• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN APBD PROVINSI

2.2.1. Realisasi Anggaran Pendapatan

Pendapatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara hingga periode laporan terealisasi sebesar Rp2,18 triliun atau 53,99 % dari total anggaran APBD 2019 (Tabel 2.1). Capaian tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,89 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sultra yang tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Sumber pendapatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2019 didominasi oleh pendapatan transfer atau dana perimbangan (Daper). Pangsa Daper tercatat 75,5%, lebih rendah dibandingkan tahun 2018 (yoy) yang sebesar 81,9%. Kondisi ini mengindikasikan kemandirian fiskal pemerintah provinsi yang lebih besar dari periode sebelumnya.

Lebih jauh, jika dibandingkan dengan target APBD, maka realisasi Daper mencapai 54,0%, relatif meningkat dibandingkan realisasi tahun 2018 sebesar 50,42%. Peningkatan Daper tersebut

ditopang oleh realisasi dana alokasi umum sebesar 58,33% dan dana alokasi khusus sebesar 50,02%.

Sementara itu, realisasi PAD Sulawesi Tenggara pada triwulan II tercatat sebesar Rp 532,09 miliar atau 58,78%, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 53,85%.

Peningkatan tersebut berasal dari retribusi daerah sebesar 62,2%, jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 54,59%. Hal ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang mencapai 300%.

Di sisi lain, realisasi PAD meningkat sebesar Rp106,64 miliar menjadi Rp532,09 miliar atau tumbuh sebesar 125,1% (yoy), sejalan dengan tingginya pembelian kendaraan bermotor akibat ekspansi taksi online yang secara masif berkembang sejak akhir tahun 2018.

2.2.2. Realisasi Anggaran Belanja

Meskipun realisasi pendapatan mengalami peningkatan, namun realisasi belanja APBD Provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan II justru mengalami penurunan. Realisasi belanja Tabel 2.1 Perbandingan Pencapaian Penyerapan Pendapatan Pemprov Sulawesi Tenggara Pada Triwulan II

Keterangan: Anggaran dan Realisasi dalam Miliar Rupiah

Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, diolah

Anggaran Realisasi Serap (%) Anggaran Realisasi Serap (%)

PENDAPATAN 3,521.77 1,888.24 53.62 4,029.40 2,175.30 53.99 PENDAPATAN ASLI DAERAH 790.11 425.44 53.85 905.24 532.09 58.78 Pendapatan Pajak Daerah 603.80 297.96 49.35 706.10 369.64 52.35 Hasil Retribusi Daerah 16.75 9.15 54.59 14.44 8.98 62.20 Hasil Pengelolaan yang Dipisahkan 46.10 46.71 101.34 46.10 56.03 121.55 Lain-lain PAD 123.46 71.63 58.02 138.60 97.44 70.30 PENDAPATAN TRANSFER 2,901.37 1,462.80 50.42 3,043.03 1,643.21 54.00 Transfer Pemerintah Pusat 2,884.87 1,454.55 50.42 3,030.53 1,636.96 54.02 Dana Bagi Hasil Pajak 57.71 20.03 34.71 50.16 17.62 35.14 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak 37.12 15.80 42.56 110.11 49.48 44.93 Dana Alokasi Umum 1,575.96 919.31 58.33 1,614.49 941.78 58.33 Dana Alokasi Khusus 1,214.08 499.40 41.13 1,255.77 628.08 50.02 Transfer Pemerintah Pusat Lainnya 16.50 8.25 50.00 12.50 6.25 50.00 Dana Otonomi Khusus 16.50 - - 12.49 6.25 50.02 Dana Penyesuaian - - - 81.13 - -LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH - - - 81.13 - -Pendapatan Hibah - - - 81.13 - -Pendapatan Dana Darurat - - - - - -Pendapatan Lainnya - - - - -

-U R A I A N

APBD 2018 APBD 2019

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun triwulan laporan tercatat 25,7% atau sebesar Rp1,09 triliun (Tabel 2.2). Capaian ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 35,1% atau dalam nominal sebesar Rp1,40 triliun. Penurunan tersebut berasal dari penyerapan belanja operasi dan belanja modal.

Pada triwulan II tahun 2019, realisasi belanja operasi sebesar Rp845,87 miliar atau 32,0% dari target APBD. Penurunan penyerapan yang signifikan terjadi pada pos belanja hibah. Belanja hibah menurun dengan terealisasi sebesar 17,7%

atau Rp93,50 miliar dibandingkan periode yang sama sebesar 69,2% atau Rp482,32 miliar di Tabel 2.2 Perbandingan Pencapaian Penyerapan Belanja Pemprov Sulawesi Tenggara Pada Triwulan II

Keterangan: Anggaran dan Realisasi dalam Miliar Rupiah

Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, diolah

Tabel 2.3 Perbandingan Pencapaian Penyerapan Pendapatan dan Belanja APBD per Kabupaten/Kota pada Triwulan II 2019

Keterangan: Pagu dan Realisasi dalam Miliar Rupiah

Sumber: Tim Evaliasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran, diolah

Anggaran Realisasi Serap (%) Anggaran Realisasi Serap (%)

BELANJA 3,980.34 1,395.04 35.05 4,245.33 1,092.01 25.72 BELANJA OPERASI 2,685.05 1,169.78 43.57 2,643.21 845.87 32.00 Belanja Pegawai 1,361.87 567.07 41.64 1,503.14 601.75 40.03 Belanja Barang 580.28 102.23 17.62 588.39 143.62 24.41 Belanja Bunga 6.60 3.79 57.48 2.71 1.83 67.62 Belanja Hibah 697.27 482.32 69.17 528.56 93.50 17.69 Belanja Bantuan Keuangan 39.03 14.36 36.80 20.40 5.16 25.30 BELANJA MODAL 885.67 115.08 12.99 1,247.60 97.74 7.83 Belanja Tanah 2.20 - - 3.34 2.55 76.25 Belanja Peralatan dan Mesin 204.11 39.45 19.33 161.20 18.95 11.76 Belanja Bangunan dan Gedung 336.74 60.69 18.02 519.24 43.10 8.30 Belanja Jalan, irigasi & Jaringan 311.36 0.16 0.05 556.23 33.15 5.96 Belanja Aset Tetap Lainnya 31.26 - 7.60 - -BELANJA TIDAK TERDUGA 25.90 - - 18.29 - -Belanja Tak Terduga 25.90 - - 18.29 - -TRANSFER 384.72 110.18 28.64 336.23 148.39 44.13 Transfer Bagi hasil ke Kab/Kota 384.72 110.18 28.64 336.23 148.39 44.13

APBD 2019 U R A I A N

APBD 2018

% % %

Realisasi Realisasi Realisasi

Kendari 1,315.36 550.36 41.84% 1,708.13 446.51 26.14% 1,810.83 405.26 22.38%

Konawe 1,636.15 526.21 32.16% 1,585.94 473.40 29.85% 1,732.19 403.43 23.29%

Konawe Selatan 1,362.14 580.12 42.59% 1,607.86 411.13 25.57% 1,613.16 457.33 28.35%

Konawe Utara 754.14 356.08 47.22% 790.76 327.53 41.42% 872.54 321.35 36.83%

Konawe Kepulauan 604.28 187.26 30.99% 571.45 104.18 18.23% 587.17 153.78 26.19%

Kolaka 1,166.74 435.60 37.34% 1,176.35 408.90 34.76% 1,308.68 375.07 28.66%

Kolaka Utara 799.68 345.09 43.15% 855.25 317.64 37.14% 889.10 321.32 36.14%

Kolaka Timur 632.47 290.36 45.91% 676.51 257.82 38.11% 727.99 223.57 30.71%

Bombana 889.64 334.84 37.64% 877.92 240.37 27.38% 1,198.37 306.78 25.60%

Bau-Bau 969.54 115.77 11.94% 844.41 193.12 22.87% 957.48 73.63 7.69%

Buton 798.79 218.86 27.40% 856.93 201.21 23.48% 758.47 203.42 26.82%

Buton Utara 616.19 214.15 34.75% 640.42 167.79 26.20% 657.06 132.79 20.21%

Buton Tengah 656.29 137.26 20.91% 652.37 93.16 14.28% 644.89 136.07 21.10%

Buton Selatan 575.63 210.98 36.65% 580.41 156.07 26.89% 598.48 163.63 27.34%

Muna 1,088.53 313.58 28.81% 1,200.99 303.97 25.31% 1,316.93 292.10 22.18%

Muna Barat 716.28 75.36 10.52% 672.84 128.58 19.11% 874.14 206.65 23.64%

Wakatobi 736.07 302.32 41.07% 830.77 243.58 29.32% 911.89 211.19 23.16%

Seluruh Kab/Kota 15,317.92 5,194.20 33.91% 16,129.31 4,474.95 27.74% 17,459.37 4,387.37 25.13%

Jenis

Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019

Pagu Realisasi Pagu Realisasi Pagu Realisasi

barang justru mengalami peningkatan menjadi 24,4% dari target atau sebesar Rp143,62 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama sebesar 17,6%.

Lebih jauh, realisasi belanja modal pada triwulan II tahun 2019 menunjukkan kinerja menurun dengan tingkat realisasi sebesar 7,8% atau senilai Rp97,74 miliar. Kondisi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang dapat terealisasi sebesar 13,0%. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya komponen belanja peralatan dan mesin dari sebelumnya 19,3% menjadi 11,8%.

Penurunan ini juga terjadi pada komponen belanja bangunan dan gedung menjadi 8,3% dari sebelumnya 18,0%, hal ini dikarenakan oleh terhambatnya proyek pembangunan pemerintah pasca kegiatan pesta demokrasi di periode yang sama. Namun sebaliknya, perkembangan positif terjadi pada komponen belanja jalan, irigasi dan jaringan yang realisasinya menjadi 6,0%, dari sebelumnya 0,1%. Hal ini didukung oleh intensitas pembangunan dari jalan mau pun jembatan yang rusak akibat bencana banjir yang melanda Sulawesi Tenggara. Berdasarkan pangsa terhadap realisasi belanja modal, terbesar berupa belanja bangunan dan gedung (44,1%), diikuti oleh belanja jalan, irigasi dan jaringan (33,9%), belanja peralatan dan mesin (19,4%) dan belanja tanah (2,6%).

2.2.3. Realisasi Anggaran Kabupaten/Kota

Berdasarkan data dari Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA), pada tahun 2019 porsi anggaran APBD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kabupaten/kota pada tahun 2019 naik 8,3% (yoy) menjadi Rp17,46 triliun. Di sisi lain, realisasi anggaran pada periode triwulan II sebesar Rp4,39 triliun atau 25,1% turun dari tahun sebelumnya sebesar 27,7%. Ditinjau dari per kabupaten/kota realisasi anggaran 5 terbesar yaitu kabupaten Konawe Utara Rp321,35 miliar (36,8%) Kabupaten Kolaka Utara Rp321,32 miliar (36,1%), Kabupaten Kolaka Timur Rp223,57 miliar (30,7%), Kabupaten Kolaka Rp375,07 miliar (28,7%), dan Kabupaten Konawe Selatan Rp457,33 miliar (28,4%). Disamping itu, beberapa kabupaten menunjukkan peningkatan penyerapan dibanding triwulan II 2018, yaitu Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan dan Muna Barat (Tabel 2.3).

Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Daerah (LKPP), kinerja keuangan per bulan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara hingga triwulan II 2019 relatif kurang baik, diindikasikan dengan realisasi keuangan Pemprov Sultra mencapai 27,9% di bawah target 62,5% (Grafik 2.3). Capaian ini lebih rendah dibandingkan realisasi pada triwulan II 2018 yang tercatat sebesar 39,3%. Sementara itu, kondisi penyelesaian fisik mencapai 37,9%, di bawah target yaitu sebesar 58,4% (Grafik 2.4).

Sumber: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa , diolah Sumber: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa , diolah Grafik 2.3 Perkembangan Kondisi Keuangan Antara Realisasi

dan Target Bulanan APBD Sulawesi Tenggara

Grafik 2.4 Perkembangan Penyelesaian Fisik Pengadaan APBD Sulawesi Tenggara

Pencapaian tersebut juga lebih rendah jika dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 39,65%.

2.3. PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN