• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLAKUAN AKUNTANSI BELANJA PEMELIHARAAN (DIKAPITALISASI MENJADI ASET TETAP ATAU TIDAK)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PERLAKUAN AKUNTANSI BELANJA PEMELIHARAAN (DIKAPITALISASI MENJADI ASET TETAP ATAU TIDAK)

196. Aktivitas pemeliharaan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi sewajarnya atas obyek yang dipelihara atau output/hasil dari aktivitas pemeliharaan tidak mengakibatkan objek yang dipelihara menjadi bertambah ekonomis/efisien, dan/atau bertambah umur ekonomis, dan/atau bertambah volume,

dan/atau bertambah kapasitas produktivitasnya dan/atau tidak mengubah bentuk fisik semula.

197. Suatu pengeluaran belanja pemeliharaan akan diperlakukan sebagai belanja modal (dikapitalisasi menjadi aset tetap) jika memenuhi ketiga kriteria huruf a, b dan c sebagai berikut:

- Manfaat ekonomi atas barang/aset tetap yang dipelihara:

i. bertambah ekonomis/efisien; dan/atau

ii. bertambah umur pemanfaatan/umur ekonomis; dan/atau iii. bertambah volume; dan/atau

iv. bertambah mutu/kapasitas produktivitas.

- secara manajemen barang milik daerah tidak dalam proses penghapusan; dan - Nilai rupiah pengeluaran belanja atas pemeliharaan barang/aset tetap tersebut

material/melebihi batasan minimal kapitalisasi aset tetap yang telah ditetapkan, sebagai berikut:

No Uraian Harga

Satuan/ Unit (Rp) 1 Tanah

2 Peralatan dan Mesin, terdiri atas:

2.1 Alat-alat Berat 10.000.000

2.2 Alat-alat Angkutan Darat Bermotor 5.000.000 2.3 Alat-alat Angkutan Darat Tidak Bermotor 1.000.000 2.4 Alat-alat Angkutan Diair Bermotor 5.000.000 2.5 Alat-alat Angkutan Diair Tidak Bermotor 1.000.000

2.6 Alat-alat Angkutan Udara 10.000.000

2.7 Alat-alat Bengkel 1.000.000

2.8 Alat-alat Pengolahan Pertanian/Peternakan 5.000.000

2.9 Alat-alat Kantor 1.000.000

2.10 Perlengkapan Kantor 1.000.000

2.11 Komputer 1.000.000

2.12 Meubelair *) 900.000

2.13 Peralatan Dapur 1.000.000

2.14 Penghias Ruangan Rumah Tangga 1.000.000

2.15 Alat-alat Studio 1.000.000

2.16 Alat-alat Komunikasi 1.000.000

2.17 Alat-alat Ukur 1.000.000

2.18 Alat-alat Kedokteran 1.000.000

2.19 Alat-alat Laboratorium 1.000.000

2.20 Alat-alat Persenjataan/Keamanan 1.000.000 3 Gedung dan Bangunan, yang terdiri atas:

3.1 Konstruksi/Pembelian Bangunan Gedung 20.000.000 4 Jalan, Irigasi dan Jaringan, yg terdiri atas:

4.1 Konstruksi Jalan 20.000.000

4.2 Konstruksi Jembatan 20.000.000

4.3 Konstruksi Jaringan Air/Irigasi 20.000.000 4.4 Penerangan Jalan, Taman dan Hutan Kota 1.000.000 4.5 Instalasi Listrik dan Telepon 1.500.000

5 Aset Tetap Lainnya, yang terdiri atas:

5.1 Buku dan Perpustakaan 100.000

5.2 Barang Bercorak Kesenian/ Kebudayaan/

Olahraga 500.000

5.3 Hewan/Ternak dan Tanaman 1.000.000

Contoh 1:

Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Puncak melakukan kegiatan/proyek pemeliharaan atas gedung kantor (ruang kerja) dengan melakukan penggantian kunci pintu/jendela dan pengecatan ruang kerja dengan total biaya sebesar Rp9.500.000,-. Kegiatan/proyek pemeliharaan tersebut apakah masuk kategori pemeliharaan rutin berkala atau belanja modal yang dapat dikapitaliasi menjadi aset tetap?

No. Kriteria Memenuhi Kriteria

1 Manfaat ekonomi atas barang yang dipeliharaan bertambah: bertambah ekonomis/efisien, bertambah umur

ekonomis, bertambah volume, bertambah kapasitas produksi

Tidak

2 Ada perubahan bentuk fisik semula Tidak 3 Nilai rupiah pengeluaran atas

pemeliharaan barang/aset tetap tersebut Kesimpulan: Pemeliharaan Gedung Kantor tersebut tidak memenuhi kriteria kriteria belanja yang dapat kapitalisasi asset tetap/pengeluaran belanja tidak menambah nilai aset tetap yang dipelihara.

Contoh 2:

Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Puncak melakukan kegiatan pemeliharaan atas gedung kantor dengan melakukan penggantian atas seluruh lantai ruang kerja yang semula lantai ubin menjadi lantai marmer dan tidak ada proses penghapusan aset dengan total biaya sebesar Rp350.000.000,-. Kegiatan pemeliharaan tersebut apakah masuk kategori pemeliharaan rutin berkala atau belanja modal yang dapat dikapitaliasi menjadi aset tetap?

No. Kriteria Memenuhi Kriteria

1 Manfaat ekonomi atas barang yang dipeliharaan bertambah: bertambah ekonomis/efisien, bertambah umur

ekonomis, bertambah volume, bertambah kapasitas produksi,

Ya

2 Ada perubahan bentuk fisik semula Tidak 3 Nilai rupiah pengeluaran atas pemeliharaan

barang/aset tetap tersebut memenuhi Kesimpulan: Pemeliharaan Gedung Kantor tersebut tidak memenuhi kriteria kriteria belanja yang dapat kapitalisasi asset tetap/pengeluaran

No. Kriteria Memenuhi Kriteria belanja tidak menambah nilai aset tetap yang dipelihara karena dianggap tidak ada perubahan bentuk fisik dan tidak ada proses penghapusan aset/barang milik daerah.

Contoh 3:

Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Puncak melakukan kegiatan pemeliharaan atas gedung kantor dengan melakukan aktivitas pengecatan atas seluruh bangunan gedung kantor dengan total biaya sebesar Rp300.000.000,-. Kegiatan pemeliharaan tersebut apakah masuk kategori pemeliharaan rutin berkala atau belanja modal yang dapat dikapitaliasi menjadi aset tetap?

No. Kriteria Memenuhi Kriteria

1 Manfaat ekonomi atas barang yang dipeliharaan bertambah: bertambah ekonomis/efisien, bertambah umur

ekonomis, bertambah volume, bertambah kapasitas produksi

Tidak

2 Ada perubahan bentuk fisik semula Tidak 3 Nilai rupiah pengeluaran atas pemeliharaan

barang/aset tetap tersebut memenuhi Kesimpulan: Pemeliharaan Gedung Kantor tersebut tidak memenuhi kriteria kapitalisasi aset tetap/pengeluaran belanja yang nantinya akan menambah nilai aset tetap karena akibat dari aktivitas pengecatan tidak menambah umur ekonomis, tidak menambah volume gedung, tidak menambah kapasitas produktivitas gedung tersebut. Dalam penganggaran seharusnya kegiatan pemeliharaan seperti contoh diatas harus dianggarkan dalam belanja pemeliharaan bukan belanja modal.

198. Belanja pemeliharaan yang memenuhi kriteria kapitalisasi menjadi aset tetap maka aset tetap yang berkenaan akan menambah umur ekonomisnya dengan perhitungan sebagai berikut: Nilai Kegiatan Pemeliharaan yang Memenuhi Kriteria Kapitalisasi dibagi dengan Harga Perolehan Aset Tetap Berkenaan dikali dengan Umur Ekonomis Aset Tetap Berkenaan.

199. Tambahan umur ekonomis sebagaimana dimaksud pada Paragraf 33 dinyatakan dalam ukuran tahun, apabila perhitungan tambahan umur ekonomis 0 (nol) sampai dengan 0,5 (nol koma lima) tahun maka dibulatkan menjadi 0 (nol) tahun dan apabila perhitungan tambahan umur ekonomis lebih dari 0,5 (nol koma lima) tahun maka dibulatkan menjadi 1 (satu) tahun.

200. Belanja barang yang memiliki kriteria ”barang pecah belah” diperlakukan sebagai persediaan pakai habis, dengan pertimbangan barang tersebut relatif mudah tidak berfungsi karena mudah pecah atau rusak.

201. Belanja barang berupa tirai/gorden/vertical blind/sejenis diperlakukan sebagai persediaan pakai habis.

202. Belanja barang berupa flashdisk/usb/sejenis diperlakukan sebagai persediaan pakai habis, dengan pertimbangan bahwa barang tersebut relatif mudah hilang.

203. Tumbuhan tanaman hias diperlakukan sebagai persediaan yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi (ekstra komtabel).

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

204. Transaksi dalam mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi.

PENGUNGKAPAN

205. Hal-hal yang perlu diungkapkan sehubungan dengan belanja, antara lain:

- Pengeluaran belanja tahun berkenaan setelah tanggal berakhirnya tahun anggaran.

- Penjelasan sebab-sebab tidak terserapnya target realisasi belanja daerah.

- Informasi lainnya yang diangggap perlu.

TANGGAL EFEKTIF

206. Kebijakan Akuntansi ini berlaku efektif untuk laporan keuangan atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Pemerintah Kabupaten Puncak mulai Tahun Anggaran 2020.

BUPATI PUNCAK, ttd

WILLEM WANDIK

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM SETDA KABUPATEN PUNCAK,

MARTHEN SALLAO, S.Sos PEMBINA

NIP. 196807081988031006

LAMPIRAN XI : PERATURAN BUPATI PUNCAK NOMOR : TAHUN 2020 TANGGAL : 2020

KEBIJAKAN AKUNTANSI PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK