• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Pelanggaran Hak Cipta

4. Perlindungan Hukum Hak Cipta

Pentingnya perlindungan hukum bagi pencipta dan pemegang hak cipta. Perlindungan hukum merupakan upaya yang diatur undang-undang hak cipta agar tercipta iklim baru guna mencegah terjadinya pelanggaran HaKI oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perlindungan hukum diperlukan bagi pencipta atau pemegang hak cipta agar hak-hak yang dimiliki oleh pencipta atau pemegang hak cipta terlindungi.

Suatu karya ciptaan akan mendapatkan perlindungan hukum hak cipta apabila memenuhi tiga persyaratan:40

a. Memenuhi unsur keaslian;

b. Keaslian dalam sistem hukum perundang-undangan (civil law system) yang dianut, meminta derajat yang sangat tinggi dengan memperhatikan personalitas sebagai kepribadian yang tercetak dalam karyanya;

c. Kreativitas menyiratkan adanya hubungan sebab akibat antara pencipta dan ciptaannya.

Adapun Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas:

a. Buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya,

b. Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya,

c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan,

d. Lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks,

e. Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim,

40Agus Riswandi Budi dan Shabhi Mahmashani,“Dininamika Hak Kekayaan Intelektul:

f. Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung,atau kolase,

g. Karya seni terapan, h. Karya arsitektur, i. Peta,

j. Karya seni batik atau seni motif lain, k. Karya fotografi,

l. Potret,

m. Karya sinematografi

n. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi,

o. Terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional,

p. Kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya,

q. Kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli,

r. Permainan video, dan s. Program Komputer.41

Perlindungan hak cipta berlaku seumur hidup pencipta dan berlanjut selama 70 (tujuh puluh ) tahun setelah meninggalnya pencipta, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya. Sedangkan ciptaan yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum mendapat perlindungan hak cipta selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman.

41 Pasal 40 Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014, Lembaran Negara tahun 2014 No. 266, Tambahan Lembaran Negara No. 5599, hlm 13-14.

Berdasarkan ciptaan yang dilindungi dalam hak cipta tentu ada juga ciptaan yang tidak dilindungi oleh hak cipta seperti:

a. Hasil karya yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata

b. Setiap ide, prosedur, sistem, metode, konsep, prinsip, temuan atau data walaupun telah diungkapkan, dinyatakan, digambarkan, dijelaskan, atau digabungkan dalam sebuah Ciptaan; dan

c. Alat, Benda, atau produk yang diciptakan hanya untuk menyelesaikan masalah teknis atau yang bentuknya hanya ditujukan untuk kebutuhan fungsional.

Sedangkan hasil karya yang tidak mengandung hak cipta seperti: a. Hasil rapat terbuka lembaga negara

b. Peraturan perundang-undangan

c. Pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah d. Putusan pengadilan atau penetapan hakim dan e. Kitab suci atau simbol keagamaan.

5. Pelanggaran Hak Cipta

Undang-undang Hak Cipta menetapkan adanya pelanggaran atas hak cipta, jika terjadi perbuatan yang dilakukan seseorang terhadap karya cipta yang hak ciptanya secara eksklusif dimiliki oleh orang lain tanpa sepengetahuan atau seizin orang lain pemilik hak tersebut. Pelanggaran hak cipta adalah perbuatan merugikan orang lain dan akan mempengaruhi laju pembangunan dalam bidang intelektual yang menghambat upaya meningkatkan kecerdasan bangsa. Karena itu hak cipta perlu dilindungi oleh hukum.42

Tindakan yang melanggar hak cipta seperti penggunaan hak cipta milik pencipta, tanpa izin, dan pendaftaran hak cipta oleh orang lain yang bukan

42 Syo’roni Imam, “Perlindungan Hukum Karya Cipta Buku Ditinjau dari

pemegang hak cipta. Jika seseorang mencuri barang milik orang lain yang diperolehnya dengan kerja keras atau mengambil dan menggunakannya tanpa izin, ini termasuk kejahatan besar. Namun ada perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yaitu untuk kepentingan pendidikan.

Penggunaan secara komersial atau penggandaan yang dilakukan tanpa seizin dari pencipta atau pemegang hak cipta jelas sangat dilarang dalam Undang-undang. Hal semacam ini sangat merugikan pencipta dan pemegang hak cipta. Padahal pencipta maupun pemegang hak cipta memiliki hak untuk melakukan :

a. Penerbitan Ciptaan;

b. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya; c. Penerjemahan Ciptaan;

d. Pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan; e. Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;

f. Pertunjukan Ciptaan; g. Pengumuman Ciptaan; h. Komunikasi Ciptaan; dan i. Penyewaan Ciptaan.

Berdasarkan ketentuan di atas jelas hanya pecipta, pemegang hak cipta dan penerbit yang berhak melakukannya. Selain dari itu, setiap orang untuk bisa melakukan dengan sah secara hukum harus ada lisensi dari pencipta dan pemegang hak cipta, begitu juga dengan pengelola tempat perdagangan harus mempunyai lisensi dan royalti untuk pencipta dan pemegang hak cipta. Ketentuan pidana juga telah ditetapkan bagi pelanggar dalam Pasal 113 :43

43 Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014, Lembaran Negara tahun 2014 No. 266, Tambahan Lembaran Negara No. 5599, hlm 35.

1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Dokumen terkait