RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA
2. Permasalahan Yang Dihadapi
Permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas data mencakup permasalahan internal maupun eksternal. Permasalahan internal yang menonjol adalah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) statistik yang profesional dan kompeten sesuai dengan bidang tugasnya. Karyawan BPS Kabupaten Kudus hanya 29 orang dengan rincian sebagai berikut :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
KARYAWAN BPS KABUPATEN KUDUS
No Nama L/P NIP Pendidik
an Jabatan
Ir. Endang Tri Wahyuningsih,MM Ir. Hasbi Iqbal,MSi
Eko Suharto, SSt, MSi Dra. Sri Wahyuni Ir. Dwi Rahayu,MM Wiwik Juniarti,SSt Ma’ruf Susilo Yuwono Oki Danang Setiaji Rumisih
Nia Idhiyanti Linggar Farah Hesti Adriansyah Miftahul Huda Bektiningrum Sumarno Wiwi Wilujeng Kusumawati, SE Herry Gagaryanto
Agung Supriyadi,SSi M. Afif Nailal Muna Fauzi
Eka Mindhono Prasaja Reni Erawati Eko Prasetyo Nugroho Umar Faruq,SE KSK Kota Kudus KSK Jati
Karyawan BPS Kabupaten Kudus sebagian besar berpendidikan SLTA yaitu 36 persen, berikutnya adalah berpendidikan D4/S1 yaitu sebesar 32 persen, berpendidikan D3 sebanyak 18 persen, dan berpendidikan S2 sebanyak 14 persen.
Permasalahan eksternal yang menonjol adalah kesadaran responden khususnya perusahaan belum optimal, sehingga berpengaruh terhadap response rate pendataan.
Permasalahan eksternal lain adalah belum terpenuhinya peningkatan kebutuhan ragam data dan informasi statistik wilayah kecil, termasuk data mikro. Hal ini muncul sebagai akibat dari diimplementasikannya kebijakan otonomi daerah. Untuk memenuhi kebutuhan data yang demikian, BPS terkendala dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang tidak memperkenankan BPS menyajikan data individu. Sementara itu, ada pula anggapan masyarakat bahwa BPS adalah sumber dari segala sumber informasi.
Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang tugas pokok dan fungsi BPS.
Koordinasi antar instansi masih belum optimal, sehingga terjadi duplikasi penyelenggaraan kegiatan statistik yang mengakibatkan penggunaan anggaran yang kurang efisien.
Permasalahan penting lainnya yaitu belum optimalnya implementasi 4 prinsip dasar dari 10 prinsip dasar penyelenggaraan statistik resmi yang direkomendasikan oleh PBB, antara lain :
a. National Statistical Offices (NSO) berhak untuk membetulkan dan mengklarifikasi apabila terjadi kekeliruan tafsir dan penyalahgunaan statistik.
b. Informasi statistik diperoleh dari berbagai sumber baik melalui sensus, survei maupun catatan administrasi dimana NSO bertanggungjawab terhadap kualitas, ketepatan waktu, biaya dan beban pada responden.
c. Koordinasi di antara penyelenggara statistik dan NSO adalah penting untuk mencapai sistem statistik yang konsisten dan efisien.
d. Kerjasama bilateral dan multilateral dalam bidang statistik dianjurkan dalam kerangka perbaikan Sistem Statistik Nasional (SSN) di semua Negara.
2.1.3 VISI DAN MISI
1. VISI
Visi BPS Kabupaten Kudus dibangun dengan memperhatikan berbagai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan tantangan yang dihadapi dari pihak luar dengan landasan pemikiran proaktif. Pembangunan nasional di bidang statistik diarahkan agar mampu mengakomodasi berbagai tantangan yang berkembang, seperti reformasi yang mendukung keterbukaan informasi, otonomi daerah yang mengandung tantangan keragaman data dan informasi statistik pada tingkatan wilayah kecil, perkembangan teknologi informasi yang mengarah kepada peningkatan kemudahan akses masyarakat akan data dan informasi, serta memperhatikan kesiapan SDM penyelenggara statistik dan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
kecenderungan pembatasan akses terhadap data dari responden/obyek kegiatan statistik.
Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut, maka Visi BPS 2010-2014 disepakati sebagai berikut :
Visi BPS : “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua (The Agent of trustworthy statistical data for all)”
BPS adalah lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pokok menyediakan dan melakukan koordinasi ketersediaan data dan informasi statistik pada lingkup nasional maupun daerah. Kata “pelopor” mempunyai makna bahwa BPS sebagai pencetus ide penyedia statistik terpercaya, sekaligus sebagai pelaku dalam penyediaan statistik terpercaya. Kata “data statistik yang terpercaya” yaitu statistik yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Kata
“untuk semua” dimaksudkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama untuk mengakses data BPS (impartial).
Dengan visi tersebut eksistensi BPS Kabupaten Kudus sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena dapat dipercaya semua pihak. BPS bukan hanya bagian dari pemerintah, tapi juga bagian dari keseluruhan masyarakat dan aspek kehidupan. Di samping itu, visi ini juga memberikan ruang yang cukup bagi peran serta berbagai pihak untuk ikut serta dalam menyediakan, memanfaatkan, dan menggunakan data dan informasi statistik.
2. Misi
Pernyataan misi merupakan penjabaran serta rencana pelaksanaan program dan kegiatan agar mampu mencapai visi yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan visi BPS Kabupaten Kudus, maka misi ditetapkan sebagai berikut:
a. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien;
b. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;
c. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;
d. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak;
e. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
Misi pertama merujuk pada filosofi dasar bahwa untuk mewujudkan visi, BPS memerlukan landasan hukum yang kuat. Saat ini banyak perubahan yang mendasar yang menuju pada pentingnya peninjauan kembali Undang-undang Nomor 16 Tahun 19997 tentang Statistik.
Misi kedua, sumberdaya manusia (SDM) dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi dua pilar penting dalam penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN). BPS melalui STIS menghasilkan SDM yang profesional di bidang statistik dan komputasi statistik. Dengan dukungan TIK, maka SDM yang ada mampu mengimplemtasikan SSN secara efektif dan efisien.
Misi ketiga, BPS dalam menyelenggarakan statistik nasional mengacu pada 10 prinsip dasar yang direkomendasi PBB, yang di antaranya bahwa BPS harus menghasilkan data yang didasarkan pada metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Misi keempat, BPS sebagai pelayan publik dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Misi ini menjadi bagian penting dan strategis dalam mewujudkan visi BPS, yaitu sebagai pelopor penyedia data dan informasi statistik untuk semua.
Misi kelima, BPS sebagai penanggung jawab terlaksananya SSN, perlu melakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dengan efektif dan efisien.
2.1.4 Tujuan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan BPS untuk menyediakan data dan informasi statistik pada skala nasional maupun
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
regional, serta melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan standarisasi dalam penyelenggaraan statistik.
Tujuan utama dalam pembangunan nasional di bidang statistik lima tahun ke depan adalah meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas serta pelayanan prima dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasioanl (SSN) yang andal, efektif, dan efisien. Untuk itu, BPS perlu meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, integrasi, sinkronisasi, dan standardisasi kegiatan statistik.
Dalam rangka mengantisipasi lingkungan strategis yang berkembang, maka pembangunan statistik dilakukan melalui reformasi birokrasi dengan menerapkan program Statcap CERDAS (Statistical Capacity Building – Change and Reform for Development of Statistics in Indonesia). Empat pilar reformasi birokrasi dilakukan dalam tempo 2010-2014, meliputi: (i) Peningkatan kualitas data, (ii) Pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, (iii) Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta sarana kerja, dan (iv) Penguatan kelembagaan dan hubungan dengan sumber data dan pengguna data.
2.1.5 Sasaran Strategis BPS
Secara ringkas sasaran strategis pembangunan statistik nasional Indonesia dapat dirumuskan sebagai berikut :
a. Tersedianya data dan informasi statistik yang lengkap, akurat, dan tepat waktu di seluruh bidang pembangunan serta meningkatkan pelayanan bagi pengguna data dan informasi statistik;
b. Meningkatnya kapasitas SDM dalam pengetahuan, penguasaan ilmu, metoda statistik, dan teknologi informasi mutakhir guna menyempurnakan metoda pengumpulan, pengolahan dan diseminasi statistik;
c. Meningkatnya kerjasama antarlembaga statistik/penelitian dalam negeri maupun internasional atas dasar saling menghormati kemandirian dan menguntungkan dalam rangka menghasilkan data dan informasi statistik berkualitas internasional;
d. Terwujudnya Sistem Statistik Nasional (SSN) dalam menunjang kelancaran tugas dan fungsi lembaga-lembaga statistik yang ada baik di instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat; dan
e. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana fisik.
Keberhasilan pencapaian sasaran strategis BPS dapat diukur dengan berbagai indikator utama, seperti meningkatnya kepercayaan pengguna data terhadap data dan informasi statistik yang dihasilkan, kemudahan akses pengguna dalam memperoleh data dan informasi statistik secara cepat, terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana pendukung, khususnya dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta keberhasilan pengelolaan akuntabilitas administrasi keuangan dan kinerja menuju opini “wajar tanpa pengecualian” terhadap Laporan Keuangan.
2.2 INDIKATOR KINERJA UTAMA
Dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja, satuan kerja menetapkan indikator kinerja utama sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007.
INDIKATOR KINERJA UTAMA
(Peraturan Kepala BPS Nomor 58 Tahun 2013)
No Tujuan dan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama
(1) (2) (3)
1
1.1
Meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas
Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi makro yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase pemasukan dokumen/response rate kegiatan survei statistik
a. Persentase penyajian/release data dan informasi bulanan statistik ekonomi makro pada hari kerja pertama setiap bulan
b. Persentase pemasukan dokumen/
response rate dari kegiatan statistik usaha/perusahaan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
No Tujuan dan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama
(1) (2) (3)
1.2 Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
c. Jumlah judul publikasi statistik ekonomi
a. Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang tepat Waktu
b. Persentase pemasukan
dokumen/response rate dari kegiatan statistik rumah tangga
c. Jumlah judul publikasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
2
2.1
2.2
Meningkatkan pelayanan prima dalam rangka mewujudkan SN yang andal, efektif, dan efisien
Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Persentase konsumen yang merasa puas dengan layanan data BPS
a. Banyaknya penyelenggaraan sosialisasi kegiatan BPS
b. Persentase konsumen yang merasa puas terhadap akurasi data
c. Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data a. Jumlah pengunjung eksternal yang
mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten b. Jumlah pengunjung yang datang ke
perpustakaan BPS Kabupaten/Kota c. Jumlah Instansi pemerintah dan
lembaga lainnya yang menerima publikasi BPS
3
3.1
Penguatan teknologi informasi dan komunikasi serta sarana kerja Meningkatnya kualitas pengolahan data dan informasi statistik
Persentase data mutakhir yang
ditampilkan di Web site BPS Kabupaten a. Persentase hasil pengolahan data yang
dikirim ke BPS Provinsi tepat waktu b. Jumlah petugas fungsional pranata
komputer
No Tujuan dan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama
(1) (2) (3)
4
4.1
Peningkatan kapasitas SDM dan penataan kelembagaan
Memperbaiki sumber daya manusia
Persentase pegawai yang berpendidikan minimal diploma IV atau strata 1
Jumlah pegawai yang memangku jabatan fungsional tertentu
2.3 RENCANA KERJA TAHUNAN 2013
Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra, sehingga rencana kerja tahunan dapat menggambarkan rencana capaian kinerja tahunan kementrian/lembaga yang memetakan sasaran, indikator dan targetnya.
BPS Kabupaten Kudus mempunyai satu program teknis yaitu Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) dan dua program generik yaitu Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL), dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (PSPA).
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik : a. Pengakajian dan Pengembangan Sistem Informasi
- Pengembangan Sistem Informasi Statistik
- Pengembangan dan Pemutakhiran kerangka sampel statistik bidang sosial, produksi, distribusi dan jasa-jasa, dan pemutakhiran MFD dan MBS berbasis web
b. Penyediaan dan Pengembangan Statistik Sosial - Pelaksanaan Survei Angkatan Kerja Nasional - Pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional
- Pelaksanaan Survei Perilaku Peduli Lingkungan Hidup c. Penyediaan dan Pengembangan Statistik Produksi
- Pelaksanaan Survei Pertanian Tanaman Pangan/Ubinan dan SOUT Pertanian - Pelaksanaan Survei Perusahaan Hortikultura dan Indikator Pertanian
- Pelaksanaan Survei Perusahaan Peternakan dan RPH - Pelaksanaan Survei Perusahaan Kehutanan
- Pelaksanaan Survei Perusahaan Besar dan Sedang Tahunan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
- Pelaksanaan Survei Pertambangan, Energi, dan Penggalian - Pelaksanaan Survei Konstruksi
- Pelaksanaan Sensus Pertanian 2013
d. Penyediaan dan Pengembangan Statistik Distribusi - Pelaksanaan Survei Transportasi
- Pelaksanaan Survei Harga Konsumen dan Volume Penjualan Eceran Beras - Pelaksanaan Survei Harga Pedesaan
- Pelaksanaan Survei Keuangan Pemerintah - Pelaksanaan Survei Bidang jasa dan Pariwisata e. Penyediaan dan Pengembangan Neraca Regional
- Penyusunan Neraca Regional
- Penyusunan PDRB Triwulanan dan Tahunan - Analisis Statistik
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya a. Pembayaran Gaji dan Tunjangan
b. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a. Pemagaran Gedung Kantor b. Pengadaan Meubelair c. Pengadaan Tralis
Indikator Kinerja pada masing-masing kegiatan akan dijadikan dasar penghitungan pencapaian Sasaran Strategis. Untuk lebih jelasnya RKT yang memuat indikator kinerja dan rencana tingkat capaiannya dapat dilihat pada Lampiran RKT.
2.4 ANGGARAN TAHUN 2013
Pelaksanaan program-program kegiatan BPS kabupaten Kudus mendapatkan anggaran dari APBN yang tertuang dalam DIPA BPS nomor : 054.01.2.018953/2013 tanggal 5 Desember 2012 sebesar Rp 5.066.203.000,- yang tertuang dalam tabel berikut.