• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

3. Perkembangan PDRB Jawa Tengah

Kondisi perekonomian nasional yang semakin membaik ini ternyata juga berdampak positif di tingkat daerah khususnya provinsi Jawa Tengah. Bersamaan dengan membaiknya indikator-indikator makro-moneter seperti nilai tukar, inflasi dan suku bunga, perekonomian Jawa Tengah pada Tahun 2007 secara umum masih mengindikasikan berlangsungnya proses pemulihan ekonomi.

Produk domestik regional bruto (PDRB) merupakan salah satu cerminan dari tingkat kesejahteraan masyarakat suatu wilayah. Semakin besar PDRB suatu wilayah maka semakin tinggi tingkat kemajuan pembangunan di wilayah tersebut.

produksi yang dinilai atas harga tetap tahun tertentu. Sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku adalah nilai produksi yang dinilai sesuai dengan harga yang berlaku pada tahun bersangkutan. Angka perhitungan PDRB, khususnya perhitungan atas dasar harga konstan dapat dijadikan dasar perhitungan laju pertumbuhan ekonomi. (Dumairy,1997: 49)

Tabel 4.4. Nilai PDRB Jawa Tengah atas dasar harga konstan dan harga berlaku tahun 1983-2008

Sumber : BPS (Jawa Tengah Dalam Angka Tahun Beberapa Edisi, diolah)

Tahun PDRB Pertumbuhan PDRB Pertumbuhan

Harga ( % ) Harga ( % ) berlaku konstan 1983 7.279.078.120.000 - 16.689.188.054.956 - 1984 8.486.001.980.000 16,58 17.998.253.028.759 7,84 1985 9.284.589.420.000 9,41 19.088.138.275.367 6,05 1986 11.492.261.660.000 23,77 20.705.732.149.550 8,47 1987 13.553.745.270.000 17,93 21.686.498.746.380 4,73 1988 16.422.805.510.000 21,16 22.962.147.807.075 5,88 1989 18.692.151.220.000 13,81 25.998.075.028.620 13,22 1990 21.689.283.140.000 16,03 27.817.366.940.104 6,99 1991 25.980.442.640.000 19,78 29.808.551.494.476 7,15 1992 30.200.680.970.000 16,24 32.026.353.386.782 7,44 1993 33.978.909.160.000 12,51 33.978.909.160.000 6,09 1994 39.303.565.490.000 15,67 36.345.174.480.000 6,96 1995 46.586.032.910.000 18,52 39.013.952.640.000 7,34 1996 52.505.360.630.000 12,70 41.862.203.720.000 7,30 1997 60.296.426.870.000 14,83 43.129.838.900.000 3,02 1998 84.227.031.450.000 39,68 38.065.273.350.000 -11,74 1999 101.509.193.760.000 20,51 39.394.513.740.000 3,49 2000 117.782.925.190.000 16,03 40.941.667.090.000 3,92 2001 136.131.480.160.000 15,57 42.305.176.400.000 3,33 2002 156.418.300.460.000 14,90 43.775.693.080.000 3,47 2003 171.881.877.040.000 9,88 45.955.936.769.977 4,98 2004 193.435.263.050.000 12,53 48.312.469.564.592 5,12 2005 234.435.323.310.000 21,19 50.895.971.099.949 5,34 2006 281.996.709.110.000 20,28 53.611.149.691.773 5,33 2007 312.428.807.090.000 10,79 56.609.592.172.888 5,59 2008 362,938,708,250,000 16,16 59.697.877.306.368 5,45

Dari tabel 4.4 diatas digambarkan tentang perkembangan PDRB atas dasar harga konstan dan atas dasar harga berlaku dimana perkembangannya mengalami fluktuasi. Dilihat atas dasar harga konstan selama periode penelitian, rata-rata perkembangan PDRB adalah sebesar 5,31 % per tahun. Namun demikian, jika dicermati perkembangan tiap tahunnya menunjukkan variasi yang berbeda. Hal ini nampak pada perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1989 sebesar 13,22 %, sedangkan perkembangan terkecil terjadi pada tahun 1998 yang mengalami penurunan hingga minus 11,74% dari tahun sebelumnya. Sedangkan bila dilihat atas dasar harga berlaku selama periode penelitian, rata-rata perkembangan PDRB adalah sebesar 17,06 % per tahun. Namun demikian, jika diteliti perkembangan tiap tahunnya menunjukkan variasi yang berbeda. Hal ini nampak pada perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1998 sedesar 39,68 %, sedangkan perkembangan terkecil terjadi pada tahun 2003 sebesar 9,88 % dari tahun sebelumnya.

B. Analisis Data dan Pembahasan 1. Analisis Deskriptif Data

a. Perkembangan Nilai Produksi UMKM

Perkembangan nilai produksi UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan. Dari tabel 4.5 dibawah digambarkan tentang perkembangan perkembangan nilai produksi

UMKM selama kurun waktu tersebut, nampak bahwa rata-rata perkembangannya sebesar -2,53 % per tahun. Namun demikian, bila ditelusuri perkembangan setiap tahunnya menunjukkan variasi yang berbeda. Hal ini nampak bahwa perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1984 sebesar 16,19%, sedangkan perkembangan terkecil terjadi pada tahun 1998 yang hanya sebesar -60,34% dari tahun sebelumnya. Perkembangan nilai produksi UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5.

Perkembangan Nilai Produksi UMKM Tahun 1983-2008

Tahun Nilai Produksi UMKM Pertumbuhan (%) Tahun Nilai Produksi UMKM Pertumbuhan (%) 1983 11.748.394 - 1996 4.854.085 7,28 1984 13.650.790 16,19 1997 5.129.185 5,66 1985 15.414.140 12,91 1998 5.108.865 -0,39 1986 16.189.702 5,03 1999 5.125.488 0,32 1987 18.139.858 12,04 2000 5.222.817 1,89 1988 18.450.213 1,71 2001 3.085.859 -40,91 1989 18.692.347 1,31 2002 3.056.692 -0,94 1990 19.221.745 2,83 2003 3.071.139 0,47 1991 19.502.560 1,46 2004 3.076.218 0,16 1992 9.885.626 -49,31 2005 3.120.930 1,45 1993 3.919.811 -60,34 2006 3.160.490 1,26 1994 4.107.170 4,77 2007 3.186.986 0,83 1995 4.524.608 10,16 2008 3.213.709 0,83

Sumber : BPS (Jawa Tengah Dalam Angka Tahun Beberapa Edisi, diolah )

Nilai produksi UMKM di Jawa Tengah sempat mengalami penurunan cukup drastis ketika pada sebelum terjadi krisis dimana ditunjukkan dengan nilai minus, tetapi pada saat pasca krisis nilai produksi UMKM mulai merambat naik dan mulai stabil walaupun juga masih sempat mengalami berbagai goncangan bahkan kembali

mencapai nilai minus. Tetapi secara keseluruhan perkembangannya positif, hal ini terjadi karena perekonomian di Indonesia mulai berangsur membaik yang dampaknya juga mempengaruhi PDRB setiap daerah. Perkembangan nilai produksi ini tidak bisa lepas dari segi permodalan dimana dengan semakin banyak modal maupun investasi yang tersedia maka nilai produksi juga akan mengalami peningkatan.

b. Perkembangan Nilai Investasi UMKM

Perkembangan nilai investasi UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan. Dari tabel 4.6 dibawah digambarkan tentang perkembangan nilai investasi UMKM selama kurun waktu 1983-2008. Dilihat dari nilai investasi UMKM selama kurun waktu tersebut, nampak bahwa rata-rata perkembangannya sebesar 14,55% per tahun. Namun demikian, bila dicermati perkembangan setiap tahunnya menunjukkan variasi yang berbeda. Hal ini nampak bahwa perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1993 yang melebihi 100% yaitu sebesar 251%, sedangkan perkembangan terkecil terjadi pada tahun 2002 yang hanya sebesar -0,002% dari tahun sebelumnya. Perkembangan nilai investasi UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6.

Perkembangan Nilai Investasi UMKM Tahun 1983-2008

Tahun Nilai Investasi UMKM Pertumbuhan (%) Tahun Nilai Investasi UMKM Pertumbuhan (%) 1983 143.743 - 1996 887.174 7,26 1984 157.217 9,37 1997 918.944 3,58 1985 159.453 1,42 1998 959.625 4,42 1986 162.041 1,62 1999 1.007.363 4,97 1987 166.203 2,56 2000 1.077.540 6,96 1988 168.170 1,18 2001 1.133.933 5,23 1989 171.359 1,89 2002 1.133.903 -0,002 1990 181.916 6,16 2003 1.193.664 5,27 1991 195.558 7,49 2004 1.207.559 1,16 1992 210.700 7,74 2005 1.374.872 13,85 1993 739.623 251 2006 1.408.153 2,42 1994 780.877 5,57 2007 1.486.512 5,56 1995 827.090 5,91 2008 1.504.281 1,19

Sumber : BPS (Jawa Tengah Dalam Angka Tahun Beberapa Edisi,diolah)

Pada saat sebelum krisis nilai investasi UMKM nilainya masih stabil bahkan sempat melampaui batas 100% karena kondisi perekonomian masih stabil. Namun dengan adanya krisis ekonomi, investasi mulai turun dikarenakan adanya kondisi perekonomian dan politik yang tidak stabil sekaligus terjadi krisis kepercayaan yang menyebabkan investor takut menanamkan modalnya. Tetapi dalam keadaan tersebut investasi UMKM tetap berjalan meskipun tidak signifikan, ini karena UMKM dinilai mampu bersaing dalam keadaan krisis sehingga investor berani menanamkan modalnya untuk sektor UMKM.

c. Perkembangan Jumlah UMKM

Perkembangan jumlah UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan. Dari tabel 4.7 dibawah digambarkan tentang perkembangan jumlah UMKM selama kurun waktu 1983-2008. Dilihat dari jumlah UMKM selama kurun waktu tersebut, nampak bahwa rata-rata perkembangannya sebesar 0,50% per tahun. Namun demikian, bila ditelusuri perkembangan setiap tahunnya menunjukkan variasi yang berbeda. Hal ini nampak bahwa perkembangan terbesar terjadi pada tahun 1985 sebesar 1,68%, sedangkan perkembangan terkecil terjadi pada tahun 2002 yang hanya sebesar 0,003% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan jumlah UMKM di Jawa Tengah dari tahun ke tahun tidak mengalami penurunan meskipun terjadi pada saat krisis, ini terjadi karena UMKM tidak mempergunakan banyak modal untuk menjalankan proses usahanya. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar yang mempergunakan modal yang relatif besar sehingga pada saat terjadi krisis ekonomi banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengalami kebangkrutan atau gulung tikar. Disisi lain, UMKM justru mengalami peningkatan karena dianggap mampu bersaing serta dapat dikatakan bahwa UMKM tidak terkena imbas langsung dari adanya krisis ekonomi. Perkembangan jumlah UMKM di Jawa Tengah selama periode penelitian dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut

Tabel 4.7.

Perkembangan Jumlah UMKM Tahun 1983-2008

Sumber : BPS (Jawa Tengah Dalam Angka Tahun Beberapa Edisi, diolah )

Dokumen terkait