• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah Berdasarkan uraian yang termuat didalam Bab II yang meliputi tugas, fungsi dan struktur organisasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar, sumber daya SKPD serta kinerja pelayanan SKPD periode 2011-2015, menghadapi beberapa permasalahan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya yang bersifat tepat dan strategis adalah sebagaimana tabel di bawah ini :

Tabel 3.1 (T-B.35)

Pemetaan Permasalahan Pelayanan Satuan Polisi Pamong Praja

No Masalah Pokok Rumusan Masalah Akar Masalah

1 Adanya pelanggaran

Perda Implementasi penegakan

Perda belum optimal Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan

Kurangnya kapasitas dan profesionalisme anggota Sat Pol PP

Kurangnya dukungan

operasional penegakan perda 2 Masih Adanya

Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum

Lemahnya penegakan perda Rendahnya ketaatan masyarakat terhadap K3 (Ketentraman, Ketertiban dan Keindahan)

Partisipasi masyarakat dan anggota Linmas belum maksimal

Adanya usaha ekonomi yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan

4. Masih rendahnya

kelayakhunian Masih minimnya sarana dan prasarana serta personil yang dimiliki pemerintah daerah (UPT Damkar)

Tingkat kepedulian masyarakat akan arti pentingnya

pencegahan dan penanggulan kebakaran masih kurang

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 30

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi Bupati Banjar yang tertuang didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021 adalah “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah”. Didalam RPJMD tersebut terdapat 5 misi yaitu :

1) Meningkatkan pengamalan ajaran agama dan suasana kehidupan beragama;

2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berbasis pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial;

3) Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan komoditas unggulan daerah lainnya dengan pendekatan agribisnis dan agroindustri berwawasan lingkungan secara berkelanjutan;

4) Mewujudkan pemerataan dan keseimbangan pembangunan infrastruktur untuk mendukung daya saing ekonomi daerah

5) Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan.

Dalam bab sebelumnya telah dikemukakan bahwa sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 76 Tahun 2016, Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP mempunyai tugas membantu Bupati menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan dibidang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. SatPol PP bertugas untuk mengawal agar Visi Kabupaten Banjar dapat tercapai, dengan melaksanakan tugas dan fungsi yang mendukung misi pertama, misi keempat dan misi kelima. Beberapa faktor berpengaruh pada pelaksanaan tugas dan fungsi Sat Pol PP, di antaranya :

Tabel 3.2

Faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Satuan Polisi Pamong Praja terhadap Pencapaian Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati

No Misi Faktor Pendorong Faktor Penghambat

1 Misi 1 :

Meningkatkan pengamalan ajaran agama dan suasana kehidupan beragama

Adanya dasar hukum yang jelas

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap Peraturan yang ada di daerah

Adanya peran aktif masyarakat dalam

peningkatan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

Cakupan luas wilayah kerja yang luas dan cakupan demografi yang besar belum sepadan dengan jumlah personil

Koordinasi lintas dan antar stakeholder baik

Keterbatasan jumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar

dibandingkan dengan tugas yang harus dilaksanakan sesuai tupoksinya

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 31

No Misi Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Beberapa SKPD belum melaksanakan tugas pengawasan secara formal terhadap pelanggaran-pelanggaran peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah yang secara prosedural harus dilakukan terlebih dulu sebelum dilimpahkan ke Satpol PP.

2 Misi 4 :

Mewujudkan pemerataan dan keseimbangan pembangunan infrastruktur untuk mendukung daya saing ekonomi daerah

Adanya peningkatan ketersediaan dan kualitas sarana proteksi kebakaran skala lingkungan

Cakupan luas wilayah kerja yang luas dan cakupan demografi yang besar belum sepadan dengan jumlah personil dan sapras yang dimiliki pemerintah.

Adanya peningkatan ketersediaan dan kualitas sarana proteksi kebakaran

skala lingkungan Kondisi kemacetan lalu lintas

Gangguan informasi komunikasi kejadian kebakaran;

Tingkat kepedulian masyarakat akan arti pentingnya pencegahan dan penanggulan kebakaran masih kurang

Kesadaran pemilik bangunan untuk melengkapi bangunan dengan sistem proteksi kebakaran masih kurang 3 Misi 5 :

Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan

Komitmen yang tinggi dari anggota Sat Pol PP

Adanya dukungan masyarakat dalam menjaga ketentraman

Kerjasama yang baik dilingkup intern satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar dalam mengoptimalkan kinerja agar tercapai sesuai target yang ditentukan

Belum adanya perda yang mengatur tentang

ketertiban umum dan ketenteraman masyarakan

Belum meratanya langkah sosialisasi Perda yang dilakukan di tingkat masyarakat luas

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 32

No Misi Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya media elektronik dan media social

Tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik yang makin meningkat

Terbatasnya jumlah dan kualitas sarana dan prasarana pendukung tugas Kurangnya jumlah personil Sat Pol PP

Masih melekatnya

pencitraan miring terhadao kinerja Satpol PP

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Propinsi

3.3.1. Telaahan Renstra Kementerian Dalam Negeri

Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan tugas dan fungsinya berada di bawah Direktorat Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat pada Direktorat Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri. Dalam renstra Kemendagri 2015-2019 terdapat sasaran strategis Meningkatnya kualitas pelayanan publik dalam penyelenggaran pembangunan pemerintah daerah dengan indikator penyediaan layanan dasar bidang ketentraman dan ketertiban umum sesuai dengan SPM. Sasaran ini dilaksanakan melalui program Bina administrasi kewilayahan dengan kegiatan Pembinaan Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat dengan sasaran kegiatan yaitu peningkatan pembinaan kapasitas aparat kelembagaan Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat dalam menciptakan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat.

Tabel 3.3

Faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Sat Pol PP Ditinjau dari Sasaran Jangka Menengah Renstra Kementerian Dalam Negeri

No

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

1 Meningkatnya kualitas pelayanan publik sesuai dengan SPM, dengan target akhir renstra 60%

Adanya dasar hukum yang jelas dalam dan kualitas sarana dan prasarana pendukung tugas

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 33

No

Sasaran Jangka Menengah Renstra Kementerian Dalam

Negeri

Indikator Sasaran Jangka Menengah Renstra Kementerian

Dalam Negeri

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Tingginya

komitmen anggota Sat Pol PP dalam melaksanakan tugas

Kurangnya jumlah personil Sat Pol PP

3.3.2. Telaahan Renstra Satpol PP Propinsi Kalimantan Selatan

Berangkat dari Tugas pokok dan fungsi tersebut diatas tentunya di dalam implementasinya bukan sesuatu hal yang di anggap mudah, oleh karena itu perlunya membangun komitmen dan strategi yang didasarkan atas Visi dan Misi Organisasi yang harus di capai, di mana Visi dan Misi yang telah di rumuskan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran provinsi Kalimantan Selatan adalah sebagai pendukung suksesnya pelaksanaan Visi dan Misi Pembangunan Provinsi Kalimantan selatan. Visi misi kepala daerah propinsi Kalimantan Selatan yaitu :

Visi :

“ KalSel Mapan ( Mandiri dan Terdepan ) Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Berdikari dan Berdaya Saing “

Misi :

1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Agamis, Sehat, Cerdas dan Terampil 2. Mewujudkan Tatakeloka Pemerintahan Yang dan Berorientasi Pada Pelayanan Publik 3. Memantapkan Kondisi Sosial Budaya Daerah Yang Berbasiskan Kearifan Lokal

4. Mengembangkan Infrastruktur Wilayah Yang Mendukung Percepatan Pengembangan Ekonomi Dan Sosial Budaya

5. Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah Yang Berbasis Sumberdaya Lokal, Dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan

Adapun komitmen Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya adalah terciptanya kondisi masyarakat Kalimantan Selatan yang tertib, aman dan tenteram, taat dan patuh terhadap Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur serta segala kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantran selatan yang demokratis guna terciptanya kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian Pemerintah Daerah dapat lebih konsentrasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena kita harus yakin dan percaya bahwa setiap Paraturan Daerah maupun Peraturan Gubernur mempunyai tujuan tertentu, baik yang bersifat pengaturan maupun penataan, oleh sebab itu tiada berarti apabila semua ketentuan yang telah diatur di dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur tidak dapat di laksanakan dengan baik atau dalam arti kata tidak di taati oleh semua pihak yang terkait dan sebagai akibatnya akan sulit mencapai tujuan pembangunan di daerah. Ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Satpol PP Propinsi Kalimantan Selatan tersebut, faktor-faktor pendorong dan penghambat pelayanan adalah sebagai berikut :

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 34

Tabel 3.4

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD

Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

No

Sasaran Jangka Menengah Renstra Satpol PP Propinsi Kalimantan Selatan

Indikator Sasaran Jangka Menengah Renstra Satpol PP Propinsi Kalimantan

Selatan

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

1. Peningkatan pemeliharaan dan

Pelanggaran Perda  Pemahaman Aparatur terhadap tugas dan Fungsi

 Dasar hukum yang memadai

 Adanya komitmen Aparatur untuk mewujudkan akuntabilitas Kinerja

 Masih kurangnya jumlah dan kemampuan anggota Satpol PP dan PPNS

 Kurangnya peran serta masyarakat dan swasta

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis 3.4.1 Telaahan RTRW

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjar ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 3 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banjar Tahun 2013-2032. Tujuan penataan ruang di Kabupaten Banjar adalah mewujudkan Kabupaten Banjar yang maju dan mandiri dengan bertumpu pada sektor pertanian sebagai basis ekonomi serta didukung sektor industri pengolahan, pariwisata-budaya, perdagangan, dan jasa serta perikanan dan kelautan dengan memperhatikan pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, faktor-faktor pendorong dan penghambat pelayanan satuan Polisi Pamong Praja ditinjau dari implikasi RTRW adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5

Faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Sat Pol PP Ditinjau dari Implikasi RTRW No Telaahan RTRW terkait

Tupoksi Sat Pol PP Faktor Pendorong Faktor Penghambat 1. Pemanfaatan Ruang sesuai

dengan Perda nomor 3 tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Banjar tahun 2013-2032

Komitmen anggota Satpol PP dalam pelaksanaan Penegakan Perda

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang adanya Perda RTRW

3.4.2 Telaahan KLHS

Sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 35

semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup. Telaahan terhadap KLHS diperlukan untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan telah mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, faktor-faktor pendorong dan penghambat pelayanan Satuan Polisi Pamong Praja ditinjau dari implikasi KLHS adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6

Faktor Pendorong dan Penghambat Pelayanan Satuan Polisi Pamong Praja Ditinjau dari Implikasi KLHS

No Telaahan KLHS terkait

Tupoksi Sat Pol PP Faktor Pendorong Faktor Penghambat 1. Penerapan KLHS dalam

kegiatan pembangunan Adanya koordinasi dan kerjasama antar instansi dalam penerapan KLHS

Kurangnya kepedulian dan pemahaman masyarakat pada KLHS

3.5. Penentuan Isu-isu Strategis

Berdasarkan faktor-faktor pendorong dan penghambat pelayanan Satuan Polisi Pamong Praja sebagaimana telah dikaji pada sub-bab sebelumnya, maka diperoleh isu-isu strategis Satuan Polisi Pamong Praja yang akan ditangani pada periode Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :

1. Penegakan Perda belum optimal

2. Kurang terakumudirnya aduan masyarakat tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat secara terpadu

3. Kurangnya ketaatan dan kepedulian masyarakat terhadap Perda atau produk perundang-undangan

4. Masih kurang handalnya personil perlindungan masyarakat yang dibentuk oleh desa/kelurahan karena belum optimalnya peran serta aparatur desa/kelurahan dalam pemberdayaan masyarakat dalam pembentukan perlindungan masyarakat

5. Aparat Satpol PP kurang profesional dalam mengemban tugasnya 6. Tingkat koordinasi antar instansi belum sinergi

7. Bekerja bersifat menunggu perintah, kurang inisiatif (pasif)

8. Belum adanya perda yang mengatur tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat 9. Belum meratanya langkah sosialisasi Perda yang dilakukan di tingkat masyarakat luas

10. Terbatasnya jumlah dan kualitas sarana dan prasarana pendukung tugas serta kurangnya jumlah personil Sat Pol PP

11. Masih melekatnya pencitraan miring terhadap kinerja Satpol PP

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANJAR 36

BAB IV

Dokumen terkait