• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN APBD PROVINSI

2016 hanya mampu terealisasi sebesar 86,4%, setelah pada periode tahun sebelumnya tercatat sebesar 93,2%

2.2. PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN APBD PROVINSI

G AN RE G IO N AL PRO VI N SI SUL A WE SI T EN G G ARA FE BR UARI 20 17

2.1. STRUKTUR ANGGARAN APBD TAHUN 2016

Anggaran pendapatan dan belanja pada APBD 2016 meningkat dibandingkan tahun 2015. Anggaran pendapatan meningkat menjadi Rp 2,47 triliun atau naik 9,7% dibanding tahun 2015. Begitu pula dengan anggaran belanja yang meningkat menjadi Rp 2,30 triliun atau naik sebesar 22,7%.

Dari sisi pendapatan, peningkatan anggaran pendapatan tersebut terjadi pada anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pendapatan transfer. PAD Sulawesi Tenggara pada tahun 2016 ditargetkan mencapai Rp638,18 miliar atau meningkat 20,9% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk pendapatan transfer pada tahun 2016 ditargetkan mencapai Rp1,83 triliun atau meningkat 5,5% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu dari sisi belanja, peningkatan anggaran belanja pada tahun 2016 didorong oleh meningkatnya anggaran belanja modal maupun belanja operasi. Pada tahun 2016 anggaran belanja modal mencapai Rp832,42 miliar atau meningkat sebesar 40,5% jika

dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur di Sulawesi Tenggara. Sedangkan untuk anggaran belanja operasional pada tahun 2016 mencapai Rp1,68 triliun atau meningkat sebesar 16,7% dibandingkan tahun lalu. Secara historis, APBD Provinsi Sulawesi Tenggara selalu mencatatkan defisit sejak tahun 2010. Bahkan pada APBD tahun 2016, defisit anggaran tercatat lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya. Defisit APBD tahun 2016 adalah sebesar Rp349,43 atau meningkat sebanyak Rp84,34 miliar dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp306,09 miliar.

2.2. PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN APBD PROVINSI

2.2.1. Realisasi Anggaran Pendapatan

Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap anggaran yang disediakan pada tahun 2016 relatif lebih tinggi jika dibandingkan realisasi pendapatan pemerintah daerah di periode yang sama tahun

Sumber: BPKAD Prov. Sultra, diolah Sumber: BPKAD Prov. Sultra, diolah Grafik 2.1 Perkembangan Tahunan Anggaran

Pendapatan Provinsi Sulawesi Tenggara

Grafik 2.2 Perkembangan Tahunan Anggaran Belanja Provinsi Sulawesi Tenggara

2.474 10 0 5 10 15 20 25 30 35 40 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Pendapatan Growth Pendapatan

2.823 17 0 5 10 15 20 25 30 35 40 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

KAJ IAN E KO N O M I & KE U AN G AN RE G IO N AL PRO VI N SI SUL A WE SI T EN G G ARA FE BR UARI 20 17

sebelumnya. Pendapatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di akhir tahun 2016 terealisasi melebihi target yang yakni senilai Rp2,79 triliun, atau sebesar 113,6% dari target total pendapatan dalam APBD 2016. Angka serapan tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun 2015 yang tercatat sebesar 109,5% dari target dalam APBD tahun 2015 atau sebesar Rp2,47 triliun. Realisasi pendapatan pada tahun 2016 tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata realisasi pendapatan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 100,6%. Peningkatan realisasi tersebut disebabkan oleh adanya penurunan target pendapatan dalam APBD Perubahan 2016.

Sumber utama pendapatan daerah Sulawesi Tenggara berasal dari pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan (Daper). Pangsa PAD Sulawesi Tenggara menurun menjadi 26,6% dari sebelumnya 27,0% pada

tahun 2015. Penurunan ini mengindikasikan menurunnya kemandirian fiskal pemerintah provinsi. Sementara itu, pangsa Daper meningkat menjadi 72,8% pada tahun 2016 dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 56,0%.

Realisasi Dana Perimbangan pada tahun 2016 tercatat mampu mencapai 111,9% dari total target dalam APBD tahun 2016 atau sebesar Rp2,03 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun 2015, realisasi pendapatan hanya sebesar 103,8% dari total target pendapatan transfer tahun 2015 atau senilai Rp1,38 triliun. Berdasarkan komponennya, sumber pendapatan utama pemerintah Sulawesi Tenggara adalah berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan pangsa sebesar 58,9% dari total Daper, diikuti oleh Dana Alokasi Khusus/DAK (36,3%) dan Dana Bagi Hasil/DBH 4,8%. Berbeda dengan pola historisnya yang selalu stabil, realisasi DAU pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau sebesar

Tabel 2.1 Perbandingan Pencapaian Penyerapan Pendapatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, diolah Anggaran Realisasi

(Miliar Rp) Serap (%) Anggaran

Realisasi

(Miliar Rp) Serap (%) Anggaran

Realisasi

(Miliar Rp) Serap (%)

PENDAPATAN 2.136,55 2.178,20 101,95 2.342,79 2.471,39 105,49 2.474,02 2.798,17 113,10 PENDAPATAN ASLI DAERAH 570,19 555,24 97,38 539,90 667,08 123,56 638,18 744,75 116,70

Pendapatan Pajak Daerah 467,50 413,20 88,39 415,49 516,47 124,31 500,31 575,42 115,01 Hasil Retribusi Daerah 23,04 18,29 79,38 16,67 17,73 106,38 10,88 13,39 123,04 Hasil Pengelolaan yang Dipisahkan 24,00 23,32 97,15 23,45 22,65 96,60 23,45 24,27 103,49 Lain-lain PAD 55,65 100,43 180,47 84,30 110,23 130,76 103,54 131,68 127,18

PENDAPATAN TRANSFER 1.526,47 1.549,73 101,52 1.785,51 1.786,93 100,08 1.825,36 2.042,10 111,87 Transfer Pemerintah Pusat 1.212,20 1.236,02 101,96 1.383,88 1.383,85 100,00 1.820,36 2.037,10 111,91

Dana Bagi Hasil Pajak 60,04 62,48 104,06 66,42 47,46 71,46 58,87 60,57 102,87 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak 39,77 61,15 153,76 54,64 73,57 134,64 34,53 37,09 107,40 Dana Alokasi Umum 1.053,64 1.053,64 100,00 1.176,42 1.176,42 100,00 983,24 1.200,63 122,11 Dana Alokasi Khusus 58,75 58,75 100,00 86,40 86,40 100,00 743,71 738,81 99,34

Transfer Pemerintah Pusat Lainnya 314,27 235,28 74,86 401,63 403,08 100,36 5,00 5,00 100,00

Dana Penyesuaian 314,27 313,71 99,82 401,63 403,08 100,36 5,00 5,00 100,00

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH 39,89 73,23 183,60 17,38 17,38 100,00 10,47 11,32 108,11

Pendapatan Hibah 39,89 39,89 100,00 17,38 17,38 100,00 10,47 11,32 108,11 Pendapatan Dana Darurat - - - - - - - - -Pendapatan Lainnya - 33,35 - - - - - -

-U R A I A N

KA JI AN E KON OM I & KE U ANGAN RE GI ON AL PRO VI N SI SUL A WE SI T EN G G ARA FE BR UARI 20 17

122,11%, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 100%. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan alokasi DAU pada APBD perubahan 2016 serta adanya pembayaran transfer dari pemerintah pusat yang sempat tertunda.

Sementara untuk realisasi PAD Sulawesi Tenggara pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp774,8 miliar atau mencapai 116,7%, menurun dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang mampu mencapai 129,1%. Sumber utama PAD Sulawesi Tenggara berasal dari komponen pajak daerah, dengan peran 77,3% dari total PAD, diikuti oleh lain-lain PAD yang sah (17,7%), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (3,3%) dan sisanya adalah retribusi daerah (1,8%).

Adapun pajak daerah yang dipungut oleh provinsi diantaranya adalah pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak rokok. Sementara untuk realisasi hasil pengeloaan yang dipisahkan juga sudah mencapai 103,5% dari target. Pos

pendapatan ini berasal dari badan usaha milik daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lebih lanjut, komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah tercatat mengalami peningakatan. Pada akhir tahun 2016, realisasi pos ini tercatat sebesar 100%, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 98,8%. Keseluruhan pendapatan tersebut berasal dari pos hibah.

2.2.2. Realisasi Anggaran Belanja

Berbeda dengan kinerja di sisi pendapatan, penyerapan anggaran belanja APBD Provinsi Sulawesi Tenggara pada akhir 2016 juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan realisasi anggaran tahun 2015. Realisasi belanja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada periode laporan mencapai 94,36% atau sebesar Rp2,7 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mampu merealisasikan anggaran sebesar 102,1%. Menurunnya persentase realisasi ini terutama didorong oleh penghematan yang dilakukan Pemrov Sultra.

Sumber: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa , diolah Sumber: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa , diolah Grafik 2.3 Perkembangan Kondisi Keuangan Antara

Realisasi dan Target Bulanan APBD Sulawesi Tenggara

Grafik 2.4 Perkembangan Penyelesaian Fisik Pengadaan Antara Realisasi dan Target Bulanan APBD Sulawesi Tenggara 0% 25% 50% 75% 100% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 2015 . 2016 Target Realisasi 0% 25% 50% 75% 100% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 2015 . 2016 Target Realisasi

KAJ IAN E KO N O M I & KE U AN G AN RE G IO N AL PRO VI N SI SUL A WE SI T EN G G ARA FE BR UARI 20 17

Penurunan tersebut terjadi pada realisasi belanja operasional maupun belanja modal. Realisasi belanja operasional mencapai 96,5% atau sebesar Rp1,6 triliun. Rendahnya pencapaian tersebut disebabkan oleh belum optimalnya realisasi belanja pegawai yang hanya mencapai 94,9% dan belanja barang yang hanya mencapai 99,4%.

Sedangkan, realisasi belanja modal pada periode laporan juga menunjukkan kinerja yang kurang maksimal dengan tingkat realisasi sebesar 90,3% atau senilai Rp751,9 miliar. Kondisi tersebut jauh menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang dapat mencapai 115,4%. Penurunan tersebut disebabkan oleh rendahnya realisasi belanja bangunan dan gedung yang mencapai 91,5% dan juga belanja jalan, irigasi dan jaringan yang hanya sebesar 89,4%. Pangsa kedua pos tersebut mencapai 90,4% dari total anggaran belanja modal.

Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Daerah (LKPP), kinerja keuangan per bulan untuk Provinsi Sulawesi Tenggara selama triwulan IV 2016 relatif rendah dibandingkan dengan target yang ditetapkan. Pada akhir tahun 2016, kondisi realisasi keuangan Pemprov Sultra baru mencapai 91,5% di bawah target 100%. Sementara itu kondisi penyelesaian fisik baru mencapai 90,7%, di bawah target yang selesai seluruhnya (100%). Namun pencapaian tersebut lebih tinggi jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya mencapai 88,2% untuk realisasi keuangan dan 79,6% untuk realisasi fisik. Sementara untuk proses pengadaan barang dan jasa hingga akhir tahun 2016 tercatat bahwa dari total aktivitas strategis yang terdiri dari 790 paket atau senilai Rp1,2 triliun, hanya sebanyak 70,0% yang berstatus provisional hand over

(PHO) atau telah di lakukan serah terima. Sedangkan yang sedang dalam tahap pelaksanaan mencapai 3,3%. Sementara untuk

Tabel 2.2 Perbandingan Pencapaian Penyerapan Belanja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara

Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, diolah Anggaran Realisasi

(Miliar Rp) Serap (%) Anggaran

Realisasi

(Miliar Rp) Serap (%) Anggaran

Realisasi (Miliar Rp) Serap (%) BELANJA 2.450,85 2.088,45 85,21 2.300,96 2.349,27 102,10 2.823,45 2.663,85 94,35 BELANJA OPERASI 1.453,54 1.331,74 91,62 1.445,49 1.448,44 100,20 1.686,18 1.627,61 96,53 Belanja Pegawai 576,08 517,03 89,75 593,62 546,98 92,14 624,16 592,46 94,92 Belanja Barang 406,15 362,83 89,33 313,54 374,40 119,41 406,27 384,02 94,52 Belanja Bunga 25,54 22,63 88,58 24,16 21,13 87,44 18,81 18,81 100,00 Belanja Hibah 326,75 324,56 99,33 412,99 419,57 101,59 582,64 579,24 99,42 Belanja Bantuan Keuangan 119,01 104,70 87,98 101,18 86,36 85,35 54,30 53,08 97,75

BELANJA MODAL 727,63 553,49 76,07 592,53 683,51 115,35 832,42 751,92 90,33

Belanja Tanah 42,35 26,00 61,39 21,81 32,08 147,10 14,30 11,84 82,79 Belanja Peralatan dan Mesin 49,46 38,40 77,64 51,72 52,58 101,66 64,34 59,86 93,03 Belanja Bangunan dan Gedung 198,61 160,07 80,59 185,48 160,15 86,35 293,89 268,98 91,52 Belanja Jalan, irigasi dan Jaringan 436,02 328,43 75,32 331,64 436,70 131,68 459,26 410,62 89,41 Belanja Aset Tetap Lainnya 1,17 0,59 50,27 1,89 2,00 105,95 0,64 0,62 97,84

BELANJA TIDAK TERDUGA 20,00 - - 38,03 - - 15,46 -

-Belanja Tak Terduga 20,00 - - 38,03 - - 15,46 -

-TRANSFER 249,68 203,22 81,39 224,91 217,33 96,63 289,39 284,33 98,25

Transfer Bagi hasil ke Kab/Kota 249,68 203,22 81,39 224,91 217,33 96,63 289,39 284,33 98,25 Bagi Hasil Pajak - - - - - - - -

-APBD 2015 APBD 2014

U R A I A N

KA JI AN E KON OM I & KE U ANGAN RE GI ON AL PRO VI N SI SUL

Dokumen terkait