• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN MENGENAI TUGAS AKHIR DAN SUMBER INFORMAS

Kuadran IV merupakan transfer nilai tambah antar institusi yang meliputi: rumah tangga, pemerintah, perusahaan swasta, dan institusi eksternal wilayah atau luar

PERNYATAAN MENGENAI TUGAS AKHIR DAN SUMBER INFORMAS

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa segala pernyataan dalam tesis saya yang berjudul: Dinamika Sektor Industri Manufaktur Dalam Pembangunan Perekonomian di Provinsi Jawa Timur, adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Februari 2009

Abstract

Role of Manufacturing Sectors in the Regional Economy of East Java Province in 2000 – 2004

The objectives of this study are: to study the role of manufacturing sectors in the regional economy in the Province of East Java in terms of output, value added, final demand, relationship among sectors, and labor; and to examine whether de- industrialization occurred in East Java in the period of 2000–2004. The industrial output, value added, final demand, relationship between sectors, and labor were examined by descriptive analysis and input-output analysis. The input-ouput (I-O) table is used by the year 2000 and 2004. Input-output table of the year 2004 which was updated with the method of RAS. To determine whether de-industrialization occurred, five criteria were used, namely, decreased role of manufacturing sectors in the economy (Regional GDP), output, export, reduced number of employment, and inter-sector relationship. The research shows that there was a shift in the economic structure. In 2000 the industrial sectors of food, beverage, and tobacco were the dominant sectors that creating share of output,value added, final demand, and labor after trade, hotels and restaurants sectors. Meanwhile, as for the inter-sector relationship, the manufacturing sectors has a strong forward and backward link although its value is getting less, thus indicating that its effect is weakening. The five de-industrialization criteria show that transport equipment and machinery industry has the stronger indication, and the second is textile, shoes and leather products industry. Therefore, the government must be seriously to take care of manufacturing sectors, especially shoes and leather products industry because this is the prominent sector in East Java Province, moreover this central industry was disturbed by the Sidoarjo Lapindo Mud. keywords: manufacturing sectors, input-output analysis, de-industrialization.

Ringkasan

Provinsi Jawa Timur, adalah salah satu kawasan penting pertumbuhan industri dan perdagangan (bisnis) karena letaknya yang strategis yang menghubungkan kota- kota pertumbuhan di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, sekaligus jembatan penghubung dengan wilayah Barat Indonesia. Posisi yang strategis tersebut menjadikan sektor industri manufaktur sebagai sektor yang penting bagi Jawa Timur.

Peranan sektor industri manufaktur dalam pembangunan memang tidak bisa dipungkiri mampu meningkatkan PDRB, menyerap tenaga kerja, serta keterkaitannya dengan sektor lain. Keterkaitan sektor industri dengan sektor lainnya merupakan salah satu isu regional dalam suatu perencanaan dan pembangunan wilayah. Guncangan perekonomian seperti krisis moneter maupun bencana yang terjadi di Indonesia serta berimbas ke Jawa Timur juga, menjadi ajang ujian alami sektor industri, industri yang memiliki daya saing kuat akan tetap eksis. Oleh karena itu adanya indikasi penurunan peranan sektor industri manufaktur ini harus diwaspadai.

Dari masalah tersebut peneliti akan mengkaji bagaimanakah dinamika peranan sektor industri manufaktur dalam perekonomian Jawa Timur dilihat dari sisi output, permintaan akhir, nilai tambah, serta tenaga kerja yang akan dianalisis dengan analisis Input-Output (I-O) dan analisis tenaga kerja. Analisis I-O yang dilakukan dengan membandingkan Tabel I-O tahun 2000 dan 2004, Tabel I-O tahun 2004 dibangun dari Tabel I-O tahun 2000 dengan metode RAS. Selain itu peneliti juga mengkaji apakah terjadi deindustrialisasi di Jawa Timur, dan subsektor mana yang memiliki potensi besar deindustrialisasi, dengan menggunakan lima kriteria yaitu penurunan PDRB, output, ekspor, tenaga kerja, dan keterkaitan antar sektor.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa sektor paling dominan berdasarkan output, permintaan akhir, nilai tambah bruto dan tenaga kerja pada tahun 2000 adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sedangkan pada tahun 2004 adalah industri makanan, minuman, dan tembakau. Dilihat dari sisi keterkaitan antar sektor, sektor industri manufaktur memiliki pengaruh kedepan dan kebelakang paling kuat akan tetapi nilainya menurun, atau dapat dikatakan bahwa pengaruhnya terhadap perekonomian melemah.

Identifikasi deindustrialisasi menunjukkan bahwa Jawa Timur mengalami gejala deindustrialisasi pada periode 2000-2004, dengan subsektor yang mengalami potensi deindustrialisasi paling besar adalah industri alat angkutan, mesin, dan peralatannya, serta industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki. Oleh karena itu pemerintah harus lebih serius memperhatikan kedua subsektor industri manufaktur ini, khususnya industri barang dari kulit dan alas kaki, karena industri ini merupakan industri andalan di Jawa Timur, apalagi aktivitas industri ini (yang berada di Sidoarjo) mengalami hambatan akibat adanaya luapan “Lumpur Lapindo Sidoarjo”.

@ Hak cipta milik IPB, tahun 2009 Hak cipta dilindungi Undang-undang

1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber.

a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah.

b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB.

2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa ijin IPB.

DINAMIKA SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR DALAM PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR

ROSA DELIMA

Tesis

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada program Ilmu-ilmu Perencanaan Wilayah dan Pembangunan Perdesaan

SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Halaman Pengesahan

Judul Penelitian : Dinamika Sektor Industri Manufaktur dalam Pembangunan Perekonomian Wilayah Provinsi Jawa Timur

Nama : Rosa Delima

NRP : A155050051

Program Studi : Ilmu-ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan

Disetujui

Komisi Pembimbing

Dr. D. S. Priyarsono, Ph.D Ketua

Muhammad Firdaus, M.Si, Ph.D Anggota

Diketahui,

Ketua Program Studi Dekan Sekretaris Pascasarjana IPB

Dr. Ir. Bambang Juanda, MS. Prof. Dr.Ir. Khairil A. Notodiputro, M.S.

PRAKATA