BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anggota Koperasi
5.2.2 Kebutuhan Modal
Untuk melihat tanggapan responden tentang kebutuhan modal yang menjadi alasan meminjam dana di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebagai berikut:
Tabel 5.6 : Tanggapan Responden Tentang Kebutuhan Modal Yang Menjadi Alasan Meminjam Dana Di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
No. Kebutuhan Modal
Frekuensi (Orang)
Persentase (%)
1. Setuju 10 25,64
2. Tidak Setuju 29 74,36
Jumlah 39 100
Sumber : Data Olahan, 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa tanggapan responden tentang kebutuhan modal yang menjadi alasan meminjam dana di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci.
sebagian besar responden tidak setuju yaitu 29 orang atau 74,36 %, sedangkan sebagian kecil responden setuju yaitu 10 orang atau 25,64 %.
Dari hasil penelitian diatas membuktikan bahwa kebutuhan modal tidak mempengaruhi anggota meminjam dana di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
5.3 Peranan Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Anggota di Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
5.3.1 Modal Responden Sebelum Menjadi Anggota Di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
Pinjaman kredit dari koperasi dapat menjadi modal usaha bagi anggota yang melakukan kegiatan usaha. Baik usaha kecil maupun besar, keadaan modal inilah yang menentukan berjalannya usaha yang dijalankan anggota koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci Sebuah usaha tidak akan berjalan lancar jika mengalami kekurangan modal sehingga berpengaruh terhadap pendapatan usaha. Usaha dengan modal yang banyak juga belum tentu berjalan dengan baik, jika tidak dibarengi oleh keahlian anggota yang ingin menjalankan udsahanya dari modal yang diterima dari koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci. Karena jika usaha dibarengi oleh keahlian anggota yang baik serta modal yang cukup, pasti usaha akan berjalan lanvar dan baik. Untuk melihat kondisi permodalan responden sebelum menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebagai berikut:
Tabel 5.7 : Distribusi Frekuensi Keadaan Modal Usaha Responden Sebelum Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
No.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kondisi modal responden sebelum menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci jumlah responden terbanyak adalah 19 orang atau 48,72% pada modal Rp. 100.000 – Rp. 2.000.000 sedangkan jumlah responden paling sedikit adalah 2 orang atau 5,13% pada modal Rp. 4.100.000 – Rp. 6.000.000 . Dengan modal rata – rata sebesar Rp. 3.050.000 .
5.3.2 Modal Responden Sesudah Menjadi Anggota Di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
Koperasi Kasih Sejahtera Pangkalan Kerinci menyalurkan kredit/pinjaman modal bagi setiap anggotanya yang memerlukan bantuan modal usaha. Dengan adanya penyaluran kredit yang diberikan (KKS) Pangkalan Kerinci maka modal anggota akan bertambah sehingga akan memudahkan anggota dalam meningkatkan kapasitas produk dan juga dapat meningkatkan pendapatan usahanya.
Untuk melihat kondisi permodalan anggota sesudah menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebagai berikut:
Tabel 5.8 : Distribusi Frekuensi Kondisi Modal Responden Sesudah Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
No.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kondisi modal responden sesudah menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci, dengan jumlah responden terbanyak sebesar 17 orang atau 43,59% pada modal Rp. 2.100.000 – Rp. 4.000.000 sedangkan jumlah responden paling sedikit adalah 3 orang atau 7,69% pada modal Rp. 6.100.000 – Rp. 8.000.000 , dan pada modal Rp. 10.100.000 – Rp. 12.000.000. Dengan modal rata – rata sebesar Rp. 5.203.846,.
Peningkatan modal rata-rata sebesar 70,62%.
Hasil penelitian diatas menunjukkan adanya peningkatan jumlah modal rata-rata responden sebelum dan sesudah menjadi anggota di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci.
Modal rata-rata responden sebelum menjadi anggota di KKS Pangkalan Kerinci sebesar Rp.
3.050.000, sedangkan Modal rata-rata responden sesudah menjadi anggota di KKS Pangkalan Kerinci sebesar Rp. 5.203.846,15. Dengan Peningkatan modal rata-rata sebesar 70,62%.
Hasil dari penelitian diatas sesuai dengan teori kredit tentang fungsi kredit dimana salah satu fungsi kredit yaitu memperbesar modal dan meningkatkan produktivitas dana yang ada.
Hasibuan (2001:88)
5.3.3 Pendapatan Responden Perbulan Sebelum Menjadi Anggota di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
Sebelum responden menjadi anggota di Koperasi Kasih Sejahtera Pangkalan Kerinci, kondisi modal mereka masih kecil dikarnakan belum memperoleh tambahan modal dari KKS Pangkalan Kerinci maka tingkat pendapatan rata-rata perbulan mereka juga masih rendah. Sebab untuk menjalankan usaha yang besar membutuhkan modal yang besar pula, agar pendapatan bulanan yang diterima besar yang harus dilakukan anggota ialah memperoleh keuntungan atau hasil yang besar dari modal yang cukup. Karena usaha yang besar membutuhkan modal yang besar, yang dapat diperoleh dari koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
Untuk melihat kondisi pendapatan rata-rata responden perbulan sebelum menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci. Dimana data yang ada sebagai berikut. Dapat diketahui bahwa pendapatan perbulan responden sebelum menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci dengan jumlah responden tertinggi sebanyak 15 orang atau 38,46% pada pendapatan antara Rp. 1.100.000 - Rp. 2.000.000 , sedangkan jumlah responden terendah sebanyak 2 orang atau 5,13% pada pendapatan antara Rp. 3.100.000 – Rp. 4.000.000 . Dengan pendapatan rata – rata sebesar Rp. 1.806.410,26. Untuk data yang di atas dapat dilihat tabel dibawah ini.
Tabel 5.9 : Pendapatan Responden Perbulan Sebelum Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera
Sumber : Data Olahan, 2017
5.3.4 Pendapatan Responden Perbulan Sesudah Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
Pendapatan yang diperoleh untuk setiap individu biasanya terdapat perbedaan. Pendapatan yang berbeda dikarenakan keuntungan dari masing-masing individu yang menjalankan usahanya dengan modal biaya dari koperasi kasih sejahtera berbeda-beda. Dengan adanya pinjaman kredit dari KKS Pangkalan Kerinci diharapkan pendapatan yang responden peroleh meningkat. Dan diharapkan individu-individu yang meminjam dana di koperasi dapat lebih jeli melihat kesempatan serta peluang usaha yang bagus.
Untuk melihat kondisi pendapatan rata-rata responden perbulan sesudah menjadi anggota Koperasi Serba Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebagai berikut:
Tabel 5.10 : Pendapatan Responden Perbulan Sesudah Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
No.
Pendapatan/Bulan (Rp)
Responden (Orang) Persentase (%)
1. 1.100.000 – 2.000.000 10 25,64
2. 2.100.000 – 3.000.000 12 30,77
3. 3.100.000 – 4.000.000 9 23,08
4. 4.100.000 – 5.000.000 3 7,69
5. 5.100.000 – 6.000.000 5 12,82
Jumlah 39 100
Sumber : Data Olahan, 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pendapatan dengan jumlah responden tertinggi yaitu antara Rp. 2.100.000 - Rp. 3.000.000 yakni sebanyak 12 Orang atau 30,77% , sedangkan pendapatan dengan jumlah responden terendah yaitu antara Rp. 4.100.000 – Rp. 5.000.000 yakni sebanyak 3 orang atau 7,69% . Dengan pendapatan rata – rata sebesar Rp. 3.062.820.
5.3.5 Analisa Rata-rata Peningkatan Pendapatan Responden Perbulan
Berdasarkan lampiran 2 halaman 10, pendapatan rata-rata responden perbulan sebelum menjadi anggota yaitu sebesar Rp. 1.806.410. Sedangkan setelah menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci pendapatan rata-rata responden perbulan yaitu sebesar Rp.
3.062.820,51. Jika kita masukkan kedalam rumus persentase pendapatan rata-rata responden pada lampiran 2 halaman 10, dapat kita peroleh hasil sebagai berikut:
Persentase pendapatan rata-rata = Pn−Po
Po x 100%
= Rp.3.062.820,51−Rp.1.806.410,26
Rp.1.806.410,26 x 100%
= 69,55%
Hasil penelitian diatas sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa fungsi kredit bagi debitur adalah sebagai modal usaha untuk meningkatkan pendapatan.Artinya kredit yang responden peroleh dari KKS Pangkalan Kerinci dapat meningkatkan pendapatan usahanya.Hasibuan (2001:88)
Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pendapatan responden perbulan setelah memperoleh fasilitas kredit dari Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci yaitu sebesar 69,55%. Maka KKS Pangkalan Kerinci berperan terhadap peningkatan pendapatan usaha anggota di Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
5.4 Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil penelitian tentang analisa peranan koperasi kasih sejahtera dalam meningkatkan pendapatan usaha anggota kelurahan kerinci timur, kecamatan pangkalan kerinci berjalan dengan baik seiring dengan visi dan misi koperasi kasih sejahtera pangkalan kerinci yang dimana sesuai dengan asas kekeluargaan yang dianut oleh sistem koperasi.
Koperasi kasih sejahtera pangkalan kerinci mempunyai fungsi sebagai proses pemberdayaan baik dilihat dari hubungan internal maupun eksternal. Secara internal, koperasi kasih sejahtera berusaha mendidik anggota koperasi masyarakat agar mempunyai bekal keterampilan dengan memberikan pelatihan – pelatihan melalui kegiatan workshop dll. Dari hasil pembahasan di bab IV dapat kita lihat bahwa peranan koperasi kasih sejahtera sangat berperan dalam meningkatkan pendapatan anggota koperasi. Sama halnya dengan Rahmayanti Tahun 2013
dengan judul Peranan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Anggota di Desa Koto Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu.
Mendapatkan hasil penelitiannya sebagai berikut peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 169,05% yang mulanya pendapatan rata-rata responden sebesar Rp 3.148.936 menjadi sebesar Rp.
8.472.340. sehingga dapat disimpulkan bahwa Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) memiliki peranan terhadap peningkatan kesejahteraan anggota di Desa Koto Tandun Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. Dengan responden sebanyak jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 235 orang dan 20% dijadikan responden yaitu sebanyak 47 orang. Hal ini berbanding dengan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Koperasi Kasih Sejahtera Pangkalan Kerinci.
Dengan sistem simpan pinjam yang dilakukan oleh koperasi kasih sejahtera pangkalan kerinci, masyarakat yang ingin menambahkan pendapatan penghasilan dapat lebih mudah mendapatkan modal yang diperlukan guna meningkatkanm kesejahteraan anggota tersebut, yang dimana kedua belah pihak sama – sama diuntungkan tanpa ada pihak yang dirugikan. Berdasarkan penelitian terhadap 9 orang responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini diketahui bahwa umur responden berkisar antara 25 – 60 tahun dengan frekuensi tertinggi yaitu 18 orang atau 46,15% pada 30 – 39 tahun. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 29 orang atau 74.36%. dilihat dari tingkat pendidikannya, sebagian besar responden mengenyam pendidikan sampai kejenjang SLTA sebanyak 25 orang atau 64,10%. Yang sebagian besar jenis usaha responden geluti adalah usaha dagang sebanyak 30 orang atau 76,92%. Untuk data tentang rekapitulasi peranan koperasi kasih sejahtera di kecamatan kerinci terhadap peningkatan pendapatan responden sebelum dan sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera. Dan juga rekapitulasi modal awal responden sebelum dan sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera di Kecamatan Kerinci. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5.11 : Rekapitulasi Modal dan Pendapatan Responden Sebelum dan Sesudah Menjadi Anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci
No Keterangan Jumlah/Bulan
( Rp)
Peningkatan (%) 1 Rata-rata modal awal responden sebelum
menjadi anggota koperasi kasih sejahtera di Kecamatan Kerinci
3.050.000,-
70,62 2 Rata-rata modal awal responden sesudah
menjadi anggota koperasi kasih sejahtera Kecamatan Kerinci
5.203.846,-
3 Pendapatan awal responden sebelum menjadi anggota koperasi kasih sejahtera Kecamatan Kerinci
1.806.410,-
69,56 4 Pendapatan responden sesudah menjadi
anggota koperasi kasih sejahtera Kecamatan Kerinci
3.062.820,-
Dari data tabel diatas dapat kita lihat peningkatan modal awal responden, sebelum dan sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera pangkalan kerinci. Dimana rata-rata modal awak responden adalah Rp. 3.050.000,- sebelum menjadi anggota, dan Rp. 5.203.846,- sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera, atau mengalami peningkatan sebanyak 70,62 %. Hal ini sesuai dengan manfaat dari koperasi tersebut serta pendapat ahli menurut. Hasibuan (2001:88), meninjau fungsi kredit bagi debitur antara lain yaitu menjadi motivator dan dinamisator peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian, memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, meningkatkan hubungan internasional, meningkatkan daya guna (Utility) barang, meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat, memperbesar modal, meningkatkan produktivitas dana yang ada, dan meningkatkan income per kapita masyarakat.
Serta pendapatan responden sebelum dan sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera di pangkalan kerinci. Dimana pendapatan awal responden sebelum menjadi anggota adalah Rp.
1.806.410,- dan mengalami peningkatan pendapatan sesudah menjadi anggota koperasi kasih sejahtera di pangkalan kerinci menjadi Rp. 3.062.820,- atau menjalami peningkatan pendapatan sebanyak 69,56%. Hal ini sesuai dengan pendapat ahli menurut Kasmir (2004 : 11) dan Mubiyarto (1986 : 20) Kredit secara positif dapat meningkatkan pendapatan, karena pemberian kredit itu sendiri dapat menambah modal usaha. Artinya, ketika seseorang masuk menjadi anggota koperasi dan memperoleh pinjaman kredit. Kredit inilah yang menjadi proses untuk meingkatkan pendapatan ketika anggota koperasi tersebut mengalokasikan dana kredit tersebut sebagai modal usaha. Dan juga sesuai dengan tujuan dari koperasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi agar dapat memenuhi kebutuhannya. Dan juga sesuai dengan pendapat ahli menurut Soekartawi (2003 : 22) menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsikan, bahwa sering kali dijumpai dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsikan bukan saja bertambah, tetapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian. Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan beras yang dikonsumsikan adalah kualitas yang kurang baik, akan tetapi setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi kualitas yang lebih baik.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6 .1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Tingkat suku bunga mempengaruhi anggota meminjam dana di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci. Diketahui bahwa responden setuju sebanyak 39 orang atau 100%. Sedangkan kebutuhan modal tidak mempengaruhi anggota meminjam dana di Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci. Terbukt dari 39 orang responden, sebagian besar responden tidak setuju sebanyak 29 orang atau 74,36%. Yang dapat dilihat pada (Tabel 5.5) di halaman 49 dan pada (Tabel 5.6) di halaman 50.
2. Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci mempunyai peranan dalam meningkatkan pendapatan usaha anggota. Pendapatan rata – rata responden sebelum menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebesar Rp.
1.806.410,26. Sementara pendapatan rata-rata responden sesudah menjadi anggota Koperasi Kasih Sejahtera (KKS) Pangkalan Kerinci sebesar Rp. 3.062.820,51. Sehingga adanya peningkatan pendapatan rata – rata sebesar 69,55%. Dapat dilihat pada halaman 56.
6.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan sehubung dengan penelitian ini adalah : 1. Untuk Pemerintah
Diharapkan untuk pemerintah daerah agar selalu memantau keadaan masyarakat daerah yang membuka Usaha Koperasi untuk dipantau sistem dan tingkat bunga yang diberlakukan sesuai peraturan yang ada, agar masyarakat tidak terbebani.
2. Untuk Pengusaha
Hendaknya pengusaha – pengusaha koperasi lainnya yang ada di Pangkalan Kerinci mempermudah persyaratan menjadi angota dan persyaratan memperoleh kredit, sehingga Anggota Koperasi semakin bertambah dan Anggota lebih dapat meningkatkan produktifitas dalam mengembangkan usaha yang mereka geluti guna memperoleh pendapatan.Dan kepada seluruh anggota Koperasi di Pangkalan Kerinci untuk lebih giat lagi dalam melakukan pengembangan usaha yang dijalani saat ini.
3. Untuk Peneliti Selanjutnya
Diharapkan untuk peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian mendalam kepada lebih banyak responden yang ada dan di daerah yang padat penduduk. Agar lebih memperoleh data yang akurat serta menghindari permasalahan-permasalahan perekonomian yang dialami masyarakat setempat, dan juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Burhanuddin, 15 Maret 2006. Target KreditTumbuh 21%. Kompas AritaMariani. 2008, EkonomidanSumberDaya.Jakarta :Pengembangan
Depdiknas, 2008.
Arita, Ninik, 2003. Dinamika Koperasi, Penerbit Pt Rineka Cipta, Jakarta
Arsyad, Lincolin, 1999, Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE.
Boediono. 1992, Pengantar Ilmu Ekonomi No. 4: Teori Pertumbuhan Ekonomi, Edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE
Djoko, Muljono, 2012. BukuPintarStrategiBisnisSimpanPinjam.
Yogyakarta : C. V ANDI AFFSET
Dunil, Z, 2005. Risked Basked Audit DalamPemeriksaanPerkreditan Bank Umum.Penerbit PT.
IndeksKelompokGramedia, Jakarta
Hasibuan, Malayu, 2001. Dasar – dasarPerbankan, EdisiPertama, PT. BumiAksara, Jakarta.
Irawan, Suparmoko M., 1992, Ekonomika Pembangunan, Edisi Kelima, Yogyakarta: BPFE Jhingan, M.L., 1993, Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Jakarta: Raja Grafindo Persada Kasmir.ManagemenPerbankan, PT. Raja GrafindoPersada, Jakarta, 2000.
Dasar-DasarPerbankan.PT. Raja GrafindoPersada, Jakarta 2002.
Muhammad, FirdausdanAgusEdhiSusanto. 2002. Perkoperasian. Bojongkerta, Ciawi – Bogor Selatan 16720: Ghalia Indonesia
Simorangkir, O.P, 2004, PengantarLembagaKeuangan Bank danNon Bank, Ghalia Indonesia, Bogor Selatan.
Suyatno, Thomas, 2003, Dasar– Dasar Perkreditan Edisi Keempat. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sukirno, Sadono, 2002, Makroekonomi Teori Pengantar, Edisi Kedua, Jakarta: Rajawali Pers Sukirno, Sadono, 2002, Makroekonomi Teori Pengantar, Edisi Ketiga, Jakarta: Rajawali Pers Suryana, 2000, Ekonomi Pembangunan: Problematika dan pendekatan, Jakarta: Salemba Empat Sutrisno, Lukman, 2008, Kemiskinan&KesejahteraanBangsa.
http://budirismayadi.tripod.comdiaksespadatanggal 19 Desember.
Todaro, Michael P., 1998, Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga, Edisi Kedelapan, Jakarta:
Erlangga.
Todaro, Michael P., 1998, Pembangunan Ekonomi Di Dunia Kedelapan, Edisi Kedelapan, Jakarta:
Erlangga.
Undang – UndangRepublik Indonesia Nomor 1 Tahun 1967 TentangPokok – PokokPerbankan.
Undang – UndangRepublik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 TentangPerkoperasian Undang – UndangRepublik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 TentangPerbankan.
Widianti, Ninik, 200. DinamikaKoperasi, PenerbitPtRinekaCipta. Jakarta.