Permasalahan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil saat ini. Potensi permasalahan pembangunan ini timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang yang tidak dimanfaatkan serta ancaman yang tidak diantisipasi.
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
Identifikasi Permasalahan berdasarkan evaluasi program dan target yang telah direncanakan di dalam Renstra Dinas Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode sebelumnya.
Identifikasi permasalahan tersebut kemudian diuraikan menurut penyelenggara urusan/bidang yang memiliki keterikatan dan pengaruh yang kuat terhadap urusan lain untuk memetakan berbagai permasalahan yang terkait dalam rangka menentukan isu-isu strategis Renstra. Identifikasi permasalahan pada tiap urusan dilakukan dengan memperhatikan capaian indikator kinerja masing-masing.
Identifikasi ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran serta mengetahui faktor-faktor penentu keberhasilannya di masa mendatang. Adapun identifikasi permasalahan menurut penyelenggaraan urusan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan disajikan sebagai berikut:
Tabel T-B.35.
Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
1. Pengendalian Penduduk
2. Keluarga Berencana
1. Pemaduan dan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah provinsi dengan Pemerintah Daerah kabupaten/kota dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk
2. Pemetaan perkiraan pengendalian penduduk 3. komunikasi, informasi dan edukasi (KIE)
pengendalian penduduk dan KB sesuai kearifan budaya lokal
4. Pendayagunaan tenaga penyuluh KB/petugas lapangan KB (PKB/PLKB)
5. Pengendalian dan pendistribusian kebutuhan alat dan obat kontrasepsi serta pelaksanaan pelayanan KB
6. Pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan kesertaan ber-KB
1. Pemetaan perkiraan pengendalian penduduk tergantung dari
pemerintah pusat
2. Masih adanya anggapan KB hanya urusan perempuan
3. Kesertaan pria dalam ber-KB masih rendah 4. Kualitas kader/ tenaga
pendamping belum optimal
5. Pelayanan kontrasepsi secara gratis pada masyarakat miskin belum optimal
6. Belum semua klinik KB
RENCANA STRATEGIS III - 32 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
3. Keluarga Sejahtera
4. Kualitas Hidup Perempuan
5. Perlindungan perempuan
6. Kualitas Keluarga
7. Pelaksanaan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
8. Pelaksanaan dan peningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
9. Pelembagaan PUG pada lembaga pemerintah 10. Pemberdayaan perempuan bidang politik, hukum,
sosial dan ekonomi pada organisasi kemasyarakatan
11. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan
12. Pencegahan kekerasan terhadap perempuan 13. Penyediaan layanan bagi perempuan korban
kekerasan
14. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan
15. Peningkatan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender (KG) dan hak anak
16. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas keluarga dalam mewujudkan KG dan hak anak
17. Penyediaan layanan bagi keluarga dalam mewujudkan KG dan hak anak
tersedia Tenaga medis
8. Kualitas kelompok Bina keluarga belum optimal 9. Kualitas dan kuantitas
petugas lapangan 12. Akses permodalan untuk
kelompok Usaha
15. Sarana dan prasarana penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan belum optimal
16. Bahan informasi dan sosialisasi program Pemberdayaan Perempuan terbatas 17. Kualitas dan kuantitas
sumber daya manusia kurang
RENCANA STRATEGIS III - 33 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah
7. Sistem Data Gender dan Anak
8. Pemenuhan Hak Anak
9. Perlindungan Khusus Anak
18. Pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data gender dan anak
19. Pelembagaan PHA ada lembaga pemerintah, non pemerintah dan dunia usaha
20. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak
21. Pencegahan kekerasan terhadap anak
22. Penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus
23. Penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus
18. Sumberdaya pengolah data yang kurang baik dari sisi anggaran maupun SDMnya 19. Belum terpenuhinya
hak-hak anak sesuai standar
20. Penanganan kasus kekerasan terhadap anak kurang optimal
21. Lembaga penanganan kasus anak di tingkat kecamatan dan desa kurang
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih
Sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Sumbawa yang tercantum dalam RPJMDKabupaten Sumbawa Tahun 2016-2021 yaitu "TERWUJUDNYA MASYARAKAT SUMBAWA YANG BERDAYA SAING, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG”, dengan kata kunciyaitu;
Berdaya Saing, Mandiri, dan Berkepribadian. Untuk mewujudkan visi tersebut, telah dirumuskan misi pembangunan sebagai berikut.
1. Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
2. Mewujudkan birokrasi yang bersih, handal dan profesional sehingga mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance).
3. Mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
4. Mengembangkan potensi unggulan daerah dan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat demi terwujudnya kesejahtaraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan perluasan lapangan kerja.
5. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
6. Mewujudkan masyarakat yang religius dan memelihara toleransi antar umat beragama.
7. Memelihara dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal.
Di dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2016-2021 ditetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut.
1. Peningkatan kualitas pendidikan;
2. Peningkatan derajat kesehatan;
3. Pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi;
4. Percepatan pembangunan infrastruktur;
RENCANA STRATEGIS III - 34 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
5. Peningkatan nilai tambah komoditi unggulan daerah;
6. Meningkatkan produktivitas petani, peternak dan nelayan;
7. Mendorong tumbuhnya aktivitas usaha masyarakat;
8. Mendorong realisasi investasi;
9. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam berkelanjutan;
10. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup;
11. Peningkatan kualitas iman dan taqwa;
12. Meningkatkan toleransi dan keharmonisan dalam masyarakat;
13. Mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal
Berdasarkan analisa terhadap RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2016-2021 ada beberapa faktor pendorong yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan DP2KBP3A dalam upaya mendukung kinerja, dan faktor-faktor yang dapat menghambat kinerja pelayanan DP2KBP3A dalam mendukung kinerja program pembangunan untuk pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Sumbawa diidentifikasi sebagai berikut :
Tabel.3.1
Telaahan Visi, Misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih No. Misi dan Program KDH dan
1. Misi 1 : Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat
Program Keluarga Berencana - Masih tingginya un meet need (cakupan
Adanya komitmen dari mitra kerja KB
Perlu diadakan pelatihan bagi bidan untuk standar pelayanan dan operasional yang terkini.
2. Misi 4 : Mengembangkan potensi unggulan daerah dan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat demi terwujudnya kesejahtaraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan perluasan lapangan kerja Program Penguatan
Kelembagaan
Pengarusutamaan Gender dan Anak
Minimnya fasilitas dan penanganan yang
Kerjasama multi sektoral (semua sektor terkait dengan pemberdayaan
perempuan dan
RENCANA STRATEGIS III - 35 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
No. Misi dan Program KDH dan
perlindungan anak) dalam penanganan kasus KDRT dan kasus anak
3.3 Telaahan Renstra Provinsi
3.3.1. Telaahan dengan Renstra Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Tabel.3.2
Telaahan dengan Renstra Perwakilan BKKBN Provinsi NTB
No.
1. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk (LPP) dari 1,08 menjadi 1,08
2. Menurunnya Angka Kelahiran total (TFR) per WUS (Wanita Usia Subur) (15-49 tahun) dari 2,8 menjadi 2,32
Advokasi dan KIE mengenai KB belum responsif gender
Anggapan KB hanya untuk wanita
- Terbentuknya tim KB desa kecamatan / kelurahan dan desa.
Adanya komitmen pemerintah desa dengan adanya pengalokasian dana melalui Dana Alokasi Desa (ADD) - Peserta KB pria masih
rendah
Kesertaan pria ber-KB masih rendah
Dukungan pemerintah terhadap program KB cukup besar
4. Menurunnya kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmeet Need) dari 14 % menjadi 10,14%
Persentase Unmeet need masih tinggi yaitu 12,87%
Wilayah kerja PKB/PLKB yang topografinya ber-bukit dan per-sebaran penduduk yang tidak merata
Keterbatasan PKB/PLKB baik secara kualitas maupun kuantitas
- Adanya peningkatan kualitas PKB/PLKB bidan/kader melalui bintek/pelatihan
5. Menurunnya angka Peran serta Pusat - Kesadaran masyarakat dan - Dukungan lembaga
RENCANA STRATEGIS III - 36 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
No. usia 15-19 tahun (ASFR) dari 48 per 1000
kelahiran menjadi 40 per 1000 kelahiran
Informasi dan konseling Remaja/Mahasiswa belum optimal
sekolah tentang pentingnya Pusat Informasi dan Konseling Remaja/
Mahasiswa belum optimal - Pengaruh sosial budaya
pendidikan khususnya para mahasiswa cukup besar - KIE melalui media cetak dan
elektronik 6. Menurunnya kehamilan
yang tidak diinginkan dari WUS (wanita Usia Subur) (15-49 tahun) dari 7,1 menjadi 6,6
Peran bidan dan
Dukungan mitra kerja dalam pe-ningkatan peserta KB jangka panjang cukup besar
3.3.2. Telaahan dengan Renstra BP3AKB Provinsi Nusa Tenggara Barat Tabel.3.3
Telaahan dengan Renstra BP3AKB Provinsi Nusa Tenggara Barat
No.
Sasaran Jangka Menengah Renstra
BP3AKB Provinsi NTB Permasalahan Pelayanan Faktor
Penghambat Pendorong
1. Meningkatnya indeks pembangunan dan pemberdayaan gender
Indeks pembangunan dan pemberdayaan gender Kabupaten Sumbawa masih di bawah target
Pendapatan
Kasus kekerasan ter-hadap perempuan dan anak masih tinggi
Masyarakat kurang peduli dengan kejadian tindak kekerasan dengan menganggap sebagai aib keluarga
UU kekerasan dalam rumah tangga, per-lindungan anak, TPPO, Perda TKI dan P2TP2A
3. Meningkatnya
pe-menuhan hak-hak anak Advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi tentang hak anak belum optimal
- Kebijakan, program dan kegiatan pem-bangunan Kota Layak Anak serta forum anak Samawa
4. Pendewasaan usia
per-kawinan (PUP) Advokasi tentang PUP melalui kelompok PIK R/M 5. Meningkatnya
pe-rencanaan yang ber-basis kinerja
Perencanaan program PPPA berbasis kinerja dan responsive gender belum berjalan optimal
RENCANA STRATEGIS III - 37 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
3.4 Telaahan RTRW dan KLS
3.4.1 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah
Dalam RTRW tidak diatur mengenai Rencana struktur tata ruang, Struktur tata ruang saat ini, Rencana pola ruang, Pola ruang saat ini, dan Indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perangkat daerah. Dalam kurun waktu lima tahun kedepan perangkat daerah tidak melaksanakan kegiatan pembangunan fisik dalam skala besar yang dapat berpengaruh terhadap pola dan fungsi ruang
3.4.2 Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Rencana program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah tidak berimplikasi terhadap lingkungan
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan perangkat daerah untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya.
Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan dan menjawab persolan nyata yang dihadapi dalam pembangunan. Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah adalah kondisi yang menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi perangkat daerah di masa datang.
Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.
Memperhatikan permasalahan-permasalahan yang tertuang pada tabel di atas maka dirumuskan isu-isu strategis pelayanan Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa sebagai berikut:
3.5.1 Isu-isu strategis pelayanan Keluarga Berencana sebagai berikut:
1. Kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmeet Need) masih tinggi, kondisi sampai saat ini unmeet need berada pada angka 11% dari target yang harus dicapai sebesar 9%
2. Advokasi dan KIE mengenai program KB belum responsive gender dengan ditandai masih dominannya peran suami dalam pengambilan keputusan untuk ber-KB
3. Partisipasi pria dalam ber-KB masih rendah hingga saat ini baru 0,30% peserta KB pria dari total peserta KB aktif,
4. Akseptor KB non MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) masih cukup besar yaitu pada angka 43% dari total peserta KB aktif, sedangkan harapannya PUS tidak lagi menggunakan metode KB non MKJP
5. Pelaksanaan program ketahanan dan kesejahteraan keluarga akan peran dan fungsi kelompok kegiatan (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia) dan UPPKS (Usaha Peningkatan Keluarga Sejahtera) belum optimal di masyarakat dalam mendukung kelestarian ber-KB, hingga saat ini baru sekitar 78% jumlah peserta KB aktif dari keluarga angota kelompok kegiatan.
RENCANA STRATEGIS III - 38 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021
6. Terbatasnya jumlah dan kualitas tenaga lini lapangan, hingga saat ini jumlah tenaga PKB/PLKB yang ada sebanyak 49 orang yang menangai 156 desa kelurahan angka tersebut masih sangat jauh dari iedeal karena seharusnya 1 orang PKB/PLKB hanya menangani 1 desa
3.3.3. Isu-isu strategis pelayanan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
1. Masih banyaknya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga saat ini kasus tindak kekerasan yang terjadi sebanyak 109 kasus angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 94 kasus.
2. Masih rendahnya pengetahuan / pemahaman masyarakat tentang UU pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), yang berkisar pada 70% hal itu didasarkan pada pemahaman masyarakat yang merasa khawatir dengan adanya peraturan tentang perlindungan anak akan membatasi pola pengasuhan atau tindakan terhadap anak.
3. Terbatasnya Tenaga ahli yang menangani anak dalam kondisi khusus sampai saat ini baru ada 1 orang tenaga psikolog dan 1 orang Pekerja Sosial Masyarakat ( PSM ) yang mempunyai sertifikat.
RENCANA STRATEGIS IV - 39 DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (P2KBP3A) KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2016 - 2021