• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN TEORI KOGNITIF PIAGET

Dalam dokumen Dinie Ratri Buku Ajar Perkemb Anak 2012 (Halaman 128-134)

PERKEMBANGAN ASPEK KOGNITIF PADA ANAK

A. PERKEMBANGAN TEORI KOGNITIF PIAGET

a. Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget, yaitu: 1) Sensorimotor Stage (Lahir-2 tahun)

Pada tahap ini, bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris melalui tindakan-tindakan motorik fisik. Ciri tahap ini, adalah:

i. Mulai menggunakan imitasi, memori & pikiran

ii. Mulai mengetahui objek tidak hilang (ketetapan benda/ object permanent)

- Ketetapan benda mengacu pada perkembangan kemampuan untuk memahami benda-benda dan peristiwa–peristiwa tetap ada walaupun bayi tidak lagi terlibat kontak dengan benda dari peristiwa itu.

- Cara yang ditempuh untuk mendapatkan pemahaman atas ketetapan benda pada bayi ialah dengan melihat reaksi seorang bayi ketika suatu benda atau peristiwa yang menarik perhatian dijauhkan dari bayi. Kalau bayi tidak memperlihatkan reaksi, itu dianggap mereka yakin benda itu tidak ada lagi. Sebaliknya

kalau bayi terheran-heran atas hilangnya benda itu dan mencari benda itu, hal ini berarti mereka yakin benda itu tetap ada.

iii. Dasar belajar atas sensasi dan gerakan yaitu gerakan-gerakan sudah bertujuan, adanya pengulangan perilaku, dan belajar berpikir sebab-akibat.

iv. Tahapannya mulai refleks tidak terkoordinasi menjadi pola teratur (lempar-tangkap bola, dorong sepeda)

Tahap sensorik–motorik dibagi menjadi enam subtahap, yaitu: a) Refleks sederhana (simple reflex)

Refleks sederhana merupakan suatu subtahap sensorik motorik pertama dari teori Piaget. Terjadi pada bulan pertama setelah kelahiran. Karakteristik pada subtahap ini yaitu alat dasar koordinasi sensasi dan aksi melalui perilaku refleksif. Bayi mengembangkan suatu kemampuan untuk menghasilkan perilaku yang menyerupai refleks dalam ketiadaan rangsang reflektif yang jelas. Contoh: bayi dalam tahap ini dapat langsung menghisap botol susu yang didekatkan pada mulut bayi.

b) Kebiasaan–kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer (first habits and primary circular reactions).

 Subtahap sensorik-motorik Piaget yang kedua ini tampak pada usia antara 1 dan 4 bulan. Karakteristik pada subtahap ini adalah bayi belajar mengorganisasikan sensasi dan tipe skema atau struktur, yaitu kebiasaan-kebiasaan dan reaksi sirkuler primer.

 Suatu kebiasaan ialah suatu skema yang didasarkan atas satu refleks yang sederhana. Contoh : Seorang bayi pada subtahap 1 akan menghisap bila secara oral dirangsang oleh suatu botol, tetapi pada subtahap 2 ini dapat melatih isapan bahkan bila tidak ada botol muncul.

 Reaksi sirkuler primer ialah suatu skema yang didasarkan pada usaha bayi untuk memproduksi suatu peristiwa yang menarik atau menyenangkan yang pada mulanya terjadi secara kebetulan. Contoh: seorang anak secara kebetulan menghisap jarinya ketika jarinya didekatkan di dekat mulutnya, kemudian dia mencarinya untuk dihisap lagi, tetapi jari tidak bekerja sama dalam pencarian karena bayi tidak dapat mengkoordinasikan tindakan visual dan tindakan manual.

c) Reaksi sirkuler sekunder (secondary circular reaction)

Ini merupakan subtahap sensorik motorik ketiga Piaget, yang tampak antara usia 4 dan 8 bulan. Karakteristik subtahap ini yaitu bayi semakin berorientasi atau berfokus pada benda di dunia, yang bergerak di dalam keasyikan dengan diri sendiri dalam interaksi sensorik motorik. Contoh: kesempatan menggoyang-goyangkan suatu mainan yang berbunyi kertak–kertak, dapat menakjubkan bayi dan selanjutnya akan mengulang tindakan ini dalam rangka mengalami ketakjuban, contoh lainnya adalah bayi meniru tindakan orang lain seperti berbicara atau bertingkahlaku.

d) Koordinasi reaksi sirkuler sekunder (coordination secondary circular reaction)

 Subtahap sensorik motorik Piaget yang keempat ini tampak pada usia antara 8 dan 12 bulan. Karaktristik subtahap ini adalah beberapa perubahan yang signifikan berlangsung meliputi koordinasi skema dan kesenjangan. Bayi dapat mengkoordinasikan dan mengkombinasikan ulang skema yang telah dipelajari sebelumnya dengan cara yang terkoordinasi.  Berkaitan dengan koordinasi ini adalah antara pencapaian

kedua adanya kesenjangan (intentionality), pemisahan cara dan tujuan dalam melaksanakan perbuatan yang sederhana. Contoh: Bayi dapat menggunakan suatu tongkat (cara) untuk

meraih suatu mainan yang diinginkan di dalam jangkauan tertentu (tujuan).

e) Reaksi sirkuler tersier, kesenangan atas sesuatu yang baru dan keingintahuan (tertiary circular reaction, novelty and curiosity). Subtahap sensorik–motorik yang kelima dari Piaget merupakan suatu skema bayi dengan tujuan tertentu menjelajahi kemungkinan- kemungkinan baru pada benda-benda dan terus- menerus mengubah apa yang dilakukan terhadap benda-benda itu dan mengamati hasilnya. Tampak pada anak antara usia 12 dan 18 bulan. Karakteristik subtahap ini yaitu bayi semakin tergugah minatnya oleh berbagai hal yang ada pada benda-benda dan oleh banyaknya hal yang dapat mereka lakukan pada benda-benda tersebut. Contoh: balok dapat dibuat jatuh, berputar atau ditabrakan ke benda lain oleh anak.

f) Internalisasi skema (Internalization of schemes)

Subtahap sensorik-motorik keenam Piaget ini tampak pada anak di usia 18 dan 24 bulan. Karakteristik subtahap ini adalah fungsi mental bayi yang berubah dari suatu taraf sensorik-motorik murni menjadi suatu taraf simbolis dan bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk menggunakan simbol- simbol primitif. Simbol primitif adalah representasi peristiwa yang dialami bayi melalui sensoris gambar atau kata yang terinternalisasi dalam dirinya. Contoh: seorang anak membuka pintu pelan-pelan agar setumpuk kertas yang diletakkan di atas lantai tidak terbang kemana-mana. Dengan jelas anak memiliki suatu gambaran atas kertas yang belum pernah dia lihat sebelumnya dan apa yang terjadi pada kertas itu bila pintu dibuka dengan cepat.

Tahap ini dibagi menjadi 2 sub tahapan, yaitu: masa prakonseptual

(2-4 tahun), yang dibagi lagi menjadi penalaran transduktif dan

sinkretik dan masa intuitif (4-7 tahun). Ciri tahap ini, adalah:

i. Stimulus dari lingkungan/informasi dari indera menjadi dasar perkembangan awal anak.

ii. Pada tahap ini, anak-anak mulai melukiskan dunia dengan kata- kata dan gambar-gambar.

iii. Mulai perkembangan bahasa & kemampuan berpikir bentuk simbolis, contoh: berpura-pura minum, menyisir, menyuap boneka.

iv. Irreversible thinking: yaitu belum memahami konsep kebalikan v. Memiliki kesulitan tahu sudut pandang orang lain (egosentris) 3) Concrete Operational Stage (7 tahun-11 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak dapat melakukan operasi, dan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam contoh-contoh yang spesifik atau konkret. Ciri tahap ini, adalah:

i. Mampu memecahkan masalah konkrit yang ada dengan logis. ii. Memahami secara sederhana bahwa benda-benda tertentu

dapat berubah bentuk.

iii. Memahami hukum konservasi (kemampuan untuk mengabaikan perubahan-perubahan bentuk/transformasi yang tidak tepat), mampu klasifikasi & mengurutkan.

iv. Memahami prinsip reversibilitas (hukum kebalikan)

v. Mulainya pesatnya perkembangan bahasa dan memahami aturan.

4) Formal Operational Stage (11 tahun-15 tahun)

Pada tahap ini, inidividu melampaui dunia nyata, pengalaman- pengalaman konkret dan berfikir/ memecahkan masalah secara abstrak dan lebih logis. Ciri tahap ini, adalah:

i. Pikiran menjadi lebih ilmiah, berpikir hipotetik, relatif, kombinasi dan deduktif

ii. Memahami analogi, perumpamaan, konsep abstrak iii. Mengembangkan perhatian atas isu-isu sosial, identitas

b. Kritik terhadap Piaget merupakan Awal Perspektif Baru tentang Perkembangan Kognitif pada Masa Bayi, yaitu:

Pada dasawarsa lalu, muncul suatu pemahaman baru tentang perkembangan kognitif bayi setelah adanya penelitian perkembangan kognitif bayi. Teori perkembangan sensorik motorik Piaget disanggah dari dua sumber, yaitu:

i. Penelitian yang mendalam di bidang perkembangan persepsi bayi menunjukkan bahwa suatu dunia persepsi yang lebih stabil dan nyata telah dibangun jauh lebih awal pada masa bayi dibandingkan dengan yang dibayangkan oleh Piaget.

ii. Para peneliti baru-baru ini telah menemukan memori dan bentuk- bentuk kegiatan simbolis lainnya yang terjadi sekurang-kurangnya pada usia anak di semester kedua tahun pertama.

iii. Perkembangan persepsi dan konsepsi pada bayi menunjukkan bahwa bayi memiliki kemampuan persepsi yang lebih canggih dan dapat memulai berpikir jauh lebih awal dibandingkan apa yang dibayangkan oleh Piaget.

iv. Para peneliti yakin bahwa bayi terlahir dengan apa atau memperoleh kemampuan-kemampuan ini sebelumnya di dalam perkembangan mereka.

Dalam dokumen Dinie Ratri Buku Ajar Perkemb Anak 2012 (Halaman 128-134)