• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diperkenalkan pada Perjanjian Lisbon 2009 UE pada artikel 42.6, 46 dan protocol nomor 10 TEU, Kerjasama Terstruktur Permanen atau PESCO merupakan suatu kerangka dan proses untuk memperdalam kerjasama pertahanan antara

77 Ibid., hal 161.

78 Ibid.

61 negara-negara anggota UE yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk meningkatkan pertahanan Eropa. Kerjasama keamanan ini dibentuk pada 11 Desember 201779 –aktif dengan jumlah anggota 25 negara– berdasarkan keputusan dewan dengan beranggotakan 25 negara anggota –Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Czech, Kroasia, Cyprus, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Italia, Irlandia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Spanyol, dan Swedia. Artikel tersebut berisi mengenai pengarahan kekuatan dan pertahanan negara-negara anggota kepada Uni Eropa sehingga dapat membawa kepentingan nasional kawasan Eropa sendiri.80 Aturan-aturan tersebut memiliki makna yaitu untuk setiap negara anggota Uni Eropa yang memiliki kemampuan militer memunuhi kriteria yang tinggi dan telah membuat komitmen untuk terikat pada bidang ini, maka demikian akan membuat kerjasama terstruktur permanen dalam kerangka Uni Eropa. Setahun setelah terbentuknya Perjanjian Lisbon berbagai konflik yang menyangkut wilayah Eropa Timur sehingga, pembentukan struktur permanen tersebut menjadi kendala dikarenakan butuhnya Eropa dalam penanganan kasus tersebut melaui NATO dan PBB. Selain itu, negara-negara anggota Uni Eropa cenderung tidak aktif dalam menanggapi permasalahan Eropa Timur tersebut, dikarenakan sudah adanya

79 Kesepakatan pembentukan PESCO dimulai pada 7 September 2017 dengan memiliki 10 inisiasi projek, lalu kesepakatan tersebut ditandatangani pada 13 November 2017 oleh 23 anggota. Irlandia dan Portugal ikut bergabung pada 7 Desember 2017, dan kemudian secara resmi PESCO aktif pada 11 Desember 2017 dengan jumlah anggota 25 negara.

80 Secretary of State for Foreign and Commonwealth Affairs. 2008. Consolidated Texts of The EU Treaties As Amended by The Treaty of Lisbon. Foreign and Commonwealth Office London.

Diakses dari

https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/fil/2 28848/7310.pdf. (12/11/2018, 01:20 WIB)

62 pasukan perdamaian PBB dan NATO. Hal ini yang menjadikan sulitnya terbentuk struktur permanen dalam kerjasama pertahanan dan keamanan Uni Eropa.

PESCO merupakan kerjasama ambisius dan mengikat untuk meningkatkan investasi pada bidang keamanan dan pertahanan. Kerjasama ini memberikan kerangka politik untuk seluruh anggota meningkatkan asset militer dan kemampuan pertahanan masing-masing. Dewan Uni Eropa meyakini apabila setiap anggota dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya, maka dapat mengurangi beban transatlantic yang diberatkan pada NATO. Hal ini menunjukan PESCO akan menjadi suatu badan kerjasama yang menaungi keamanan dan pertahanan wilayah UE, dengan meningkatkan kekuatan masing-masing anggota dan lalu digabungkan dengan kekuatan kerjasama NATO, UE dapat memiliki kekuatan pertahanan dan keamanan yang cukup besar. PESCO diharapakan menjadi instrument yang dapat mendorong keamanan dan pertahanan bersaama di area yang membutuhkan tindakan lebih koheransi, kontinuitas, koordinasi, dan kolaborasi.81 Upaya mencapai tujuan ini diberikan pada kerangka hukum PESCO yang bersifat mengikat sehingga negara-negara anggota harus memenuhi komitmen dan mematuhi ketentuan-ketentuan TEU dan protocol-protokolnya. Serta dalam upaya memberikan peningkatan pada kemampuan pertahanan dan keamanan setiap anggota, akan dilakukan pemeriksaan dan penilaian rutin terhadap negara anggota untuk memastikan berjalannya aspek operasional PESCO.

81 European Union Council, 2017, “Annex I – Principles of PESCO”, Council Decision of December 2017 Establishing Permanent Structured Cooperation (PESCO) and Determining the List of Participating Member States, Official Journal of European Union, diakses dari https://eur-lex.europa.eu/legal-content/EN/TXT/PDF/?uri=CELEX:32017D2315&from=EN, hal. 70

63 Melalui PESCO, Uni Eropa dapat menuju pembentukan kesatuan kekuatan penuh yang koheren dengan meningkatkan struktur yang ada ataupun di masa akan datang. PESCO memberikan kesempatan pada setiap anggota untuk meningkatkan kapabilitas pertahanannya melalui serangkaian projek bersama dan pemusatan kekuatan. Seperti yang tertera pada hasil keputusan dewan Uni Eropa terhadap penetapan PESCO, pada artikel 4(e) setiap negara anggota menetapkan daftar projek yang akan dikembangkan dibawah PESCO untuk pengembangan kemapuan dan penyediaan dukungan substansial pada operasi dan misi CFSP (Common Foreign and Security Policy).82 Para dewan Uni Eropa meyakini bahwa kontribusi negara anggota pada misi dan operasi PESCO dapat membuat kemampuan pertahanan negara anggota meningkat serta memperkuat kerja sama pertahanan Eropa dengan memanfaatkan perjanjian secara utuh. Seperti yang tertera pada

“Notification on permanent structured cooperation (PESCO) to the Council And to the high representative of the Union for foreign affairs and security policy”, bahwa PESCO dapat berkontribusi secara signifikan untuk memenuhi ambisi pada level Uni Eropa termasuk pada tujuan dan operasi yang paling dibutuhkan, dan hal ini dapat memfasilitasi perkembangan kemampuan pertahanan melalui keterlibatan yang intensif pada projek multinasional dan memperkuat kerjasama pertahanan Eropa sekaligus memanfaatkan perjanjian secara penuh.83 Begitu pula yang tertera pada Annex I – Prinsip PESCO, dituliskan bahwa PESCO merupakan langkah penting untuk memperkuat kebijakan pertahanan bersama dengan visi jangka

82 Ibid, hal. 59

83 Ibid, hal. 65

64 panjang PESCO ialah untuk mencapai rangkaian kekuatan penuh yang koheren dengan melengkapi NATO yang akan selalu menjadi landasan pertahanan kolekftif bagi para anggota.84

Hal yang selalu digaris bawahi oleh dewan UE dalam pembentukan PESCO ialah, sifat mengikatnya. Perbedaan utama PESCO dengan bentuk kerjasama lainnya ialah sifat mengikat secara hukum dari komitmen yang dilakukan oleh setiap negara anggota, dan partisipasi negara anggota dibuat secara sukarela dengan pengambilan keputusan tetap berada pada tangan setiap negara anggota tanpa mengurangi karakter spesifik dari kebijakan keamanan dan pertahanan dari negara anggota UE.85 Selain sifat mengikatnya, PESCO juga dilakukan berdasarkan sifat voluntir, hal ini dimaksutkan agar negara-negara neutral dapat tetap bergabung dengan tetap mengembangkan persenjataan dan pertahanannya untuk keperluan dalam negerinya maupun Union, seperti mengtasi persoalan teroris dan pemberontakan. Tetapi negara-negara neutral tetap berada pada prinsip negaranya, sehingga apabila ada projek yang bisa menyalahi prinsip neutralnya, negara tersebut tidak harus mengikutinya. Voluntir yang dimaksut juga ialah, setiap negara menyampaikan kepada dewan mengenai projek apa saja yang mereka akan pimpin, dan negara anggota mana saja yang akan bergabung dalam projek tersebut. Projek-projek tersebut tidak hanya sebatas misi peperangan, melainkan gabungan kekuatan dalam pelatihan ataupun menanggapi permasalahan militer, baik itu dibidang militer khusus maupun keamanan siber.

84 European Union Council, Loc. Cit.

85 PESCO, “About PESCO – Legal Basis”, Official Website of PESCO, diakses dari https://pesco.europa.eu/about/ (4/2/2021, 11:11 WIB)

65 Penulis menyimpulkan bahwa PESCO dibentuk dengan tidak ingin melenyapkan ataupun meleburkan kedaulatan dari negara anggota, tetapi justru digunakan untuk meningkatkan kerjasama pertahanan melalui komitmen bersama yang saling mendukung dan memberi bantuan pada setiap negara anggota. Seperti yang ditunjukan pada hasil keputusan dewan UE pada Artikel 5 mengenai Projek PESCO, bahwa negara yang ingin mebentuk projek di bawah PESCO hendaklah membuat proposal dan mempresentasikannya sehingga negara-negara anggota lainnya dapat membentuk keputusan untuk memberikan bantuan kepada negara yang memajukan projek tersebut. Hal ini menunjukan bahwa pelaksanaan misi dan operasi di bawah PESCO dilakukan secara bersama oleh para negara anggota sehingga hubungan antar negara UE dapat menjadi lebih kuat dengan membagi suatu permasalahan untuk diselesaikan secara bersama secara Union.

Dokumen terkait