• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

a. Permasalahan terkait Sekretariat

1) Belum Optimalnya Pelayanan Administrasi Internal Dinas 2) Belum Optimalnya Sistem Pelaporan Keuangan

3) Jumlah Personil tidak Seimbang dengan Jumlah Kegiatan

4) Belum Optimalnya Sistem Pengolahan Data dan Penyusunan Program 5) Belum Berjalannya Mekanisme Pengolahan Data Dengan Baik

6) Kurangnya Koordinasi Internal Antar Bidang

7) Belum Optimalnya Pelayanan Umum, Administrasi dan Inventaris Barang

8) Belum Maksimalya Sistem Pelaporan Adiministrasi dan Sistem Pelaporan Barang

9) Kurangnya SDM dan Diklat Pelatihan

b. Permasalahan terkait Bidang Perkim dan Kebersihan 1) Pengelolaan Sampah yang belum Maksimal

2) Berkembangnya Permukiman sehingga banyak menimbulkan kawasan Kumuh

3) Bertambahnya Jumlah Penduduk dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan yang kurang

4) Permukiman Kawasan yang kumuh / Tidak Sehat 5) Minimnya Sarana dan Prasarana Permukiman

6) Berkembangnya Kawasan Kota dan Bertambanya Jumlah Penduduk 7) Kesadara Masyarakat Akan Pola Hidup Sehat Masih Kurang

c. Permasalahan terkait Bidang Pertamanan, Pemakaman dan PJU 1) Keterbasan lahan RTH yang tersedia

2) Kurangnya anggaran untuk membebaskan lahan yang akan dijadikan RTH 3) Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolalan RTH dengan

masih banyaknya RTH yang dirusak/tidak sesuai fungsi

4) Masih kurangnya koordinasi dengan instansi terkait dalam pengelolaan RTH

5) Kurangnya lahan pemakaman dan Masih kurangnya data pemakaman yang seharusnya dikelola oleh dinas

6) Belum optimalnya pengusahaan Pembangunan Penerangan Jalan Umum

III - 42

7) Kurangnya SDM yang kompeten dalam pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Lampu Penerangan Jalan Umum

d. Permasalahan terkait Bidang Sarana dan Prasarana

1) Kurangnya Informasi tentang kebutuhan Barang antar Bidang – Bidang setiap tahunnya

2) Kurangnya Koordinasi antar bidang satu dengan bidang lainnya

3) Kurangnya Kesadaran dalam pemakaian Sarana dan Prasarana Aparatur dalam memelihara sarana dan prasana aparatur

4) Keterbatasan anggaran dalam pemeliharaan sarana dan prasarana 5) Masih ada tumpeng tindih pekerjaan dalam pemeliharaan sarana dan

prasarana kantor

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih Visi pembangunan dalam RPJMD Tahun 2018-2023 merupakan visi Walikota dan Wakil Walikota yang disampaikan pada saat proses pemilihan Kepala Daerah. Visi tersebut adalah sebagai berikut:

“Tanjungpinang sebagai Kota yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera dalam Harmoni Kebhinekaan Masyarakat Madani”

Misi pembangunan yang ditetapkan dalam mencapai visi yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang agamis, berkarakter, berwawasan kebangsaan dan berdaya saing global.

2. Meningkatkan pengembangan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat.

3. Mengembangkan dan melestarikan khasanah budaya lokal dan nusantara untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, bertoleransi dan kebhinekaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berwibawa, amanah, transparan dan akuntabel didukung aparatur yang berintegritas dan kompeten.

5. Melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur, dan penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif berwawasan lingkungan.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang mengarah pada pencapaian unsur visi: Kota yang Maju, Adapun misi RPJMD yang terkait dengan

III - 43

tugas dan fungsi dinas yaitu misi ke- 5 yaitu : Melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur, dan penciptaan iklim investasi dan usaha yang kondusif berwawasan lingkungan dengan tujuan Meningkatkan pemerataan infrastruktur dan pelestarian lingkungan hidup dan sasaran Meningkatnya kualitas infrastruktur, Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup

Faktor pendorong dan faktor penghambat yang dihadapi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjugpinang dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tercantum pada tabel berikut ini.

Tabel 3.1

Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Perangkat Daerah Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah

dan Wakil Kepala Daerah

No Misi, Tujuan dan Sasaran

RPJMD

Misi : Melanjutkan pemerataan pembangunan infrastruktur, 6. Kurangnya lahan guna

pembangunan taman-taman dan fasilitas-fasilitas Umum.

7. Masih kurangnya SDM dalam pengawasan iklim investasi dan usaha yang kondusif berwawasan

III - 44

menunjukan hasil yang maksimal

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Perangkat Daerah Provinsi (Bagi Kabupaten/Kota)

3.3.1 Telaahan Renstra K/L

Visi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2015-2019 adalah:

“Terwujudnya Infrastruktur Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Yang Handal Dalam Mendukung Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, Dan

Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”

Dalam rangka mewujudkan visi ini maka misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah :

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur sumberdaya air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi;

2. Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim;

3. Mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak dalam rangka mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip infrastruktur untuk semua;

4. Mempercepat pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat secara terpadu dari pinggiran didukung industry konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan, dalam kerangka NKRI;

5. Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian

III - 45

dan pengawasan, kesekertariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung fungsi manajemen meliputi perencanaan yang terpadu, pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang ketat.

Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maka tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terpadu dan berkelanjutan didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan;

2. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian ekonomi ;

3. Menyelenggaraan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk konektivitas nasional guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim;

4. Menyelenggarakan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak guna mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip infrastruktur untuk semua :

5. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekertariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang efektif, efiesien, transparan dan akuntabel.

III - 46

Sasaran strategis yang ingin dicapai Kementerian dalam dalam periode 2015-2019 adalah :

1. Meningkatnya keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat antardaerah antar sektor dan antar tingkat pemerintahan, Meningkatnya keterpaduan perencanaan, pemrograman dan penganggaran, Meningkatnya kapasitas dan pengendalian kualitas konstruksi nasional

2. Meningkatnya dukungan kedaulatan pangan dan energi; dan Meningkatnya ketahanan air.

3. Meningkatnya dukungan konektivitas bagi penguatan daya saing; dan Meningkatnya kemantapan jalan nasional.

4. Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan, Meningkatnya penyediaan dan pembiayaan perumahan.

5. Meningkatnya pengendalian dan Pengawasan, Meningkatnya Sumber Daya Manusia yang Kompeten dan Berintegritas, Meningkatnya kualitas inovasi teknologi terapan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, meningkatnya pengelolaan regulasi da layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana.

Sesuai dengan tugas dan fungsi, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan mendukung pencapaian sasaran ke-:

4 (Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan perumahan, Meningkatnya penyediaan dan pembiayaan perumahan)

Faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pencapaian sasaran renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tercantum pada tabel berikut.

Tabel 3.3

Permasalahan Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang berdasarkan Sasaran Renstra

K/L beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

III - 47

No Sasaran Jangka Menengah

Renstra K/L

3.3.2 Telaahan Renstra Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Riau

Sasaran yang ingin dicapai dalam dalam Renstra Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Riau adalah :

1. Meningkatnya kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif

& luas areal pemakaman untuk umum ;

III - 48

2. Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar perumahan dan permukiman;

3. Meningkatnya cakupan pelayanan dan kualitas Lingkungan Permukiman;

4. Meningkatkan pembangunan perumahan bagi MBR, sarana dan prasarana lingkungan/permukiman serta Menyusun basis data dan system informasi perumahan dan permukiman dan Menyusun perencanaan pembagunan perumahan dan permukiman;

5. Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur dan masyarakat dalam manajemen dan pengetahuan pembangunan perumahan dan permukiman;

6. Meningkatkan koordinasi dengan para pengembang perumahan dan masyarakat sehingga pada visi yang sama dalam mengelola kebutuhan perumahan, lingkungan dan permukiman.

Sesuai dengan tugas dan fungsi, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan ddan Pertamanan Kota Tanjungpinang mendukung pencapaian sasaran Renstra Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Riau ke-: 4 yaitu Meningkatkan pembangunan perumahan bagi MBR, sarana dan prasarana lingkungan/permukiman serta Menyusun basis data dan system informasi perumahan dan permukiman dan Menyusun perencanaan pembagunan perumahan dan permukiman.

Faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pencapaian sasaran renstra Renstra Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Riau.

tercantum pada tabel berikut.

Tabel 3.4

Permasalahan Pelayanan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang berdasarkan Sasaran Renstra

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepulauan Riau beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

No Sasaran Jangka Menengah

Renstra K/L layak huni dan produktif &

luas areal pemakaman untuk

III - 49

No Sasaran Jangka Menengah

Renstra K/L sehingga pada visi yang sama dalam mengelola kebutuhan perumahan, lingkungan dan permukiman

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis 3.4.1 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tanjungpinang Kawasan Peruntukan RTRW meliputi sebagai berikut:

1. Kecamatan Tanjungpinang Barat, yang meliputi : a. Kelurahan Tanjungpinang Barat;

b. Kelurahan Kemboja;

c. Kelurahan Kampung Baru; dan

III - 50

d. Kelurahan Bukit Cermin

2. Kecamatan Tanjungpinang Timur, yang meliputi : a. Kelurahan Melayu Kota Piring;

b. Kelurahan Kampung Bulang;

c. Kelurahan Air Raja;

d. Kelurahan Batu Sembilan; dan e. Kelurahan Pinang Kencana.

3. Kecamatan Tanjungpinang Kota, yang meliputi : a. Kelurahan Tanjungpinang Kota;

b. Kelurahan Kampung Bugis;

c. Kelurahan Senggarang; dan d. Kelurahan Penyengat.

4. Kecamatan Bukit Bestari, yang meliputi : a. Kelurahan Tanjungpinang Timur;

b. Kelurahan Dompak;

c. Kelurahan Tanjungayun Sakti;

d. Kelurahan Sungai Jang; dan e. Kelurahan Tanjung Unggat.

Mendasarkan pada RTRW tersebut, dalam pelaksanaan Renstra Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanann akan memperhatikan pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW.

Permasalahan yang dihadapi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang berkaitan dengan tugas dan fungsi berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah diuraikan pada tabel berikut.

Tabel 3.5

Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan

Penanganannya

No

Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan Fungsi Perangkat

Daerah

Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah

Faktor

Penghambat Pendorong

1. pemeliharaan dan perwujudan kelestarian lingkungan hidup

1. Masih Kurangnya pemanfaatan kawasan permukiman

1. Sosialisasi yang diberikan kepada

Tersedianya dana dan kegiatan untuk

III - 51

3. Ruang terbuka hijau (RTH) kota dikembangkan dan

3.4.2 Telaah Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

Berdasarkan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis, beberapa program yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang tidak terindikasi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Namun demikian Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang memandang

III - 52

perlu untuk melakukan pengelolaan lingkungan khususnya terkait dengan Rencana Tata Ruang serta Pegelolaan Lingkungan Hidup dengan melaksanakan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi.

Telaahan KLHS mengidentifikasi imtensitas keterkaitan antara Kebijakan, Rencana dam Program Pembangunan yang termuat dalam RPJMD Kota Tanjungpinang dengan isu strategis yang telah teridentifikasi. Khusus untuk Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang kajian KLHS yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi dinas adalah Pengelolaan Kebersihan, Pertamanan serta melestarikan Lingkungan Hidup dimana Untuk mewujudkan telaahan KLHS dalam program dan kegiatan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

Isu strategis merupakan suatu kondisi yang berpotensi menjadi masalah maupun menjadi peluang suatu daerah dimasa datang. Isu strategis yang perlu ditangani dalam pelaksanaan Renstra Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjugpinang sebagai berikut:

1. Belum optimalnya penyediaan infrastruktur permukiman di kawasan strategis Kota Tanjungpinang

2. Belum optimalnya penyediaan infrastruktur permukiman di kawasan kumuh 3. Belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional yang

berwawasan lingkungan

4. Keterbatasan masyarakat miskin dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah layak huni

5. Kerusakan lingkungan serta cuaca yang tidak menentu menyebabkan terjadinya bencana alam sehingga mengakibatkan kerusakan pada hunian penduduk.

6. Masih kurangnya ruang terbuka hijau atau RTH, khususnya partisipasi masyarakat dalam menyediakan RTH privat.

7. Menurunnya luasan lahan resapan air.

8. Masih kurangnya efektifitas pengendalian pencemaran lingkungan.

9. Masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga 10. kebersihan dan kelestarian lingkungan.

11. Masih belum memadai lokasi Tempat Pemakaman Umum yang ada.

IV-53

BAB IV

Dokumen terkait