Grafik Pengamatan TOM
4.5 Permasalahan Pada Budidaya Udang Vannamei
Tidak stabilnya parameter air dapat menyebabkan udang terserang penyakit, udang vannamei dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Namun jika terus menerus terpapar bahan pencemar akan menurunkan sistem imun udang. Selain penerapan teknologi dan pengendalian parameter kualitas lingkungan merupakan salah satu faktor kunci yang harus diperhatikan (Adiwidjaya, 2008).
Contoh pada parameter nitrit air tambak yang mencapai angka 44 ppm. Kandungan nitrit yang tinggi didalam perairan sangat berbahaya bagi udang dan ikan, karena nitrit dalam darah mengoksidasi haemoglobin menjadi metahaemoglobin yang tidak mampu mengedarkan oksigen, kandungan nitrit sebaiknya lebih kecil dari 0,3 ppm (Suharyadhi, 2011).
Ketidakstabilan parameter air juga menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit. Menurut MPEDA/NACA (2003) faktor – faktor yang menyebabkan penyakit antara lain : musim persediaan benur, persiapan tambak, pengisian dan persiapan air tambak, kualitas benur dan screening, manajemen kualitas air, manajemen dasar tambak, manajemen pakan dan penaganan penyakit.
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Ketidakstabilan parameter air disebabkan oleh berbagai macam hal antara lain padat tebar tinggi dan pemberian pakan yang berlebihan menyebabkan perairan tercemar (Sartika, 2012), nutrien yang tinggi menyebabkan kondisi eutropis pada perairan (Hung, 2013) dan menjadi nutrisi bagi alga sehingga pertumbuhannya menjadi cepat dan menimbulkan blooming alga, meski beberapa alga tidak beracun namun dengan adanya blooming alga terjadi kompetisi dalam konsumsi oksigen antara alga dengan udang (Rodger, 2008).
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari kegiatan PKL ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Teknik pembesaran meliputi beberapa aspek budidaya yakni: 1. Persiapan tambak meliputi pengeringan, pengadukan tanah, pengapuran, selanjutnya pematang dilapisi plastik, ada 2 macam plastik yang digunakan yakni plastik mulsar dan HDPE, 2. Penebaran benur PL 10 dengan kepadatan 100 ekor/m2 benur udang untuk tambak HDPE dan 80 ekor/m2 benur udang untuk tambak mulsar, 3. Manajemen pakan awal tebar menggunakan blind feeding 2-3 Kg/100.000 benur selanjutnya umur 1 – 20 hari diberi pakan 6% dari berat tubuh dengan frekuensi 3 kali sehari, umur 21 – 40 hari diberi pakan 3 - 4% dengan frekuensi 4 kali sehari, dan umur 41 hari sampai panen diberi pakan 2% dari berat tubuh dengan frekuensi 5 kali sehari, 4. Panen dini sebagai kontrol penyakit, panen parsial 20-30% dari total udang di usia(DOC) 60 total panen sebesar 0,7 Ton, pada usia(DOC) 70 total panen sebesar 1,5 Ton, dan panen total ketika udang mencapai ukuran konsumsi dengan berat 10-12 gram/ekor, total panen bisa mencapai 5 Ton.
2. Manajemen Kualitas Air dilakukan dengan pengamatan parameter air seminggu sekali meliputi: kecerahan (20-25cm), suhu (28-31̊C), pH (7,02-7,96), Salinitas (25-29ppt), DO (6-8ppm), Amonia (3-3,9ppm), Nitrit (0,3-44ppm), Alkalinitas 80-220 ppm, TOM 60-91 ppm dan genus plankton yang ditemukan antara lain: green algae: Chlorella, blue green algae: Anabaena,
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Merismopedia, Miciocystis, diatom: Coscinodiscus, Skeleronema, Amphora, dinoflagelata: Euglena.
3. Pemasalahan dalam Budidaya adalah kandungan nitrit dan amonia yang melebihi batas wajar 0,3 ppm sehingga parameter air tidak stabil, dan adanya patogen pada perairan tambak.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat dikemukakan pada PKL ini antara lain:
1. Perlu adanya evaluasi terkait efisiensi penggunaan pakan, agar kandungan Nitrit menurun.
2. Mengganti sebagian volume air pada tambak dengan air tandon untuk mengurangi kandungan amonia dan nitrit.
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI DAFTAR PUSTAKA
Adiwidjaya, D., Supito, dan I. Sumantri. 2008. Penerapan Teknologi Budidaya Udang Vanname L. vannamei Semi-Intensif pada Lokasi Tambak Salinitas Tinggi. Media Budidaya Air Payau Perekayasaan. Jurnal Departemen Kelautan Perikanan. 7
Azwar, S. 1998. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. hal 146.
Biomin. 2014. Evaluation of Vibrio Control with a Multi-Species Probiotic in Shrimp Aquaculture. Biomin Holding Industriestrasse. Herzogenburg. pp. 2-5.
Cassilas-Hernandez, R. H. Nolasco-Soria, T. Garcı´a-Galano,O. Carrillo-Farnes, and F. Pa´ez-Osuna. 2007. Water quality, Chemical Fluxes and Production in Semi-Intensive Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Culture Ponds Utilizing Two Different Feeding Strategies. Journal of Aquacultural engginering. 36 : 105-111.
DuPont Animal Health Solutions. 2015. Biodegrability of Virkon® Aquatic. DuPont Animal Health Solutions. Sudbury. pp. 1
Fadil, M. S. 2011. Kajian Beberapa Aspek Parameter Fisika Kimia Air dan Aspek Fisiologis Ikan yang Ditemukan Pada Aliran Buangan Pabrik Karet di Sungai Batang Arau. Program Pasca Sarjana. Universitas Andalas. Padang. Hal. 7-17.
Fariyanto, M. 2012. Kelayakan Budidaya Udang Vannamei di Rejotengah, Deket Lamongan. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim. Surabaya. Hal. 1-10.
Gao, L., H. W. Shan, T. W. Zhang, W. Y. Bao, and S. Ma. 2012. Effects of Carbohydrate Addition on Litopenaeus vannamei Intensive Culture in a Zero-Water Exchange System. Journal of Aquaculture. 342-343 : 89-96. Hair, J.F., R.E. Anderson, R.L. Tatham, and W.C. Black. 1995. Multivariate Data
Analysis (Fouth ed). Prentice Hall. New Jersey. pp. 116.
Herlina, Nonny.2004.Pengendalian Hama dan Penyakit pada Pembesaran Udang. Departemen Pendidikan. Jakarta. hal. 19-30
Hung, L.T. and O. M. Quy. 2013. On Farm Feeding and Feed Management in Whiteleg Shrimp(Litopenaeus vannamei) Farming in Viet Nam. FAO Fisheries and Aquaculture Technical paper. Rome. pp. 337-357.
Johnson, S.K. 1995. Handbook of Shrimp Diseases. Departement of Wildlife and Fisheries Sciences. Texas A&M University. Texas. 10-11, 18
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomer: KEP. 41/MEN/2001 tentang
Pelepasan Varietas Udang Vanname sebagai Varietas Unggul.
Kilawati, Y., dan Y. Maimunah. 2014. Kualitas Lingkungan Tambak Intensif Litapenaeus vannamei dalam Kaitannya dengan Prevalensi Penyakit White Spot Syndrome Virus. Research Journal of Life Science. 01 : 02.
Kusuma, R. V. S. 2009. Pengaruh Tiga Cara Pengolahan Tanah Tambak Terhadap Pertumbuhan Udang Vaname Litopenaeus vannamei. Intitut Pertanian Bogor. Bogor. Hal. 3-33.
Mahasri, G., A. S. Mubarak., M. A. Alamsjah dan A. Manan. 2013. Buku Ajar Manajemen Kualitas Air. Buku Ajar. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. Hal. 9-17.
Manampiring, dr. A. E., M.Kes. 2009. Studi Kandungan Nitrat (NO-3) pada Sumber Air Minum Masyarakat Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Fakultas Kedokteran Universitas Sam. Ratulangi. Manado. Hal. 9-15, 21-27.
The Marine Products Export Development Authority and Network of Aquaculture Centres in Asia Pasific. 2003. Shrimp Health Management Extension Manual. The Marine Products Export Development Authority. Cochin. India. pp. 3-25.
Nazir, M. 2011. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta. hal. 54-55, 66. Poe, K. F. 2005.Water Quality & Monitoring. Master Watershed Steward.
Connecticut Department of Environmental Protection. Connecticut. pp. 1-17.
Putra, R. R., Dr. D. Hermon, MP., dan Farida S.Si. 2013. Studi Kualitas Air Payau Untuk Budidaya Perikanan Di Kawasan Pesisir Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. STKIP PGRI Sumatera Barat. Padang. Hal. 1-8.
Rangka, N. A. dan Gunarto. 2012. Pengaruh Penumbuhan Bioflok Pada Budidaya Udang Vaname Pola Intensif di Tambak. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 04 : 02.
Sangadji, E. M. dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian-Pendekatan Praktis dalam Penelitian. ANDI. Yogyakarta. hal. 171-173
Sartika, D., E. Harpeni, dan R. Diantari. 2012. Pemberian Molase pada Aplikasi Probiotik Terhadap Kualitas Air, Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio). E-Journal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. 1 (I) : 2302-3600.
Subyakto, S., D. Sutende, M. Afandi dan Sofiati. 2009. Budidaya Udang Vanname (Litopenaeus vanname) Semi Intensif Dengan Metode Sirkulasi Tertutup
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Untuk Menghindari Serangan Virus. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 01 : 02.
Suharyadi. 2011. Budidaya Udang Vanname (Litopenaeus vannamei). Kementrian Kelautan dan Perikanan .Jakarta. hal. 3-6, 32
Tidwell, J.H, S. Coyle, R. M. Durborow, S. Dagupta, W.A. Wurts, F. Wayne, L. A. Bright and A. Van Arnum. 2002. Aquaculture Program. Kentucky University. Kentucky. pp. 41.
Turnbull, J.F., Corsin, F., Mohan, C.V., Padiyar, P.A., Thakur, P.C., Madhusudan, M., Hao, N.V. & Morgan, K.L.,. 2005. Optimising Emergency Harvest Strategy for White Spot Disease in a Semi-IntensivePenaeus monodon Culture System in Karnataka, India. Diseases in Asian Aquaculture V, 405-414.
Velasques, M. P., D. A. Davis, L. A. Roy, M. L. G. Félix. 2012. Effects of Water Temperature and Na+:K+ Ratio on Physiological and Production Parameters of Litopenaeus vannamei Reared in Low Salinity Water. Journal of Aquaculture. 342-343 : 13-17.
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI LAMPIRAN
Lampiran 1. Peta Lokasi Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 2. Peta Kawasan Pengembangan Komoditas Budidaya di Balai
Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat
BLOK A BLOK D BLOK B BLOK C BLOK E BLOK H BLOK F BLOK G BLOK I BLOK J
(Sumber: Profil BLUPPB Karawang, 2015) Keterangan:
Kawasan Pengembangan Komoditas Budidaya di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang dibagi dalam 10 blok yaitu Blok A, B, D, E, G dan J digunakan untuk kegiatan operasional BLUPPB Karawang; Blok C, H dan F disewakan kepada pihak swasta; dan Blok I masih dalam perbaikan lahan budidaya. Berikut merupakan komoditas budidaya yang masuk dalam kegiatan operasional BLUPPB Karawang:
1.Lokasi budidaya Blok A:
Udang vannamei
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI
Ikan lele
Hacthery Ikan Laut 2. Lokasi budidaya Blok B:
Udang Vannamei
Ikan bandeng
3. Lokasi budidaya Blok D
Udang vannamei
Ikan Patin
4. Lokasi budidaya Blok E:
Udang vannamei
Ikan kerapu
Ikan bawal bintang
Ikan kakap putih 5. Lokasi budidaya Blok G:
Udang vannamei
Udang windu
6. Lokasi budidaya Blok J:
Ikan sidat
Ikan nila
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 3. Struktur Organisasi Balai Layanan Usaha Produksi
Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat
Kepala BLUPPB Karawang
Sub Bagian Tata Usaha
Seksi Teknik Usaha Produksi Seksi Sarana Teknik Seksi Pelayanan Teknik
Kelompok Jabatan Fungsional
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 4. Sarana dan Prasarana Balai Layanan Usaha Produksi
Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat
Kantor Utama Kantor Pelayanan Teknik Perpustakaan
Aula Lab. Kesehatan Ikan Lab. Nutrisi
Lab. Kesehatan Ikan Lab. Plankton Bengkel
Asrama Lama Asrama Baru Guest House
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lanjutan Lampiran 4
Lapangan Upacara Masjid Rumah Dinas
Kantin Pos Jaga Keamanan GOR
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 5. Sarana dan Prasarana Tambak Udang Vannamei Blok B1
Saluran masuk air Sechi disk Pipa outlet
Jaring Pengukur kedalaman air Pipa inlet
Lampu penerangan Timbangan pakan Timbangan sampel
Gudang Papan putih Penghalang
Ancu Larutan Betadine Kincir
Bak dan jaring sampling
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 6. Peralatan Uji Kualitas Air Tambak Udang Vannamei Blok B1
di Laboratorium Kualitas Lingkungan
Tabung erlenmeyer Heater Haemocytometer
Mikroskop DO meter Ph meter
Spectofotometer Refractometer KMnO4
HSO4 Botol sampling Sentrifudge
Tabung sentrifudge Penghisap Pipet droper
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 7. Data Sampling Udang Vanname
Tanggal No. Petak DOC Berat (g) Size (ekor/Kg) Populasi Biomass FCR 7 Januari 2015 6 40 H 4,04 247 8 4,00 250 10 3,54 282 12 4,22 236 14 4,10 243 16 3,94 288 1,474 Panen 18 4,13 387 1,259 Panen 17 Januari 2015 6 50 H 5,68 176 8 5,01 199 10 4,23 236 12 5,20 192 14 4,45 153 1,945 Panen 28 Januari 2015 6 60 H 8,48 117 3,307 8 7,90 126 3,081 10 6,66 150 2,547 12 7,14 140 2,856 7 Februari 2015 6 70 H 11,2 89 8 10,7 94 10 10 100 12 10 100
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lanjutan Lampiran 7. Tanggal Tamb ak pH Sali nitas
NO2 NH4 CO3 HCO3 T.Alk alinita s TOM 12 Januari 2015 06 7,96 26 0,15 0,04 0 80 80 85,8 08 7,64 29 0,25 0,50 0 112 112 91,0 10 7,91 27 0,36 3,50 0 92 92 78,4 12 7,87 27 2,22 3,97 0 84 84 93,6 19 Januari 2015 06 7,53 25 0,19 1,83 0 132 132 88,5 08 7,71 28 0,25 0,76 0 120 120 96,1 10 7,85 27 4,19 1,20 0 88 88 84,7 12 7,73 26 8,47 0,51 0 92 92 93,5 26 Januari 2015 06 7,47 20 2,57 2,58 0 76 76 60,7 08 7,21 22 17,97 0,14 0 96 96 61,9 10 7,12 22 17,59 0,20 0 112 112 64,5 12 7,09 23 5,37 3,35 0 68 68 63,2 2 Februari 2015 06 7,22 20 12,41 0,16 0 124 124 67,2 08 7,26 20 12,45 0,17 0 112 112 74,8 10 7,36 20 0,59 0,04 0 92 92 86,5 12 7,39 20 0,59 0,11 0 88 88 67,8 9 Februari 2015 06 7,25 20 14,84 1,8 0 220 220 60,7 08 7,29 20 15,96 0,45 0 132 132 63,2 10 7,37 20 19,24 0,24 0 120 120 73,3 12 7,37 20 44,66 0,58 0 112 112 61,9
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 8. Data Pengamatan Parameter Biologi
Tanggal Tambak Total Plankton
%GA %BGA %Diatom %Dino %Proto %Zoo %TPC/TVC 12 Januari 2015 06 65,50 0,8 31,3 60,3 7,5 2,1 08 29,75 13,4 42,0 24,4 20,2 1,8 10 14,50 5,2 24,1 48,3 20,7 1,0 12 96,00 45,8 18,2 30,2 5,2 0,5 19 Januari 2015 06 22,75 5,5 85,7 1,1 1,1 6,6 2,7 08 52,00 1,9 68,3 25,5 0,5 3,8 2,5 10 2,5 40,0 30,0 30,0 6,6 12 2,25 44,4 33,3 22,2 1,5 26 Januari 2015 06 113,00 1,1 26,5 69,7 2,7 5,6 08 65,25 7,7 26,8 56,7 0,4 8,4 3,6 10 10,75 16,6 20,9 46,5 14,0 11,5 12 3,00 33,3 16,7 25,0 25,0 5,3 2 Februari 2015 06 56,75 30,4 38,8 22,0 8,8 2,5 08 70,25 57,7 37,8 1,1 4,3 2,2 10 24,80 45,8 3,1 41,8 8,2 3 12 23,80 23,4 16,0 44,7 3,2 12,8 3 9 Februari 2015 06 59,00 75,0 14,4 3,4 0,4 6,8 0,6 08 174,00 67,0 17,1 12,2 0,9 2,9 0,8 10 30,25 23,1 16,5 37,2 23,1 0,7 12 41,50 56,0 9,6 12,7 4,8 16,9 1,4
PKL MANAJEMEN KUALITAS AIR MOHAMMAD NURIL FAHMI Lampiran 9. Data Pengamatan Parameter DO dan Suhu
Tanggal Pengamatan
DOC Petak DO Suhu
Sore Malam Sore Malam 14 Januari 2015 46 H 6 8,8 5,5 28,1 27,8 8 8,7 5,9 28,2 27,5 10 7,4 5,5 28,1 27,6 12 7,4 5,3 28,4 27,3 21 Januari 2015 53 H 6 9,6 6,7 28,6 27,1 8 9,7 6,8 28,5 27,1 10 8,3 6,8 28,1 26,9 12 8,3 6,6 28,1 27,0 26 Januari 2015 58 H 6 9,0 6,0 28,0 27,1 8 9,0 5,3 28,1 27,1 10 8,9 6,2 28,0 26,9 12 9,0 6,6 27,9 27,0 2 Februari 2015 65 H 6 10 6,0 29,1 28,7 8 7,3 5,3 29,1 28,3 10 7,3 6,2 28,8 28,1 12 10 6,6 28,5 28,2