada September 2010 Kota Manado kembali mengalami penurunan tingkat inflasi sehingga tercatat menjadi 0,45% (mtm).

JULI 2010

merah, daging ayam ras, cabe merah, dan tude. Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara, diolah

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara , diolah

Tabel 2.2.

Inflasi Triwulanan Kota Manado Menurut Kelompok Barang dan Jasa (%)

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara , diolah

Kota Manado pada Juli 2010 mengalami inflasi sebesar 2,1% (mtm). Inflasi Kota Manado selama Juli 2010, terutama disumbangkan oleh kelompok bahan makanan yang tercatat sebesar 7,03% (mtm).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Juli 2010 antara lain cabe rawit, beras, bawang putih, bawang merah dan gula pasir.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cakalang, tomat sayur, daun bawang, minyak goreng, terong panjang, jagung manis, dan sawi hijau. Secara tahunan, laju inflasi Kota Manado pada Juli 2010 tercatat 5,92% (yoy).

 AGUSTUS 2010

Angka inflasi Kota Manado pada Agustus 2010 tercatat 1,22% (mtm). Inflasi terutama terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,95% (mt m) dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,81% (mtm). Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,01% (mtm), dan kelompok transpor komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,14% (mtm).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Agustus 2010 antara lain cabe rawit, beras,daging ayam ras, cabe merah, telur ayam ras, tude, cakalang, mujair, dan gula pasir. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bawang putih, bawang merah, daun bawang,tomat sayur, lemon cina, dan jahe. Secara tahunan, laju inflasi Kota Manado pada Agustus 2010 tercatat 6,52% (yoy).

 SEPTEMBER 2010

Pada akhir triwulan III 2010, laju perkembangan harga barang dan jasa secara umum masih menunjukkan peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan apabila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Tercatat Kota Manado pada September 2010 mengalami inflasi sebesar 0,45% (mtm) sedikit lebih tinggi dibandingkan laju inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,44% (mtm). Inflasi terutama terjadi pada kelompok sandang sebesar 1,06% (mtm), kelompok bahan makanan sebesar 0,64 % (mtm) dan

Grafik 2.5.

Inflasi dan Andil Inflasi Kota Manado Menurut Kelompok Barang dan Jasa Agustus 2010

Sumber: BPS SulawesiUtara , diolah.

Grafik 2.6.

Inflasi dan Andil Inflasi Kota Manado Menurut Kelompok Barang dan Jasa September 2010

41 kelompok transpor komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,63% (mtm). Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga tetap atau tidak mengalami perubahan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama September 2010 antara lain cabe rawit, daging babi, daun bawang, mujair, cakalang, tomat sayur, malalugis, angkutan udara dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, gula pasir, anggur, nike, kentang, dan telepon seluler.

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 38-42)