BAB IV. HASIL PENELITIAN
C. Perkembangan Obyek Wisata Goa Tabuhan
3. Perkembangan Tahun 2005-2009
Obyek wisata Goa Tabuhan dari tahun ke tahun terus dibenahi dan dikembangkan. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan dikembangkan. Pengembangan obyek wisata Goa Tabuhan dilakukan dengan pembangunan-pembangunan, penambahan-penambahan baru, perawatan dan perbaikan sarana dan prasarana
Berikut ini perkembangan obyek wisata Goa Tabuhan dari tahun 2005-2009. Sejak tahun 2005 pihak Dinas Pariwisata melakukan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana yang telah ada. Tahun 2006 melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara fisik yang meliputi : memperbaiki jalan menuju goa, menambah sarana trasnportasi untuk menuju goa, dan juga membangun kios-kios baru untuk para pedagang dan mengadakan perbaikan terhadap bangunan yang sudah ada.
Pada tahun 2007 dan tahun 2008 anggaran difokuskan pada proyek peningkatan fasilitas obyek wisata Goa Tabuhan. Peningkatan fasilitas ini sama seperti tahun sebelumnya yaitu memperbaiki sarana-sarana yang telah rusak, pemeliharaan jalan, penambahan kios-kios para pedagang dan pengecatan kembali bangunan-bangunan yang sudah ada. Tahun 2007 adalah tahun dimana ditetapkan sebagai tahun terbanyak jumlah pengunjung ke obyek wisata Goa Tabuhan sebelum tahun-tahun sebelumnya, yakni mencapai 26.600 pengunjung.
Pada tahun 2008 pengembangan masih terfokus pada operasional pemeliharaan obyek wisata Goa Tabuhan. Pada tahun ini jumlah pengunjung yang datang ke obyek wisata Goa Tabuhan mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal itu dikarenakan adanya tsunami di Aceh dan gempa di DIY. Jumlah pengunjung menjadi 20.242 pengunjung saja, jauh dari pada tahun 2007. Tetapi pada tahun 2008 ini, di dalam obyek wisata Goa Tabuhan ditemukan beberapa kerangka manusia dan binatang dari jaman purba. Penemuan ini berdasarkan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
51
penelitian yang dilakukan oleh seorang arkeolog dari Perancis yang bernama Mr. Frans. Tidak hanya sampai disitu saja, penelitian juga berhasil menemukan kerangka manusia dan hewan purba di sebelah selatan Goa Tabuhan yaitu di Situs Song Terus dan Situs Song Keplek. Disitus Song Terus ditemukan kerangka hewan purba sedangkan di Song Keplek ditemukan kerangka manusia purba beserta perkakas rumah tangga pada jamannya. Penelitian terus dilakukan di dalam Goa Tabuhan, penelitian pertama dilakukan dengan menggali tanah sedalam 16 meter tetapi pada penelitian pertama ini tidak membuahkan hasil. Baru pada penelitian kedua dilakukan dengan menggali tanah sedalam 5 meter dan ditemukan kerangka hewan purba yang berupa sejenis dalam kelompok Mollusca (hewan lunak yang hidup di sungai atau laut ), beberapa batu-batuan yaitu batu Gendik dan Batu Rijang yang konon katanya bisa digunakan untuk membuat api. Kedua temuan tersebut merupakan sisa makanan dan alat perkakas rumah tangga manusia purba pada jaman dahulu. Hal ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Bapak Susilo (wawancara, 9 November 2010) berikut ini : Pada tahun 2008 pengembangan di obyek wisata Goa Tabuhan terus dilakukan. Pembangunan tetap difokuskan pada operasional dan pemeliharaan obyek wisata Goa Tabuhan. Selain itu didukung pula dengan penelitian yang dilakukan oleh seorang arkeolog berkebangsaan Perancis yang melakukan penelitannya di dalam dan di sekitar Goa Tabuhan. Penelitian dilakukan pada tahun 2008 pada tanggal 15 Juli-15 Agustus dan seterusnya akan dilakukan penelitian satu tahun sekali dan berlangsung selama satu bulan setiap tanggal tersebut.
”Dengan adanya penemuan kerangka manusia ataupun hewan purba di dalam dan disekitar Goa Tabuhan yaitu di Situs Song Terus dan Song Keplek maka akan menambah daya tarik pengunjung yang datang ke obyek wisata Goa Tabuhan ini, karena selain melihat keindahan di dalam goa juga sekaligus bisa belajar tentang sejarah purbakala”, terang Bapak Agus salah satu pengunjung obyek wisata Goa Tabuhan (wawancara, 19 Desember 2010).
Pada tahun 2009 pembangunan sarana Goa Tabuhan ditingkatkan dengan melebarkan jalan utama atau jalan besar menuju goa, diadakan penambalan
aspal-commit to user
aspal yang telah rusak karena guyuran air hujan ataupun karena seringnya dilalui kendaraan-kendaraan dengan beban berat. Selain pengembangan secara fisik, pemeliharaan dan operasional, pada tahun ini ada program khusus yaitu melakukan pembangunan Gapura depan. Gapura depan yang dimaksud adalah tempat untuk penjualan karcis atau tiket masuk. Selain itu juga sedang melakukan rencana pembangunan taman dan arena bermain. Dengan adanya pembangunan arena bermain ini diharapkan akan menambah minat pengunjung untuk datang ke obyek wisata Goa Tabuhan, khususnya bagi pengunjung anak-anak. Arena bermain yang rencananya akan dibangun pada saat ini merupakan arena bermain untuk semua kalangan. Artinya alat-alat bermain yang dibangun dapat dimanfaatkan bagi anak-anak dan orang dewasa. Tetapi sampai pada tahun 2010 ini rencana tersebut belum terealisasikan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Bapak Pamuji yang meyatakan bahwa pembangunan di obyek wisata Goa Tabuhan terus menerus dilakukan. Pembangunan dilakukan selain menambah sarana dan prasarana juga dilakukan untuk penunjang obyek wisata Goa Tabuhan. Jadi selain obyek wisata Goa Tabuhan sendiri kami punyai, kami juga akan memiliki obyek wisata bermain. Arena bermain ini bisa dipergunakan untuk semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Tetapi sampai pada tahun 2010 ini, rencana pembangunan tersebut belum terealisasikan (wawancara, 9 November 2010).
Pembangunan obyek wisata Goa Tabuhan terus dilakukan agar menjadi lebih baik. Diharapkan dengan adanya pembangunan dan perbaikan-perbaikan fasilitas yang ada, maka akan dapat menambah daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata Goa Tabuhan. Faktor yang lain yang dapat menambah keberhasilan dalam meningkatkan jumlah pengunjung ialah promosi. Oleh karena itu Dinas Pariwisata juga dengan giat melakukan promosi. Selain itu, kerjasama dengan masyarakat sekitar obyek wisata Goa Tabuhan juga merupakan salah satu penunjang keberhasilan peningkatan obyek wisata Goa Tabuhan. Masyarakat merupakan faktor penunjang dalam pembangunan obyek wisata. Oleh karena itu pemerintah juga memberikan perhatian dan pembinaan terhadap masyarakat sekitar.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
53
Masyarakat sekitar bisa mendapatkan keuntungan melalui usaha-usaha yang mereka jalankan. Semakin banyaknya jumlah pengunjung yang datang ke